
Aku Mathius Twilight, sang Penyihir muda yang sudah mendapatkan julukan The Darkness Magician di usiaku yang masih 2 tahun, aku selalu berpikir bukankah itu terlalu menyeramkan bagi orang lain yang mengetahui anak seusia diriku menjadi Penyihir Kegelapan hebat.
Mulai hari ini aku Mathius Twilight menjalani hidupku sebagai Penyihir Kegelapan dari Desa sebuah suku yang cukup di segani di seluruh kerajaan yang ada di benua yaitu Suku Wildsand.
Seperti hari yang di lalui seperti biasa yaitu sekolah di sekolah sihir desa Wildsand bersama sahabatnya Tobias dan juga Kak Solid, mereka berdua memiliki selisih usia jauh dari Mathius, Tobias yang sudah berusia 12 tahun, dan kak Solid yang sudah berusia 15 tahun, akan tetapi itu tidak menghalangi pertemanan mereka bertiga, saat sampai di sekolah sudah banyak yang menyapa Mathius mulai dari para teman sekelas nya, para guru dan yang paling membuatnya bahagia adalah banyak para gadis yang mulai menggemarinya
"pagi tuan Mathius"
"yaa pagii"
"pagi Penyihir Kegelapan"
"ahh iyaa pagi"
ahhh tidak mereka sangat cantik, tetapi aku sudah berjanji kepada cantiku Rorochiyo Stella aku tidak akan tergoda dengan wanita wanita yang ada di sekolah ini
karena julukan yang di dapat kan nya tak sedikit juga orang yang menyegani Mathius akan tetapi masih tetap ada orang yang masih membenci Mathius, pada saat itu Mathius berjalan menuju kelasnya bersama Tobias dan pada saat masuk ke kelas
seorang anak buah bangsawan yang membenci Mathius merapalkan sihir air dengan tongkat sihir yang di milikinya pada Mathius
"Water Ball" sihir yang di rapalkan tidak memiliki level yang tinggi jadi saat target terkena serangan hanya basah kuyup, memang karena tujuan awal dari anak itu adalah memeberi pelajaran pada Mathius namun suatu hal terjadi yang pada saat itu Mathius mengenakan jubah Penyihir beserta penutup mata yang di berikan para juri turnamen saat memenangkan turnamen Great Magic School, saat sihir air hampir mengenai Mathius dan Tobias malah berbalik menyerang anak buah bangsawan itu akan tetapi sihir yang berbalik menjadi bertingkat tinggi dan mementalkanya hingga ke tembok dengan keras dan tak sadarkan diri, dan seorang guru sihir yang mendengar kegaduhan segera datang ke kelas Mathius
"hei ada apa ini pagi pagi sudah ribut saja kalian" ucap guru itu
"anak jelata itu menyerang Dio pak guru" ucap teman dari Dio(nama anak buah bangsawan yang selalu membenci Mathius
"tidak pak, yang terjadi sebenarnya adalah Dio menyerang Mathius dan Tobias tetapi sihirnya berbalik kepadanya" ucap Harley si teman kelas Mathius yang melihat seluruh kejadian nya.
Ohh namanya adalah Dio, mengapa ya dia terlalu patuh pada bangsawan bodoh itu? lalu siapa guru ini? aku tidak pernah melihatnya,
"Mathius? ohh si Penyihir Kegelapan itu ya? hei apakah kau yang bernama Mathius?" tanya Penyihir itu
"yaa aku memang Mathius seperti yang Anda tau aku adalah Penyihir Kegelapan, lantas siapakah anda? saya tidak pernah bertemu anda sebelumnya" tanya Mathius
"namaku adalah Lucas wajar saja jika kamu tidak pernah melihatku, karena aku adalah guru baru di sini, jadi sebenarnya apa yang terjadi?" tanya pak Lucas
"yah seperti yang di katakan Harley, Dio menyerang kami dengan sihir air nya dan seranganya berbalik kepada dirinya sendiri" jawab Tobias
"cepat bawa dia ke tempat pemulihan siswa sekolah agar segera di obati, Wall Restoration" ucap pak Lucas sambil membetulkan tembok sekolah yang retak akibat terbentur Dio yang terpental.
Wahh ternyata ada juga sihir yang seperti itu yaa
"dan kau Mathius, aku di suruh ayahku untuk memberitahu mu kegunaan dari jubah yang kau pakai itu" ujar Lucas
"siapa ayah anda? mengapa Anda bisa tau tentang jubah ini?" tanya Mathius
"aku adalah anak dari Rexar The Lord Of Magic kepala sekolah di sini" jawab Lucas
"heeeeeehhhhh?" teriak seluruh siswa di kelas
"tunggu pak, anda anak dari Pak Rexar, tetapi bukankah pak Rexar tidak menikah?" tanya Mathius
"eheheh wajar saja jika kalian terkejut, aku hanya anak angkat dari pak Rexar, untuk selengkapnya kalian tanyakan saja kepada beliau, dan kembali pada tujuan awalku yaitu memberi kegunaan jubah itu" ujar Lucas
"silahkan menjelaskan kegunaan jubah ini"ucap Mathius
"kegunaan jubah itu adalah melindungi pemakai dari seseorang yang memiliki niat buruk kepadanya cara kerja nya baru saja kau lihat bukan?, akan tetapi itu juga akan menyerap sihir pemakai, kekuatan yang di kembalikan akan bergantung pada kekuatan sihir pemakai jika kau punya kapasitas sihir yang tinggi maka kau akan bisa mengembalikan sihir penyerang berkali kali lipat lebih kuat dari pada sihir yang di lancarkan pada mu, seperti anak yang menyerang mu tadi, nah sihir apa yang di lancarkan kepadamu tadi?" ucap Lucas
"hanya sihir air tingkat terendah" jawab Mathius
"yaa tetapi sihir yang kau kembalikan bisa di katakan tingkat tinggi dan cukup melukai nya" ucap pak Lucas
"aku tidak tau akan hal itu, dan aku juga tidak bersalah kan?" tanya Mathius
"yah kau tidak bersalah tapi setidaknya meminta maaflah padanya, apa kau tidak kasihan padanya?" tanya pak Lucas
"mengapa aku harus kasihan padanya? dia kan yang menyerang aku" ujar Mathius
"Machi, sebaiknya kau yang meminta maaf, dia pasti melakukan itu karena disuruh" ucap Tobias
"ahh baiklah jika kamu berkata begitu, ikut denganku menjenguknya" ujar Mathius
Mathius dan Tobias pun segera menjenguk Dio yang terluka akibat perbuat nya sendiri dan saat sampai di tempat pemulihan siswa sihir yang terluka dia sama sekali tak dijaga oleh teman nya atau bahkan bangsawan majikanya sendiri tak ada di ruangan itu
dan saat Mathius dan Tobias mendekat ke ranjang Dio seorang perawat perempuan masuk
"hei apa yang kalian berdua lakukan di sini?, apa kalian temanya?" tanya perawat itu
"ahh tidak sebenarnya aku yang tidak sengaja melukai Dio, aku kesini untuk meminta maaf padanya" ucap Mathius
"oh jadi kamu Mathius si Penyihir kegelapan itu ya? tidak apa apa lagi pula yang bersalah dalam hal ini adalah Dio kan?" ucap perawat itu
"aku masih harus meminta maaf meskipun ini salahnya tapi kekuatanku membuatnya terluka parah, baiklah aku akan menyembuhkan ya, Sembuh lah seperti semula" ucap Mathius dan Dio pun seketika sadar dan duduk layaknya orang bangun dari tidurnya
"D-Dioo, syukurlah kamu sudah sadar" ucap perawat
"kak Vanessa" ucap Dio
"kak Vanessa? apakah kamu kakak Perempuan Dio?" tanya Tobias
"iya aku kakak angkat dari Dio" ucap Vanessa
"kakak, siapa mereka? haa? tuan Mathius dan tuan Tobias Maaf kan aku karena sudah menyerang kalian" ucap Dio
"yah aku memaafkan mu lagi pula aku tidak terluka sama sekali, jadi mengapa kamu menyerangku?" tanya Mathius
"Sebenarnya aku...