The Strongest Hybrid

The Strongest Hybrid
CH 14:Awal Kehidupan Baru



"para siswa dan para guru, saya umum kan hari ini Mathius Twilight akan lulus sekolah dan akan bekerja di sekolah ini sebagai asisten ku".


"ehhhhhh!!" semua orang terkejut, karena anak yang baru bersekolah kurang lebih satu tahun sudah lulus dan akan bekerja di sekolah.


"haa?? seriusan nih? Mathius kamu benar benar lulus?" tanya Solid.


"M-M-Machhiiiii!!, kamu lu-lulus? bagaimana bisa haaa???" tanya Tobias dengan gagap karena dia terkejut sahabatnya lulus sekolah 2 tahun lebih awal.


"hehehe, itu karena Pak Rexar bilang tidak ada lagi yang bisa dia ajarkan dan juga aku sudah menjadi penyihir" Jawab Mathius.


"hemmmm, kalau begitu kami akan kesepian tanpamu" ucap Solid.


"ah tidak apa apa, aku akan selalu menemani kalian ketika makan siang di kantin sekolah" jawab Mathius.


Kehidupan Mathius sebagai asisten kepala sekolah Rexar di mulai hari ini dan tidak lagi sebagai murid sekolahan.


kira kira apa yang akan aku kerjakan pada hari pertama ini ya?.


"selamat siang penyihir kegelapan, wah tak ku sangka kamu akan menjadi rekan kerja ku" ucap Lucas.


kalau tidak salah dia adalah anak dari Pak Rexar, si lucas bukan?.


"ahh selamat siang Pak, aku juga tidak akan menyangka kalau akan bekerja di sekolah ini" jawab Mathius.


kira kira apa yang di lakukan Tobichi dan Solid ya? aku sangat ingin belajar dengan mereka padahal.


"(tok tok tok)Permisi Pak Rexar, ini Mathius".


"masuklah, pintunya tidak di kunci" jawab pak Rexar.


"hari ini apa yang akan aku lakukan?" tanya Mathius.


"hari ini kamu akan membantuku untuk mengerjakan dokumen dan mendata setiap kelas" ujar pak Rexar.


"mendata bagaimana?" tanya Mathius.


"kamu akan berkeliling ke seluruh kelas dan mendata setiap siswa yang hadir dan tidak hadir sertakan juga alasan anak yang tidak hadir, jika masih belum ada izin, tulis absen, jika sakit tulis sakit atau jika dia punya urusan mendadak tulis izin, paham?" ujar pak Rexar.


"siap pak" jawab Mathius.


setelah di bimbing pak Rexar, Mathius berkeliling kelas dan mulai mendata murid yang hadir serta yang tidak hadir. Pada saat Mathius sedang memasuki kelas 1 yang pada saat itu tidak ada guru, Mathius terkejut karena isinya adalah anak anak kecil lucu yang sedang mempelajari sihir.


WAHHH!! Imut sekali anak anak ini.


"heii lihat-lihat ada kak Mathius" teriak seorang anak lalu para siswa Menggerumuni Mathius.


"wahhhh, kak Mathius sungguhan".


"hahah kamu kira aku ada yang palsu" jawab Mathius.


"kakak ajari kami sihir" ucap seorang gadis imut sambil menarik tangan kanan Mathius.


"ehh tu-tunggu dulu! aku hanya mendata kelas kalian, ahh baiklah" jawab Mathius.


"horeee! kak Mathius jadi guru kita" sorak anak anak di kelas yang bahagia.


Aku pun mengajari anak anak imut ini pelajaran sihir, akan tetapi pada dasarnya anak seusia mereka di sekolah ini hanyalah sekadar bermain dengan sihir yahh meskipun mereka lebih tua dariku hehe, karena itu dapat menentukan potensi bakat seorang murid sihir, mereka semua sangat semangat belajar sihir denganku, AHH!! aku sangat suka dengan wajah polos dan imut anak anak ini, insting kedewasaanku pun aktif dan seakan aku merasa menjadi orang tua yang sedang mendidik mereka.


"baiklah anak anak, kakak harus segera pamit, kakak harus mengerjakan tugas lainya" ucap Mathius.


"ehh kak Mathius ingin pergi, cihhhhhh" ucap seorang anak dengan muka cemberut.


"Oi Mathius kenapa kamu lama sekali?" Ucap Pak Rexar yang lewat di depan kelas.


"maaf Pak, anak anak ini meminta agar aku mengajari mereka" jawab Mathius.


"Pak Rexar, kami ingin kak Mathius menjadi guru kami" ucap seorang gadis kecil.


"memangnya kenapa? apakah Lucas tidak mengajar dengan baik?" tanya Pak Rexar.


"Pak Lucas tidak dapat di andalkan untuk mengajari kami" ucap gadis kecil yang di ketahui bernama Mitya.


"iya kami ingin kak Mathius mengajari kami"


ucap anak anak.


"bagaimana Mathius? apa kau mau mengajari mereka?" tanya pak Rexar pada Mathius.


"ehhh itu-anu, yaa sebenarnya aku mau mengajari mereka tetapii, apa aku pantas untuk mereka?" jawab Mathius.


"lihatlah mereka, mereka sangat bersih keras agar dapat di ajar olehmu" ucap pak Rexar.


"Kak Mathius menikah lah denganku" ucap Mitya.


"ahh aku tidak bisa menikahimu, baiklah aku akan mengajari mereka" ujar Mathius.


"horee! kak Mathius akan menjadi guru kita".


"horeeee!!!". sorak anak anak karena bahagia.


"baiklah mulai besok kamu akan mengajar disini akan tetapi tugasmu sebagai asisten kepala sekolah akan di gantikan, aku akan berbicara kepada Lucas kalau kamu menjadi guru dan dia akan menjadi asisten ku"ujar Pak Rexar.


"baiklah Pak" jawab Mathius.


Yahh setidaknya mereka bahagia aku akan mengajari pelajaran sihir dasar untuk mereka.


Dan keesokan harinya Mathius rutin mengajari siswa siswi sekolah sihir tingkat 1 itu, para murid itu banyak yang berasal dari desa Wildsand serta ada juga yang berasal dari desa luar bahkan ada putra dari bangsawan besar dari kota besar wilayah kerajaan Holy Kingdom.


Jumlah murid kelas itu sekitar 45 anak dan 30 di antaranya adalah anak yang berasal dari desa Wildsand.


"selamat pagi anak anak" teriak Mathius.


"selamat pagi kak Mathius" jawab murid di kelas.


"jangan panggil aku 'kakak' lagi mulai hari ini panggil aku Pak guru, paham?" ujar Mathius.


"yeyy, baik Pak guru" teriak anak di kelas.


Aku Mathius telah berubah profesi menjadi guru sihir kelas 1 bahkan di hari ke dua kerja ku, meski aku memiliki banyak pekerjaan yang harus ku kerjakan tetapi aku tidak lupa untuk selalu makan siang bersama dua sahabatku yaitu Tobichi dan kak Solid.


Pada saat itu Mathius pulang dari kerjanya dan pada saat di jalan.


"huuuhhh hari yang sangat melelahkan, akan tetapi rasanya sangat bahagia mengajari anak anak imut di kelas, ahh sangat senang rasanya".


tiba tiba Mathius melihat seorang anak yang di serang oleh beberapa ekor serigala Black Fang Mathius pun menghampiri anak itu dengan cepat dan segera membunuh kumpulan serigala itu.


"datanglah, Blood Spear" ucap Mathius lalu menebas semua serigala Black Fang hanya dalam sekejap bahkan lebih cepat dari kedipan mata


"kamu tidak apa apa dek?,Sembuhlah" tanya Mathius kepada anak gadis kecil yang sedikit terluka.


"Terima kasih pak Mathius" ucap anak kecil itu.


"ehh bukan kah kamu Rebecca(murid sihir kelas 1 sekaligus anak dari sahabat ibu Mathius)? kenapa kamu baru pulang?" tanya Mathius.


"iya maaf Pak, aku tadi mencoba belajar sihir sendiri, aku sangat ingin menjadi seperti pak Mathius yang selalu dibanggakan semua orang padahal anda hanya orang asing di desa" ujar Rebecca.


"kamu jangan berpikir begitu, terlalu dini buatmu untuk menjadi seperti diriku kamu masih anak anak, seharusnya kamu bermain dengan gembira tanpa memikirkan masa depan, jangan ulangi lagi yah, belajarlah secukupnya dan saat waktunya pulang jangan terlalu memaksakan diri" ujar Mathius.


"baik Pak, saya tidak akan mengulanginya lagi" ucap Rebecca.


Mathius menunduk dan berkata "baiklah naiklah ke punggung ku, mari kita pulang bersama".


"wah Terima kasih pak" jawab Rebecca sambil naik ke punggung Mathius.


mereka berdua pun pulang bersama ke arah desa Wildsand.


...****************...


dan itulah awal kehidupan Mathius sebagai guru kelas dan masih banyak yang akan terjadi pada nya.