The Strongest Hybrid

The Strongest Hybrid
CH 32:Datangnya Ketua Organisasi



"Kalian hebat juga ternyata bisa mengalahkan Nozel(nama wanita pemimpin bandit)"


Dan segerombolan bandit yang jumlahnya lebih banyak datang lagi dan tak hanya bandit biasa mereka bahkan mempunyai banyak penyihir,


"Tamatlah Riwayat kalian," ucap pria misterius.


"Siapa kau?" tanya Mathius.


"namaku adalah Renner, ketua organisasi bandit Devil Hound. Wanita yang baru saja kau kalahkan ini adalah Nozel, salah satu ajudanku, di sisi kanan ku penyihir hebat bernama Fauze, dan di sisi kiriku maniak petarung berbadan besar bernama, Gugu." ucap Renner.


"ohh, bantuan telah datang ya? lagi pula sebanyak apapun jumlah kalian, kalian pasti akan kalah," ucap Mathius dengan angkuh.


"sombong sekali kau bocah.Aku akui kekuatan mu memang sangat besar Darkness Magician, kau bisa memenangkan turnamen nasional memang sangat hebat. Tetapi kau tidak ada apa apa nya denganku." ucap Renner.


"hehh, coba saja sini kalau berani," ucap Mathius.


"Sleep Dust," ucap Renner sambil melemparkan segenggam debu sihir yang dapat membuat target tertidur.


Semua orang yang bepergian bersama Mathius tertidur, hanya Mathius yang tidak tertidur. Semua bandit terkejut karena melihat Mathius baik baik saja.


Agar Mathius bisa melindungi seluruh orang orangnya, dia mengumpulkan Shella dan lainya ke satu tempat di dekat tenda,


"Isolation Barrier.Baiklah, mereka semua pasti aman di dalam pelindung ini." ucap Mathius dan sebuah pelindung berwarna abu-abu muncul di sekitar orang orangnya, keahlian memunculkan pelindung itu di pelajari dari pak Rexar beberapa bulan lalu, pak Rexar sendiri terkejut ketika mengetahui kalau skala kekuatan pelindung yang di ciptakan Mathius lebih besar darinya.


"Bagaimana bisa kau tidak tidur?ya tetapi Memasang pelindung itu tak ada gunanya," ucap Renner.


"coba saja menembusnya, kalau kalian bisa menembusnya kalian bisa di kategori kan sebagai lawan yang seimbang denganku," ujar Mathius.


"cihh, semua serang penghalang itu!!" ucap Renner.


Pasukan petarung dan penyihir yang di bawa Renner pun menyerang penghalang yang di pasang Mathius,


"Fire Lance"


"Fire Ball"


"Wind Cutter"


"Land Awakening"


"Water Slasher"


Rapalan sihir di ucapkan banyak penyihir untuk menyerang penghalang yang di buat Mathius, tapi semua yang di lakukan mereka sia-sia. Tidak ada yang dapat menembusnya, pasukan petarung nya pun tidak berkutik. Pedang, Tombak, Gada, Palu, semua senjata di gunakan tetap tidak ada yang menembusnya, Renner pun merasa mulai terancam hanya dengan melihat kekuatan Isolation Barrier yang diciptakan Mathius.


"Fauze, coba kau serang penghalang itu," ucap Renner kepada penyihir Fauze.


"baik, Great Thunderball," teriak Fauze dan muncul bola listrik yang sangat besar. Mathius menjauh agar tidak terkena radiasi serangannya, saat serangannya menyentuh Isolation Barrier bola listrik itu seperti lenyap terhisap dan muncul kembali lalu menyerang ke arah Renner dan lainya.


Renner, Fauze dan Gugu berhasil menghindari serangan itu,


"Reflection? bagimana bisa kekuatan nya sebesar itu," ucap Fauze terheran-heran.


"memangnya kenapa ,Fauze?" tanya Gugu.


"biasanya Reflection hanya mengembalikan 1/4 kekuatan serangan, atau mungkin setengahnya. Tetapi kekuatan yang di kembali kan penghalang yang di ciptakan nya melebihi skala kekuatan yang ku lancarkan," ujar Fauze.


"Hahaha, nampaknya sekarang kalian tau kekuatanku," ucap Mathius.


"Ahh, semua! Serang bocah sialan itu!" teriak Renner dan semua pasukan nya baik penyihir maupun petarung menyerang Mathius.


Situasi nya cukup sulit bagi Mathius, karena jumlah semuanya sekitar 60 orang. Tetapi Mathius dengan santai meladeni serangan semua nya.


Beberapa orang mulai terjatuh dan tak sanggup bertarung melawan Mathius yang hanya menggunakan tongkat kayu biasa,


"para penyihir serang Mathius dengan sepenuh kekuatan kalian!" teriak Renner,para penyihir pun menjawab,


"Siap!"Lalu para penyihir pun menyerang Mathius dengan segenap kekuatan mereka.


"Mega FireBall"


"Waving Land"


"Wind Piercing"


Begitulah teriakan penyihir yang menyerang Mathius, Mathius pun langsung menciptakan penghalang lagi untuk melindungi nya,


"Isolation Barrier," Semua serangan penyihir terserap dan berbalik. Akibatnya semua penyihir yang menyerang Mathius terluka akibat Reflection dari penghalang yang di ciptakan Mathius terluka, dapat dipastikan kalau semua penyihir tidak meninggal tapi sudah tidak bisa melanjutkan pertarungan.


Renner terlihat panik karena semua pasukannya dikalahkan oleh Mathius sendiri. Renner pun menyuruh Fauze dan Gugu menyerang Mathius,


"Fauze, Gugu, Serang dia!"


Gugu yang mempunyai kemampuan hebat, langsung menyerang Mathius dengan kekuatan fisiknya, mereka berdua beradu kekuatan tangan kosong.


Mathius sedikit kesulitan melawan Gugu karena dia sangat kuat, tapi dia dapat mengimbangi nya dengan kelincahan dan kelihaian nya dalam bertarung. Fauze pun juga membantu Gugu dengan menggunakan sihir penguat fisik dan peningkatan kecepatan yang membuat Mathius semakin kewalahan melawan Gugu.


Tiba-tiba Mathius tersenyum kecil,


"Apa ada yang lucu, Bocah?" Gugu bertanya.


"tidak tidak, hanya saja baru ini aku mendapat lawan sehebat kalian. Rasanya aku harus sedikit serius melawan kalian," ujar Mathius.


"Huh, dasar bocah kecil," ujar Gugu, tetapi tiba-tiba Mathius sudah berada di depan Gugu dan mengambil ancang-ancang untuk memukul Gugu dengan tangan kirinya,


"Cepat sekali,(Mathius memukul kepala Gugu) Uhhhhh!!!!" Gugu terpental lumayan jauh akibat pukulan Mathius dan saking kuatnya pukulan Mathius, Gugu langsung tak sadarkan diri seketika.


Renner yang melihat situasinya semakin buruk baginya mulai kebingungan, karena sudah di pastikan Fauze tidak dapat mengalahkan Mathius, dan Gugu sudah tidak bisa bangkit lagi,


"Fauze, kau tahan dia sebentar, aku akan menyiapkan senjata andalan kita." ucap Renner.


"baik, Tuan." jawab Fauze.


Fauze dan Mathius pun beradu sihir.Kekuatan Fauze dalam sihir bisa di bilang hebat sekali, dia memiliki macam macam rapalan sihir dari berbagai elemen sihir yang tidak di ketahui Mathius.


Tapi sementara mereka berdua beradu sihir, Renner menyiapkan sebuah benda mirip seruling, jika benda itu di tiup maka akan memanggil monster iblis dari dunia bawah. Fauze yang beradu sihir dengan Mathius dapat di kalahkan oleh Mathius, karena memang dari awal kekuatan sihir Mathius jauh lebih besar dari pada Fauze.


Renner pun menyuruh Fauze untuk mundur.


"Fauze kamu mundur saja dan sembuhkanlah pasukan kita," ucap Renner.


Fauze pun mengangkat tongkat sihirnya dan mengatakan,


"Area Healing," lalu sebuah cahaya bersinar dan membuat para pasukan sekaligus Gugu pulih kembali.


"Kalian semua! Mundur!" teriak Renner lalu semua pasukan nya mundur.


"Hahaha, hal yang selalu ingin ku lakukan akhirnya terjadi.Aku akan memanggil iblis untuk melawan mu," ucap Renner, lalu dia pun meniup seruling nya.


Seketika banyak monster iblis bermunculan, monster itu berasal dari dunia tempat Vanity singgah atau bisa di bilang monster itu berasal dari Death Abyss yang pernah di datangi Mathius saat bertemu dengan Vanity.


"Para monster, patuhi perintah ku dan serang bocah itu!" ucap Renner, tetapi para monster itu tidak menyerang Mathius.


Pada dasarnya monster tunduk pada Raja Iblis, dan mereka juga memiliki hubungan yang kuat dengan Raja Iblis, sedangkan Mathius juga memiliki hubungan yang kuat dengan Raja Iblis Vanity bahkan Raja Iblis Vanity tunduk pada Mathius. Maka dari itu Insting dari monster Iblis itu menyuruh agar mereka tidak menyerang Mathius dan malah tunduk padanya.


"Oi Oi! Apa yang kalian lakukan? Cepat serang dia!!" teriak Renner.


Mathius pun hanya tertawa melihat kejadian itu,


"Hahaha, bodoh sekali ternyata kau ya,"


"Kau tidak memberiku pilihan, aku akan mengeluarkan senjata andalanku!" ucap Renner sambil mengangkat sebuah kristal,


Renner pun menggenggam Batu kristal itu sampai pecah hingga tangan nya mengeluarkan darah, muncul Aura kegelapan yang berpusat di depan Mathius dan muncul Iblis yang terlihat sangat kuat,


"Hahaha, Telah muncul senjata andalanku, Arc Demon."