The Lord of Shinobi

The Lord of Shinobi
Lidi Petir



 


 


“Salah kamu sendiri ketika masih menjadi murid akademi ini, mengapa kamu tidak berlatih keras dan berbakat seperti Isamu, kamu malah bermalas- malasan hanya karena ayahmu adalah seorang master.” Raiden kembali menertawakan Shinji.


“Baiklah, aku menyerah, jangan ungkit masa laluku, itu membuatku sangat malu.” Shinji mengambil sesuatu dibalik jubahnya. “Aku punya hadiah ini untukmu Isamu.” Ucap Shinji dengan cepat untuk mengalihkan pembicaraan. Dia mengeluarkan kantong kain kecil dari jubahnya.


“Ini bukanlah hadiah yang spesial, maklumlah ayah tidak ada persiapan ketika menuju kemari.” Shinji mengeluarkan 3 cincin berwarna merah polos dari kantong kecil itu. Mata Isamu membulat ketika melihat benda itu, “Bukankah ini Cincin Ruang Merah ?” dia mengenal cincin itu karena para shinobi yang telah lulus akademi akan berusaha mendapatkan cincin sejenis itu di toko senjata walaupun harganya tidak murah. Cincin Ruang bermanfaat untuk menyimpan barang bekal atau senjata yang diperlukan oleh shinobi sehingga tidak merepotkan, dan cincin yang diterima oleh Isamu adalah Cincin Ruang Merah yaitu cincin ruang tingkat 2.


“Ini hadiah yang sangat bagus ayah, aku hampir saja membeli Cincin Ruang Kuning sebagai tempat bekalku.” Sambut Isamu dengan gembira. Dia tahu bahwa cincin ruang merah mempunyai kualitas dan kapasitas yang lebih baik dari cincin ruang kuning. “Aku dengar kau satu tim dengan adik sepupumu, Reiko. Jika tidak


keberatan hadiahkanlah satu cincin ini untuk dia dan juga teman satu tim kalian.” Ucap ayahnya. Isamu mengangguk setuju, tanpa diminta pun dia memang berniat untuk memberikannya kepada Reiko dan Ryu.


“Sekarang giliran kakek untuk menjelaskan ranting yang kalian sebut Lidi itu, dan mengapa benda itu menyengatku ?” Isamu ingin mendapatkan jawaban atas kebingungannya.


“Apa kau sudah tahu cara menggunakan cincin itu Isamu ?” tanya ayahnya.


Isamu kemudian mengenakan salah satu cincin itu ke jemarinya, dan mengarahkannya ke kedua cincin yang lain, syuutt... kedua cincin itu menghilang dari telapak tangannya. “Kau memang layak mendapatkannya, bahkan murid tingkat 3 masih kesulitan untuk menggunakannya.” Ucap Raiden.


Raiden menceritakan bahwa ketika dirinya sudah mencapai shinobi level S, dia pergi berpetualang untuk menambah pengalamannya ke sebuah pulau besar di antara lima pulau besar yang berada disebelah selatan kekaisaran Naga Emas. Dia sampai di pulau itu dengan menumpang diatas kapal pedagang. Penduduk di pulau itu sangat ramah dan suka menolong, mereka terlihat sangat saling menghargai satu sama lain.


Naas, pada hari ketika kapal yang ditumpangi Raiden merapat di sebuah pelabuhan, tidak berselang lama setelah itu desa nelayan di sekitar pelabuhan itu diserang oleh para perompak. Banyak barang yang dijarah dan beberapa penduduk dibunuh. Raiden yang melihat peristiwa itu tidak dapat berdiam diri, dia mencoba menolong para penduduk dengan melawan para perompak, dengan kekuatan dan kemampuan yang dimilikinya dia dapat menewaskan beberapa perompak dengan mudah dan menyelamatkan penduduk desa pada hari itu.


Melihat desanya telah diselamatkan, kepala desa beserta penduduk mengucapkan banyak terima kasih. Kepala desa mengundang Raiden untuk makan malam di rumahnya serta membujuknya untuk beberapa hari tetap tinggal di desa itu. Mereka khawatir perompak itu akan kembali dengan jumlah yang lebih banyak untuk balas dendam.


Benar saja, dua hari berikutnya para perompak itu datang kembali dengan jumlah yang lebih banyak dan pimpinan perompak itu ikut serta turun langsung untuk menyerang desa. Kali ini penduduk desa sudah lebih siap, anak- anak dan para wanita sudah terlebih dahulu diungsikan ketika kapal perompak itu sudah terlihat di laut. Pertempuran segera terjadi antara penduduk desa dengan para perompak, dari segi kekuatan perompak jauh lebih unggul dari pada penduduk desa, tetapi berkat strategi yang diusulkan oleh Raiden mereka membuat para perompak terkejut dan tidak menduga penduduk desa dapat mengimbangi kekuatan mereka.


Disaat para perompak sudah benar- benar terdesak, pemimpin mereka yang berhadapan dengan Raiden mengeluarkan senjata yang sangat tidak terduga, yaitu hanya sebatang ranting kering yang dapat mengeluarkan petir sehingga membuat keadaan menjadi terbalik. Raiden yang bertarung jarak dekat dengan pimpinan perompak


itu tidak menduga akan kekuatan ranting itu, dia terlempar jauh setelah terkena sengatan petir ranting itu. Para penduduk juga banyak yang menjadi korban.


Beruntung Raiden pada saat itu sudah menguasai tehnik gulungan petir tahap menengah sehingga dia tidak terluka parah. Dengan jutsu Petir Penghancur Gunung, tehnik gulungan petir tahap ketiga, Raiden dapat mengalahkan pimpinan perompak itu dan merampas senjata yang disebut sebagai Lidi Petir di daerah itu.


“Dan yang unik dari senjata Lidi Petir ini adalah kamu dapat menggunakannya jika kamu berhasil membunuh pemilik sebelumnya, atau pemilik sebelumnya mewariskannya kepadamu, karena jika tidak lidi ini hanyalah ranting biasa dan membutuhkan waktu 100 tahun agar senjata ini memilih tuan barunya.” Ucap Raiden menutup ceritanya tentang Lidi Petir.


“Dan sekarang aku mewariskannya kepadamu Isamu !”