
Beberapa Bulan berlalu sejak aku bertemu dengan Raja Iblis Vanity, aku memang sempat tidak menyangka kalau Vanity bilang aku adalah anak dari Iblis dan Malaikat, ya memang kalau pertumbuhan ku ini tidak wajar, tetapi aku akan membuktikan sendiri tentang kebenarannya.
Mathius yang beberapa bulan ini menjalani kehidupan nya seperti biasa yaitu bangun pagi, bekerja sebagai pengajar dan mengajari anak anak kecil yang berada di kelas sihir tingkat 1, bertemu dengan Tobias serta Solid, pulang, itulah hal yang di lakukan Mathius tanpa ada kegiatan lain.
Mathius cukup menikmati kehidupan nya sebagai guru meskipun dia menerima gaji yang tak begitu besar karena dia bisa di bilang layaknya guru yang sedang magang meskipun hanya sekedar meringankan beban ayahnya, tetapi emas yang Mathius dapatkan saat memenangkan masih belum terjamah oleh keluarganya sama sekali.
Karena bisa di bilang keluarga Mathius merupakan keluarga yang berkecukupan atau bahkan kaya, Mathius berencana untuk membawa sebagian uangnya sebagai simpanan saat dia berkelana menjadi petualang kelak.
Mathius yang bertambah usianya mengalami banyak perubahan tubuhnya, seperti wajahnya yang lebih terlihat dewasa, tinggi badan nya yang bertambah bahkan dia terlihat lebih tua dari pada Tobias dan juga Solid.
Mathius menjadi lebih populer di sekolah karena wajahnya yang sangat tampan dsn tubuhnya yang besar dan lebih berotot membuatnya terlihat sangat gagah.
Banyak yang menggemari nya dan memuja ketampanannya, dan tak sedikit pula yang memberinya surat pernyataan cinta kepadanya, setiap hari setidaknya beberapa surat berada di atas meja kelas sihir tingkat 1 yang berisi rayuan agar menerima cinta pengirim surat.
Meskipun merasa sedikit muak dengan hal yang di alaminya, Mathius tidak pernah mengancam pengirim surat, karena Mathius tidak ingin orang orang yang menyayangi nya melihatnya sebagai orang yang sombong.
Tobias dan Solid sedikit merasa iri kepada Mathius karena Mathius mendapat semua perhatian dari siswi sihir yang cantik dan membuat Tobias dan Solid tidak memiliki kesempatan untuk mendapatkan kekasih.
Dan pada saat di kantin sekolah.
"Hei Machi, kamu ini sangat curang" ucap Tobias.
"Ha? Tobichi apa yang kamu bicarakan?" ujar Mathius kebingungan.
"huuhhh, apa kau tidak merasa sedikit berlebihan kepada kami?" tanya Solid.
"hahhh? kak Solid juga, me-memangnya aku kenapa? Apa yang terjadi?" tanya Mathius.
"kau ini sangat tidak peka" ucap Solid.
"iya kau sangat tidak peka, lihatlah kamu selalu di perhatikan wanita-wanita cantik dari kelas kami, bahkan hampir semua wanita selalu memperhatikanmu sambil berkata Wah tuan Mathius sangat tampan ahh dia membuatku meleleh" ucap Tobias sambil mengekspresikan wajah layaknya orang yang menggemari Mathius.
"ahhh ituu ya? kalau itu aku tidak bisa memberi solusi, lagi pula itu bukan kehendak ku sendiri hehehe" ujar Mathius.
"lihatlah badanmu juga,tubuhmu yang kekar, otot mu yang besar, kau ini menjadi seperti pria sejati, bahkan aku ini lebih tua dari mu" ucap Solid.
"hehehehe, aku juga tak tau akan hal ini" ucap Mathius.
Tidak mungkin aku tidak tau akan hal ini, aku kan anak setengah Iblis dan setengah Malaikat.
"cihhh, sini kau akan ku buat wajahmu sedikit jelek" ucap Tobias sambil mencubit pipi Mathius.
Mereka bertiga pun bercanda hingga jam istirahat selesai dan kembali ke kelas masing masing, namun saat perjalanan kembali ke kelas, Mathius di panggil pak Rexar dari ruanganya.
"Hei Mathius, kemarilah, masuklah ke ruangan ku" ucap pak Rexar.
"iya ada apa pak?" tanya Mathius sambil masuk ke ruangan.
"kau sudah bekerja di sini beberapa bulan tanpa henti meskipun 2 bulan lalu semua murid sedang libur panjang saat pergantian semester, tetapi kita para guru tidak berlibur" ucap pak Rexar.
"lalu? apa yang bapak maksut?" tanya Mathius lagi.
"ehh tidak apa apa kok pak, lagi pula aku suka bekerja di sini karena aku bisa bertemu dengan sahabatku" jawab Mathius.
"tidak tidak, kau harus mengambil cuti, setidaknya 2 minggu dan kau baru boleh mengajar kembali, tetapi tenang saja, aku akan memberimu tunjangan hari liburmu" ujar pak Rexar.
"tetapi pak, nanti siapa yang akan mengajari anak kelas 1?" tanya Mathius.
"serahkan saja padaku, Mathius" ucap Lucas menyahuti pembicaraan.
"oh, jadi pak Lucas yang akan menggantikan pekerjaanku?" tanya Mathius.
"ya itu benar sekali, jadi besok aku tidak ingin melihat mu di sekolah ini, kau harus berlibur entah bagaimana caranya" ujar pak Rexar.
"yah kalau begitu baiklah aku akan menikmati hari liburku" jawab Mathius dengan wajah sedikit kebingungan.
Apa yang harus aku lakukan besok untuk menikmati hari liburku ya? aku tidak ada kegiatan lain, apa mungkin aku harus mempelajari sihir yang lebih tinggi lagi? atau aku datang ke Death Abyss lagi? mungkin tidak, aku harus membantu kegiatan di rumah seperti membantu ibu ku memasak makan malam, atau aku juga bisa belajar bercocok tanam, yah besok tanya ayahku saja lah.
"Ayah, Ibu aku pulang".
"Selamat datang Mathius, bagaimana pekerjaanmu sayang?" ucap Ibu Mathius dengan senyuman.
"baik seperti biasanya" jawab Mathius dengan raut wajah bingung.
"hei nak kamu kenapa?" tanya Ayah Mathius.
"sebenarnya aku baik baik saja ayah, tapi tadi aku baru saja di beri pak tua Rexar libur bekerja pertamaku, aku sedang bingung aku harus apa untuk mengisi hariku?" ucap Mathius kepada ayahnya.
"yah kalau ayah jadi kamu, ayah akan tidur panjang seharian, atau pergi ke hutan untuk jalan jalan" ujar Ayah Mathius.
"bagaimana kalau kamu belajar memasak nak" ucap Ibu Mathius.
"nahh itu ide yang bagus ibu, baiklah sudah kuputuskan besok aku akan belajar memasak pada ibu" ucap Mathius dengan raut wajah senang.
"baiklah kalau begitu besok pagi pagi buta kamu ikut ibu ke pasar setempat yaa untuk membeli bahan bahan!" ujar Ibu Mathius.
"iya bu" jawab Mathius.
Keesokan paginya Mathius dan ibu pergi ke pasar untuk membeli beberapa macam bahan bahan seperti daging, tomat, cabai dan sayuran lainya, karena Mathius ingin belajar membuat bola daging kuah pedas.
Mathius menikmati hari libur nya bersama ibunya yang sedang hamil tua, tak hanya berbelanja Mathius juga pergi ke perkebunan dekat hutan untuk menikmati segarnya udara pagi yang menyejukan.
Meski begitu Mathius tak lepas dari pandangan gadis desa yang memuja ketampanan nya, di setiap perjalanan baik berangkat maupun pulang, selalu terdengar.
"ahhh tuan Mathius begitu gagah dan tampan, aku sangat ingin memeluk lengannya yang kekar".
Hal itu membuat Mathius sedikit jengkel, tapi saat sampai di rumah yang di tunggu tunggu Mathius telah tiba yaitu belajar memasak.
Aku Mathius Twilight sang penyihir kegelapan akan belajar memasak untuk pertama kalinya.