
" tunggu! Ada satu hal lagi yang ingin kutanyakan padamu"
Akupun menghentikan langkahku tanpa sedikitpun menoleh kepadanya
" apa Chrysan adalah kekasihmu?"
" tidak, dan itu bukan urusanmu"
…………
Aku diam tak bergeming mengetahui bahwa Jeon adalah seorang pengidap
penyakit CIPA, saat dikoridor kampus aku mengobati lengannya yang terluka, dan
luka itu cukup dalam dan respon yang kudapat hanyalah ucapan rasa sakit.
Beberapa orang yang mengalami luka sepertinya pasti akan menahan rasa sakit dn
akan memunculkan ekspresi itu sendiri tapi, berbeda dengan dirinya disitulah
aku mulai curiga padanya. Aku akan terus membantumu Jeon, walaupun kau
membenciku aku akan tetap membantumu dan perasaanku terhadapmu akan tetap sama.
Aku hanya ingin menyukaimu dalam diam, dan itu sudah cukup bagiku.
…………..
Dibawah Chrysan ternyata tengah membereskan barang-barangku untuk besok pagi,
dan yang lain asik menonton tv. Akupun mendatangi mereka.
" apa kau tadi membentak Clarissa?" tanya Lucas
" iya" jawabku singkat
" kau terus saja membentaknya" komentar Youngboun
" entahlah, aku selalu kesal melihat dirinya" balasku duduk dengan
malas disofa
" hati-hati Jeon, jika kau terlalu membhenci seseorang kau akan terus
didekatkan dan bhisa jhadhi kau malah jhatuh cinta pada Clarissa" lanjut
Bimo
" jatuh cinta? Aku bahkan sudah lupa tentang hal itu, rasanya tidak
mungkin aku akan merasakannya lagi, apalagi pada seorang seperti Clarissa"
" kita lihat saja nanti" celetuk Steve
Aku mengabaikannya begitu saja. Cinta? Terakhir kali aku merasakannya tepat
3 tahun yan lalu dan berakhir menyedihkan dan rasa itu sukses membuatku menjadi
orang bodoh, aku rela melakukan apapun demi kekasihku yang sebenarnya hanya
memanfaatkan diriku dan bisa-bisanya aku merasa sangat kehilangan saat kematian
dirinya. Aku tidak akan mungkin merasakannya lagi, aku tidak akan merasakan
sesuatu yang akan membuatku bodoh untuk kedua kalinya. Tidak, dan tidak akan
lagi.
………….
" hari ini kita akan berangkat ke New York, kalian ingat apa
yang ahrus dilakukan bukan?" ucapku mengawali hari penjemputan ini. Awal
dari pembalasanku.
" tentu"
" Chrysan, aku harap kau bisa menjaga dirimu selama aku pergi,
nanti aku pasti akan menjemputmu" ujarku memeluknya
" tentu aku akan menjaga diriku, aku akan terus memantau
kalian, jangan lepas jam tangan kalian apapun yang terjadi itu adalah
satu-satunya cara agar aku bisa memastikan kalian tetap aman" balas
Chrysan
" baik, kami pergi" kataku masuk kedalam van hitam yang
akan membawa kami ke bandara.
Berat rasanya meninggalkan Chrysan sendirian karena aku takut jika
Rex benar-benar mengincarnya selagi aku berada dimarkas, aku menganggapnya
seperti adikku sendiri. Jika nanti waktu sudah memihak kepadaku aku akan pergi
dan mengeluarkanmu dari masalah ini Chysan aku janji itu.
………….
New York…
segera memasuk gedung tersebut. Akupun mulai mengamati sekitarku. "
selamat datang di markas pembuatan robot canggih" ucap Jeon. Akupun
berjalan perlahan dan juga ragu tapi, juga penasaran. Dilantai tiga, aku
melihat ada banyak alat dan juga beberapa orang yang tengah terbaring dibawah
alat yang seperti CT scan, yang terus bergerak kekanan dan kekeiri tanpa henti.
" itu adalah tempat perbaikan robot. Robot-robot yang rusak
akan dibawa keruangan itu untuk discan bagian mana yang rusak dan segera
diperbaiki. Kebanyakan yang diperbaiki disini adalah robot pekerja beberapa
diantaranya adalah robot android milik konsumen kami" jelas Jeon.
Aku terus mengamati beberapa tempat dan jalan keluar yang
memungkinkan diriku untuk kaur dari sini jika saat masa kudeta datang. Hampir
saja aku terkecoh dengan tampilan mereka yang benar-benar mirip sekali dengan
manusia. Lalu kami menaiki lift menuju lantai 4, disana aku juga melihat
beberapa orang tengah terbaring tengkurap dan ada semacam alat seperti kaki
laba-laba memainkan kepala belakang mereka.
" ini adalah tempat pembuatan robot dan manusia robot"
Ucap Jeon
" manusia robot?" tanyaku
" sepertinya kau tidak perlu banyak bertanya, karena kau sudah
terlalu banyak tahu" bisiknya ditelingaku
" iya, mereka adalah manusia robot sepertiku. Awalnya, aku
sama seperti kalian lalu bossku mengganti beberapa hal yang aku tidak ketahui
dan jadilah diriku yang sekarang. Apa masih belum jelas nona Clarissa?"
jelasnya
" ya, aku sudah paham. Maaf sudah bertanya"
Yang lainnya tidak ada yang bertanya, akupun segera mengurungkan
beberapa pertanyaanku yang lainnya. Jadi, mereka semua yang ada disini diculik?
Tidak mungkin semua dari mereka bersuka rela memberikan hidupnya untuk diubah
menjadi robot yang harus patuh pada perintah majikannya. Dan apakah mereka tahu
masa lalu mereka sebelum menjadi robot seperti Jeon? Atau beberapa dari mereka
mungkin saja dengan sengaja dibuat amnesia. Tega sekali Rex berbuat seperti ini
pada orang lain.
Lalu setelah itu kami turun kelantai 3, disana ada suatu ruangan
yang didalamnya terdapat banyak tabung yang berisikan para robot dan ada
beberapa selang yang terhubung dengan mereka.
" disini adalah tempat para robot pekerja beristirahat setelah
mereka sudah tidak dipakai lagi, mereka akan chass dan dipulihkan kembali.
Sementara manusia robot nasib mereka bergantung pada keputusan Mr.Rex, aku
tidak tahu mereka akan diapakan atau mungkin mereka mendapat temapt istirahat
mereka sendiri, tapi, tempat istirahatku dikhususkan karena aku adalah manusia
robot pertama yang dibuat olehnya." Jelas Jeon
' atau mungkin mereka tidak beristirahat namun, disiksa' pikiranku
mulai mengarah pada arah yang negative karena tidak mungkin Rex tidak melakukan
penyiksaan, dan aku yakin Jeon pernah merasakannya namun, ia tidak ingin
menceritakannya.
" lalu kami tidur dimana Jeon?" tanya Steve
" kamar kalian ada diruangan yang berada dipojok sana, baiklah
aku harus kembali kekamarku dulu. Besok pagi kita akan bertemu Mr.Rex"
ucapnya lalu meninggalkan kami
' kasihan sekali dirimu Jeon, mungkin kau dulu bahagia tidak
seperti sekarang' batinku
…….