The Lord of Shinobi

The Lord of Shinobi
Hadiah dari Raiden



***


Di ruangan ketua akademi Shinobi Cahaya, Isamu sedang berbincang- bincang dengan kakeknya, Raiden. “Kakek, sebenarnya apa tujuanmu memintaku untuk datang sendiri kemari ?” Isamu mencoba bertanya karena dia  sudah tidak tahan lagi dengan rasa penasarannya. “Baiklah sepertinya kau sudah tidak dapat lagi menahannya, hehehe... “ pria tua itu menertawakan cucunya.


“Besok adalah hari pertama kalian untuk menerima misi, tentu aku harus memberikanmu hadiah. Hanya saja hadiah untukmu kali ini sedikit berbeda, karena kau sudah memasuki usia 13 tahun.” Raiden beranjak dari tempat duduknya dan mengambil sebuah peti kayu dari lemari di belakang mejanya kemudian meletakkannya di depan Isamu.


 “Apa ini kakek ?”


“Bukalah, ini adalah hadiah dariku untukmu, isinya adalah sebuah senjata pusaka yang tidak begitu dikenal oleh para shinobi tetapi kekuatan pusaka ini hampir mencapai kekuatan pusaka suci.” Raiden mempersilahkan cucunya. Isamu teringat dengan pelajaran yang mereka terima di akademi bahwa senjata di dunia shinobi dibagi menjadi 5 tingkat.


Senjata tingkat pertama atau yang paling lemah adalah Senjata Biasa yang digunakan bahkan oleh orang awam atau masyarakat biasa. Senjata tingkat kedua adalah Senjata Petarung yaitu senjata yang biasanya digunakan oleh para shinobi yang baru lulus akademi atau bahkan belum lulus, senjata dengan tingkat ini dapat ditemukan dengan mudah di toko- toko senjata shinobi. Berikutnya adalah senjata tingkat ketiga yaitu Senjata Raja, pada tingkatan ini biasanya senjata sudah disebut sebagai senjata pusaka dan tidak semua toko senjata menjual senjata tingkat ini selain harganya yang mahal, bahannya yang langka juga membuatnya membutuhkan kekuatan dan keahlian khusus. Senjata pada tingkat keempat adalah Senjata Suci, orang yang memiliki senjata ini biasanya adalah shinobi yang sudah mencapai level Elder dan senjata ini biasanya tidak dijual di toko melainkan didapatkan dengan cara dibuat, direbut, atau diwariskan. Sedangkan senjata tingkat kelima adalah Senjata Dewa, pada umumnya para shinobi menganggap ini hanyalah sebuah mitos.


“Berarti tingkat senjata ini adalah senjata raja, kakek.” Isamu perlahan membuka kotak kayu yang diberikan kakeknya. Dia sangat terkejut ketika membuka kotak tersebut, wajah terkejutnya bukan menyiratkan rasa senang, “Kakek senjatanya telah dicuri, kotak ini hanya berisi ranting kayu.” Isamu setengah berteriak dan berdiri dari tempat duduknya.


“Sepertinya pemberian hadiah sedang berlangsung.” Belum hilang rasa terkejut Isamu karena sengatan listrik itu, dia kembali dikejutkan dengan suara yang sangat tidak asing baginya. Seorang pria gagah memasuki ruangan ketua akademi dengan pakaian ksatria kekaisaran. Dia adalah komandan pasukan divisi ke-3 kekaisaran Naga


Emas.


Raiden dan Isamu menoleh ke arah asal suara itu, “A.. ayah.. “ Isamu tidak menyangka jika ayahnya sedang berada di kota Lembah Suci. Setelah memberi hormat, di memeluk ayahnya. “Baiklah shinobi muda, aku juga ingin memberi hormat kepada ayahku.” Ucap ayahnya sambil tersenyum. Isamu melepas pelukannya kemudian ayahnya memberi hormat kepada Raiden. “Shinji, apakah ada hal darurat ?” Raiden bertanya setelah menerima penghormatan anaknya. “Tidak ada ayah, aku hanya ditugaskan untuk menyampaikan undangan kaisar ke beberapa tokoh yang tinggal di kota Lembah Suci dan tidak terburu- buru, jadi apakah kita bisa melanjutkan pemberian hadiahnya ?” Shinji melirik Isamu.


“Sebelum kakek menjelaskan tentang ranting yang menyengat itu, aku ingin tahu hadiah apa yang ayah bawa untukku.” Isamu memperhatikan bahwa ayahnya sama sekali tidak membawa apa- apa di kedua tangannya.


“Apa..? kakekmu memberikan Lidi itu sebagai hadiah kepadamu ?” Shinji seakan tidak percaya. “Bagaimana mungkin ayah memberikan Lidi itu kepada anak seusia ini ? dia memandang Raiden. “Ini namanya tidak adil, bahkan ketika aku telah lulus akademi ayah tidak mau memberikan Lidi itu kepadaku.” Shinji memasang wajah konyol sehingga Raiden dan Isamu tertawa.