The Lord of Shinobi

The Lord of Shinobi
Seorang Legenda Hidup



Ryu menyerang dengan belati kembarnya yang dialiri cakra sehingga semakin tajam. Begitu juga dengan Isamu, ia juga telah menggunakan pisau kecil berantai disertai aliran cakra sehingga gerakan pisau itu bertambah cepat. Dentingan bunyi adu senjata segera memenuhi padang rumput itu.


Reiko juga tidak ingin ketinggalan, ia tidak lagi menggunakan rantai cakra. Tiba-tiba ia menyerang tanpa menggunakan senjata, Ryu dan Isamu mundur keheranan. Ken juga menunggu dengan waspada apa yang akan dilakukan Reiko.


“ Cakar Naga !!!” ucap Reiko, sekitar dua meter sebelum mencapai Ken kedua tangan Reiko dipenuhi cakra yang membentuk cakar naga dan segera terayun kearah masternya.


Ken terkesiap dengan kemampuan muridnya, ia tidak menyangka Reiko telah menguasai tekhnik itu. Ryu dan Isamu juga menatap tidak percaya dengan tekhnik sahabatnya itu.


Julukan si Puteri Cakra memang tepat dialamatkan kepada Reiko. Dia memiliki jumlah cakra yang melebihi kedua temannya bahkan master Ken.


“ Dia memang terlahir untuk menguasai tekhnik dalam gulungan kuno itu. “ Batin Ken.


Ken menahan serangan Reiko dengan kedua kunainya, tetapi yang terjadi .... Tranggggg..... kedua kunainya hancur terkena cakar naga itu. Ken segera mundur.


“ Cukup !  Kalian berhasil melakukannya, Ryu berhasil dengan tekhnik belati kembarnya, Isamu dengan pisau berantai. Dan yang mengejutkan adalah Reiko, kau telah menguasai dua tekhnik gulungan Laut Cakra.“ Ucapnya.


Seperti janjinya Ken menjelaskan situasi ketika tim menjemput korban yang tertinggal. Setelah bercerita, ken meminta ketiga muridnya agar kembali ke asrama karena hari telah senja.


***


Di pinggiran Kota Lembah Suci bagian utara, terdapat satu toko bunga dan rempah obat yang terkenal. Tokonya terlihat tidak begitu besar, namun siapa sangka jika bunga dan rempah obat yang dijual tidak dapat ditemukan disembarang tempat.


Sore itu seorang kakek mengunjungi toko tersebut, dia terlihat bukan orang sembarangan. Penampilannya sangat berwibawa sehingga pelayan toko sangat segan untuk menyapanya.


“Ketua akademi, ada yang dapat saya bantu ?” seorang pelayan senior di toko itu menyapa Raiden dengan penuh hormat.


“ Aku ingin bertemu dengan senior Ao, apa beliau ada ?” tanya Raiden.


Nenek Ao adalah  seorang legenda hidup yang dimiliki. Kekaisaran Naga Emas. Dia satu-satunya manusia yang masih hidup sebagai generasi pertama penduduk kota Lembah Suci.


Ia disebut legenda karena mampu mempertahankan kota Lembah Suci seorang diri dari gempuran pasukan Kaisar


Bintang Merah generasi sebelumya,ketika itu pasukan bantuan dari Kaisar Naga Emas terlambat tiba di kota itu.


Raiden langsung memberi salam begitu bertemu dengan nenek Ao, ia sangat hormat kepada wanita sepuh yang sekaligus keluarga utama dan ketua klan Naga tersebut. Bahkan hampir lebih hormat daripada bertemu kaisar.


Nenek Ao mempersilahkan Raiden duduk di kursi tamu. “Ada apa repot-repot menemui wanita tua ini Raiden? Apakah cucuku ada masalah di akademi?” Nenek Ao bertanya dengan suara yang jelas, ia memang sudah sangat sepuh tetapi suaranya lembut dan bertenaga.


Bahkan wajahnya jauh lebih muda daripada usianya. Berbicara tentang usia nenek Ao, tidak ada yang tahu pasti berapa umur nenek itu.


“Tentu saja tidak senior Ao, anda terlalu mengkhawatirkan Ryu, dia adalah murid yang baik dan sangat berbakat.” Raiden tersenyum.


“Ada sesuatu hal yang ingin saya diskusikan degan senior.” Wajah Raiden mulai serius setelah meneguk minuman yang dipersilahkan nenek Ao.


“Silahkan..” ucap nenek Ao.


Raiden menuturkan bahwa beberapa hari yang lalu telah terjadi musibah yang menimpa murid akademi, dan penyebabnya adalah Jorogumo. Makhluk yang berasal dari Hutan Kematian, hutan gelap yang mengerikan. Hutan itu membatasi wilayah kekaisaran Naga Emas dengan kekaisaran Bintang Merah.


“Jika makhluk itu berhasil lolos dari hutan itu dan sampai ke kota ini, berarti segel di sekitar Hutan Kematian atau lorong bawah tanah itu ada yang merusaknya.” Nenek Ao melirik Raiden.


“Benar senior, tetua Shoru telah berangkat kesana untuk memastikan situasi ini.” Raiden mengerti maksud nenek Ao. “Dan siklus kedatangan komet merah itu adalah 5 tahun lagi senior.” Ia menambahkan.