
~happy reading~
Hari ini Mikhayla akan pergi kesekolah. Mulai saat ini remaja perempuan itu resmi menjadi murid Athena High School.
Dia telah siap dengan seragam yang pas badan melekat ditubuhnya. Setelah memakai lipgloss merah muda yang membuatnya terlihat sangat manis. Mikhayla melangkah menuju lantai bawah.
Saat sampai diruang makan ia melihat papanya sedang duduk dikursi dengan sebuah tablet ditangannya.
"pagi pa." gadis itu terlebih dulu mengecup pipi sang papa sebelum akhirnya duduk dikursinya.
"pagi juga princess" dengan senyum teduh Deon menatap putrinya.
"Hari ini papa yang akan mengantar kamu, kebetulan papa ada pertemuan klien yang melewati sekolahmu."
Mikhayla tersenyum lembut pada papanya. Ia bahagia selama sepuluh tahun ini akhirnya bisa menghabiskan banyak waktu bersama papanya.
"makasih pa, kalau itu tidak merepotkan papa".
"tentu tidak sayang, kamu kan anak papa jadi tidak akan merepotkan" balas Deon dengan kekehan diakhir kalimat.
percakapan berakhir saat mereka memulai sarapan.
setelah selesai Mikhayla dan Deon berjalan kearah mobilnya.
"kalau sudah selesai hubungi papa, papa akan menjemputmu disekolah"
setelah sampai gerbang sekolah Deon turun dari mobilnya dan mengantar hingga kekantor kepala sekolah, saat sudah selesai dengan urusannya Deon pamit pergi pada Mikhayla.
Ia akan menemui klien yang akan bekerja sama dengannya nanti.
Sedangkan Mikhayla, berdiri di depan kantor kepala sekolah. Menunggu guru yang akan mengantarnya kekelas.
...****************...
"anak-anak hari ini kita kedatangan murid baru, perkenalkan nama kamu nak!" ucap guru itu pelan
"aku Mikhayla Anastasia Jason, kalian bebas panggil aku apa aja" katanya ramah.
"nah Mikhayla nama ibu Melani, ibu kebetulan wali kelas ini" dengan ramah bu Melani memperkenalkan diri sebelum pamit, ia menyuruh Mikhayla duduk dikursi kosong barisan belakang.
Dengan tenang Mikhayla berjalan kearah kursi yang kosong, sistem tempat duduk disekolah AHS adalah satu murid satu kursi, maka dari itu tidak ada yang bisa mencontek saat ujian.
Mikhayla masuk kedalam kelas X Mipa unggulan, karena nilainya termasuk tinggi saat melakukan test. Gadis itu termasuk anak yang cerdas.
Saat tiba dikursinya ia menaruh tas dan mengeluarkan bukunya. Ia tidak peduli jika tidak ada yang mau berteman dengannya. Asalkan papanya ada untuknya, Mikhayla tidak butuh teman.
Saat guru memasuki kelas seluruh ruangan menjadi sunyi dan Mikhayla suka itu.
...****************...
"baik anak-anak untuk tugas kalian kali ini kumpulkan minggu depan, bapak periksa tugas kalian nanti. Selamat pagi". Ucap guru Fisika bernama pak Beno sebelum berlalu meninggalkan kelas.
"gila tuh guru, udah ngejelasinnya bikin ngantuk tugasnya banyak pula. gimana masuk diotak." ucap seorang siswi yang duduk dikursi depan Mikhayla.
Setelah puas menggerutu ia berbalik kearah Mikhayla dengan mata berbinar mengulurkan tangan.
melihat tatapan antusias gadis didepannya membuat Mikhayla tersenyum tipis, kemudian mengulurkan tangannya.
"Mikhayla panggil apa aja senyamannya kamu."
"kamu pindahan dari mana? Bahasa negara I terdengar asing saat kamu bicara." Ambar penasaran karena aksen bahasa Mikhayla terdengar campuran jika ia berbicara.
"iya, aku pindah dari negara A baru seminggu lalu aku tiba disini" balas Mikhayla.
"oh pantas saja, aku panggil kamu Khayla saja ya, nama mu lumayan panjang" dibalas anggukan oleh Mikhayla.
"boleh, aku panggil kamu Ambar ya." senyum terbit dari keduanya, membuat seluruh kelas takjub.
Pasalnya Rasti Ambar Corald terkenal sebagai gadis yang cerewet, galak nsmun sulit didekati.
Entah kenapa bersama Mikhayla mereka merasa keduanya saling melengkapi.
"istirahat pertama kamu mau nemenin aku keliling?" Mikhayla menatap Ambar dengan tatapan mata memelas, membuat gadis itu terlihat menggemaskan.
Ambar berbinar menatap wajah Mikhayla, tanpa sadar tangannya mencubit pipi Khayla gemas.
"uhh, gemes banget. Yuk pulang bareng kakak, nanti dikasih permen".
Sedangkan Mikhayla yang mendengarnya melotot kearah Ambar, membuatnya semakin lucu.
Ambar yang melihat raut wajah Mikhayla tertawa terbahak karena keimutan teman barunya.
Sedangkan teman sekelas mereka hanya menggigit jari karena takut mendekati kedua permpuan yang baru akrab.
Keduanya adalah putri dari keluarga terpandang membuat mereka merasa insecure untuk mendekatinya.
Diantara semua murid kelas ada seseorang yang menatap Mikhayla intens, ia merasa mengenal gadis itu.
bel istirahat berbunyi..
Mikhayla dan Ambar mengelilingi sekolah agar Mikhayla tau letak-letak seluruh gedung sekolah.
"nah Khayla Itu gudang belakang kamu jangan coba-coba mendekat, rumornya ada penghuni tidak terlihat disana." sambil berbisik pelan Ambar menunjuk sebuah ruangan yang terlihat suram. Membuat keduanya berlari menjauhi ruangan itu.
"orang gila mana yang mau mendekati gudang belakang, creepy sekali" setelah sampai dikantin keduanya menuju stand makanan, mereka akan membeli minum dulu.
"uh melelahkan, lagi pula kenapa kita lari-lari ya?" Ambar bertanya dengan raut wajah polos membuat Mikhayla tertawa senang.
"hahahahah,, Ambar wajahmu, sangat lucu sini sama mama agar tidak ada yang mendekatimu."
Ambar bergidik ngeri mendengar ucapan Mikhayla, ia merasa teman barunya kerasukan penghuni gudang belakang.
Melihat interaksi kedua perempuan itu, membuat seluruh tatapan mata terpesona dengan interaksi kedua.
Tanpa disadari sepasang mata menatap penuh arti salah satu dari gadis yang menjadi pusat perhatian.
~to be continued~