
"Carmilla, bisakah kamu tunggu aku di suatu tempat? aku akan segera kembali."ucap Mathius sambil memberi beberapa koin perak kecil.
"tunggu Mathius! ada apa?" tanya Carmilla.
"Sesuatu yang buruk terjadi pada Tobias dan Lia." Ucap Mathius.
"Apaa??"ucap Carmilla terkejut.
"kamu tunggu saja di sini ya," ucap Mathius yang terburu buru mencari Tobias dan Lia, tapi saat Mathius hendak pergi Carmilla memegang tangannya dan berkata:
"aku ingin ikut, Kumohon."
"Baiklah tapi... " ucap Mathius sembari menggendong Carmilla layaknya tuan putri dan berkata lagi,
"kita harus cepat jadi kamu harus aku gendong."
"ehh! Ba-Baiklah." ucap Carmilla.
Lalu dengan kecepatan Mathius, dia langsung menuju ke sebuah penginapan dalam sekejap mata, Carmilla yang di gendongnya sangat terkejut akan kecepatannya.
Sudut pandang Carmilla:
Apa apaan kecepatan nya? dia sangat cepat sekali, dan itu tadi bukan kemampuan teleportasi, sebenarnya siapa identitas sebenarnya dari juara turnamen sihir Holy Kingdom Mathius Twilight ini? apa dia orang yang ku cari? ahh tidak tidak, bukan saatnya untuk memikirkan hal itu Carmilla, aku juga seharusnya tidak mencurigai anak ini, lagi pula Mathius anak yang sangat baik hati, aku mengakui kalau mungkin aku Su-Suka dengan Mathius, Ahhh! pikiranku malah kemana-mana pertama tama kami harus mencari Tuan Tobias dulu.
...****************...
Mathius dan Carmilla memasuki penginapan dan mencari keberadaan Tobias dan Lia.
...****************...
"Permisi, kami mencari anak bernama Tobias, apakah dia di penginapan ini?" tanyaku kepada pemilik penginapan sekaligus Bar.
"oh maksud mu, pangeran Tobias? dia ada di lantai dua kamar ke 3,dia tadi pingsan karena orang-orang menggerombol i nya." ucap pemilik penginapan.
"ah baik, permisi. Ayo Carmilla!" ucapku.
"ah iya Mathius," jawab Carmilla.
"hmm.... hei bocah, apa kamu pengawalnya?" tanya pemilik penginapan.
"tidak, saya teman dari pangeran Tobias." jawabku.
"ohh begitu, soalnya tadi ada warga yang bilang akan memanggil pasukan untuk menjemput nya," ucap pemilik penginapan.
"oh kalau begitu syukur lah, baiklah saya akan ke atas tuan," ucapku sambil berjalan menuju tangga.
"oh iya silahkan, maaf menghambat mu," ucap pemilik penginapan.
"oh iya tidak apa apa." jawab ku sambil berjalan ke lantai atas.
Aku mencari ruangan Tobias dan tidak jauh dari tangga, di pintu kamarnya ada angka 3, aku mengetuk pintunya "tok.. tok.. tok" dan berkata:
"permisi"
Lalu seseorang menjawab,"masuk saja! Pintu nya tak di kunci."
Di dengar dari suaranya mungkin suara dari Lia. Aku dan Carmilla pun memasuki kamar itu dan melihat Tobias terbaring di kasur dengan kondisi kepala yang di perban, dia di dampingi Lia yang duduk kursi di samping kasur.
"oh jadi Tuan Mathius ternyata," ucap Lia.
"iya, aku khawatir dengan kalian, makanya aku ke sini," ujar ku.
"eh, bagaimana anda bisa tau kalau kami di sini?" tanya Lia, aku pun menjawab:
"semua karena kalung ini(menunjuk ke arah kalung di leher Lia yang sebelumnya di beri oleh Mathius) kalung itu memberi ku sinyal bahaya jika pemakai terkena suatu hal yang membahayakan, dan ternyata dia hanya pingsan," jawabku.
"hihihi, anda memang benar benar sahabat sejati dari tuan Tobias ya, tidak kusangka anda sangat melindungi nya." ujar Lia.
"ehh, kamu tau dari mana?" tanyaku kepada Lia.
"sejak kami bertunangan, Tuan Tobias selalu bercerita tentang orang yang bernama Mathius. Dia bilang, kalau Mathius adalah dulunya anak aneh, pendiam, dan tidak punya teman. Tetapi Mathius adalah anak yang hebat, dia bisa mengalahkan kak Solid dengan sekali serang, serta bisa memenangkan turnamen sihir Kerajaan Holy, dan yang paling mengejutkan Mathius bisa lulus sekolah 2 tahun lebih awal, Begitulah cerita singkat nya," ujar Lia.
"Tobias memang sahabat terbaik ku, kamu mungkin sudah tau sejak dulu aku tidak bisa membuka kedua mataku," ucapku.
"Oh iya, memangnya matamu kenapa Mathius? Te-Tetapi bukan berarti aku peduli sih, hmmpph," ujar Carmilla.
"hahaha, sifatmu masih sama saja ya. Terima kasih sudah mau bertanya tentang hal itu," ucapku sambil mengelus kepala Carmilla.
"Deg-Deg" Muka Carmilla pun memerah.
...****************...
Karena kepala nya di elus-elus oleh Mathius.
...****************...
"Kata tetua penyihir di desa ku, mataku terdapat segel yang tidak bisa di buka oleh siapapun, dia bilang segel ini hanya bisa dibuka olehku. Tapi aku masih belum tau cara membukanya, karena mataku yang tidak bisa di buka ini lah aku di sebut anak aneh. Tetapi, waktu itu saat ada penerimaan murid baru di sekolah sihir desa Wildsand, ada seseorang yang datang pada ku dengan 2 pengawal, namanya adalah Tobias. Tobias adalah anak pertama yang mau berbicara padaku, dia berbeda dengan anak anak lain yang merundung ku. Dia orang pertama yang ingin menjadikan aku sebagai teman nya, aku sungguh bahagia dia datang ke hidupku. Andai saja dia tidak ada, entah jadi apalah aku ini." Ujarku
"tapi sekarang sudah tidak apa apa, semua orang sudah mengakui ku, orang orang desa juga sangat baik padaku kok," Ucapku.
"kalau begitu syukurlah," ucap Carmilla.
"jadi Lia, apa yang terjadi pada Tobias?" tanyaku pada Lia, lalu Lia menjawab:
"eh, tadi saat kami membeli makanan di pinggir jalan, om-om penjual makanan menyadari kalau pembelinya adalah Pangeran kedua dari Holy Kingdom, Om-Om itu pun berteriak dan suasana menjadi heboh, saat kami mencoba menjauh dari kerumunan tiba-tiba Tuan Tobias terjatuh dan kepalanya terbentur baru di jalanan dan terluka, dia pun pingsan, jadi begitulah kronologi nya,"
"ohh begitu," ucapku sambil berjalan menuju Tobias dan mengarahkan telapak tangan ku ke arah kepala Tobias dan mengucapkan:
"Sembuh lah" dan seperti biasa kata kata yang aku ucapkan pasti terjadi, Tobias pun langsung sadarkan diri layaknya bangun dari tidur,
"ehh, aku dimana? kenapa aku tidur di sini?" ucap Tobias.
"Selamat pagi Tobichi!" ucapku.
"lah, Machi? kenapa kau di sini?"tanya Tobias.
"kamu tadi terluka dan pingsan loh, tapi sudah tidak apa apa kan?" ucapku bertanya balik pada Tobias.
"emm,(mengangguk) aku sudah tidak apa apa," jawab Tobias.
Lalu ada yang mengetok pintu dan mengucapkan:
"permisi, tuan Tobias,"
"masuk lah!" ucap Lia.
Dan yang masuk adalah beberapa prajurit kerajaan dengan seorang tabib,
"kami datang untuk menjemput anda tuan Tobias."
ucap seorang prajurit.
"permisi tuan Tobias, saya akan memeriksa luka anda terlebih dahulu," ucap Tabib sambil berjalan menuju Tobias.
Saat tabib itu membuka perban yang ada di kepala Tobias, dia terkejut karena tidak melihat luka sama sekali, yang ada hanyalah sisa darah di perban.
"hmmm, anda tidak mendapat kan luka ternyata," ucap Tabib.
"tidak, sudah jelas tadi ada luka di kepalanya, tapi tuan Mathius menyembuhkan nya," sahut Lia.
"oh jadi begitukah, lupakan saja nona Lia, yang penting tuan Tobias baik baik saja," ucap Tabib.
"ah iya." jawab Lia.
Sudut pandang Lia:
Tak kusangka luka di dahi Tuan Tobias langsung sembuh hanya dengan sepatah kata, Juara turnamen sihir Tuan Mathius memang sangat hebat, sekarang aku tidak meragukan kekuatan nya lagi.
...****************...
Setelah kejadian itu mereka semua memutuskan kan untuk pulang dan menghentikan kencan pada hari itu, Saat mereka semua keluar penginapan, banyak sekali prajurit berkuda yang mengawal kereta pak kusir kuda (pak kusir kudanya sama seperti yang mengantarkan Mathius dan yang lainya).
Saat sampai di desa Fang, Carmilla pun turun tapi Mathius juga ikut turun dengan alasan tertentu dan meminta untuk melanjutkan perjalanan pulang menuju kerajaan.
"Sampai jumpa Tobias! sampai bertemu lagi!" teriak Mathius sambil melambaikan tangan ke arah Tobias dan Tobias pun membalasnya dengan lambaian tangan.
"Mathius? kenapa kamu ikut turun di sini?" tanya Carmilla.
"tidak ada apa apa, hanya saja aku tidak ingin merepotkan mereka semua,oh iya ini gaun mu tadi," ucap Mathius sambil memberi kan tas yang berisi gaun yang tadi di beli.
"anuu, Mathius..." ucap Carmilla.
"ada apa Carmilla?" tanya Mathius pada Carmilla, lalu Carmilla menjawab,
"Terima kasih untuk hari ini, aku menikmati nya, a-aku juga sangat senang bepergian denganmu, jika ada lain waktu, apa kita bisa melakukan nya lagi?"
"iya, kalau ada waktu senggang kita akan melakukan nya lagi," ucap Mathius sambil mengelus kepala Carmilla.
Carmilla pun terdiam dengan muka memerah tanpa respon apa pun, lalu....
"sampai ketemu lagi ya Carmilla!." ucap Mathius sambil berjalan menjauh dan melambaikan tangan.
"iyaa,sampai ketemu lagi Mathius!." jawab Carmilla sambil melambaikan tangan juga.
Sudut pandang Carmilla,
ihh, dasar anak itu selalu saja mencuri hatiku,
...****************...
...****************...
Dan begitu lah akhir dari Kencan pada hari itu, masih banyak hal yang akan terjadi pada Mathius tetap pantau terus ceritanya yaa!!!!