The Lost Love

The Lost Love
Hanya Menjalani Hidup



Ada apa dengan Asha, bukankah ia paling benci menunggu? Lantas, mengapa kini ia masih menunggu disini! Duduk seorang diri, menatap kosong ke arah gelas yang masih terisi penuh. Sedangkan pikirannya melayang entah kemana.


"Asha... Kau masih disini?" Hayat, yang baru kembali ke Bar, langsung menghampiri meja Asha.


Asha menoleh, hanya sekilas. Setelahnya kembali mengalihkan pandangannya kedepan.


"Apa pertemuannya berjalan lancar?" Pertanyaan yang akhirnya di ajukan Asha.


Entah mengapa ia justru kesal, namun tetap saja memilih untuk menunggu Hayat. Walaupun tahu ia akan kembali terlambat.


"Maaf..." Hayat, ikut duduk bersama Asha. Ia merasa tidak enak sudah membuat wanita itu menunggu terlalu lama.


"Ch.." Asha terkekeh pelan, "Aku tanya, apa pertemuannya berjalan lancar?" Asha kembali mengulangi pertanyaan. Namun kini, dengan tatapan tertuju ke arah Hayat.


"Emp.." Jawab Hayat datar. "Dimana Alex dan Mia?" Hayat mengedarkan pandangannya, mencari keberadaan Alex dan Mia.


"Alex sedang mengantar Mia pulang." Jawab Asha ketus.


"Kenapa kau.." Kalimat Hayat menggantung, sebelum ia sempat mengajukan pertanyaan, Asha sudah menatapnya tajam.


"Bukankah kau menyuruhku menunggu disini!" Sela Asha.


"Iya, tapi-" Lagi lagi kalimat Hayat menggantung. Ketika Asha langsung bangkit dari duduknya, tanpa mau mendengar kalimat selanjutnya yang keluar dari mulut Hayat.


"Asha tunggu!" Hayat ikut beranjak, setelah meraih jubah Asha yang dibiarkan tergantung di sandaran kursi.


Hayat mempercepat langkahnya, mengikuti langkah Asha yang sedang berjalan menuju mobil.


"Kau marah?" Hayat mencegat langkah Asha, sambil menarik pergelangan tangannya. Lalu memakaikan jubah Asha.


"Untuk apa aku marah?" Asha balik bertanya, namun menghindari kontak mata dengan Hayat.


Hayat tersenyum tipis melihat ekspresi ngambek yang ditujukan Asha kini.


"Kau seperti istri-istri yang sedang cemburu." Pungkas Hayat, sambil mengacak puncak kepala Asha. Setelahnya meraih kunci mobil dari dalam genggaman Asha. "Kita pulang.." Ucap Hayat, lalu menarik tangan Asha dan berjalan menuju mobil.


*


Sepanjang perjalanan menuju apartemen, suasana kembali hening. Hayat, tampak sibuk dengan pikirannya. Sedangkan Asha, sesekali melirik ke arah Hayat, namun justru di buat ragu ragu untuk memulai percakapan.


"Kau ingin minum?" Tanya Hayat, polos! Menoleh sekilas ke arah Asha, sambil menyodorkan botol minuman mineral ke arah Asha.


"Tidak.." Asha mengeleng.


Hayat, kembali meletakkan botol minuman mineral itu pada tempatnya.


"Hayat.." Panggil Asha akhirnya.


"Emm.." Hayat kali ini tak menoleh, hanya menjawab sekenanya panggilan dari Asha.


"Apa, kau akan menikah dengan kekasihmu itu?" Asha akhirnya memberanikan diri untuk mengajukan pertanyaan yang sedari tadi sudah bersarang di otaknya.


"Tidak!" Jawab Hayat cepat, tampa perlu lagi berfikir.


"Mengapa?" Asha penasaran.


"Bisa kita tidak membahas ini?" Ujar Hayat. Sedangkan fokusnya masih tertuju ke jalanan, alih alih menoleh ke arah Asha, Hayat justru menoleh ke arah luar jendela.


"Kau masih mencintainya?" Asha belum menyerah.


"Lelaki jatuh cinta hanya satu kali dalam hidupnya, selebihnya hanya menjalani hidup!" Pungkas Hayat. "Apa itu cukup!" Lanjut Hayat sedikit menekankan.


Baiklah, Asha menyerah. Hayat, memang tak pernah mau meladeni Asha jika pertanyaannya bersangkutan dengan Anya. Dan untuk kali ini, jawaban itu dirasa cukup untuk mewakili.


Asha, menghela nafas dalam.


Jika benar seperti yang dikatakan Hayat, apa Syafiq juga begitu?


*


Dibelahan bumi yang berbeda, Syafiq sedang menikmati permainan ranjangnya dengan seorang wanita. Ya, mungkin ia juga sedang menikmati hidupnya. Walaupun bayangan dan ingatan tentang Asha masih sulit untuk di hapusnya. Terlalu banyak kenangan indah yang diberikan Asha, yang membuat Syafiq sulit untuk melupakan wanita itu, namun di waktu yang bersamaan, rasa benci juga menggerogoti benak Syafiq. Mengingat kesalahan yang telah di perbuat oleh Asha. Rasanya juga sulit untuk memaafkan wanita itu kembali!


"Kau tak menikmatinya?" Tanya wanita, yang kini sedang kembali memakai pakaiannya. Ini, kali kedua ia melayani Syafiq di atas ranjang. Namun, lagi lagi wajah datar Syafiq cukup mengganggunya.


Syafiq, tersenyum sinis. Lalu menarik pergelangan wanita itu hingga terjatuh kedalam dekapannya. "Sepertinya kau harus banyak berlatih lagi." Pungkas Syafiq, setelahnya


Next >>>