
Ryu mengeluarkan belati kembarnya, walaupun 2 anak laki- laki itu adalah murid tingkat 3 di akademi Langit Biru, dia dapat mengimbangi serangan mereka. Setelah bertukar beberapa serangan mereka yang mengeroyok Ryu merasa tidak dapat menang melawannya, kedua anak itu mundur sejenak kemudian saling tatap seolah mereka merencanakan sesuatu.
Anak yang tadinya terkena tendangan Ryu kini telah bangun dan membersihkan darah dari hidung dan mulutnya, melihat kedua temannya kesulitan menghadapi Ryu dia berniat menyerang Reiko agar Ryu tidak berkutik melawan temannya dia mengeluarkan kunai dan langsung menyerang. Reiko siap akan hal itu dia terlebih dahulu mengencangkan lilitan rantai yang membelit lawan yang sebelumnya hingga pingsan.
Anak laki- laki itu menyerang Reiko sekuat tenaga tetapi dia terkejut karena serangannya mudah saja dihindari sehingga membuatnya mengerahkan seluruh kecepatannya. Karena Reiko semakin terdesak akhirnya dia mengeluarkan jutsu Cakar Naga, traangg.... kunai anak itu patah dan di melompat mundur.
“Tubuh Batu” dua anak yang menghadapi Ryu serentak mengeluarkan jutsu yang sama, jutsu itu adalah kemampuan yang wajib dikuasai murid akademi Langit Biru. Kulit mereka berubah menjadi batu yang keras, secara bersamaan mereka kembali menyerang, Ryu segera mengalirkan cakra ke belati kembarnya dan menyambut setiap serangan yang dilancarkan anak itu. Crass... crass... crass... belati kembar yang telah dialiri cakra itu hanya mampu menggores tubuh kedua anak itu.
Dipertarungan lain Reiko juga hanya mampu menggores Tubuh Batu anak yang dihadapinya dengan Cakar Naganya yang masih berwarna merah. Melihat usahanya tidak berhasil Reiko melompat mundur, Cakar Naga di tangannya menghilang. Lawannya yang melihat hal itu segera menyusulnya untuk memberi serangan karena dia berpikir lawannya telah kehabisan cakra, namun Reiko mengeluarkan jutsu Rantai Cakra untuk menyambut serangan anak itu.
Rantai itu dengan cepat melilit tetapi Reiko kesulitan menguatkan lilitannya karena anak yang dihadapinya sekarang sedang memakai jutsu Tubuh Batu sehingga memaksanya mengeluarkan cakra yang banyak untuk menahannya hingga tersungkur ke tanah. “Kita lihat siapa yang akan terlebih dahulu kehabisan cakra.” Ucap Reiko.
Buukk... buukk... Ryu yang sedikit lengah karena mengkhawatirkan Reiko mendapat dua pukulan sehingga dia mundur beberapa meter. “Kak Ryu... “ pekik Reiko yang melihat kejadian itu. “Konsentrasi Rei... tahan dia semampumu, aku akan mengalahkan mereka.” Ryu setengah berteriak.
“Mengalahkan kami dengan kondisimu yang telah kehabisan tenaga ?” salah satu anak itu tersenyum mengejeknya. “Keluarkan semua kemampuannmu, karena kami akan mematahkan tulang- tulangmu dan kondisimu akan lebih parah daripada anak yang tergeletak disana.” Mereka menertawakan Ryu.
itu sendiri hanya mampu dikuasai segelintir orang di kota Lembah Suci yang berasal dari klan Naga Baru yang merupakan turunan dari klan Naga Kuno.
‘Bocah seperti dia mana mungkin menguasai jutsu tingkat tinggi seperti itu, mungkin ini hanya tipuan saja, sebaiknya kita segera mengakhirinya. Serangg...” mereka berdua hendak menerjang Ryu. Duuaaarrr... bunyi ledakan terdengar setelah Ryu mengarahkan pukulannya kearah kedua lawannya, dua anak itu terlempar jauh ke
belakang. Kulit Tubuh Batu mereka terkelupas tidak sanggup menerima pukulan yang dikeluarkan Ryu.
Mereka berdua mengerang kesakitan dan akhirnya kehilangan kesadarannya. Ryu menatap kearah Reiko, teman mereka yang berada dalam lilitan Rantai Cakra mengembalikan tubuhnya ke keadaan sebelumnya, karena berpikir tidak akan mampu melawan Ryu dan Reiko lagi seorang diri, dia meminta ampun. Temannya yang sedari tadi telah
pingsan karena lilitan Rantai Cakra Reiko mulai sadar dan terkejut melihat keadaan di sekelilingnya, dia tidak percaya mereka telah kalah terlebih lagi dua orang kawannya sangat babak belur.
“Bawa kedua kawanmu dan pergi dari sini ! bentak Ryu. Dua anak itu segera buru- buru memapah kedua temannya yang telah pingsan dan pergi.