The Strongest Hybrid

The Strongest Hybrid
CH 26:Kencan Ganda



Hari libur yang indah di desa yang aku cintai, Desa Wildsand.


Hari ini aku ingin mencoba memakan semua makanan khas dari Kota Sito, tetapi aku tidak memiliki pemandu teman yang menemaniku untuk mencoba sekaligus membantu menghabiskan semua makanan yang aku beli.


Dan teman yang aku ajak adalah....


Ya mungkin sesuai dengan tebakan kalian, orang yang ku ajak adalah sahabat terbaik ku Tobias. Sebenarnya kemarin sore dia yang datang ke rumahku ,mengajakku dan memintaku untuk menemaninya pergi ke Kota Sito. Sekalian saja aku berkata pada nya


"Baiklah tapi temani aku untuk mencoba semua makanan khas dari Kota itu yaa!"


dan dia menjawab


"Tenang saja Machi" begitulah yang dia ucapkan.


Omong omong selama dia sekolah di desa Wildsand, dia tinggal di sebuah rumah seorang bangsawan berpangkat Count yang letaknya ada di sisi barat desa Wildsand, dan itu adalah bangsawan yang memiliki wilayah terdekat dengan perbatasan wilayah kerajaan Engrasia. Meskipun di bilang terdekat, jaraknya lumayan jauh.


Desa Wildsand juga termasuk desa yang dekat dengan perbatasan wilayah kerajaan Engrasia, dan di sisi kerajaan Engrasia desa yang paling dekat dengan perbatasan wilayah Holy Kingdom serta desa Wildsand adalah musuh bebuyutan desa Wildsand yaitu desa suku Red Eye. Sedangkan letak desa Fang ada di utara Desa Wildsand dan kota Sito berada di utara dari desa Fang, kota itu adalah kota terdekat dengan desa Wildsand.


Baiklah kembali ke topik utama. Hari ini Tobias dan aku akan berangkat ke Kota Sito, kemarin dia bilangnya akan menjemput ku dengan kereta kuda, dan dia menyuruhku untuk menunggu di rumah.


Saat itu masih pagi aku sedang bersandar di pintu sambil menikmati seduhan teh yang aku buat, aku melihat kereta kuda yang mewah dan elegan, kusir nya menghampiriku dan berkata:


"Silahkan naik tuan Mathius."


Aku pun bingung karena tidak tau siapa dia dan siapa yang ada di dalam kereta lalu....


"Hei Machi! cepat naik ke sini."


dan ternyata yang di dalam kereta adalah Tobias, aku pun menjawab:


"ohh Tobichi ternyata, baiklah tunggu sebentar aku akan ganti pakaianku."


Lalu setelah aku ganti pakaian aku pun bergegas menuju kereta kuda, saat kusir kuda membukakan pintu untuk ku, aku terkejut, karena melihat seorang gadis cantik duduk bersebelahan dengan Tobias.


"Haaaahhh???" teriaku karena terkejut, Tobias sama sekali tidak bilang padaku kalau dia akan mengajak seorang gadis berusia sekitar 13 tahun.


"ehh tenang Machi, gadis ini adalah tunanganku." ucap Tobias.


"Tu-Tunanganmu? kau tidak pernah bilang padaku kalau kau sudah bertunangan." ucapku.


Tobias pun menjawab:"kalau itu memang belum sihh, tapi pokok nya ikut saja dengan ku ke kota Sito ya, kumohon!"


"ah baiklah sudah terlanjur, kalau saja kau ini bukan sahabatku." ujar ku sembari duduk di depan Tobias dan tunangan nya dan keretanya pun berangkat.


Lalu Tobias pun tertawa kecil


"hehehe"


"Jadi, sudah berapa lama kalian bertunangan?" ucapku bertanya.


"kami sudah bertunangan masih baru baru ini, mungkin sekitar 2 minggu yang lalu." ucap Tobias lalu mendekat dan membisik,


"sebenarnya aku tidak ingin bertunangan tapi karena tunangan ku sangat cantik aku tidak bisa menolak."


"ohh jadi begitu, jadi namamu?" tanyaku kepada tunangan Tobias.


"ah, sebelumnya Terima kasih sudah menjadi sahabat baik dari tuan Tobias, Nama saya adalah Lia de Reiven, anak pertama dari Duke Reiven, usia saya 13 tahun." jawab Lia(tunangan Tobias).


"Reiven? Reiven? Reiven? Sepertinya aku kenal dengan nama itu." ucapku sambil mengingat sesuatu.


"mmm, maksudmu Astrea de Reiven, murid dari Great Magic School itu?" ujar Tobias.


"ah iya Astrea de Reiven, apa kamu saudarinya?" tanya ku kepada Lia.


"ya benar sekali, Astrea adalah adik tiri saya." jawab Lia


"maksutnya?" ucapku bertanya balik.


lalu Lia pun menjawab:


"ohh jadi seperti itu ya." ucapku.


"Jadi anda adalah tuan Mathius?" tanya Lia.


"Ya benar, aku Mathius Twilight, kalau memanggilku tidak usah pakai tuan, aku hanya rakyat biasa dan kau adalah putri dari bangsawan." ujarku.


"tidak, kaum suku Wildsand sangat di hormati di negri ini, kami para bangsawan juga disuruh untuk lebih hormat terhadap suku Wildsand." ucap Lia.


Lalu aku bertanya kepada nya, "Memangnya begitu? kenapa kaum suku Wildsand sangat di hormati?"


Dan Tobias menjawab,


"Karena suku Wildsand adalah suku tertua dan terkuat di Holy Kingdom."


"Terkuat? apa iya?" tanyaku.


Dan Tobias menjawab,


"kau tau pak Rexar kan? dulu saat dia masih muda, dia adalah Grand Magus kerajaan loh."


"Hah? yang benar saja? pak tua itu?" ucapku terkejut.


"apakah tuan Mathius tidak tau?" tanya Lia.


"iya aku baru saja tau, oh iya omong omong kalau kalian berdua ini BERKENCAN, apa yang aku harus lakukan? menjadi penonton haa?" ujar ku, Tobias dan Lia pun tertawa kecil.


"Kalau begitu bagaimana kalau anda mengajak teman anda?" ucap Lia memberi saran.


"ahh iya benar juga, kau itu populer Machi, tidak mungkin wanita menolak ajakanmu, hahaha." ucap Tobias.


"hmmh, siapa ya? aku sih ada teman tapi rumahnya di desa Fang, kalian mau berputar balik?" Tanya ku, sontak kusir kuda pun menyahut,


"Sesuai perintah anda tuan saya akan putar balik."


Dan keretanya putar balik menuju desa Fang.


...****************...


Mungkin kalian sudah mengira siapa yang akan ku ajak kali ini, Yup yang akan ku ajak adalah Carmilla.


Saat aku sampai di tokoh Milky Way, aku bertanya pada penjaga tokoh, katanya dia libur dan sedang ada di rumah, aku pun di tunjukan letak rumahnya.


Aku pun pergi menjemputnya seorang diri.


"tok tok tok. permisi apa ada orang di rumah?" teriaku sambil mengetok pintu, lalu ada seseorang menyahuti dan mungkin itu adalah Carmilla dan benar saja seseorang membuka pintu dengan wajah terkejut dan itu adalah Carmilla.


"ehhh.. itu.. anu Mathius apa yang kamu lakukan kemari? , ituu.. kamu sendirian?" ucap Carmilla dengan gagap mungkin karena sifatnya yang "Tsundere".


"oh aku tadi di beri tahu penjaga tokoh Milky Way, apa hari ini kamu tidak sibuk?" tanya ku.


Carmilla pun menjawab,


"yah aku hidup sendiri jadi aku tidak pernah terlalu sibuk, memangnya mau apa kamu kemari?"


"ahh itu sebenarnya, temanku mengajak ku ke kota Sito dan dia mengajak tunangannya, dia bilang lebih baik kalau aku mengajak seorang teman untuk ikut mendampingi, tapi kalau kamu tidak mau juga tidak apa apa kok hehe." ucapku kepada Carmilla.


Carmilla pun menjawab dengan wajah memerah, "ehh a-aku tidak menolak kok, karena kamu memaksa aku akan ikut saja, hmmmpphh."


Akhirnya Carmilla pun mau ikut menemani ku pergi ke kota Sito bersama Tobias dan Lia.


Tetapi saat kami masuk ke kereta kuda....


"Permisiii" ucap Carmilla.


"Ahh hallo apa kamu teman nya Mathius?" tanya Tobias.


"Ehhhhhh.. Tu-Tuan Tobias?????" teriak Carmilla terkejut.