
Ken meminta yang lain untuk berhenti, sementara dia memeriksa keadaan di depan. Setelah selesai memeriksa, dia segera memberi tanda agar yang lainnya mendekat. Ternyata para korban adalah rombongan pedagang Shigeru Kumuro.
Yang membuat Ken heran adalah sepertinya para korban bukan hanya rombongan Shigeru Kumuro, melainkan seluruh anggota perampok Kelabang Hitam, termasuk ketuanya. Ketua perampok itu tewas dengan cara mengenaskan, badannya terbelah menjadi dua.
“Ketua perampok Kelabang Hitam telah tewas !” Morio terkejut tidak percaya melihatnya.
Menurut informasi yang dia dapat bahwa ketua perampok itu adalah seorang shinobi dengan level S tahap awal. Maka tidak mungkin dia kalah dari 3 shinobi yang mengawal Shigeru, karena kemampuan ketiga shinobi itu selevel dengannya. Sedangkan ketua perampok ini juga memiliki 20 orang anggota dan 2 diantaranya adalah shinobi level R, sedangkan yang lain berada pada level Q dan A.
Semua anggota rombongan dan anggota perampok telah tewas, tetapi barang dagangan serta perhiasan yang dibawa Shigeru tidak ada yang hilang, mereka semua menjadi heran. Ken mencoba memperhatikan lebih teliti luka yang diterima setiap korban.
“Bandit Gua Setan.” Ken menyadari sesuatu setelah memperhatikan luka- luka itu.
Luka yang diterima para korban itu adalah bekas golok besar yang menjadi ciri khas senjata kelompok Bandit Gua Setan. Ken meminta ketiga muridnya untuk lebih dekat dengannya karena situasi saat itu sudah lebih berbahaya dari pada tingkat misi yang mereka terima.
Kelompok Bandit Gua Setan adalah sekelompok shinobi yang suka membuat kekacauan dan juga mau menjadi pembunuh bayaran. Kelompok ini dipimpin oleh sepasang shinobi, mereka dikenal dengan Sepasang Setan Merah.
Sepasang Setan Merah adalah 2 shinobi dengan kemampuan level S tahap akhir. Menghabisi kelompok perampok Kelabang Hitam dan rombongan dagang Shigeru yang hanya dikawal oleh tiga shinobi level R bukanlah hal yang sulit bagi mereka.
“Kita harus segera meninggalkan tempat ini, tidak ada waktu untuk mengurus mayat mereka !” Ken menatap serius ke arah tuan Satoshi.
“Setidaknya kita membawa mayat rombongan tuan Shigeru, master !” Ryu mencoba memberi usul, karena dia berpikir rombongan itu bukanlah penjahat seperti kelompok perampok Kelabang Hitam. Reiko dan Isamu berjalan mendekati Ryu untuk menyatakan bahwa mereka juga sependapat dengannya.
Ken hanya menggelengkan kepalanya ke arah mereka tanpa berkata. Dia tahu rasa simpati muridnya, tetapi untuk saat ini keselamatan mereka adalah prioritas utama Ken. Menghadapi Sepasang Setan Merah sudah merupakan tingkatan misi Badai.
Para rombongan terburu- buru untuk segera meninggalkan tempat itu, tetapi di depan mereka tiba- tiba muncul 10 orang berpakaian serba hitam dengan golok besar di tangannya. 2 shinobi level A yang menjadi pengawal tuan Satoshi secara reflek mundur.
“Hahahaha.... sudah terlambat untuk kabur !”
Terdengar suara tawa dan peringatan dari belakang rombongan mereka. Dua orang yang mengenakan pakaian warna merah muncul, mereka adalah Sepasang Setan Merah ketua kelompok Bandit Gua Setan. Morio dan Shigeo yang berada di belakang rombongan segera menngeluarkan senjata dan siap bertarung.
“Apakah kita akan menghabisi rombongan pedagang ini juga, Jantan Merah ?” Wanita yang berpakaian merah itu bertanya kepada pria disampingnya.
“Betina Merah, kita tidak perlu membuang energi untuk itu. Tetapi jika mereka menghalangi misi kita, maka mereka akan bernasib sama dengan mayat- mayat ini.” Pria yang dipanggil Jantan Merah itu menanggapi wanitanya.
“Apa yang mereka inginkan master ? Ryu bertanya pelan kepada Ken yang ada disampingnya.
“Semoga bukan kita yang di inginkan mereka, karena aku punya firasat buruk tentang ini. Dan aku benci karena firasatku selalu benar.”
Ken berjalan ke belakang rombongan dan melewati kereta kuda tuan Satoshi. Ketika melewatinya, Ken berbicara pelan kepada tuan Satoshi jika para bandit mengincar dirinya maka tuan Satoshi harus membawa muridnya bersamanya ke kota Danau Pelangi.
“Apa yang kalian inginkan ?” Ken bertanya lantang namun tetap tenang.
Jantan Merah tersenyum sinis memandang Ken yang sedang bertanya kepadanya. Dia kini sedang berhadapan dengan shinobi yang dijuluki Harimau Barat yang telah membunuh adiknya, ketua bandit gunung di sebelah barat.
“Aku menginginkan kematianmu !” jawabnya singkat.
JANGAN LUPA LIKE SETELAH DIBACA YA...
KUY, BANTU REKOMENDASIKAN NOVELNYA KE TEMAN...