
Dengan langkah pelan Deon memasuki kamar sang anak. Ia melihat sosok kecil tertidur lelap dengan selimut yang membungkus tubuh kecilnya.
"papa sayang sama kamu Mikhayla, papa harap kamu terus bertahan dan hidup bahagia sampai kamu dewasa. karena itu papa mohon pada Mikhayla cepat sembuh. papa janji akan memberikan yang terbaik untuk kamu sayang." mengecup dahi putrinya dan menaiki ranjang sang putri lalu memeluknya erat. Deon ikut memejamkan mata dan tertidur lelap.
Tanpa sadar ayah dan anak itu tertidur cukup lama.
"papa tidur sambil peluk aku" sudut bibir gadis kecil itu tersenyum untuk pertama kali dalam hidupnya. karena biasanya Mikhayla tidak pernah tersenyum.
"aku seneng banget, itu berarti mama bohongin Ila kalo papa tidak sayang Ila." masih dengan senyuman manis di bibirnya. Mikhayla memejamkan matanya dan terlelap kembali.
Sedangkan sayang ayah terbangun saat putrinya bergumam lirih.
"I love you princess kecil papa"
Dengan perlahan Deon beranjak dari tempat tidurnya agar tidak membangunkan sang anak , ia akan memulai langkah pertama membahagiakan sang anak dengan membuatkan makanan yang disukai Mikhayla. Ia berharap sang anak akan menyukai masakannya.
membuka pintu dengan perlahan Deon menuruni tangga dan menuju kedapur. Disana terlihat pelayan sedang memasak makanan untuk tuan rumah mereka.
"selamat sore tuan, ada yang bisa kami bantu?" tanya seorang pelayan mengahampiri sang majikan.
"tidak perlu, kalian lanjutkan saja pekerjaan kalian saya akan membuatkan makanan untuk Mikhayla"
"baik tuan, kalau tuan membutuhkan bantuan silahkan panggil kami" setelah membungkuk hormat pelayan itu meninggalkan sang majikan.
"aku tidak tau apa makanan kesukaan putriku, buat sajalah makanan yang disukai anak-anak".
Menggulung lengan baju dan memakai apron, Deon sibuk dengan peralatan dapurnya. Ia akan membuatkan ayam krispi dan steik daging dengan makanan penutup cheese cake dan puding coklat. cukup lama ia berkutat didapur, akhirnya Deon selesai dengan masakannya. saat akan membersihkan diri ia mendengar suara tangisan Mikhayla, putrinya menangis hingga tersedu-sedu membuat orang yang mendengarnya ikut merasakan sesak.
"papa bohongin aku bibi papa pergi. aku mau ikut mama aja, papa tidak sayang aku."
Dengan cepat ia berlari menghampiri Mikhayla dan memeluknya erat, perkataan itu terdengar lagi dari mulut putrinya.
" hei princess, papa tidak pergi. tadi papa membuat makanan untuk Ila, jangan berkata seperti itu lagi princess. itu menyakiti papa"
"hiks a ku ki ra papa pergi, sa at ba ngun ti dur a ku ti dak me lihat p apa, maa fkan Ila papa" dengan suara terputus-putus Mikhayla menjelaskan pada sang ayah. Gadis kecil itu mengira ayahnya pergi meninggalkannya.
"iya papa maafkan, sudah jangan menangis papa sudah buatkan makanan untuk princess papa. sekarang kita mandi, papa yang akan mandikan Mikhayla"
"iya papa" mendengar ucapan sang ayah membuat senyum seketika terbit dari bibir mungilnya.
kedua ayah dan anak itu pergi meninggalkan ruang tengah, dengan Mikhayla digendongan sang ayah dan berjalan menaiki tangga menuju kamar Mikhayla.
saat keduanya sampai dikamar Mikhayla, Deon langsung memandikan putrinya dahulu. setelah selesai barulah Deon yang membersihkan diri.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"enak papa, aku boleh tambah steik daging lagi tidak?" menatap dengan mata memelas membuat sang ayah gemas.
"tentu, apapun untuk princess papa" Deon mencubit pipi putri kecilnya dan mengecupnya dengan gemas, lalu memberikan steik daging yang sudah dipotong terlebih dahulu.
Kalimat itu mengakhiri percakapan keduanya, lalu makan dengan tenang. Setelah selesai ayah dan anak itu meninggalkan ruang makan menuju kamar Mikhayla.
"selamat malam papa, aku seneng banget akhirnya ada papa yang temenin aku"
"malam juga princess, papa juga senang bisa bareng sama sayangnya papa"
"yasudah Ila tidur ya, papa temanin sampai Ila tidur" Deon berbaring disamping Mikhayla, menaikkan selimutnya dan mengecup dahi putrinya.
Hingga beberapa saat terdengar hembusan nafas teratur tanda putrinya sudah tertidur lelap.
"selamat tidur princess, mimpi indah."
Deon berjalan pelan menuju kamarnya tidak lupa mematikan lampu kamar dan menggantinya dengan lampu tidur anaknya.
Keesokan harinya..
Deon telah siap dengan setelan jas hitam dipadukan dengan sepatu mahal keluaran dari brand terkenal, membuatnya terlihat tampan dan berwibawa.
Setelah selesai ia berjalan menuju ruang makan untuk melaksanakan sarapan dengan putri cantiknya.
Saat tiba diruang makan ia melihat Mikhayla duduk manis menunggu dirinya.
"pagi sayang" sapa lalu mengecup pipi gembul anaknya.
Mendengar suara sang ayah Mikhayla mendongak dan menatap mata sang ayah dengan mata berbinar.
"pagi papa" balasnya dengan senyum sumringah.
keduanya pun makan dengan tenang.
"papa akan mengantarkan kamu sekolah hari ini" suara Deon terdengar tanda ia telah menyelesaikan sarapannya.
"iya papa, aku juga ingin sekali diantar papa."
"yasudah kita berangkat sekarang." Deon menggandeng tangan Mikhayla berjalan menuju mobilnya.
Tbc..