The Lord of Shinobi

The Lord of Shinobi
Pepatah yang Aneh



Pagi ini adalah hari yang mendebarkan dan sekaligus sebagai hari yang ditunggu- tunggu oleh seluruh murid akademi tingkat 2. Karena pada pagi ini mereka semua akan berangkat menjalankan misi perdana bersama teman 1 tim dan guru pembimbing. Semua murid tingkat 2 telah berbaris rapi di aula akademi dan mendapatkan pengarahan dari ketua akademi, Raiden.


Setelah selesai pengarahan, mereka semua membubarkan diri dan buru- buru menyeret master masing- masing menuju gedung komunitas shinobi Bintang Terang, karena jika mereka tidak mendapatkan misi pagi itu maka mereka hanya akan berlatih seperti biasa selama sebulan bersama master di sekeliling akademi. Sekarang hanya ada 3 anak yang sedang berdiri di aula akademi seperti menunggu dan mencari seseorang.


Mereka adalah Ryu, Reiko, dan Isamu. Mereka sedang menunggu dan mencari- cari master mereka, Ken.


Ryu yang sangat bersemangat mulai tidak sabar. Dia mondar- mandir sambil menggerutu karena master meraka belum juga menampakkan diri.


“Apa yang harus kita lakukan ? bukankah master yang meminta kita supaya jangan ada yang terlambat, tetapi dia yang tidak terlihat sampai sekarang.” Isamu juga mulai tidak tenang.


“Menurutku sebaiknya salah satu dari kita menunggu di gerbang akademi saja, sementara yang lain mencari ke ruangannya atau tempat- tempat yang lain di akademi ini.” Reiko memberikan usul.


Mereka segera bergegas meninggalkan ruangan aula akademi, sesampainya di luar gedung aula mereka terkejut karena master Ken telah menunggu dengan tangan disilangkan di dadanya. Mereka segera menghampiri, Ryu ingin bertanya namun sebelum sepenggal kata keluar dari mulutnya, master K telah terlebih dahulu bertanya kepada mereka bertiga.


“Apa yang membuat kalian lama keluar dari gedung aula ini ? apa kalian belum siap untuk berangkat ?” malah master Ken yang memasang wajah kesal seolah- olah dia sudah lama menunggu mereka bertiga.


Isamu ingin menjelaskan bahwa merekalah yang telah lama menunggu master Ken, tetapi nasibnya sama dengan Ryu karena mulutnya terbuka tanpa sepatah kata keluar ketika master mereka mengangkat tangan kanannya yang berisi kartu misi dari komunitas Bintang Terang.


Ken terlambat datang ke aula menemui mereka karena dia terlebih dahulu pergi ke komunitas Bintang Terang untuk meminta misi bagi muridnya.


“Misi pertama bagi kalian adalah misi tingkat 4 yaitu misi Harimau, aku harap kalian tidak kecewa.” Ken tersenyum.


Mereka bertiga terlihat sangat senang, misi Harimau merupakan harapan mereka karena jika mendapatkan misi serigala bisa saja mereka hanya akan mengurus pencuri kampung atau mengawal pedagang kecil yang berarti misi mereka tidak akan punya tantangan.


“Misi kita adalah memberantas kelompok kecil perampok Kelabang Hitam yang sering membuat ulah di perbatasan kota Lembah Suci dengan kota kecil, kota Danau Pelangi. Nah misi telah master dapatkan tetapi mana perbekalan kalian ? jangan katakan kalian harus kembali lagi ke asrama untuk mengambilnya.” Tatapan master K mendadak dingin.


Mereka serentak mengangkat tangan dengan jari yang telah memakai cincin ruang merah. Master K merasa terkejut.


“Darimana.....” belum selesai Ken dengan kalimatnya.


“Hadiaahhh...” ucap mereka bertiga serentak kemudian tertawa.


Dalam hatinya Ken sangat senang melebihi kesenangan ketiga muridnya itu karena dia punya kesempatan untuk mendidik 3 anak yang sangat berbakat dan terlebih lagi satu orang diantaranya adalah Anak Terpilih. Namun dia tidak tahu bahwa di masa depan mereka semua akan menjadi legenda shinobi.


_ _ _


Tim Ken


Guru pembimbing : Ken Hidesato Nishi


Murid :


Ryu Zaki Higashi,


Reiko Kita Mizuchi,


Isamu Minami Mizuchi


Misi : Harimau ( Memusnahkan kelompok kecil perampok Kelabang Hitam ) 


Setelah selesai mengisi pendaftaran dan mereka juga belum berangkat, ketiga murid ini kembali menatap master mereka dengan heran, namun Ken tetap saja santai seperti biasa. Baru saja tim yang terakhir mendaftar juga telah berangkat meninggalkan gerbang kota Lembah Suci.


“Master, mengapa kita belum berangkat ? “ Reiko bertanya dengan sangat cepat sehingga Ryu dan Isamu menoleh kepadanya, namun mereka tahu alasan Reiko berbuat seperti itu.


Ken menjawab dengan santai, “ada pepatah mengatakan, sambil menyelam minum air;


ada pula, sekali kayuh dua - tiga pulau terlampaui.


Tim yang lain hanya menggunakan salah satu dari pepatah tersebut, namun kita akan menggabungkan keduanya.”


Isamu menggaruk kepalanya yang tidak gatal menanggapi kalimat yang baru saja di dengarnya.


“Maksud master ?” Reiko bertanya kembali.


“Sambil menyelam minum air dan dua – tiga pulau terlampaui.” Ken tersenyum kecil dan melipat kedua tangannya di dadanya.


“Sungguh pepatah yang aneh.” Ryu menggeleng pelan.


Ken tersenyum melihat serombongan pedagang besar mendekat ke arah gerbang kota Lembah Suci.