
“Tameng Gorilla Gunung.” Gorgora mengangkat kedua lengannya secara vertikal di depan dadanya, muncul dua lengan raksasa melindunginya.
Dhhuuuaaarrr....
Gorgora terseret mundur beberapa meter, bajunya robek disana sini dan darah menetes dari sudut bibirnya. Beberapa bangunan di sekitar mereka ikut rusak terkena benturan energi. Dia mendengus kesal, tidak menyangka jika serangan Hideki sekuat itu.
“Untuk ukuran shinobi level R sepertimu, serangan tadi lumayan kuat. Tetapi shinobi level S sepertiku tidak mungkin tumbang hanya karena serangan itu.” Gorgora menyombongkan diri.
Hideki terjatuh dengan posisi setengah berlutut karena telah kehabisan cakra, ia melihat Gorgora dengan tatapan tidak percaya karena serangan pamungkasnya hanya berdampak kecil terhadap lawannya. “Setidaknya dia pasti shinobi level S tahap menengah karena aku telah mencapai level R tahap akhir.” Gumam Hideki.
“Karena serangan terakhirmu telah selesai, maka sekarang adalah giliranku, bersiaplah untuk mati !” segera setelah berucap, Gorgora melompat tinggi dan membentul segel tangan di udara, “Pukulan Amuk Gorilla Tahap 2” dia menyatukan kedua telapak tangannya dan memukulkan ke arah Hideki, bersama dengan itu muncul sosok tangan gorilla di udara dan menghantam dari atas Hideki.
“Awas paman.” Reiko berteriak keras.
“Perisai Cahaya”
Ddhuummmrr....
Tanah bergetar dalam radius beberapa meter, tempat Hideki berpijak hancur dan membentuk lubang. Ryu dan Reiko yang menonton pertarungan ini dari jauh ikut terhempas. Hideki yang sempat membuat perisai cahaya berwarna merah berhasil selamat namun dia terluka parah, mulutnya mengeluarkan banyak darah. Dia berusaha berdiri namun akhirnya tumbang dan hilang kesadaran.
“Hahahaha.... itu baru satu serangan.” Gorgora tertawa puas melihat lawannya tidak sadarkan diri.
“Bocah pengganggu !” dia menatap tajam ke arah Ryu dan Reiko, sambil mengarahkan tangan kanannya yang terkepal ke arah mereka. “Matilah kalian.” Sebuah tinju cakra sebesar tubuh Gorgora melesat cepat menuju mereka berdua. Mereka yang baru bangun setelah terjatuh tidak sempat untuk menghindari tinju besar itu, Ryu berniat menyambutnya untuk melindungi dirinya dan Reiko di belakangnya.
“Tinju Mentari”
Sebuah tinju cakra bercahaya merah melesat dari tangan kanan Ryu, ukurannya hanya sepertiga dari ukuran tinju cakra Gorgora namun memiliki kecepatan yang lebih tinggi.
Dhuussss....
Gorgora melotot tidak percaya, tinju cakra yang dia keluarkan meletus begitu saja dilewati tinju cakra yang dikeluarkan Ryu. Dia tidak siap untuk menghindari atau menyambut tinju itu dengan tameng andalannya karena sebelumnya ia sangat yakin bahwa serangannya akan mengenai dua bocah itu.
Dhuuaarrr...
“Menyerang warga, shinobi penjaga kota, dan merusak kotaku. Kau pantas mendapatkannya !” Seorang pria berusia sekitar 45 tahun dengan pedang di tangan mengangkat tinggi kaki kanannya dengan lurus setinggi kepalanya kemudian menghantamkannya tepat ke kepala Gorgora hingga pingsan.
Dia adalah Jobu, shinobi level S tahap akhir yang merupakan kapten shinobi keamanan kota Lembah Suci. Ternyata dua shinobi keamanan kota yang sebelumnya kalah oleh Gorgora melapor kepada pimpinannya, Jobu.
“Kurung dia di penjara Bayangan.” Perintah Jobu kepada bawahannya
Penjara Bayangan adalah tempat tahanan dengan kriminalitas tinggi dari seluruh kekaisaran Naga Emas. Penjara ini berada jauh dibawah tanah yang dikelilingi oleh aliran lava. Tempat ini dijaga ketat oleh para sipir shinobi level S dengan seorang kepala penjara level Elder tahap menengah. Tidak ada harapan dapat kabur dari penjara ini bahkan oleh shinobi level Elder.
“Bawa shinobi dari komunitas Bintang Terang itu ketempat perawatan.” Jobu menunjuk ke arah Hideki.
“Apa kalian baik- baik saja ?” Jobu tersenyum ramah kepada Ryu dan Reiko.
“Bukankah yang tadi itu adalah jutsu Tinju....” Jobu ingin memastikan jutsu yang membuat Gorgora terluka.
Ryu buru- buru mengangguk dan mengucapkan terimakasih dan segera menarik tangan Reiko. Sementara Reiko hanya termenung melihat Ryu, dia tidak menyangka bahwa sahabatnya itu mempunyai jutsu yang sanggup membuat Shinobi level S seperti Gorgora terluka parah.
“Ayo Rei.. kita harus segera kembali ke akademi, atau kita akan terlambat.” Ryu menepuk bahu Reiko yang sedang melamun.
MOHON JANGAN SUNGKAN KK READER SEKALIAN JIKA ADA SARAN & KRITIK
JANGAN LUPA LIKE YA..
THANKS..