The Lord of Shinobi

The Lord of Shinobi
Jorogumo vs Neo



“Baiklah karena kau sudah tahu siapa aku, maka akan aku tunjukkan wujud asliku”, ucap anak itu dan kembali tersenyum mengerikan.


Tiba-tiba tubuhnya membengkak, bertambah besar dan tiba-tiba meledak. Muncullah laba laba raksasa dengan tinggi 3 meter.


“Ternyata inilah makhluk Jorogumo itu, siluman laba laba yang jika sudah cukup tua akan mempunyai kemampuan untuk menyamar menyerupai wujud manusia.” Ungkap salah satu shinobi, mereka secara tidak sadar menarik pedang bersamaan.


“Beri ruang lebih luas, kita akan menonton sejenak!” perintah Ken. Para shinobi mengangguk dan melompat mundur.


“Sombong sekali kau manusia, akan kupotong-potong tubuhmu”, ucap monster itu dengan suara berat sambil melangkah maju.


“Bukan aku yang menjadi lawanmu, tapi dia”, Ken mengarahkan jari telunjuk tangan kirinya ke depan. Cincin berwarna merah yang dipakainya tiba-tiba mengeluarkan cahaya merah disertai munculnya sesosok monster berbentuk tubuh monyet raksasa, dengan kepala harimau dan ekornya adalah ular dengan racun yang sangat


mematikan.


Para shinobi yang menonton dengan serentak mengucapkan kata Neo. “Kau memanggilku tuan Ken” ucapnya sesopan mungkin, tetapi tetap saja membuat lutut shinobi anggota tim Ken lemas.


Jorogumo juga terkejut, ia tidak menduga bahwa Ken telah mencapai shinobi level R, bahkan mungkin level S, karena rekan monsternya adalah Neo yang kekuatannya jauh diatasnya.


“Saat ini aku sedang malas bertarung, perutku sedikit mulas karena sarapan pedas tadi pagi”, ucap Ken. Dia terlihat hanya membuat-buat alasan sambil memegang perutnya.


“Beri aku waktu 2 menit untuk membereskan serangga ini tuan”, ucap Neo.


Jorogumo menyadari bahwa ia tidak akan mampu menang melawan Neo, bahkan jika melarikan diri sekalipun Neo tidak akan membiarkannya. Ia memutuskan untuk terlebih dahulu menyerang dengan mengayunkan 2 kaki depannya untuk menebas kearah Neo yang masih membelakanginya.


“Dasar makhluk lemah yang bodoh, coba menyerangku dari belakang? Apa kau lupa? ekorku adalah ular yang punya kepala dan mata”


Tapi bagi Neo, jangankan terluka sedikitpun kulitnya tidak tergores. Melihat hal itu Jorogumo segera melompat mendekat dan memberikan gigitan beracun ke lengan Neo, kemudian mundur kembali sambil tersenyum licik.


“Apa kau serius ingin membunuhku dengan racunmu itu?” ucap Neo dengan raut wajah keheranan. “Inilah yang namanya racun.” Tiba-tiba ekornya yang berbentuk ular menyemburkan bisanya tepat kearah wajah Jorogumo.


Seketika makhluk laba laba raksasa itu mengerang kesakitan dan sebagian wajahnya mulai hancur meleleh.


“Seperti janjiku, 2 menit !” ucap Neo sambil mencabut golok melengkung raksasa dari punggungnya. Dengan sekali tebasan, Jorogumo berusia 500 tahun itu terbelah menjadi dua bagian, tepat setelah Neo mengembalikan golok raksasa itu ke punggungnya.


Ken tersenyum puas dengan 2 menitnya Neo, sementara para shinobi di belakangnya melotot tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Neo segera kembali ke mustika cincin di jari telunjuk Ken.


Tetapi mereka tidak sadar, sepasang anak laba laba yang telah berusia 100 tahun menatap mereka dengan penuh dendam dari balik pohon yang rindang.


“Tunggu pembalasan kami” ucap mereka dengan geram.


***


Setibanya Ken di akademi. Ryu, Reiko, dan Isamu segera menghampiri master Ken dan bertanya tentang hasil penyelidikan. Mereka berpapasan ketika hendak kembali ke asrama akademi setelah melihat keadaan Eiji.


Para murid unggulan tingkat 2 dan 3 memang dianjurkan untuk tinggal di asrama untuk memantapkan pengembangan kemampuan mereka.


“Master K, apa yang terjadi? Mengapa dua orang senior penjaga keamanan akademi terluka?” ucap Ryu.