
"lain kali jangan lama lama, kamu kan ingin belajar memasak dan sekarang waktunya makan siang, ayo bantu ibu memasak ibu juga akan mengajarimu cara memasak menu makan siang sebentar lagi biasanya ayahmu akan pulang,"ucap Ibuku.
"iyah baik bu." jawab ku mengakhiri pembicaraan. Aku pun juga akan belajar memasak makanan yang cocok untuk makan siang pada kali ini.
Pada siang hari yang terik ini Ibuku membuat satu makanan yang cukup umum di desa Wildsand ini yaitu Roti Es krim yang dingin dan manis.
Ibuku sudah membuat roti sejak aku pergi ke Oasis tadi, dia membuatnya lebih awal karena untuk memanggang roti butuh waktu yang cukup lama dan tugasku pada kali ini adalah.... Membeli susu sapi ke desa Fang karena stock susu habis untuk membuat roti.
Entah sebuah kebetulan apa yang menimpaku, aku baru saja bertemu dengan wanita cantik yang berasal dari desa Fang, aku juga di suruh Ibuku untuk membeli susu sapi ke desa Fang. Jarak desa Fang dengan desa Wildsand lumayan jauh, mungkin sekitar 1,5-2 Kilometer.
Meskipun desa Wildsand memiliki peternakan sapi, tetapi sapi yang di ternak bukan lah sapi perah, melainkan sapi potong yang di manfaatkan dagingnya serta kulitnya saja. Waktu itu aku membawa sedikit uang lebih agar aku bisa naik kereta kuda yang menjadi kendaraan penghubung antar kedua desa.
Aku membawa 2 keping koin perak kecil dan 20 keping koin perunggu kecil, uang yang memiliki nilai tukar paling tinggi adalah koin emas besar atau setara dengan 10 koin emas kecil, 1 koin emas setara dengan 10 koin perak besar, 1 koin perak besar setara dengan 10 koin perak kecil, 1 koin perak kecil setara dengan 10 koin perunggu besar, sedangkan 1 koin perunggu besar setara dengan 10 koin perunggu kecil.
Yah bisa di bilang 1 koin emas kecil\=100 koin perak kecil, 1 koin perak kecil\=100 perunggu kecil, untuk koin besar adalah versi 10 kali lipat dari koin itu.
Biaya untuk naik kereta kuda ke desa Fang 10 koin perunggu kecil, ini terbilang sedikit mahal karena saat menaiki kereta kuda selalu berdesakan dengan penumpang lain karena di setiap kereta kuda setidaknya ada sekitar 8-10 orang yang naik dan itu membuat berdesakan.
Desa Fang yang akan ku kunjungi ini adalah sebuah desa yang mayoritas penduduknya adalah peternak sapi perah dan petani gandum serta pembuat keju, karena desa ini memiliki ladang rumput hijau yang luas serta ladang gandum yang luasnya hampir 2/3 luas desa sehingga nutrisi sapi perah dapat tercukupi. Mayoritas makanan di desa Fang juga mencakup olahan tepung dan susu seperti Roti Roti an dan lain lain.
Yang membuatku penasaran tentang makanan dari desa ini adalah sebuah makanan berbahan dasar tepung yang berbentuk tabung dan berukuran kecil yang di keringkan. Biasanya setelah kering biasanya di goreng dan di bumbu i atau di rebus dengan susu dan keju(Makanan ini di sebut Mac and Cheese).
orang orang bilang rasa dari makanan itu sangat lah enak dan lembut sekali. Aku jadi ingin memakan nya, tapi mungkin lain waktu saja karena aku tidak punya banyak waktu untuk mencobanya.
Perjalanan dari desa ku menuju desa Fang cukup singkat, yahh meskipun lebih cepat kalau aku berlari dengan kecepatan ku hahahah. Saat sampai aku langsung mencari tokoh yang di maksud oleh Ibuku.
Sudut pandang beberapa menit yang lalu:
"Mathius kalau kamu membeli susu belilah di sebuah toko susu bernama MilkyWay yah, disana penjaga tokohnya cantik lohhh," ucap Ibu Mathius.
"Baik bu." jawab Mathius.
...****************...
Toko MilkyWay, tokoh susu sekaligus tokoh yang menjual makanan atau minuman olahan dari susu. Saat berjalan menyusuri jalan aku akhirnya menemukan 1 tokoh dengan logo sapi dengan tulisan MilkyWay di bawahnya.
Saat aku masuk, aku merasakan hal yang sama saat aku di Oasis pagi tadi.
"Selamat datang Pelangg....an, hmmpph."
Dan yang kuduga benar terjadi yaitu....penjaga tokoh cantik yang di maksud Ibuku adalah Carmilla. Dia menyambut ku dengan wajah masam berbeda dengan menyambut pelanggan lain dengan senyuman.
"Hahahahah, sangat kebetulan sekali kamu adalah penjaga tokoh ini," ucapku kepada Carmilla.
"jadi, apa yang kau inginkan di tokoh ini?" tanya Carmilla dengan muka masam.
"Hahahah, janganlah berbicara dengan raut seperti itu, nanti cantiknya hilang lohh," ucapku menggoda Carmilla.
"sudahlah katakan saja apa yang kau inginkan dasar bodoh!" ucap Carmilla dengan wajah memerah dengan nada tinggi.
"bercanda bercanda, berikan aku dia kotak susu sapi terbaik dari desa ini," ujar ku.
"tunggu sebentar, aku akan mengambil nya." ujar Carmilla sembari pergi ke penyimpanan dan mengambil 2 kotak susu yang berisi 6 botol besar masing masing kotak.
"harganya 1 koin perak dan 10 perunggu." ucap Carmilla.
"baiklah ini dia uangnya," ujar ku sambil memberikan 2 keping perak yang di berikan ibuku tadi.
"ini kembalian nya, 9 koin perunggu besar, dan bagaimana kamu bisa mengetahui tokoh susu ini?" tanya Carmilla.
"Ibuku yang menyarankan padaku," jawab ku.
"memangnya siapa nama ibumu?" Carmilla bertanya lagi.
"anuu,namanya Sintya." jawab ku.
"haaaahh? tu-tunggu sebentar, nona Sintya tidak pernah bercerita kalau dia punya anak," ujar Carmilla dengan terkejut.
"hehe, aku anak angkatnya bukan anak kandungnya, untuk anak kandung ibu ku akan lahir sebentar lagi tak kusangka penjaga Tokoh dengan wajah cantik yang di maksud Ibuku adalah kamu Carmilla,yahh aku benar benar terkejut lagi pula Ibuku juga benar kamu memang benar benar cantik, baiklah kalau begitu sampai jumpa ya Carmilla." ucapku sambil meninggalkan tokoh.
"(deg-deg,deg-deg)i-iya Te-terima kasih, da-datanglah lagi yah Mathius," ucap Carmilla menjawab dengan nada rendah, aku yang sedikit mendengarnya kembali ke depannya dan berkata
"hahh? apa? coba ulangi lagi!"
"Sudahlah Cepat Pergi dari sini dasar bodoh!" ujar Carmilla dengan nada tinggi dan wajah memerah.
Aku pun keluar tokoh sambil tertawa terbahak bahak.
...****************...
"Baiklah ini adalah saatnya aku pulang, aku akan lari saja."
Aku berlari menuju rumah dalam sekejap mata bahkan lebih cepat dari kedipan mata, dan aku tadi sama sekali tak menggunakan sihir apapun. Entah kenapa, saat aku berlari tidak ada guncangan yang yang timbul akibat kecepatan ku, biasanya orang yang berlari cepat akan menimbulkan guncangan ke sekitar, dan ini sangat berbeda dengan ku apalagi kotak susu berat yang ku bawa seperti tidak mendapat guncangan sama sekali dan juga sepertinya tidak ada yang sadar akan hal ini semua orang seperti tidak melihatku.Yah aku sudah tidak kaget akan hal ini, Aku kan anak kuat Hahaha.
"Aku pulang Ibu,"
"selamat datang Mathius, susunya dapat?" tanya Ibuku.
"yah ini dia." jawab ku sambil memberikan kotak susunya.
Ibuku pun mengambil 1 botol susu dan mengambil sebuah wadah besar serta wadah kecil lalu membuat bongkahan es batu dengan sihir nya dan memasukan ya ke wadah besar lalu memberikannya garam. Sebotol susu tadi di masukan ke dalam wadah kecil dan memasukan beberapa bahan seperti gula, larutan air dan tepung yang terbuat dari sari pati jagung yang di fermentasi (maizena), lalu menaruh wadah kecil berisi bahan bahan tadi ke wadah besar berisi bongkahan es batu yang sudah ditaburi garam tadi dan berkata
"sebentar lagi ini akan menjadi es krim yang lembut, sekarang belah lah roti yang ada di meja tapi jangan sampai terpotong menjadi dua yah!"
"iya bu."
aku pun membelah semua roti yang di buat Ibuku.
...****************...
Dan setelah menunggu es krim cukup lama akhirnya jadi juga, ayahku pun pulang untuk istirahat siang. Ibuku mengambil es krim nya dengan sendok dan menaruhnya di atas roti, dan itu lah Roti dengan Es krim yang ku maksud, Rasanya manis dan dingin sangat enak sekali.
Dan setelah menikmati makan siang, ayahku kembali ke tempat kerja nya.
Yahh benar benar hari yang sangat menyenangkan dan untuk makan malam ku nanti aku tidak ikut membantu karena hanya Ibuku yang bisa memasak, katanya
"Kalau kamu nanti membantu, kamu hanya akan merepotkan saja Mathius, jadi nanti biar ibu saja yang memasak." begitulah katanya. Sungguh hari libur yang indah yaah.