The Strongest Hybrid

The Strongest Hybrid
CH 17:Pertemuan



Pada keesokan harinya, seperti biasa Mathius berangkat ke sekolah untuk bekerja, saat di jalan dia juga bertemu dengan Tobias dan juga Solid,


"Hai Tobichi, kak Solid selamat pagiiii!" ucap Mathius


"haii selamat pagi juga Machi" jawab Tobias


"ya selamat pagi Mathius" jawab Solid


mereka masuk ke sekolah dan berpisah di kelas Tobias


Mathius masuk ke kelas untuk mengajar murid muridnya, karena kejadian kemarin pembelajaran di luar kelas sementara di tunda agar tak terjadi hal yang tidak di inginkan, meskipun kemarin Mathius mengatakan kalau Muller hanya tersesat di hutan namun kenyataan nya sangat berbeda dengan yang di katakan, kejadian kemarin sangat mengerikan, karena tak biasanya pasukan Minotaur datang ke hutan di dekat desa, karena pasukan Minotaur hanya akan keluar saat perang terjadi.


Mathius melamun memikirkan perihal kemarin serta apa yang akan terjadi nanti saat dia bertemu dengan Minotaur yang kemarin


"Pak Mathius kenapa anda diam saja?" tanya Rebecca


"ohh Rebecca kah? tidak apa apa kok tenang saja" jawab Mathius sambil mengelus kepala Rebecca.


Pada saat makan siang, seperti biasanya Mathius ke kantin bersama dengan dua sahabatnya yaitu Tobias dan Solid,


"Tobichi, kak Solid aku ingin bercerita kepada kalian apa boleh?" tanya Mathius


"katakan saja, katakan saja yang kamu pendam selama ini kepada sahabatmu ini" jawab Tobias


"kalian tau kejadian yang kemarin?" tanya Mathius


"ohh yang satu muridmu tersesat itu? kenapa dia bermasalah denganmu? dia kan anak dari Viscount Mike McQueen" ujar Solid


"tidak aku tidak bermasalah denganya, dia anak yang baik, ibunya juga orang yang cukup baik menurutku" jawab Mathius


"jadi apa masalahnya Machi?" tanya Tobias


"masalahnya adalah aku kemarin kan bilang pada Pak Rexar kalau Muller muridku itu hanya tersesat"


ucap Mathius


"terus?"


"sebenarnya yang terjadi bukan lah itu" ucap Mathius


"lalu apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Tobias


"sebenarnya kemarin adalah tragedi yang cukup menegangkan, apakah kalian tau tentang monster berkepala banteng Minotaur?" ucap Mathius


"iya aku sedikit tau tentang itu" ujar Solid


"iya aku juga, dalam legenda monster itu selalu berada di barisan terdepan pasukan Raja Iblis" ujar Tobias


"kemarin saat di hutan bersama muridku, ada kabut tebal menyelimuti, karena aku takut terjadi apa apa, aku membuka gerbang teleportasi dan memindahkan semua orang dan yang belum ku pindahkan adalah Muller, saat aku kembali ke hutan untuk mencarinya, aku mendengar teriakanya minta tolong dan saat aku menemukannya aku bertemu gerombolan Minotaur yang membawa Muller"


"apaa?? lalu bagaimana kamu bisa menyelamatkan nya?" tanya Tobias


"yah kamu tau sendiri kan kekuatanku yang maha dahsyat ini hehe" jawab Mathius


"cihhhhhhh malah pamer kekuatan dasar Mathius" ujar Solid


"hahah maaf maaf, sebenarnya aku saja cukup terkejut dengan kekuatan ku sendiri, kemarin aku saat ingin di keroyok aku cukup mengatakan Menjauhlah dan mereka tiba tiba terpental jauh, dan ang paling mengejutkan adalah saat aku hampir di tebas dari belakang aku mengatakan Matilah dan Minotaur nya tiba tiba hancur dan lenyap seperti abu" ujar Mathius


"hehhh? WoW hebat sekali, jadi yang di rumor kan kalau kamu mendatangkan hujan hanya dengan perkataan itu benar ya?" ucap Tobias


"kekuatanmu sudah jauh melampaui manusia biasa, kamu seperti monster saja Mathius" ujar Solid


"jangan kalian, aku saja heran akan kekuatanku sendiri, baiklah akan ku lanjutkan ceritaku tadi, setelah mengalahkan para Minotaur tadi, aku mengintrogasi pemimpin dari pasukan itu dan katanya dia akan mengatakan segalanya nanti saat tengah hari" ujar Mathius


"iya aku akan pergi ke hutan lagi siang ini" jawab Mathius


"Ohhhhh" ucap Tobias dan Solid


"ehh anu, kalian tidak khawatir denganku?" tanya Mathius


"hah? khawatir? kenapa kami harus khawatir?" ucap Tobias


"iya aku setuju dengan Tobi kenapa aku harus khawatir kamu kan hebat" ucap Solid


"ahh kalian setidaknya khawatir lah sedikit padaku minimal bilang lah 'hati hati Mathius' begitu, hmpphh" ucap Mathius dengan wajah cemberut


"hahah baiklah Machi sahabatku, hati hati ya karena kalau kamu kenapa kenapa aku akan sangat sedih, pastikan kamu pulang dengan selamat" ujar Tobias


"jaga dirimu dengan benar ya Mathius, meskipun kamu hebat tetapi jangan pernah bertindak gegabah, juga jangan pernah meremehkan lawanmu, karena dia atas langit masih ada langit" ujar Solid


"hmm baiklah Te-terima kasih" jawab Mathius


mereka bertiga melanjutkan perbincangan mereka tentang pelajaran atau apapun itu tentang kehidupan mereka, mereka berpisah saat jam pelajaran sudah dimulai, mereka kembali ke kelas masing masing dan Mathius mengajari muridnya hingga jam pulang yaitu saat matahari tepat di atas kepala atau bisa di bilang saat tengah hari.


Mathius segera berangkat menuju hutan di dekat desa Wildsand dia menuju tempat saat dia bertemu dengan pasukan Minotaur, ketika sampai dia tidak melihat 1 Minotaur pun di lokasi, tetapi dia tetap menunggu kedatangan pemimpin Minotaur dan untuk menagih janjinya, karena Mathius sangat penasaran akan alasan kedatangan serta kemunculan mereka. Mathius menunggu begitu lama hingga dia hampir putus asa dan memutuskan untuk kembali pulang


Ahh lama sekali para Minotaur itu, apa mereka ingkar janji kepadaku? kalau saja mereka berani berbohong padaku aku akan membuat mereka menjadi punah


Mathius merasa jengkel karena menunggu sangat lama dan saat dia hendak pulang, Mathius mendengarkan suara berisik dari rerumputan dan saat Mathius menoleh kebelakang ternyata itu adalah pasukan Minotaur yang di tunggu tunggu Mathius akhirnya tiba


"hei banteng, kenapa kau lama sekali hah?" tanya Mathius dengan raut wajah marah


"maafkan kami tuan Penyihir atas keterlambatan kami" ucap pemimpin Minotaur


"segera katakan apa yang ingin kau katakan sekarang" ucap Mathius


"baik, sebenarnya kemarin kami diperintahkan untuk mencari tau siapa sebenarnya Penyihir kegelapan itu dan kami juga di suruh untuk membawanya ke istana Iblis" ucap pemimpin Minotaur


"Penyihir kegelapan?" tanya Mathius dengan heran karena tidak menyangka kalau tujuan para Minotaur itu adalah dirinya


"betul, apakah tuan mengenalnya?" tanya pemimpin Minotaur


"bagaimana kalau aku bilang aku adalah Penyihir kegelapan?" tanya Mathius


"jika benar demikian saya akan membawa anda ke istana Iblis" ucap pemimpin Minotaur


"ya benar aku adalah Mathius Twilight, The Darkness Magician, jika kau ingin membawaku katakan dulu alasanmu" ucap Mathius


"kalau masalah tentang itu saya kurang tau, anda akan menghadap Raja Iblis, beliau akan mengatakan alasanya"ucap pemimpin Minotaur


"baiklah kalau begitu bawalah aku ke Raja kalian" ucap Mathius


"baiklah kalau begitu ikuti saya" ucap pemimpin Minotaur


"haa? kau membawaku berjalan kaki? tunjukan saja kepadaku lokasi dari istana Iblis itu" ucap Mathius


"m-maafkan saya,saya hanya akan memberitahu lokasi portal nya, tempatnya adalah di ujung utara di area hutan Northern Forest" ucap pemimpin Minotaur


"baiklah, Teleportation" ucap Mathius, lalu muncul sebuah lingkaran besar mengitari Mathius dan pasukan Minotaur yang membuat mereka berpindah tempat ke hutan Northern Forest tepat di depan sebuah jurang


"hakhhhh? su-sudah di pastikan anda adalah Penyihir kegelapan, b-baiklah saya akan membuka portalnya" ucap pemimpin Minotaur sambil mengangkat tangannya ke depan dan mengatakan sebuah kalimat yang berbunyi "Kami adalah pasukan Raja Iblis yang bersumpah untuk setia kepada beliau yang maha hebat, Terbukalah Death Abyss" lalu sebuah portal terbuka, Mathius di ajak masuk oleh pasukan Minotaur itu dan memasuki Kawasan istana Iblis.


"Jadi inilah kerajaan Raja Iblis"