The Strongest Hybrid

The Strongest Hybrid
CH 11:Rorochiyo Stella



"kalau begitu, bagaimana menurutmu jika aku ikut berkelana dengan mu?"Tanya Mathius


"tapi tuan Mathius.. "


"Mathius saja tidak usah pakai tuan"


"tapi Mathius, kenapa Mathius ingin ikut dengan ku? " tanya Chiyo


"sedari tadi aku ingin mengatakan ini, sejujurnya aku suka padamu pada pandangan pertamaku, dan jika kita berpisah hari ini maka kita tidak akan bertemu lagi, rasanya aku ingin selalu didekatmu" ucap Mathius


"aku juga.." ucap Chiyo


"hah?" tanya Mathius


"sebenarnya aku juga menyukai Mathius, jantung ku selalu berdebar jika di dekat Mathius, meskipun Mathius sedikit memiliki sifat angkuh tapi Mathius tetap lemah lembut terhadap ku" ucap Chiyo


"maka dari itu berjanjilah, kita akan bertemu dua tahun lagi di pusat kerajaan Holy Kingdom saat sudah lulus sekolah sihir dan menjadi pertualang berdua"ucap Mathius


"iya Mathius aku berjanji, aku akan menanti saat pertemuan kita lagi" jawab Chiyo


lalu Mathius dan Chiyo kembali ke tempat teman temanya, dan mengucapkan kalimat perpisahan sekali lagi lalu pak Rexar menjemputnya untuk pulang


"selamat tinggal semua, sampai jumpa"


teriak Mathius


"selamat jalan" teriak Semua teman Mathius


"Chiyo kenapa kamu tersenyum seperti merasa bahagia" tanya Caliph


"tidak ada apa apa hihihi" jawab Chiyo


"anak aneh, yah biarlah asal kau bahagia" ucap Caliph


Mathius pun pulang ke desa dan tanpa di sadari Semua orang menyambut kepulangan Mathius dengan merayakan sebuah pesta


"selamat datang pulang Wahai Mathius".


"selamat datang anak ku, bagaimana pertandingannya?" tanya ayah ibu Mathius


"wahh semua, sebelumnya Terima kasih semua, ayah, ibu karena sudah menyambutku dengan baik, untuk hasil pertandingan nya.. aku berhasil mendapatkan gelar juara!!!"jawab Mathius


"HOREEE!!"


"HIDUP MATHIUS"


warga desa Wildsand bersorak karena ikut senang akan kemenangan nya di turnamen Great Magic School


"MARI KITA BERPESTA!!!!" Teriak Kepala Desa Wildsand


dan semua orang pun berpesta merayakan kemenangan yang di raih Mathius


"Ayah, Ibu lihatlah aku mendapatkan emas yang banyak serta jubah penyihir ini"Ucap Mathius


"ehh.. Mathius apa ini sungguh an, banyak sekali uangnya bahkan ini cukup untuk biaya seumur hidup, bahkan hingga ke generasimu"


ucap Ibu Mathius


"yah itu semua untuk keluarga kita, agar kita bisa hidup bahagia" ujar Mathius


"ohh Mathius, kau memang selalu membuat kami bangga" ucap ayah Mathius dengan menangis bahagia


"Terima kasih ayah, ibu jika bukan karena kalian, aku tidak akan mendapatkan kehidupan sebahagia ini" ucap Mathius


"kau tau? ayah punya kabar baik bagimu" ucap ayahnya


"apa itu ayah?" tanya Mathius


"kau akan memiliki seorang adik" ujar ayahnya


"hah? adik? aku akan menjadi kakak? wahhhh, aku tak sabar menanti kedatanganya?"ucap Mathius dengan bahagia


"kalau begitu berbahagialah calon kakak:>" ucap ibunya


"emm(mengangguk) aku akan berbahagia hari ini" ucap Mathius


semua orang berpesta merayakan kemenangan Mathius di balai desa dan pada pertengahan pesta, kepala desa berkata


"semuanya inilah juara kita Mathius Twilight


anak dari Rangga dan Sintya, nah nak coba ceritakan bagaimana pertandingan kemarin?"


"hahahahah"


"kau mirip ayahmu nak"


semua orang tertawa mendengar candaan Mathius


"yah pada intinya aku mengalahkan mereka semua dengan mudah" ucap Mathius


"hebat sekali kamu Mathius, setelah lulus sekolah sihir kau mau menjadi apa?" tanya Kepala Desa


"aku ingin menjadi petualang" jawab Mathius


"Mathius, apa itu betul ke inginanmu nak?" tanya ibunya


"iya bu, aku akan menjadi petualang dalam dua tahun ini, atau saat aku sudah lulus sekolah" jawab Mathius


"kalau itu keputusanmu, ayah juga tidak bisa apa apa, karena kamu anak yang hebat ayah dan ibu tidak akan melarangmu" ucak ayahnya


"iya Terima kasih ayah" ujar Mathius


"yahhh kau akan menjadi petualang terkuat di benua Mathius" teriak seorang warga


"yaaa benar sekali"


"hidup Mathius"


teriak warga desa


"aku sangat berterima kasih kepada kalian semua orang desa, kalian sudah menerimaku sebagai anggota suku Wildsand dan memperlakukanku dengan baik"ujar Mathius


"baiklah untuk menyambut seorang calon penyihir terkuat di benua, semua bersulang!" teriak Rexar


"Bersulang!"


dan semua orang meminum minuman anggur khas dari desa yang memabukan serta bersenang senang bersama hingga larut malam, dan pada larut malam semua orang pun banyak yang tertidur di balai desa banyak juga yang pulang kerumah termasuk Mathius dan keluarganya


Keesokan harinya Mathius pun berangkat pergi ke sekolah sihir desa Wildsand dan pada saat perjalanan dia bertemu dengan Tobias


"Tobichi!! selamat pagi" ucap Mathius


"selamat pagi Machi" jawab Tobias


mereka berjalan bersama menuju sekolah sihir desa Wildsand dan pada saat masuk banyak sekali wanita-wanita yang menyambut kedatangan Mathius dan Tobias


"selamat pagi tuan Tobias dan sang juara Mathius"


ucap wanita-wanita yang berpapasan dengan Mathius dan Tobias


"selamat pagi nona-nona" jawab Mathius


"awwww><, hei lihat lihat bukan kah tuan Mathius sangat tampan, ahh jantungku berdebar" ucap seorang wanita yang tadi menyapa Mathius dan Tobias


meskipun banyak murid sihir yang mulai merespon Mathius dengan baik tetapi masih ada orang yang tetap menghina Mathius dikarenakan dia tidak dapat membuka matanya sekaligus iri akan kemenangan Mathius di turnamen Great Magic School


"tch, hanya menang turnamen sekali sudah berlagak kau dasar mata cacat" ucap seorang anak bangsawan yang memiliki wilayah di dekat desa suku Wildsand


"hei kau bangsawan bodoh, jangan menghina temanku, mentang mentang saja kau punya derajat tinggi" ucap Tobias


"bahkan kau berlindung di balik Tuan Tobias" ucap anak bangsawan


"CUKUP KAU ANAK BANGSAWAN SIALAN!apakah bangsawan di ajarkan untuk merundung anak yang memiliki derajat di bawahnya?"


teriak Solid menegur anak bangsawan itu


"Tch, awas saja kau, yaa maafkan aku tuan Solid, permisi" ucap anak bangsawan itu lalu pergi


"awas saja kau jika merundung anak lain, aku tidak akan segan menggunakan kekuasaan ku atas seluruh kerajaan ini" ucap Solid


"Terima kasih kak Solid, kamu sudah membantuku, tetapi itu tidak perlu, sudah sering terjadi kejadian seperti ini"ucap Mathius


"sebegitunya anak anak bangsawan itu?" tanya Solid


"yah begitulah kak, memang mereka hanya mengandalkan kekuasaan" ujar Mathius


hari berlalu, banyak orang yang sudah melihat kebaikan Mathius, dia pun mendapatkan banyak teman di sekolah, tetapi masih ada anak mungkin beberapa yang masih merundungnya.


Karena kemenangan turnamen yang dia menangkan dia mendapatkan beasiswa gratis biaya sekolah beserta mendapat kan julukan penyihir kegelapan.