The Strongest Hybrid

The Strongest Hybrid
CH 33:Arc Demon, Lust



"Hahaha, bodoh sekali ternyata kau ya,"


"Kau tidak memberiku pilihan, aku akan mengeluarkan senjata andalanku!" ucap Renner sambil mengangkat sebuah kristal,


Renner pun menggenggam Batu kristal itu sampai pecah hingga tangan nya mengeluarkan darah, muncul Aura kegelapan yang berpusat di depan Mathius dan muncul Iblis yang terlihat sangat kuat,


"Hahaha, Telah muncul senjata andalanku, Arc Demon." teriak Renner.


...****************...


Arc Demon adalah Iblis dunia bawah yang memliki kekuatan tinggi sekaligus umur yang tua, Arc Demon juga adalah Iblis yang melayani Raja Iblis secara langsung di bawah perintah Raja Iblis.


...****************...


"Hahaha, Skakmat bocah, kau tidak akan bisa mengalahkan ku," ucap Renner.


"huhh! lemah sekali sampai membawa makhluk lain untuk melawan ku," ucap Mathius mengejek Renner.


"Arc Demon, SERANG DIAAA!" ucap Renner,


Iblis yang dilawan Mathius benar-benar sangat hebat, kekuatan nya bisa mengimbangi bahkan kecepatan nya sangat cepat.


Mathius mulai melawan Arc Demon itu dengan kekuatan fisik bahkan dengan sihir nya, tapi saat itu Mathius tidak ingin mengambil keputusan buruk dengan menggunakan sihir api miliknya, dia takut membakar segalanya yang ada di sana. Maka dari itu dia hanya memakai sihir berkekuatan kecil untuk melawan Arc Demon tersebut.


Sudut pandang Mathius:


Sialan, iblis ini sangat kuat, kekuatan nya bisa mengimbangi ku untuk saat ini. Tapi jika dia adalah Arc Demon, apakah dia juga anak buah dari Vanity? mungkin saja benar, tapi bagaimana caranya agar aku mengalahkanya tanpa membunuh nya ya?


...****************...


"Hei hebat juga kau iblis," ucap Mathius pada Arc Demon itu.


"Wah, saya merasa tersanjung atas pujianmu," ucap Arc Demon.


"sebelum kau mati setidaknya perkenal kan dirimu dulu," ucap Mathius.


Lalu Arc Demon menjawab,


"Namaku Lust, salah satu dari tujuh pelayan Raja Iblis yang berada langsung di bawah perintah Raja Iblis Vanity."


Sudah kuduga dia adalah anak buah Vanity. Ehhhhhhh.........


...****************...


Tiba tiba Lust menyerang Mathius dengan kecepatan nya, Mathius yang sedang berpikir pun tidak bisa menghindar dan Lust pun berhasil menusuk perut Mathius.


"Hahahaha, Mati kau bocah sialan," teriak Renner.


Mathius pun terdiam dan berpikir kalau dia sudah mati dengan kondisi berdarah dan tangan Lust yang menembus perutnya.


...****************...


Aku sudah mati ya? aku tidak bisa merasakan apa apa, apa aku sudah mati rasa? tapi..... Kenapa aku tidak jatuh dan tergeletak layaknya orang mati haaa?? apa aku masih hidup? ini bukan mati rasa, tapi aku tidak merasakan sakit dari apapun!


...****************...


Mathius pun menendang Lust, Renner dan semua anak buahnya terkejut melihat Mathius yang seharusnya mati malah berdiri tegak dan menendang Lust agar menjauh darinya,


"Woi, apa apa an kau bocah sialan? kenapa kau tidak mati saja?" teriak Renner.


"Hahaha, serangan itu tidak akan bisa membuatku mati," ucap Mathius dan lubang besar di perutnya langsung tertutup seketika, darahnya saja langsung menghilang.


"sejujurnya aku tidak ingin menggunakan senjata ini tetapi kau sama sekali tidak memberikan ku pilihan, bandit sialan!" ucap Mathius.


Mathius mengangkat tangan kirinya dan berkata,


"datanglah, Blood Spear,"


Lalu langit malam yang gelap pun berubah menjadi merah darah, dan sebuah aura merah yang mengerikan mengelilingi tubuh Mathius dan pada saat itulah Blood Spear milik Mathius datang dan membuat seluruh bandit dan Arc Demon terlihat panik.


Sudut pandang Lust:


Tombak ituu... sepertinya aku mengenalnya, dan situasi ini juga sepertinya aku pernah mengalami nya. Aku ingat! kejadian ini pernah terjadi di Death Abyss jangan jangan dia adalah orang yang pernah di undang oleh Raja Iblis


...****************...


"Sebut kan namamu!" ucap Lust.


Mathius pun menjawab,


"Namaku adalah Mathius Twilight, sang penyihir kegelapan,"


Lust yang mendengar jawaban Mathius langsung ketakutan dan hanya terdiam, Lust tidak menyangka kalau orang yang menjadi lawan nya adalah orang yang mampu menundukan tuan nya yaitu Raja Iblis Vanity.


Sudut pandang Vanity:


Aku.... sudah melakukan kesalahan besar dengan menyerang orang yang bahkan Raja Iblis tunduk pada nya, entah nasib buruk apa yang akan terjadi padaku nantinya. Apakah aku akan mati di tanganya? tetapi disisi lain aku tidak bisa melanggar kontrak ku dengan bandit bodoh ini.


...****************...


"Fauze, serang dia dengan sihir tingkat tinggi mu!" ucap Renner, dan Fauze langsung mengangkat tongkat sihir nya dan berkata,


"Straight Flood," dan gelombang air dengan arus yang lurus datang dari atas langit menimpa Mathius.Tetapi karena kekuatan api Mathius yang sangat panas, semua serangan air itu tidak dapat menyentuh Mathius sedikit pun karena saat air nya berhadapan dengan api hitam Mathius, seketika lenyap menjadi uap air. Sihir itu berlangsung lumayan lama tetapi hasilnya juga tak berbeda yaitu sia sia.


Mathius yang melihat kejadian itu pun tertawa,


"HAHAHAHA!"


Semua orang semakin segan untuk mendekati Mathius.


...****************...


Huh, dengan api ini tidak akan ada yang bisa menyentuh ku,


"Tuan?"


"Tuan Mathius?"


Siapa itu? tidak ada yang berbicara, tapi aku mendengar suara seseorang,


"Tuan Mathius? ini adalah suara say,Lust, lebih tepatnya dari telepati saya," ucap Lust dengan sihir telepati nya.


"Huh, mengapa musuhku sendiri memanggilku tuan ha?" jawab ku pada Lust dengan telepati.


"Mohon maafkan saya yang menyerang anda secara lancang tadi, saya sungguh menyesal.Saya yang dungu ini tidak mengetahui kalau yang saya serang adalah orang yang sangat penting bagi Raja Iblis Vanity," ucap Lust.


"Jadi apa maumu?" tanyaku pada Lust.


"saya ingin anda segera memutuskan kontrak saya dengan bandit bernama Renner ini, dengan melakukan kontrak dengan saya," ucap Lust.


"memangnya bisa kalau semisal kan Iblis yang sudah memiliki kontrak dengan orang lain di putus paksa?" ucapku bertanya lagi, dsn Lust pun menjawab,


"tentu saja bisa Tuan, jika orang yang melakukan kontrak dengan saya lebih kuat dari yang sebelumnya, maka secara otomatis saya lebih memilih melakukan kontrak dengan orang yang lebih kuat tersebut,"


"Oh seperti itu ya? lagipula kenapa kau melakukan kontrak dengan bandit bodoh itu?" tanyaku lagi kepada Lust.


"Kontrak saya dengan Renner hanya sementara, tetapi jika saya tidak memenuhi nya maka saya akan musnah, tapi jika Renner menyuruh saya untuk melawan anda, maka semua yang saya lakukan sia sia saja tuan," jawab Lust.


"jadi bagaimana caranya?" ucapku.


"anda cukup menggores jari anda sampai mengeluarkan darah dan teteskan darah nya di depan Anda, lalu anda cukup sebutkan nama anda dan berkata dengan perjanjian darah, lakukan kontrak dengan ku dan sebut nama mu, begitu saja."


...****************...


Setelah mendengar penjelasan Lust, Mathius pun menggores jari ibunya dan saat darahnya menetes dia berkata,


"Namaku Mathius Twilight, Dengan perjanjian darah, lakukan kontrak denganku, jawablah aku dengan menyebut namamu!" lalu tiba tiba angin berhembus kencang, petir bergemuruh dan sebuah lingkaran sihir muncul mengelilingi Lust.


"Namaku Lust, dengan kekuatan yang dikau miliki, aku menerima kontrak ini dengan sepenuh hati," jawab Lust.


"Oi dasar Arc Demon sialan, lawan dia cepat!" teriak Renner.


"Huh, aku sudah tidak terikat kontrak denganmu lagi,"ucap Lust.


Tanpa kendala kontrak Mathius dan Lust berhasil dengan sempurna.


Sudut pandang Lust:


Kontrak nya sudah berhasil.......Apa?? aku hanya dianggap sebagai anak buahnya saja? bahkan lebih rendah dari pelayannya? memang tak perlu di ragukan lagi kekuatan orang ini.


...****************...


Kontrak antara Seseorang dengan Iblis, Roh atau malaikat di hitung melalui kekuatan pengontrak dengan makhluk nya, terdapat perbandingan nya jika orang yang berkontrak dengan makhluk nya sama sama kuat atau makhluk yang di kontrak lebih kuat, maka makhluk yang di kontrak nya akan di anggap sebagai pelindung, jika pengontrak sedikit lebih kuat, maka makhluk yang di kontrak di anggap sebagai pelayan, jika pengontrak jauh lebih kuat maka makhluk yang di kontrak hanya akan di anggap sebagai pekerja atau anak buah.


Sedangkan kontrak yang di lakukan Lust dengan Mathius lakukan membuahkan hasil yaitu Lust sebagai anak buah Mathius, itu karena kekuatan Mathius dengan Lust yang berbeda jauh.


...****************...


"Haa? apa kau bilang dasar sialan?" ucap Renner.


"Diamlah," ucap Lust dan Renner pun tidak bisa mengeluarkan suara sama sekali.


"tuan mohon perintah nya," ucap Lust kepada Mathius.


"buat mereka tertidur dan buat mereka lupa akan hal yang baru saja terjadi, oh iya sekaligus tangkap dan ikat mereka." jawab Mathius.


"Siap di mengerti," ucap Lust.


"Nah saatnya aku menunjukkan kekuatan ku pada kalian, dasar manusia Bodoh!" ucap Lust pada para bandit.


"Tidak tidak, tidak mungkin ini terjadi," ucap Renner. Lust pun tertawa,


"Hahahahahaha"