
“Gunakanlah disaat benar- benar terdesak dan hati- hati.”
“Terimakasih kakek, aku tidak akan mengecewakanmu.”
***
Bukk... braass.. dukk...
Seseorang terjatuh dari lantai dua rumah makan yang dilewati oleh Ryu dan Reiko, suara jatuh itu terdengar setelah Ryu dengan sigap menarik tubuh Reiko dari tempat pria yang terjatuh itu. Dilihat dari topeng yang tergantung dipinggang pria itu, dia adalah shinobi level R anggota dari Komunitas Shinobi Bintang Terang, dia langsung bangun setelah terjatuh dan menatap ke lantai dua rumah makan itu. Disana terdapat kerusakan dinding serta terlihat seseorang menatapnya dengan senyuman yang merendahkan.
“Hahahahaha... ternyata hanya seperti ini kemampuan dari shinobi Bintang Terang, memalukan !” teriaknya lantang.
Orang yang sedang lalu lalang melihat pria diatas itu dengan tatapan benci, namun segera menundukkan kepala karena takut dianggap menantangnya. “Hei..! siapa kau ? mengapa membuat keributan di tempat ini ? seorang dari dua shinobi penjaga keamanan kota yang sedang berpatroli meneriaki pria itu.
“Bukan urusanmu ! segeralah enyah dari sini atau kau juga akan merasakan kemarahanku !” dia malah balas berteriak dengan lebih keras, situasi semakin memanas. Tanpa komando, dua shinobi penjaga keamanan kota itu meloncat ke lantai dua tempat pria itu untuk memberinya pelajaran karena telah meremehkan mereka.
Namun sebelum kedua shinobi itu mendarat di lantai dua, “Pukulan Amuk Gorilla” pria yang hendak diberi pelajaran terlebih dahulu memberi serangan, dia menghujamkan kedua tangannya ke depan dan muncullah dua tinju besar melesat menghantam dua tubuh shinobi penjaga kota. Bukk... bukk... mereka kembali terhempas ke bawah, mulut mereka mengalirkan darah segar.
“Sebaiknya kita menjauh dari sini kak Ryu.” Reiko menarik tangan Ryu yang terkepal kuat.
“Shinobi yang sangat angkuh, dia harus mendapat pelajaran.” Ryu menatap tajam pria itu.
“Lalu mengapa komunitas kalian menerima misi yang seharusnya menjadi misi kami ?” Gorgora melotot kepada Hideki.
“Jadi itukah alasanmu untuk membuat onar seperti ini ? salahkan sendiri komunitasmu itu, mengapa tidak menjaga kepercayaan dari mitra.” Ucap Hideki dengan geram. “Tapi itu hanyalah alasanku untuk datang kemari, sudah lama aku ingin mencoba kemampuan shinobi dari kota ini yang katanya kuat, tetapi rupanya sangat mengecewakan. Kota Lembah Suci..? Komunitas Bintang Terang..? ternyata hanya omong besar.” Nada suara Gorgora sangat merendahkan.
Emosi Hideki meluap dan langsung menyerang Gorgora, dia menarik pedang yang ada di punggungnya. Dia melempar dua kunai ke arah Gorgora sebelum datang menebas. Gorgora menepis satu kunai dengan pelindung lengan kirinya, dan menangkap kunai yang lain kemudian kembali melemparkan ke arah Hideki,Hideki menangkis dengan pedangnya.
“Tebasan Pembelah Badai” craasss... bangunan rumah makan itu semakin rusak, Gorgora telah menghindar sebelum tebasan itu tiba, dia melompat kebawah. “Mengapa malah menghindar, apa kau takut ?” ejek Hideki.
“Aku hanya memberimu 3 kali kesempatan menyerang sebelum aku menyerangmu, pergunakan dengan baik karena setelah itu aku akan menghabisimu.” Gorgora tertawa. Hideki kembali menyerangnya dari atas, “Tebasan Pembelah Badai” kali ini Hideki meningkatkan kecepatan dan kekuatan tebasannya.
Tapp..
Hideki sangat terkejut dan tidak percaya, tebasannya dengan mudah dihentikan oleh lawannya. Dia menghentikan tebasan itu dengan menjepit pedang Hideki di kedua telapak tangannya. “Tinggal satu serangan lagi.” Ucapnya Gorgora. Hideki menarik kembali pedangnya namun tidak berhasil, pedangnya dijepit sangat kuat. Gorgora memiringkan telapak tangannya, trangg... pedang hideki patah sehingga dia memilih melompat mundur. Hideki melihat ke sekelilingnya, dia berpikir untuk segera menyelesaikan pertarungan ini sebelum tempat itu menjadi semakin hancur karena pertarungan mereka berdua.
“Aku akan menggunakan jutsu terkuatku,terima ini” Hideki membentuk segel di tangannya. “Elang Cahaya Tahap 3.” Muncul elang raksasa berwarna biru di depan Hideki yang terbuat dari cakranya.
Gghhaaaaaa..... !!!
Elang raksasa itu melesat dengan kecepatan tinggi ke arah Gorgora.