The Strongest Hybrid

The Strongest Hybrid
CH 08:Pembalasan Suku Red Eye



Waktu itu malam perayaan yang ramai dan meriah tetapi suasana berubah ketika sebuah anak panah di tembakan dari arah utara desa.


"Kita diserang!! persiapkan diri kalian!!" begitulah teriak kepala desa Wildsand.


semua wanita dan anak anak berlari ke sebuah bangunan yang selalu di jadikan tempat perlindungan,para pejuang dan penyihir berkumpul dan bersiap untuk memberi perlawanan, tak di sangka sebuah kerumunan pasukan datang dari kegelapan hutan yang berbatasan dengan gurun pasir dan tidak di ragukan, kerumunan itu adalah pasukan dari suku Red Eye.


Nama Suku Red Eye di ambil dari ciri khas mereka yaitu mata mereka memiliki warna sedikit kemerahan dan kebanyakan Suku Red Eye dapat menggunakan sihir api dengan baik.


Suku Red Eye juga Suku yang dulunya paling kuat di benua karena dulu seorang anak yang di duga reinkarnasi dari Raja Iblis dunia itu lahir dari darah Suku Red Eye dan menjadi pemimpin Suku itu, sehingga Suku itu tak dapat di kalahkan pada eranya,Suku Red Eye memiliki hubungan yang sangat kuat dengan Kerajaan Engrasia bahkan raja dari Kerajaan Engrasia yang sekarang berasal dari Suku Red Eye.


Namun pada suatu saat, para pejuang Suku Wildsand menyatakan perang pada Suku Red Eye, Suku Wildsand yang memiliki banyak pejuang dan juga penyihir kuat di pimpin oleh seorang penyihir yang bernama Rexar, Rexar yang sekarang adalah penyihir tua yang tahu kalau Mathius adalah anak setengah Iblis dan setengah Malaikat dengan kata lain dia adalah penyihir yang di datangi orang tua Mathius, sekaligus Kepala sekolah sihir Desa Wildsand.


Pada saat masih muda, Rexar adalah penyihir yang sangat hebat, dia adalah murid dari seorang penyihir sekaligus petapa yang melegenda yang sedari dulu merahasiakan namanya.


Pejuang Suku Wildsand yang di pimpin Rexar saat menyerang Suku Red Eye merasa kewalahan karena Suku Wildsand tidak ingin banyak korban jiwa dari ke dua kubu, apalagi di kubu Suku Red Eye ada reinkarnasi Raja Iblis.


Pada kenyataannya tujuan Suku Wildsand menyerang Suku Red Eye adalah untuk membinasakan Raja Iblis itu karena kekuatan nya yang sangat hebat dan akan menjadi ancaman.


Rexar sebagai pemimpin Suku, mengajaknya duel 1 vs 1 hingga salah satu dari mereka tewas dan Rexar pun memenangkan duel tersebut dan menjadi terkenal karena berhasil mengalahkan Raja Iblis dengan sihirnya, hingga pada saat itu lah Rexar di juluki Lord Of Magic, dan juga membuat Suku Wildsand menjadi Suku yang terkuat dan di segani sebenua.


"oi, oi apakah kakek tua bernama Rexar masih hidup?" ucap pemimpin Suku Red Eye.


"hahahah, ternyata hanya sekumpulan keroco bermata merah yang datang," ucap Rexar.


para pejuang dan penyihir suku Wildsand tertawa keras, karena mengingat Suku Red Eye yang dulu terkalahkan.


"keparat kalian semua, Seraangg!!!!"teriak pemimpin Suku Red Eye dan penyerangan terhadap Suku Wildsand dimulai.


Pejuang Suku Wildsand terlalu meremehkan musuh, mereka tidak tau jika Suku Red Eye membawa banyak senjata sihir dan banyak pejuang suku Wildsand terluka.


Mathius yang menyaksikan pertempuran itu tak bisa tinggal diam dan mencoba menakuti para musuh, Mathius berkata "terbang." dan membuat sekeliling tubuhnya di kelilingi api hitam pekat, dia pun melayang dan terlihat layaknya Iblis dengan aura mengerikan di sekitarnya.


"kalian semua pergilah atau kalian akan ku bunuh," ucap Mathius.


"aku tidak takut padamu dasar bocah ingusan," ucap seseorang dari suku Red Eye.


"hahh? bocah ingusan katamu?" jawab Mathius sambil mengeluarkan sebuah api hitam di tangannya dengan ukuran yang sangat besar dan melemparkanya ke arah Suku Red Eye.


Api itu meledak besar dan membuat beberapa orang Suku Red Eye terbakar dan banyak orang terluka.


"TIDAK MUNGKIN,KAU MONSTER!!!"


"kami akan kembali ingat itu."


ucap pemimpin Suku Red eye sambil melarikan diri dengan luka di tanganya, orang Suku Red Eye yang terluka dan tidak dapat berjalan di sembuhkan dengan sihir penyembuhan, lalu di lepaskan agar kembali.


"jangan pernah kembali kesini atau tamatlah riwayat kalian," teriak Rexar.


semua orang Suku Red Eye pun kabur terbirit birit.


"hei Mathius, bagaimana bisa kau memiliki kekuatan sebesar itu? bahkan tadi kau terlihat masih menahan diri," tanya Ayah Mathius.


"hehehe, yahh itu.... aku tak tau." jawab Mathius.


"Mathius kau pahlawan kami."


"hidup Mathius."


"wah dia pasti akan menjadi pejuang hebat."


sorak warga desa Wildsand, Mathius pun merasa bahagia karena dapat berguna bagi kaumnya.


"MARI KITA MENARI BERSAMAA!!"teriak Kepala desa dan semua orang di desa menari dengan bahagia tanpa memikirkan para orang orang Suku Red Eye itu, dan pada waktu tengah malam,pesta perayaan pun selesai dan semua orang membubarkan diri.


"apakah kau senang anak ku?"tanya ibu Mathius.


"hmm(sambil mengangguk kan Kepala) aku sangat senang bu baru pertama kalinya aku sebahagia ini," jawab Mathius.


"kalau begitu syukurlah, jika kamu senang ayah juga ikut senang," ucap ayah Mathius.


"omong omong, besok adalah hari pertandinganmu bukan?"tanya ibunya.


"astaga aku lupa!! aku harus langsung tidur," jawab Mathius.


"hahah tenanglah, ibu akan membangunkanmu besok pagi sekali, tapi berjanjilah kepada ibu besok kamu pulang sebagai pemenangnya ya!" ucap ibunya.


"siap, akan ku usahakan yang terbaik ibu, ayah." jawab Mathius.


"itu baru anak ayah, hahaha(sambil mengelus Kepala Mathius)."ucap Ayah Mathius.


mereka bertiga pun pulang, Mathius juga segera tidur agar keesokan harinya dia tidak kelelahan saat bertanding besok.


...****************...


Keesokan pagi harinya Mathius pergi ke sekolah desa Wildsand untuk menemui pak Rexar yang menjadi pendamping sekaligus penilai pertandinganya.


"aku berangkat ayah, ibu!" teriak Mathius.


"selamat jalan anak ku, berjuanglah," jawab ibunya. Mathius pun pergi menemui Pak Rexar.


"selamat pagi pak Rexar,"


"yoo selamat pagi Mathius,Mighty Dragon datanglah lagi."


teriak Rexar, yang tak lama kemudian seekor naga besar datang dan memberi salam.


"pagi tuan Rexar, Mathius,"


"pagi pak naga." ucap Mathius.


mereka pun berangkat menuju Great Magic School.


...****************...


Pada saat sampai Rexar dan Mathius disambut oleh Roy seperti biasa dan di tempat itu Mathius bertemu dengan Solid dan Tobias yang akan mendukungnya.


"kak Solid, Tobichi, wahh kalian benar benar datang," ucap Mathius.


"aku pasti akan datang demi sahabatku," jawab Tobias.


"yah, aku kemarin sudah berjanji." ucap Solid.


Pada pertandingan yang tersisa 4 peserta itu, wasit menjelaskan bahwa mereka dapat menggunakan senjata andalan, melawan musuh hingga terluka parah bukan larangan asalkan jangan sampai terlalu parah, dan tidak disarankan untuk menahan diri jadi pada kesimpulanya mereka dapat bertanding bebas bahkan jika bermain dengan licik diperbolehkan karena itu juga dapat menjadi nilai pertahanan diri.


"untuk pertandingan yang pertama


Astrea De Reiven melawan Leon Ramsey dan yang ke dua Mathius Twilight akan melawan Rorochiyo Stella, pertandingan akan dimulai sebentar lagi, bagi kalian yang belum makan pagi, silahkan untuk memakan sesuatu di ruang aula."ujar Wasit pertandingan.


"ohh namanya adalah Rorochiyo Stella, maafkanlah aku, tetapi kamu harus kalah hari ini."