
Hujan turun semakin deras, semua obor dan api unggun benar- benar telah padam.
“Gunakan seluruh indra kalian untuk merasakan kehadiran makhluk itu, lebih baik lagi jika kalian merasakan cakranya. “ Ken memberi arahan.
Ken merasakan cakra makhluk itu telah memudar dari sekeliling mereka namun dia sangat yakin jika siluman itu tidak akan menyerah semudah itu, dia pasti kembali sesaat lagi. Dia mengusulkan supaya semua rombongan tuan Satoshi berkumpul di satu tenda kemah karena bagaimanapun api yang ada di luar telah padam, jadi setidaknya mereka tidak akan diguyur air hujan.
Para anggota rombongan telah memasuki tenda dan membawa Morio yang masih pingsan. Ken juga meminta ketiga muridnya untuk memasuki tenda. Dia berpikir akan lebih baik jika ia dan shinobi pengawal level Q yang berjaga di luar, ini juga akan membuatnya lebih fokus untuk menghadapi siluman itu jika datang lagi. Ia meminta Reiko untuk terus memantau dan mengobati Morio sementara Ryu dan Isamu berjaga dari dalam.
Ken menjaga di sebelah kanan tenda sedangkan shinobi level Q itu menjaga di sebelah kiri. Dari arah depan tenda samar terlihat bayangan seseorang menuju ke arah mereka, Ken segera bergerak ke arah depan. Ken mengerutkan dahinya karena tidak mungkin di kawasan Rawai Bangkai dan di saat malam dan turun hujan begini ada seseorang yang berjalan- jalan.
“Berdiri disana dan jangan mendekat atau kami akan menyerang. “ Ken memperingatkan seseorang tersebut. Dia mencoba mendeteksi cakra orang itu tetapi tidak mendapatkan apa pun, bahkan serasa bahwa dia bukan seorang shinobi.
“Dia tidak berhenti, apakah sebaiknya aku menyerangnya saja senior ? keahlianku adalah serangan jarak jauh.” Shinobi level Q itu bertanya kepada Ken.
“Jangan- jangan dia....” Belum selesai Ken dengan kalimatnya,
“Hihihihi... tadi kita baru saja berkenalan, apakah kalian secepat itu melupakanku.” Dia berjalan semakin mendekat.
Ctarrr...
Petir bergemuruh bersama dengan cahayanya, sehingga terlihat dia adalah seorang wanita cantik dengan senyuman yang membuat siapapun yang melihatnya akan merasa merinding karena menyeramkan, rambutnya yang menjuntai sampai ke dada adalah kumpulan ular- ular kecil yang meliuk- liuk.
“Serang dia.” Ken berseru.
Shinobi level Q itu melempar sebuah gulungan kedepan dan membentuk segel di tangannya, “Boneka Ksatria Merah.”
Dhusss...
Muncul boneka berukuran 2 kali tubuh manusia biasa dari dalam gulungan itu dengan tangan kanannya menggenggam pedang panjang dan tangan kirinya mempunyai jari dengan kuku sepanjang ukuran pisau kecil. Tubuhnya di bungkus oleh pakaian tempur khas kota besar Pilar Baja, yang sebagian orang menyebutnya pakaian
tempur samurai.
Sebelum boneka itu bertarung dalam jarak dekat dia mengangkat tangan kirinya kearah siluman itu, kelima kukunya yang setajam pisau itu meluncur mengincar organ vital sasarannya. Nure-onna membuka mulutnya lebar kemudian muncul dengan cepat lidahnya yang bercabang dua berubah menjadi pedang panjang.
Kelima kuku itu berhasil ditangkis dan dihindarinya, boneka yang dikendalikan shinobi level Q itu tidak memberikan jeda, pedangnya yang panjang segera beradu dengan pedang Nure-onna yang terbuat dari lidahnya. Walaupun boneka itu berukuran besar namun gerakannya sangat cepat sehingga membuat Nure-onna kewalahan untuk menahan dan menghindari serangannya.
“Jika saja aku tidak dalam keadaan baru berubah bentuk maka menghadapi boneka ini tidaklah sulit untukku.” Nure-onna mengumpat dalam hati.
Ken yang mengamati pertempuran Boneka Ksatria Merah dengan siluman itu menyadari jika kekuatan Nure-onna berada pada level S tahap menengah dan boneka itu bukan tandingannya jika kekuatannya telah pulih. Ditambah lagi dia telah mampu mengubah lidahnya menjadi senjata pusaka berbentuk pedang. Pedang yang terbentuk dari lidah siluman Nure-onna itu adalah senjata pusaka raja tingkat tinggi.
“Jika kekuatannya sudah kembali maka ini akan sedikit merepotkan, sebaiknya segera aku selesaikan.” Ken berniat menyerang namun urung ia lakukan karena melihat siluman itu mengembalikan pedang yang ada di tangannya ke mulutnya. Nure-onna membentuk segel di tangannya,
“Taring Penguasa Lembah.”
Dhuuaarr...
Boneka shinobi itu kehilangan separuh badannya. Nure-onna yang sudah merasa terdesak karena kekuatannya belum pulih mengeluarkan salah satu jutsu andalannya. Tubuhnya yang setengah telanjang itu di penuhi goresan dari senjata lawannya.
MAAF TEMAN2, UP NYA JADI TIDAK MENENTU..
SIKOND SEKARANG SEDANG KURANG MENDUKUNG..
TETAP JANGAN LUPA LIKE, KOMEN, & RATE YA...