
Keesokan hari setelah seharian belajar memasak, ya tidak seharian juga sih tapi hanya pagi dan siang saja.
Hari ini aku tidak melakukan apa apa, tidak ada kegiatan yang aku lakukan, hari yang sangat membosankan. Kata Ayahku, Ibu sedang mengidam suatu makanan dan makanan itu hanya dapat di cari di pusat kota Holy Kingdom, lantas ayah bersama ibuku yang sedang hamil tua pergi ke pusat kota untuk mencari makanan Khas daerah itu.
Lantas apa yang harus lakukan? ibu bilang aku harus mencari makanan sendiri entah memasak sendiri atau membeli, tetapi aku punya banyak koin perak kecil yang ku dapat dari gaji ku tadi juga ibuku memberi 1 koin emas kecil untuk di belanjakan.
1 koin emas kecil berarti sangat besar, itu saja cukup untuk biaya menginap dan juga sekalian dengan biaya makan sebulannya.
Jika dipikir pikir, hadiah 5000 keping emas besar sangat lah berharga, ibuku juga bilang itu bisa untuk biaya hidup mewah untuk seumur hidup WoW.
Beralih ke topik utama, aku.... masih bosan dan belum menemukan kegiatan yang akan ku lakukan, lebih baik aku keluar mencari sarapan di desa.
"Huuaaaahhhh! enaknya makan apa yaahh?"
Biasanya saat pagi ada orang berkeliling menjajakan makanan berat yang cocok untuk sarapan seperti olahan nasi yang di beri campuran kunyit sehingga warna nya kuning dan rasanya gurih.
Biasanya di jual dalam bungkusan dengan isian nasi, Suiran ayam, dan olahan dari parutan kelapa yang di sangrai. Perpaduan yang sempurna dari makanan itu sangat cocok untuk sarapan.
Harga nya cukup murah hanya 8 koin perunggu, karena aku di beri koin emas dan kembalian nya akan terlalu banyak jadi aku menggunakan koin perak milik ku yang ku dapat dari gaji kerjaku untuk membeli nya.
Uang ku masih banyak dan aku bingung harus ku buat apa? pokoknya uangku harus habis. Setelah makan makanan tadi aku lanjut tidur lagi karena hari ini dari pada aku tidak melakukan apa apa, lebih baik tidur saja kan?.
Dan saat aku bangun hari belum terlalu siang matahari masih tak terlalu panas, aku berjalan jalan berkeliling desa sambil menyapa orang orang desa yang sedang bekerja, aku juga pergi ke peternakan sapi dan tempat pengolahan keju.
Aku tak menyangka kalau pembuatan keju itu memanfaatkan adanya bakteri pada susu untuk melakukan fermentasi. Proses pembuatan nya cukup lama, untuk fermentasi nya saja memakan waktu sekitar 8-10 jam.
Semua orang di desa mengenalku. Aku sangat suka dengan orang orang di desaku, meskipun dulu aku dianggap aneh oleh warga desa karena pertumbuhan serta mata ku yang tertutup, tetapi lama kelamaan orang orang menerimaku seperti keluarga mereka sendiri, dan omong omong usia paling muda di sini aku masih 3 tahun hahaha, bahkan lucunya ada anak berusia 5 tahun memanggil kakak sungguh di luar nalar.
Dan setelah berkeliling desa sambil mempererat hubungan dengan orang orang desa aku kembali ke rumah pada tengah hari saat matahari tepat berada di atas kepala.
Saat aku berada di depan rumah aku melihat sebuah amplop di lantai tepat berada di depan pintu. Aku mengambil surat itu dan membukanya, surat itu berisi tulisan berbunyi.
"Mathius, ayah dan ibu sudah sampai ibu kota Kerajaan Suci(Holy Kingdom), surat ini sudah kami kirim sejak 3 jam yang lalu, kami cukup bersenang-senang di sini dan yang paling bersenang-senang adalah Ibumu, dia sempat berkata ingin kalau adikmu lahir di kota ini maka dari itu Ayah memutuskan untuk pulang 2 bulan berikut nya, tapi jangan khawatir soal uang saku mu, ayah sudah menyertakan 2 koin emas di dalam amplop, jadi jangan gunakan uang gajian mu ya simpan saja sebagai tabungan untuk masa depan mu. Tapi ayah ingin kamu disini saat adikmu akan lahir, setidaknya ibumu akan melahirkan 7 hari lagi jadi Ayah harap kamu datang ke sini dan menyambut kelahiran adikmu. Jika kamu mau maka balas lah surat yang ayah kirim ini dan ayah akan menjemput mu, kalau mengirim surat langsung saja bilang kirim surat ke Manela's Dwelling, omong omong itu adalah nama penginapan yang ayah tinggali bersama ibu mu, baiklah Mathius ayah tunggu balasan nya ya!!
Dengan penuh Kasih Sayang, Ayah.".
Jadi begitulah isinya, yah aku tidak menyangka kalau aku akan sendiri di sini untuk beberapa hari ke depan. Tapi aku juga ingin melihat wajah adik ku, pokoknya aku harus membalas suratnya, aku harus ikut menyambut kelahiran ibuku.
Jika kalian tau, desa Wildsand hanyalah desa biasa yang mirip dengan tempat terpencil, tidak seperti desa Fang, meskipun hanya sebuah desa, desa Fang memiliki hampir semua fasilitas layaknya kota bahkan penduduknya lebih dari puluhan ribu jiwa sedangkan di desa Wildsand tidak sampai 8000 jiwa. Bahkan di desa Wildsand tidak ada kantor pos untuk mengirim surat maka dari itu untuk membalas surat dari ayah ku ini aku harus pergi ke desa Fang lagi.
Omong-omong gaji kerja ku hanya 2 koin perak besar, tapi itu bukan lah jumlah yang kecil, itu bisa mencukupi kebutuhan biasa sekitar 2 bulan, aku juga di beri 1 koin perak besar oleh pak Rexar untuk tunjangan hari libur ku.
Jika mendengar jumlah uang itu aku masih membayangkan betapa kaya nya negeri ini yang sampai sampai memberiku 3000 keping emas besar hanya dengan memenangkan turnamen nasional WoW.
Baiklah aku akan pergi ke desa Fang untuk menikmati perjalananya aku mencari kereta kuda yang masih sepi. Aku berangkat sejak tengah hari dan aku sampai cukup lama karena apa? ya karena saat di perjalanan banyak orang menghentikan kereta dan ikut menggunakan jasa kereta kuda.
Seperti kemarin aku berdesakan saat naik kereta kuda dengan penumpang lain, dan saat sampai aku langsung mencari kantor pos di desa Fang, dan tak lama mencari aku langsung menemukan 1 di sudut jalan, memang tak perlu di ragukan fasilitas umum di desa ini.
Karena aku belum menulis surat, aku sekaligus menulis suratnya di Kantor Pos nya, di surat itu aku menulis
"Hallo ayah, ibu, kabarku baik baik saja, aku mengirim surat ini melalui kantor pos yang ada di desa Fang. Aku sangat ingin menyambut kelahiran adik ku, jadi ayah bisa menjemput ku empat hari lagi agar aku bisa menginap di penginapan ayah selama beberapa hari, dan mungkin aku juga akan mengajak Tobias dan Kak Solid. Sesuai dengan pesan ayah, aku tidak menggunakan uang gaji ku, mungkin hanya ini yang aku sampaikan, ku tunggu 4 hari lagi ya.
Dengan cinta
Mathius Twilight."
Aku bilang kepada pelayanan kantor posnya untuk mengirimnya kepada Rangga dan Sintya di Manela's Dwelling, dan reaksinya cukup mengejutkan.
"Hah? nak kamu tadi berkata Manela's Dwelling? bukankah itu penginapan paling mewah di Kerajaan ini?" ucap pelayan kantor.
"Kalau itu aku tidak tau pak, hehehe." jawabku sambil tertawa kecil.
"hmmm masa kamu tidak tau penginapan yang sangat terkenal bahkan di kenal oleh negara sebelah, yang penting baiklah nak untuk biayanya 1 koin perunggu besar karena jarak nya jauh." ucap pelayan kantor.
Aku memberinya 1 koin perak dan berkata.
"ini pak ambil saja kembalian nya, baiklah kalau begitu sampai jumpa!" ucap ku sambil berjalan keluar dari kantor.
"hei! ini terlalu banyak nak heii!" teriak pelayan kantor.
"tidak apa apa pak." jawab ku.
Aku pun sekalian membeli makanan di sebuah restoran desa Fang, aku membeli daging panggang dan sebuah roti panggang dengan isian telur, daging asap serta macam macam sayuran, rasanya enak sekali makan makanan itu di siang hari menjelang petang, aku juga membeli 2 roti panggang untuk di bawa pulang agar aku tidak perlu mencari makan lagi untuk makan malam nya.
Dan untuk besok apa yang akan aku lakukan untuk menghabiskan uangku yaa Hahahahaha!