
Tiga misi berikutnya adalah misi tingkat 3 yaitu misi Badai, misi tingkat 2 yaitu misi Naga, dan yang terakhir adalah misi tingkat 1 yaitu misi Dewa.
Misi Badai umumnya diterima oleh shinobi level R dan S, mengingat tingkat kesulitan dan bahaya yang akan dihadapi. Misi ini bertugas serendah-rendahnya adalah mengawal perjalanan walikota atau pejabat setingkatnya keluar daerah, menyampaikan pesan rahasia tingkat tinggi, menangkap atau membunuh shinobi level S aliran hitam, atau yang setara dengannya.
Misi Naga adalah misi untuk mengawal perjalanan kaisar jika keluar dari ibukota kekaisaran, memberantas organisasi besar shinobi, atau yang setara dengannya. Misi ini biasanya dibebankan kepada shinobi level Elder atau serendah-rendahnya shinobi level S tahap akhir.
Dan yang terakhir adalah misi tingkat Dewa, misi ini belum pernah diterima oleh organisasi Komunitas Shinobi Bintang Terang. Sejarah kekaisaran Naga Emas mencatat bahwa hanya sekali misi ini pernah ada di wilayahnya yaitu misi untuk membunuh Kaisar Naga Emas oleh shinobi aliran hitam, Ular Hitam Utara. Mereka bekerja sama dengan orang suruhan Kaisar Bintang Merah.
Misi yang dijalankan oleh organisasi Ular Hitam Utara ini menyebabkan kematian bagi cucu nenek Ao yaitu Ayah Ryu dan Ibu Ryu yang pada saat itu sedang menjalankan misi Naga untuk mengawal Kaisar Naga Emas. Ketika mendengar tragedi gugurnya cucunya, nenek Ao hampir saja mengamuk tidak terkendali jika saja dia tidak sedang menimang cicitnya, Ryu.
Keesokan harinya nenek Ao pergi seorang diri mendatangi perkumpulan organisasi Ular Hitam Utara, sesampainya disana dia mengamuk tanpa banyak basa basi dan menghabisi seluruh anggota organisasi tersebut mulai dari shinobi tingkat terendahnya sampai 3 orang shinobi tingkat Eldernya dibantai oleh nenek Ao, hingga organisasi tersebut hanya tinggal sejarah.
---
“Baiklah, besok pagi kita akan mengunjungi Komunitas Shinobi Bintang Terang untuk menerima misi, sebaiknya jangan ada yang terlambat.” Ken mengingatkan ketiga muridnya. “Siap master.” Sambut mereka serentak.
“Pagi ini kalian bebas silahkan bersiap-siap, juga boleh keluar akademi dengan syarat nanti siang harus sudah kembali.” Ucap dengan tersenyum. Ketiga muridnya terlihat senang dan semangat, karena besok adalah hari pertama mereka menerima misi. Mereka segera berpamitan kepada master Ken untuk bersiap dan mengumpulkan bekal.
“Pagi ini aku akan mengunjungi nenek sebentar, sebelum berangkat aku harus meminta izin terlebih dahulu karena jika tidak akademi akan kena imbasnya.” Ryu tertawa.
“Kak Ryu tidak boleh seperti itu, biar bagaimanapun nenek Ao melakukannya karena begitu menyayangi kakak Ryu.” Reiko tersenyum kearah Ryu.
Ryu menceritakan bahwa sebelum mereka berkumpul pagi itu, master K datang menjumpainya untuk meminta Ryu membelikannya bunga spesial dari toko bunga nenek Ao untuk diberikan kepada tetua ke-empat Kirei.
“Baik, aku akan ikut.” Reiko terlihat sangat senang menerima ajakan Ryu.
“Maaf Ryu, aku ingin ikut tetapi tadi pagi kakek memintaku menemuinya setelah pertemuan dengan master selesai.” Sesal Isamu. Sebenarnya Reiko ingin bertanya ada urusan apa kakek mereka dengan dengan kakak sepupunya Isamu, sehingga harus bertemu berdua, tetapi ia urung bertanya karena kakek Raiden pasti punya alasan khusus.
“Baiklah jika begitu kalau kamu masih sempat untuk menyusul kami akan menunggumu.” Ryu tersenyum. Isamu hanya mengangguk, mereka berpisah di depan gerbang akademi. Isamu pergi menuju ruangan ketua akademi sedangkan Ryu dan Reiko pergi kearah utara kota Lembah Suci menuju rumah nenek Ao.
Akademi mereka berada di tepi kota bagian barat yang membelakangi Gunung Suci yang tinggi. Karena ingin secepatnya tiba di rumah neneknya, Ryu mengajak Reiko agar melintasi pinggiran kota saja menuju utara daripada melintasi tengah kota, selain jarak yang lebih dekat mereka juga tidak ingin mendapat peringatan dari shinobi keamanan kota ketika mereka meloncat dari atap ke atap rumah penduduk kota.
Ryu dan Reiko memang murid tingkat 2 di akademi namun kemampuan meringankan tubuh mereka sudah mengimbangi murid tingkat 3 bahkan sudah melampaui sebagian besar. Mereka berdua melesat dari satu pohon ke pohon yang lain yang ditanam berjejer di pinggiran kota. Reiko yang berada di belakang Ryu tersenyum manis melihat punggung anak laki-laki yang ada di depannya. Dia tidak tahu alasannya hanya saja dia merasa senang jika berada di dekat Ryu.
Ini aneh pikirnya, akhir-akhir ini Reiko merasa semakin aneh jika bertemu dengan Ryu. Ada perasaan senang yang tidak dapat dia ungkapkan tetapi dia berusaha menyembunyikannya sehingga tidak ada yang tahu kecuali Isamu.
MOHON MAAF JIKA MASIH BANYAK KEKELIRUAN
SILAHKAN BERIKAN KRITIK & SARAN
TERIMAKASIH