
“Jika begitu biarkan rombongan ini pergi.” Ken memberikan tanda kepada Morio agar dia membawa rombongan tuan Satoshi dan ketiga muridnya keluar dari hutan Bambu Bersiul.
“Aku tidak katakan jika semuanya boleh meninggalkan tempat ini !” Jantan Merah menatap tajam ke arah Ken.
“Ketiga muridmu itu harus tetap tinggal disini !” Betina Merah ikut menambahkan.
Ken terlihat kesal, firasatnya benar lagi. Dari awal dia sudah menduga jika para bandit ini tidak mengincar rombongan tuan Satoshi melainkan menginginkan dirinya, tetapi dia tidak menyangka jika ketiga muridnya juga ikut terseret.
“Kau jangan khawatir kalau kami pergi, diperintah sekalipun untuk pergi kami tidak akan meniggalkan master kami !” Ryu balas berteriak lantang kepada kedua Setan Merah, kemudian mengeluarkan belati kembarnya. Reiko dan Isamu juga telah siap untuk bertarung.
Mendengar teriakan Ryu dari luar kereta, Miyaki ingin keluar untuk membujuk mereka bertiga pergi bersama rombongannya. Tetapi tuan Satoshi dengan cepat menangkap lengan putrinya, karena jika para bandit itu melihatnya bukan tidak mungkin putrinya juga akan diminta untuk ditinggalkan.
Melihat rombongan itu belum juga beranjak pergi meninggalkan mereka, Ken sekali lagi memberikan tanda kepada Morio dan Shigeo. Namun mereka merasa enggan untuk pergi karena tim Ken sudah merupakan bagian dari rombongan mereka, dan juga telah membantu dan menolong mereka menghadapi Nure-onna di Rawa Bangkai.
Ken memaksa kedua shinobi itu untuk pergi membawa rombongan, karena misi tim Ken telah selesai jika mereka pergi. Setelah melewati hutan Bambu Bersiul tidak akan ada lagi yang dapat menghalangi mereka. Dan jika mereka tetap bertahan maka hanya akan menimbulkan banyak korban. Akhirnya Morio dengan berat hati membawa rombongan pergi.
Jantan Merah mengibaskan lengan kanannya pertanda agar anggotanya memberikan rombongan itu jalan untuk pergi. Dia telah memperkirakan kekuatan shinobi pengawal Satoshi akan merugikannya untuk melakukan misinya jika tidak dibiarkan pergi, karena sebelumnya mereka telah buang energi melawan perampok Kelabang Hitam dan rombongan Shigeru yang disangkanya adalah rombongan Satoshi dan tim Ken.
Setelah rombongan itu pergi, tanpa basa basi Sepasang Setan Merah serentak menyerang Ken dengan golok besar mereka. Ken melayani serangan mereka dengan pedang pendek yang di aliri cakranya. Dia merasa jika pedang pendeknya dengan aliran cakra sudah cukup menahan senjata lawannya, karena 2 golok besar itu hanya senjata raja tingkat rendah yang di buat ahli senjata dari kota besar Pilar Baja, sama dengan kualitas pedang pendeknya.
Ryu, Reiko, dan Isamu juga langsung berhadapan dengan 10 orang anggota bandit Gua Setan. Mereka semua adalah bawahan langsung Sepasang Setan Merah dengan kemampuan shinobi level Q. Keadaan sangat tidak berpihak kepada tim Ken.
Ketiga muridnya telah terkepung, sementara dia juga sedang terdesak menghadapi Sepasang Setan Merah. Ketika dia hendak melakukan suatu gerakan tangan, tiba- tiba ketiga muridnya melompat ketiga arah yang berbeda meninggalkan tempat pertarungan. Dia segera paham jika muridnya itu sedang memecah kekuatan musuh yang mengepung mereka.
Melihat lawan mereka melarikan diri dari pertarungan, sepuluh shinobi itu segera menyusulnya. Masing- masing 4 shinobi mengejar Ryu dan Isamu, sedangkan Reiko dikejar oleh 2 shinobi.
Jantan Merah terlihat berbisik kepada pasangannya kemudian setelah itu Betina Merah buru- buru pergi meninggalkan mereka berdua.
Setelah muridnya pergi, Ken melompat jauh mundur dan menyimpan kembali pedang pendeknya.
Berpikir bahwa Ken juga berniat untuk kabur, Jantan Merah segera mengejarnya dengan lompatan jauh. Tetapi dia salah menilai, karena setelah Ken mendarat di tanah ia membentuk gerakan segel di tangannya...
“Raungan Tornado.”
“Ghhuuuaaaa....”
Jantan Merah terlambat untuk menghindari serangan itu karena dia sedang melayang di udara sehingga terpaksa untuk menahannya. Dia mengalirkan cakra yang banyak ke goloknya sehingga golok yang ada di genggamannya bercahaya merah dan seolah bertambah besar dan panjang.
Dhuuaaarrr....
Jantan Merah terpukul mundur tetapi dapat mendarat dengan baik di atas tanah, namun golok yang dia gunakan hancur walaupun telah diselimuti cakra. Dia merasa beruntung karena tidak terluka oleh jutsu yang digunakan Ken.
“Teknik Gulungan Harimau Putih memang hebat, tapi itu saja tidak cukup untuk mengalahkan aku !” Jantan Merah terlihat meremehkan Ken sambil membersihkan pakaian yang dia gunakan dari debu.
“Sekarang adalah giliranku untuk menunjukkan jutsuku, terimalah ini....”