
Di hari yang cerah dengan cuaca yang sejuk dan angin yang berhembus lembut, tiga anak yang bersahabat itu pergi menyusuri jalan setapak menuju sungai kecil dengan air yang begitu jernih.
Setelah lima belas menit berlalu akhirnya mereka tiba di tepi sungai. Tempat dimana setiap hari libur mereka
biasanya menghabiskan waktu untuk bermain atau berlatih kemampuan yang diterima dari akademi.
Mereka adalah tiga anak yang merupakan murid terbaik tingkat 2 di Akademi Shinobi Cahaya. Sebuah akademi yang terdapat di Kota Lembah Suci dan mempunyai 3 tingkatan kelas berdasarkan kemampuan setiap muridnya.
Ryu adalah murid terbaik ketiga ditingkat 2, seluruh murid di tingkat 2 berjumlah seratus orang, begitu juga ditingkat I dan 3, masing-masing tingkat mempunyai jumlah murid yang sama. Sehingga jumlah murid di Akademi berjumlah tiga ratus orang. Mereka adalah anak-anak terbaik yang telah diseleksi dengan ketat dari seluruh wilayah Kota Lembah Suci.
“Akhirnyaaa......”
Ryu merebahkan tubuhnya sambil menghembuskan nafas panjang diatas hamparan rumput seluas kurang lebih dua puluh meter persegi di tepi sungai tersebut.
Reiko hanya tersenyum manis melihat tingkah Ryu. Reiko adalah satu-satunya anak perempuan dari tiga bersahabat tersebut dan pastinya dia selalu bertingkah anggun bahkan dalam kondisi seperti sekarang ini.Walaupun demikian Reiko adalah murid terbaik kedua di tingkat 2.
Sedangkan orang ketiga dari mereka adalah Isamu yang merupakan murid yang menduduki peringkat pertama di tingkat 2 dan juga masih termasuk sepupu dari Reiko.
Isamu yang baru tiba langsung menuju sungai untuk membasuh wajahnya, dia dengan mudah melompat sejauh tiga meter dengan sekali lompatan dan mendarat kokoh di sebuah batu besar .
Namun ketika hendak menyentuh air Isamu terkejut dengan warna air yang berada di bawahnya. Air sungai yang biasanya jernih sehingga dapat melihat dasar sungai dengan baik, saat ini berwarna agak kemerahan dan yang lebih mengagetkan baginya, tercium tipis aroma amis darah dari aliran sungai itu.
Bagi mereka bertiga, situasi sekarang tidaklah terlalu menakutkan. Mengingat mereka adalah tiga murid terbaik tingkat 2 di Akademi Shinobi Cahaya.
Akademi Shinobi Suci adalah akademi yang memfokuskan kemampuan bertarung setiap muridnya. Untuk itu mereka telah dibekali kemampuan bertarung yang tidak bisa diremehkan begitu saja. Secara pertarungan individu mereka bertiga dapat mengalahkan murid tingkat 3 pada peringkat 80 - I00.
Mendengar seruan Isamu, mereka berdua segera mendekati sungai untuk melihat apa yang terjadi.
“Apa yang terjadi Isamu?” Reiko bertanya sambil mengernyitkan dahinya.
Ryu yang tidak bertanya segera mengarahkan telunjuknya ke arah sungai seolah memberikan jawaban atas pertanyaan Reiko. Isamu yang ditanya malah tidak menjawab namun dia mengarahkan pendengarannya ke hulu sungai sambil menyipitkan mata melihat jauh kedepan. Dan dengan sigap tangan kirinya telah menyentuh pedang pendek berantai yang selalu terselip di pinggangnya. Dia merasa mendapatkan firasat buruk akan hal ini.
Sesaat kemudian mereka bertiga saling menatap penuh arti satu sama lain sebelum saling mengangguk kecil. Tanpa komando mereka mulai melompat-lompat kecil dengan penuh waspada ke arah hulu sungai.
Ryu mengambil posisi paling depan dan disusul oleh Reiko sedangkan Isamu berada diposisi paling belakang dengan kedua tangannya menyentuh dua gagang pisau kecil di samping kedua pahanya. Isamu adalah petarung jarak jauh yang unggul.
Beberapa saat kemudian, Ryu menghentikan lompatannya dan memberi isyarat agar lebih waspada lagi, karena
dalam pandangan, sejauh seratus meter di depan dia melihat beberapa tubuh tergeletak di pinggir sungai dengan kunai menancap ditubuh tersebut.