The Lord of Shinobi

The Lord of Shinobi
Jutsu Tingkat Tinggi



Setibanya di gerbang akademi, Ryu menghentikan langkahnya dan memandang Reiko membuat gadis kecil itu kebingungan. Ryu menunjuk ke depan mereka, disana terlihat master K sedang berbicara dengan seseorang yang mereka kenal di pasar kota Lembah Suci. Mereka kembali saling pandang, bagaimana mungkin Kapten Jobu telah sampai di akademi sementara ketika mereka berangkat dengan cepat, kapten itu masih mengurus kekacauan yang ditimbulkan Gorgora di pasar kota.


Setelah kapten tersebut pergi barulah mereka mendekati master K. Tatapan master K kepada mereka berdua terlihat sangat menyelidik. Ketika master K ingin bertanya, tiba- tiba Isamu datang dari arah belakang, “kalian berdua darimana saja ? hampir setiap jengkal di akademi ini aku datangi untuk mencari kalian.” Giliran Isamu yang memandang mereka berdua seolah mereka adalah kucing pencuri ikan yang tertangkap basah.


“Master K, ini adalah bunga yang master pesankan dan kami telah melindunginya dengan sepenuh hati sehingga sampai disini dengan utuh. Semoga Tetua Kirei menyukainya.” Reiko mencoba mencairkan suasana. Master K menjadi salah tingkah, dia segera menerima bunga itu kemudian langsung meninggalkan mereka bertiga setelah berpesan agar Ryu menemuinya nanti malam.


“Untung saja kau punya ide itu Reiko.” Ucap Ryu sambil menghela nafas.


“Kalian sebenarnya darimana ? Dan apa yang terjadi ?” Isamu setengah berbisik.


Ryu ingin langsung bercerita tentang kejadian yang dia alami bersama Reiko dalam perjalanan menuju rumah nenek Ao dan sekembalinya dari sana, tetapi Reiko mengusulkan agar mereka bercerita di taman bunga sebelah timur akademi. Taman bunga itu adalah tempat favorit Reiko di akademi di banding tempat lain, selain suasananya nyaman juga tidak ramai oleh murid akademi yang lain.


Sesampainya di taman bunga, Ryu dan Reiko segera diminta Isamu untuk bercerita dan mereka menceritakan semuanya.


“Jadi kalian berhadapan dengan murid dari akademi Langit Biru, dan shinobi level S dari komunitas shinobi Tanah Merah ?” Isamu berdecak kesal karena tidak segera menyusul Ryu dan Reiko setelah pertemuannya dengan Raiden dan ayahnya.


Tetapi pada bagian menggunakan jutsu Tapak dan Tinju Mentari, Ryu meminta Reiko untuk tidak menceritakannya kepada siapapun ketika sebelum mereka sampai di gerbang akademi. Karena sebenarnya jutsu itu dilarang Master K digunakan olehnya jika benar- benar tidak terdesak.


Setelah Ryu dan Reiko selesai bercerita, giliran Isamu memperlihatkan cincin yang ada di jarinya, Ryu dan Reiko terkejut karena mengenali benda itu.


“Bukankah ini Cincin Ruang Merah ?” Ryu bertanya sambil memperhatikan cincin di jari Isamu.


“Darimana kakak Isamu mendapatkan ini ? Harga cincin ini cukup mahal di toko senjata yang menyediakan.” Ucap Reiko penasaran, karena dia tahu tidak semua toko senjata shinobi menjual cincin ruang merah. Sedangkan shinobi yang baru lulus dari akademi biasanya hanya membeli cincin ruang kuning yang merupakan cincin ruang tingkat 1 sebagai tempat bekal dan senjata mereka.


“Shinobi yang telah memakai cincin ruang merah biasanya telah memiliki senjata pusaka raja, bukan ?” Ryu menambahkan dan memandang Isamu dengan tatapan menyelidik.


“Ah... dan kabar baiknya lagi adalah... kalian berdua juga akan memiliki cincin ini.” Isamu segera mengalihkan pembicaraan, karena sebelumnya Raiden berpesan kepada Isamu agar merahasiakan Lidi Petir, senjata pusaka raja yang telah menjadi miliknya.


Isamu mengeluarkan 2 cincin yang sama dengan yang dia gunakan. Hal ini membuat kedua sahabatnya itu semakin keheranan, bagaimana cara Isamu mendapatkan 3 cincin ruang tingkat 3 sekaligus. Isamu tertawa melihat wajah Ryu dan Reiko karena tidak percaya bahwa cincin itu sekarang telah berada di tangan mereka masing- masing.


Akhirnya dia menjelaskan bagaimana bisa memperoleh ketiga cincin itu. Isamu menyampaikan permintaan maaf ayahnya karena tidak sempat untuk bertemu dengan keponakannya Reiko karena dia masih punya tugas yang lain. “Sebaiknya sekarang kita mengemas perbekalan kita ke cincin ini, kalian sudah pasti tahu cara menggunakannnya


“Reiko, kakek juga berpesan agar kamu menemuinya malam ini.” Ucap Isamu sambil berlalu kembali ke asrama mereka masing- masing.


_ _ _


Ketika malam telah tiba, Ryu telah menunggu master K di tempat yang telah dijanjikan.


Ssshhhppp....


Tiba- tiba master K telah berada di depan Ryu.


"Maafkan aku master Ken, aku telah....”


Belum selesai kalimat yang ingin disampaikan Ryu, Ken mengangkat tangan kanannya menandakan dia tidak perlu penjelasan Ryu. Ken menjelaskan bahwa dia percaya terhadap tindakan yang diambil Ryu.


Hanya saja Ken mengingatkan kembali agar lebih berhati- hati menggunakan jutsu tersebut, karena jutsu itu adalah salah satu jutsu rahasia tingkat tinggi dari gulungan kuno yaitu Gulungan Matahari yang puncak dari jutsu itu adalah salah satu jutsu terlarang.


Andai saja Gorgora masih berada di level R maka dapat Ken pastikan dia telah tewas terkena serangan Ryu, karena jutsu Tinju Mentari yang dikeluarkan Ryu ketika menyerang Gorgora berwarna Merah yang artinya dia telah


menguasai jutsu itu pada tahap 2.


Ken juga menjelaskan kepada Ryu bahwa saat ini hanya ada 5 orang yg bisa dan mampu mempelajari Gulungan Matahari karena berasal dari klan Naga, yaitu nenek Ao, tetua Raiden, walikota Lembah Suci,  dirinya dan Ryu. Dia juga diakui sebagai shinobi level S tahap akhir karena telah menguasai Gulungan Matahari sampai tingkat 2 sama dengan walikota Lembah Suci, sedangkan tetua Raiden telah menguasai sampai tahap 3.


“Baiklah, persiapkan dirimu untuk besok dan jangan sampai terlambat, jangan sampai kita tidak mendapatkan misi.” Ken menepuk pundak muridnya itu sambil tersenyum.


“Baik master.” Sambut Ryu.


Dalam perjalanan pulang ke asrama Ryu mengingat kembali tingkatan jutsu yang terdapat dalam Gulungan Matahari, jutsu pertama adalah Tapak dan Tinju Mentari, kedua adalah Tameng Surya, yang ketiga adalah Pedang Matahari, dan yang keempat adalah Aura Gerhana, sedangkan puncaknya adalah Matahari Perak yang merupakan jutsu terlarang karena memang sangat berbahaya bahkan untuk penggunannya. Bahkan sampai sekarang nenek Ao juga belum menguasainya.