The Lord of Shinobi

The Lord of Shinobi
Pertarungan dengan Inugami



Duua a r r .. duua a r r .. Boomm.. boomm..


Midori dan Minori bergantian mengeluarkan jutsu mereka untuk menghadapi seratusan monster laba laba raksasa yang belum mencapai tahap Jorogumo.


“Cambuk Api” Minori kembali mengeluarkan jutsunya. Kobaran api yang membentuk cambuk segera melesat cepat menghantam 5 ekor laba laba raksasa. “Ini yang terakhir disini” teriaknya.


“Kalian berdua periksa kembali sekitar tempat ini, jangan biarkan ada yang lolos.” Tetua Shoru memberi perintah. “Aku akan segera menyegel kembali tepi hutan ini.” Lanjutnya.


“Baik tetua” Midori dan Minori serentak menjawab sebelum segera melesat menyusuri sekitar tempat itu.


“Baiklah sekarang giliranku, Segel Empat Mata A...” Belum selesai Shoru membentuk segel di tangannya, terdengar suara menggelegar keras dari arah depannya. Muncul serigala raksasa berkepala dua dengan kalung api di lehernya.


Shoru segera melompat mundur untuk menghindari raungan berenergi yang dikeluarkan serigala hitam berkepala dua itu. Keadaan segel yang membatasi tepian Hutan Kematian semakin rusak, tanah dan kayu yang terkena raungan itu ikut hancur. “Ternyata Inugami berkepala dua, pantas saja segel sebelumnya hancur.” Gumam tetua Shoru dalam hatinya.


“Tetua.., anda tidak apa-apa?” Minori berteriak ke arah tetua Shoru, mereka berdua segera kembali sesaat setelah mendengar raungan keras itu.


“Aku baik-baik saja, waspada ini bukan monster sembarangan. Dia adalah Inugami, siluman serigala yang setidaknya berusia 2000 tahun.” Tetua Shoru menjelaskan secara singkat.


Grrr... serigala raksasa itu menyeringai, “Manusia hina, kalian sudah tau siapa aku? Aku adalah Inugami berusia 2500 tahun. Sepertinya kalian santapan yang lezat.” Serigala raksasa itu segera meloncat menyerang mereka bertiga.


“Biarkan kami yang mengurus siluman ini tetua.” Midori berseru dan segera mengeluarkan jutsu Ranjau Batu Gunung. Duaarr.. Duaarr.. batu runcing yang keluar dari dalam tanah hancur berantakan dicakar serigala itu.


“Cambuk Api” Minori juga menyerang, tetapi siluman Inugami itu hanya tersenyum menyeringai terkena cambuk apinya. Kalung api yang ada di leher serigala itu terlihat malah semakin berkobar.


“Kalian meremehkanku” Siluman itu mengarahkan cakar tajamnya dengan cepat ke tubuh Minori. Ketika cakarnya hampir merobek tubuh wanita itu, “Pilar Batu”, Midori memunculkan tiang batu besar dari dalam tanah tepat diantara tubuh Minori dan cakar serigala raksasa itu.


“Kau menghalangiku.” Serigala itu menatap geram kepada Midori.


Grraaahhh... Grraaahhh... Dua kepala serigala itu tiba-tiba mengeluarkan auman berenergi secara serentak dan masing-masing mengarah kepada Minori dan Midori. Mereka berdua terkejut, sepertinya tidak sempat lagi untuk membuat pertahanan ataupun menghindar.


Tiba-tiba, HUUAAA..., terdengar teriakan keras. Bersamaan dengan itu muncul pedang cakra raksasa berwarna merah menghalangi auman yang hampir mengenai mereka berdua.


Buumm... Buumm..., terdengar ledakan karena benturan auman energi dengan pedang cakra raksasa, tetapi pedang itu tetap utuh. Satu kepala serigala itu menoleh kearah tetua Shoru dengan terkejut. Tetua Shoru menggerakkan dua jari tangannya untuk mengendalikan pedang cakra raksasa tersebut untuk menebas siluman itu. Inugami segera melompat mundur untuk menghindar.


‘Sepertinya kalian berdua perlu berlatih lagi untuk meningkatkan kemampuan agar mampu menghadapi Inugami berkepala dua ini, mundur ! “ Tetua Shoru memberi perintah.


“Sayang sekali, harusnya kau lebih baik menjadi rekan dari salah satu juniorku itu.” Tetua Shoru tersenyum kecil manatap Inugami.


“Menjadi rekan manusia lemah seperti mereka ? engkau pun tidak akan mampu membuatku tunduk.” Inugami meremehkan kekuatan wanita tua yang ada di depannya.


“Keluarkan seluruh kekuatanmu, karena aku tidak berniat menundukkanmu lagi setelah kau melukai mereka.” Tetua Shoru segera menyerang dengan pedang raksasanya.


Siluman itu hanya menghindari serangan pedang raksasa tetua Shoru, karena dia sadar pedang itu dapat membelahnya dengan sekali tebas.


Grraaahhh..., Buumm..., terjadi lagi ledakan karena benturan energi. Inugami semakin terdesak, Bless.., tiba-tiba satu kepala serigala itu terlepas dari tempatnya. Tetua Shoru berhasil menebasnya.


GRRAAAHHH..., serigala itu meraung sangat kuat sehingga membuat tanah dan pepohonan sejauh 30 meter sekelilingnya hancur. Tetua Shoru juga terpental karena energi raungan yang kuat itu, pedang cakra raksasanya juga ikut hancur.