The Five

The Five
27



" Logikanya begini Jeon, jika kemungkinan pertama yang kita


ambil akan ada banyak factor yang menghalangi kemungkinan pertama terjadi,


karena Clarissa bukanlah warga Negara ini dan juga ia tidak akan membuat


masalah dengan orang lain. Dan jika kita mengambil kemungkinan kedua ada


beberapa factor pendukung, anak buah Rex mungkin sudah kau tangkap  tapi, mungkin salah satunya melarikan diri


saat ia sudah lepas dari pengawasan mu dan Jino dan lagi taktik itulah yang


dipakai Rex saat menjebakmu. Lebih baik kita meyakini kemungkinan kedua, kita


ambil langkah antisipasi yang lebih besar" jelas Lucas dengan sangat rinci


" Woahhh…. Daebak Lucas!! Aku tidak tahu kau begitu


pintar!" ujar Youngboun


" Kau saja yang terlau bodoh!" balas Lucas


" Lucas benar Jeon, kita sebaiknya mengambil langkah


antisipasi yang lebih besar dalam hal ini, kita tidak bisa menyepelekan masalah


ini walaupun akhirnya pria itu hanyalah stalkr atau bahkan penggemar


Clarissa" tambah Steve


" Baiklah, aku akan merencanakan hal ini kembali dengan Jino.


Kalian beristirahatlah, terimakasih telah membantuku hari ini" ujar Jeon


" Jeon!! Aku menemukan kejanggalan!" teriak Bimo dari


ruangannya


Kami semua pun langsung menuju ruangannya untuk melihat apa yang


Bimo temukan sebagai petunjuk kejanggalan yang terjadi.


" Apa yang kau temukan?" tanya Jino


" Lihat ini, 2 minggu yang lalu ia muncul di belakang rumah


kita. Namun, setelah itu ia tidak pernah terlihat lagi. Apa mungkin ia


menghindari cctv?" jawab Bimo


" Tebakan yang bagus Bimo! 2 kemungkinan lagi, pertama ia


memang kesana pada hari itu saja atau kemungkinan kedua ia sengaja menghindari


cctv dalam aksinya" Jelas Lucas


" Pria itu semakin lancang saja! " umpat Jeon.


" Kurasa lebih baik malam ini ada yang berjaga" saran


Steve


" Ya, aku setuju!" tambah Youngboun


" Malam ini Bimo, kau pantau cctv. Steve berjagalah diruang


tengah dan Lucas berjagalah di dapur, aku akan bersama Clarissa dikamarnya,


Youngboun juga akan menjaga Ivy"


" Huaaaaa…. Tolong aku!! Jiwa single ku kembali


meronta-ronta!!" ujar Bimo


" Makanya cepat cari kekasih!" sindir Youngboun.


 …………


Berani sekali pria itu mengintai rumahku dengan menghindari cctv,


awas saja jika aku menangkapnya akan kupastikan ia mendapat hukuman berat,


malam ini aku akan berjaga di kamar Clarissa dan Lavender. Aku tidak akan


mmbiarkan sesuatu terjadi pada mereka berdua.


" Jeon,"


" Ada apa Clarissa? Kau takut?"


" Iya, tapi selama kau bersamaku aku yakin aku akan baik-baik


saja"


" Sekarang kau tidur ya, aku akan menjagamu"


" Baiklah, berhati-hatilah Jeon"


" Iya sayang.." ucapku mengecup keningnya lembut


Jika pria itu nekat melakukan hal berbahaya di sekitar rumahku akan


kupastika ia mati sebelum ia sempat melakukannya. Ia tidak tahu berurusan


dengan siapa sekarang. Jam terus berjalan setiap detiknya namun, belum terjadi


apa-apa. Aneh sekali ini sungguh aneh. Seharusnya pria itu sudah berulah saat


ini sama seperti ia menunjukkan dirinya di kamera cctv.


' Bimo, target sudah terlihat?'


' belum Jeon'


' yang lain apakah mendapat kejanggalan?'


' tidak, belum ada kejanggalan hingga saat ini'


' baiklah, tetap berjaga teman-teman'


3 jam kemudian……..


' aku menemukan kejanggalan' seru Bimo


' apa yang kau dapatkan?' tanyaku


' tadi aku sempat menzoom kamera cctv dan aku mendapatkan ada


laptop'


' apa kau yakin?' tanyaku lagi


' aku yakin sekali'


' kemungkinan ia mencoba meng hack system rumah ini, matikan semua


hp kalian teman-teman copot sim card kalian. Jangan sampai salah satu dari kita


di sadap.' Ujar Jino


' Jino, Bimo dan Steve aktifkan kekebalan server rumah kita, aku


tidak ingin salah satu alat dari dirumah ini berhasil ia hack'


' baik, Jeon!'


Kurang ajar! Meneror Clarissa, menguntit Clarissa, mengintai


rumahku dan sekarang mencoba meng-hack system rumahku. Dasar sialan! Ia pikir


ia bisa dengan mudah mensabotase rumahku dan teman-temanku dengan mudah?


………..


Keesokan harinya aku memilih untuk pergi sendirian dari rumah, apa


pria itu masih akan menguntit atau bahkan mengintaiku, aku akan menghadapinya sendiri


jika memang ia mengincarku. Aku sudah muak dengan permainannya semua orang ia


jadikan target pengecoh untukku. Dasar pengecut! Mengapa tidak langsung


menodongkan pisau di hadapanku saja, bahkan hal itu lebih mudah dari pada


menguntit, mengintai ataupun meng-hack rumah seseorang.


Hp ku brdering, nomor tidak dikenal menelfonku. Pria itu menerorku?


' kau menyadari permainanku bukan?'


' tentu sajam kau pikir aku ini bodoh?'


' hahahhahaha… aku akan menyerang kelemahanmu'


' buktikan saja jika kau bukan pengecut'


' akan kubuktikan sebentar lagi'


' kau takut padaku bukan? Mengapa kau berlaga pengecut seperti ini,


bermain diam-diam denganku'


' kau akan menikmati akhir permainan ini dan kau akan berakhir sama


seperti permainan ini'


' ya yay a ya… silahkan saja tuan Pengecut, kau akan menyadari


bahwa tindakanmu ini membawa petaka untuk dirimu sendiri'


' bukankah kau yang sering sekali bertindak gegabah? Aku selalu


memperhitungkan segalanya'


' aku tidak ada waktu untuk berbicara denganmu orang aneh'


' aku hanya memperingatkanmu, kau akan kehilangan hal paling


berharga dalam hidupmu'


' kau akan mengambil hal yang paling berharga dari hidupku? Tenang


saja aku punya banyak, ambil sesukamu jika kau tidak punya'


' aku memperingatkanmu jangan anggap sepele perkataanku ini'


Kututup telfonku. Great fucking Shit! Dia mengancamku. Baiklah


tidak apa, kau bisa mengambil semua milikku tapi tidak teman-temanku, aku akan


menjaga dan melindungi mereka, aku sudah biasa menanggapi orang sakit jiwa


seperti tadi. Mereka tidak suka dengan kebahagiaan yang terjadi padaku. Dasar


haters!


' Jino, jaga Clarissa. Pria itu baru saja menerorku jadi kalian


yang dirumah berhati-hatilah'


' baik Jeon'


Aku segera mempercepat langkahku kembali pulang ke rumah aku sudah


sangat khawatir pada Clarissa, banyak orang berlalu lalang, kota tengah remain


hari ini dan aku harus cepat-cepat kembali kerumah, tenang Jeon tenang. Tidak


akan terjadi apa-apa pada Clarissa, Jino dan yang lainnya pasti menjaganya dari


pria misterius itu.


Tenang Jeon, kau tidak boleh panic, Clarissa pasti baik-baik saja,


kau harus tenang. Tidak boleh bertindak gegabah dan memakai emosi disaat


seperti ini, pikiran ku harus jernih. Yang perlu kupikirkan saat ini adalah


bagaimana caranya memancing pria misterius itu keluar dan menangkapnya/ apa aku


harus menggunakan Clarissa untuk memancingnya sama seperti ia menggunakan


Clarissa untuk memancing emosi dan berbuat gegabah.


Tidak, cara itu terlalu begitu mudah ditebak bahkan yang tejadi


malah akan membahayakn nyawa teman-temanku. Aku akan meminta pertolongan polisi


saja.


……….