The Strongest Hybrid

The Strongest Hybrid
CH 28:Kencan Ganda Bagian 3



"Mathius, apa benar semua ini tidak apa apa? aku akan menggantinya saat di rumah nanti,"


aku pun menjawab:


"tidak apa apa Carmilla, aku yang mengajakmu ke kota ini, lagi pula di mana mana tidak sopan kalau wanita yang membayar kan?"


"kalau itu sihh.."


"sudahlah tidak usah terlalu di pikirkan, anggap saja kalau ini..... Kencan pertama kita."


Sudut pandang Carmilla:


A-apa? Apa aku baru saja mendengar kalau Mathius menyuruh ku untuk menganggap ini adalah kencan?Haaaahhh Sungguh memalukan! tetapi, aku merasa sangat bahagia, kenapa ya?Jangan-jangan Aku.... Benar benar Jatuh cinta pada Mathius? Ti-tidak mungkin, Tapi biarlah, sekali sekali aku juga ingin menikmati masa muda ku sebagai gadis biasa, kalau aku mengungkapkan nya pada Mathius apakah dia akan membenciku ya?


...****************...


"Baiklah, sekarang kamu ingin pergi kemana, Carmilla?..... hei Carmilla kenapa kamu melamun terus?" ucapku kepada Carmilla.


"ahhh, mmm-maaf,"jawab Carmilla.


"apa kamu tidak ingin mencari baju? atau membeli apapun?" tanyaku pada Carmilla.


"ehh, terserah kamu saja, Mathius." jawab Carmilla.


Saat kami berdua berjalan, dia tiba tiba terhenti di depan sebuah toko baju yang mewah, dia menatap sebuah gaun imut dan bagus.


"Carmilla? Hei Carmilla kenapa kamu berhenti di sana?" ucapku pada Carmilla yang berhenti di depan toko baju itu.


"ah tidak, hanya saja...itu..., emm tidak usah di pikirkan, mari lanjut," jawab Carmilla.


Aku pun sedikit merasa gagal menjadi pria sejati yang selalu tau apa yang di inginkan pasanganya, aku merasa tidak peka terhadap Carmilla dan untuk menutupi kegagalanku, aku menggandeng tangan Carmilla dan membawanya masuk ke toko itu.


"baiklah kalau begitu ikut aku ke toko itu." ucapku sambil menggandeng tangan Carmilla.


"ehh Mathius! tunggu sebentar!" ucap Carmilla.


Kami berdua pun masuk ke dalam toko baju, ternyata penjaga toko nya adalah seorang nenek tua yang ternyata adalah pemilik asli dari tokoh itu.


"selamat datang tuan, nona pelanggan,silahkan di lihat-lihat dulu," ucap nenek itu.


"iya" jawabku.


Suasana hati Carmilla berubah sejak kami masuk, dia seperti sangat senang saat melihat melihat baju yang ada di toko, saat melihat nya tersenyum rasanya hatiku meleleh.


Tetapi Carmilla tiba tiba kelihatan bingung sambil merogoh saku nya. Mungkin dia mencari uang dan tidak menemukan nya, alhasil mukanya cemberut dan berkata:


"hmmm, biarlah, mungkin lain kali saja."


Aku menghampiri nya dan bertanya pada nya,


"apa kamu mau gaun itu?"


"nek, berapa harga gaun ini?" tanyaku kepada nenek penjaga toko.


"tidak Mathius, kamu tidak usah repot repot, aku tidak perlu itu," ujar Carmilla.


"hahaha, kamu tau? senyum an mu tadi tidak bisa membohongi ku loh," ucapku padanya sambil tersenyum.


Sudut pandang Carmilla:


Hmmmm, dasar Mathius, kenapa dia terlalu peka padaku?


...****************...


Nenek penjaga toko datang dan bertanya,


"apa nona ingin gaun itu? harganya cukup mahal, tapi untuk pasangan muda yang serasi seperti kalian berdua saya akan memberikan potongan harga,"


"ehh, sungguh?" tanyaku pada nenek penjaga toko.


"iya, khusus kalian ku kasih harga 1 koin perak besar."ucap nenek penjaga toko.


"itu sangat mahal Mathius, itu hampir sebanding dengan gajiku sebulan, lebih baik tidak usah Mathius," ujar Carmilla.


"tidak, aku memaksa.Ehh nek, apakah ada ukuran lain? kalau semisal saat di pakai kebesaran atau kekecilan mungkin," tanyaku kepada nenek penjaga toko.


"kalau itu.... Kalian harus memesan, tapi coba saja dulu kelihatanya ukuran nya pas untuk nona cantik ini, mari ikut saya," ucap nenek sambil menarik tangan Carmilla agar mengikuti nya.


"tu-tunggu nek!!" ucap Carmilla.


"sudahlah, ikut saja, nanti kekasih anda marah lohh," ujar nenek penjaga toko saat menarik tangan Carmilla menuju ruang ganti.


"Kekasih?????" ucap Carmilla dengan wajah memerah.


"hmm? apa ada yang salah dengan anda?" tanya nenek penjaga toko.


"tidak, saya baik baik saja." ucap Carmilla.


Sudut pandang Carmilla:


...***************...


Ke sudut pandang Mathius:


"lama juga yaa, Carmilla ganti bajunya. Hmmmm lebih baik aku melihat lihat baju nya barang kali ada yang cocok denganku." ucapku.


Toko yang di kelola nenek ini sungguh hebat. Banyak sekali baju yang sangat bagus, yah meskipun harganya lumayan juga, mungkin dagangan toko ini hanya di beli oleh keluarga bangsawan.


...****************...


Saat Mathius melihat lihat pakaian khusus laki-laki, dia melihat sebuah set pakaian berwarna coklat yang sangat elegan dan menawan, lengkap dengan jubah berwarna hitamnya.


Biasanya Mathius memakai pakaian layaknya orang biasa namun selalu memakai penutup mata, karena matanya tidak bisa terbuka.


...****************...


"A-anuu.Ma-maaf membuat mu menunggu," ucap Carmilla dengan gaun yang cantik.


"Sungguh.... Sungguh menawan," ucap Mathius.


"a-aku tak mengharapkan pujian dari mu, hmmpph." ujar Carmilla dengan wajah memerah.


"tidak, kamu benar benar sangat cantik Carmilla." ucap Mathius dengan senyuman.


"deg-deg"


"Te-terima kasih. Apa aku cocok memakai nya?" tanya Carmilla.


"Sangat....Sangaaaat cocok sekali kamu memakai gaun itu. Baiklah nek ini uangnya." ujar Mathius sambil memberi uang 1 koin perak besar.


"ehh, beneran boleh?" tanya Carmilla.


"beneran kok, Carmilla." ujar Mathius.


"Terima kasih Mathius, aku sangat senang sekali." ujar Carmilla dengan senyuman bahagia.


"kalau begitu syukur lah, jika kamu senang aku juga ikut senang." ucap Mathius.


Tiba-tiba nenek penjaga toko menyahuti:


"oh iya nama tuan adalah Mathius kan?"


Mathius menjawab, "iya itu namaku, Mathius Twilight."


"Haaaahhh,apakah benar?" si nenek penjaga toko terkejut.


"ehh iya, memangnya kenapa anda bertanya demikian?" tanya Mathius.


"Sudah pasti, aku bertanya begitu, anda adalah pemenang turnamen sihir beberapa bulan lalu kan?" tanya nenek penjaga toko.


"ahh iya." jawab Mathius.


"Tidak mungkin, tubuh anda tumbuh lebih cepat, saat aku melihat turnamen itu, tubuh anda masih terlihat seperti anak anak berusia 10 tahun." ujar nenek penjaga toko.


"Sungguh? Oh iya kalau tidak salah namanya juga Mathius Twilight, jadi itu adalah kamu Mathius?" ujar Carmilla.


"iya, aku belum mengatakan nya padamu ya?" ucap Mathius.


"hahah, aku akan memamerkan pada teman temanku, kalau juara turnamen sihir membeli dagangan ku, hahahah." ucap nenek penjaga toko dengan tertawa.


"hehe, ehh nek, aku juga ingin membeli set baju yang ada di sana," ujar Mathius sambil menunjukan pakaian yang di maksud.


"ohh yang itu ya, pilihan yang bagus," ucap nenek penjaga toko.


Lalu Mathius mencoba bajunya dan ukuran nya pun pas.


"Berapa harganya?" tanya Mathius.


"bawa saja, anggap itu sebagai kenang kenangan dariku." ucap nenek sambil memasukan gaun yang di pilih Carmilla tadi ke dalam tas kain.


"ehh sungguh? wah Terima kasih nek, kalau begitu kami pergi dulu." ucap Mathius.


"iya Terima kasih sudah berbelanja di sini." ujar nenek penjaga toko.


Mathius dan Carmilla pun keluar dari toko dan melanjutkan kencan nya.


Awalnya tidak terjadi apa apa, tiba tiba Mathius merasa ada yang janggal dan mendapat sinyal buruk dari kalung yang di berikan pada Tobias dan Lia.


"Carmilla, bisakah kamu tunggu aku di suatu tempat? aku akan segera kembali." ucap Mathius sambil memberi beberapa koin perak kecil.


"tunggu Mathius! ada apa?" tanya Carmilla.


"Sesuatu yang buruk terjadi pada Tobias dan Lia." Ucap Mathius.


"Apaa??"