The Five

The Five
9



" tunggu! Ada satu hal lagi yang ingin kutanyakan padamu"


Akupun menghentikan langkahku tanpa sedikitpun menoleh kepadanya


" apa Chrysan adalah kekasihmu?"


" tidak, dan itu bukan urusanmu"


…………


Aku diam tak bergeming mengetahui bahwa Jeon adalah seorang pengidap


penyakit CIPA, saat dikoridor kampus aku mengobati lengannya yang terluka, dan


luka itu cukup dalam dan respon yang kudapat hanyalah ucapan rasa sakit.


Beberapa orang yang mengalami luka sepertinya pasti akan menahan rasa sakit dn


akan memunculkan ekspresi itu sendiri tapi, berbeda dengan dirinya disitulah


aku mulai curiga padanya. Aku akan terus membantumu Jeon, walaupun kau


membenciku aku akan tetap membantumu dan perasaanku terhadapmu akan tetap sama.


Aku hanya ingin menyukaimu dalam diam, dan itu sudah cukup bagiku.


…………..


Dibawah Chrysan ternyata tengah membereskan barang-barangku untuk besok pagi,


dan yang lain asik menonton tv. Akupun mendatangi mereka.


" apa kau tadi membentak Clarissa?" tanya Lucas


" iya" jawabku singkat


" kau terus saja membentaknya" komentar Youngboun


" entahlah, aku selalu kesal melihat dirinya" balasku duduk dengan


malas disofa


" hati-hati Jeon, jika kau terlalu membhenci seseorang kau akan terus


didekatkan dan bhisa jhadhi kau malah jhatuh cinta pada Clarissa" lanjut


Bimo


" jatuh cinta? Aku bahkan sudah lupa tentang hal itu, rasanya tidak


mungkin aku akan merasakannya lagi, apalagi pada seorang seperti Clarissa"


" kita lihat saja nanti" celetuk Steve


Aku mengabaikannya begitu saja. Cinta? Terakhir kali aku merasakannya tepat


3 tahun yan lalu dan berakhir menyedihkan dan rasa itu sukses membuatku menjadi


orang bodoh, aku rela melakukan apapun demi kekasihku yang sebenarnya hanya


memanfaatkan diriku dan bisa-bisanya aku merasa sangat kehilangan saat kematian


dirinya. Aku tidak akan mungkin merasakannya lagi, aku tidak akan merasakan


sesuatu yang akan membuatku bodoh untuk kedua kalinya. Tidak, dan tidak akan


lagi.


………….


" hari ini kita akan berangkat ke New York, kalian ingat apa


yang ahrus dilakukan bukan?" ucapku mengawali hari penjemputan ini. Awal


dari pembalasanku.


" tentu"


" Chrysan, aku harap kau bisa menjaga dirimu selama aku pergi,


nanti aku pasti akan menjemputmu" ujarku memeluknya


" tentu aku akan menjaga diriku, aku akan terus memantau


kalian, jangan lepas jam tangan kalian apapun yang terjadi itu adalah


satu-satunya cara agar aku bisa memastikan kalian tetap aman" balas


Chrysan


" baik, kami pergi" kataku masuk kedalam van hitam yang


akan membawa kami ke bandara.


Berat rasanya meninggalkan Chrysan sendirian karena aku takut jika


Rex benar-benar mengincarnya selagi aku berada dimarkas, aku menganggapnya


seperti adikku sendiri. Jika nanti waktu sudah memihak kepadaku aku akan pergi


dan mengeluarkanmu dari masalah ini Chysan aku janji itu.


………….


New York…


segera memasuk gedung tersebut. Akupun mulai mengamati sekitarku. "


selamat datang di markas pembuatan robot canggih" ucap Jeon. Akupun


berjalan perlahan dan juga ragu tapi, juga penasaran. Dilantai tiga, aku


melihat ada banyak alat dan juga beberapa orang yang tengah terbaring dibawah


alat yang seperti CT scan, yang terus bergerak kekanan dan kekeiri tanpa henti.


" itu adalah tempat perbaikan robot. Robot-robot yang rusak


akan dibawa keruangan itu untuk discan bagian mana yang rusak dan segera


diperbaiki. Kebanyakan yang diperbaiki disini adalah robot pekerja beberapa


diantaranya adalah robot android milik konsumen kami" jelas Jeon.


Aku terus mengamati beberapa tempat dan jalan keluar yang


memungkinkan diriku untuk kaur dari sini jika saat masa kudeta datang. Hampir


saja aku terkecoh dengan tampilan mereka yang benar-benar mirip sekali dengan


manusia. Lalu kami menaiki lift menuju lantai 4, disana aku juga melihat


beberapa orang tengah terbaring tengkurap dan ada semacam alat seperti kaki


laba-laba memainkan kepala belakang mereka.


" ini adalah tempat pembuatan robot dan manusia robot"


Ucap Jeon


" manusia robot?" tanyaku


" sepertinya kau tidak perlu banyak bertanya, karena kau sudah


terlalu banyak tahu" bisiknya ditelingaku


" iya, mereka adalah manusia robot sepertiku. Awalnya, aku


sama seperti kalian lalu bossku mengganti beberapa hal yang aku tidak ketahui


dan jadilah diriku yang sekarang. Apa masih belum jelas nona Clarissa?"


jelasnya


" ya, aku sudah paham. Maaf sudah bertanya"


Yang lainnya tidak ada yang bertanya, akupun segera mengurungkan


beberapa pertanyaanku yang lainnya. Jadi, mereka semua yang ada disini diculik?


Tidak mungkin semua dari mereka bersuka rela memberikan hidupnya untuk diubah


menjadi robot yang harus patuh pada perintah majikannya. Dan apakah mereka tahu


masa lalu mereka sebelum menjadi robot seperti Jeon? Atau beberapa dari mereka


mungkin saja dengan sengaja dibuat amnesia. Tega sekali Rex berbuat seperti ini


pada orang lain.


Lalu setelah itu kami turun kelantai 3, disana ada suatu ruangan


yang didalamnya terdapat banyak tabung yang berisikan para robot dan ada


beberapa selang yang terhubung dengan mereka.


" disini adalah tempat para robot pekerja beristirahat setelah


mereka sudah tidak dipakai lagi, mereka akan chass dan dipulihkan kembali.


Sementara manusia robot nasib mereka bergantung pada keputusan Mr.Rex, aku


tidak tahu mereka akan diapakan atau mungkin mereka mendapat temapt istirahat


mereka sendiri, tapi, tempat istirahatku dikhususkan karena aku adalah manusia


robot pertama yang dibuat olehnya." Jelas Jeon


' atau mungkin mereka tidak beristirahat namun, disiksa' pikiranku


mulai mengarah pada arah yang negative karena tidak mungkin Rex tidak melakukan


penyiksaan, dan aku yakin Jeon pernah merasakannya namun, ia tidak ingin


menceritakannya.


" lalu kami tidur dimana Jeon?" tanya Steve


" kamar kalian ada diruangan yang berada dipojok sana, baiklah


aku harus kembali kekamarku dulu. Besok pagi kita akan bertemu Mr.Rex"


ucapnya lalu meninggalkan kami


' kasihan sekali dirimu Jeon, mungkin kau dulu bahagia tidak


seperti sekarang' batinku


…….