
" Logikanya begini Jeon, jika kemungkinan pertama yang kita
ambil akan ada banyak factor yang menghalangi kemungkinan pertama terjadi,
karena Clarissa bukanlah warga Negara ini dan juga ia tidak akan membuat
masalah dengan orang lain. Dan jika kita mengambil kemungkinan kedua ada
beberapa factor pendukung, anak buah Rex mungkin sudah kau tangkap tapi, mungkin salah satunya melarikan diri
saat ia sudah lepas dari pengawasan mu dan Jino dan lagi taktik itulah yang
dipakai Rex saat menjebakmu. Lebih baik kita meyakini kemungkinan kedua, kita
ambil langkah antisipasi yang lebih besar" jelas Lucas dengan sangat rinci
" Woahhh…. Daebak Lucas!! Aku tidak tahu kau begitu
pintar!" ujar Youngboun
" Kau saja yang terlau bodoh!" balas Lucas
" Lucas benar Jeon, kita sebaiknya mengambil langkah
antisipasi yang lebih besar dalam hal ini, kita tidak bisa menyepelekan masalah
ini walaupun akhirnya pria itu hanyalah stalkr atau bahkan penggemar
Clarissa" tambah Steve
" Baiklah, aku akan merencanakan hal ini kembali dengan Jino.
Kalian beristirahatlah, terimakasih telah membantuku hari ini" ujar Jeon
" Jeon!! Aku menemukan kejanggalan!" teriak Bimo dari
ruangannya
Kami semua pun langsung menuju ruangannya untuk melihat apa yang
Bimo temukan sebagai petunjuk kejanggalan yang terjadi.
" Apa yang kau temukan?" tanya Jino
" Lihat ini, 2 minggu yang lalu ia muncul di belakang rumah
kita. Namun, setelah itu ia tidak pernah terlihat lagi. Apa mungkin ia
menghindari cctv?" jawab Bimo
" Tebakan yang bagus Bimo! 2 kemungkinan lagi, pertama ia
memang kesana pada hari itu saja atau kemungkinan kedua ia sengaja menghindari
cctv dalam aksinya" Jelas Lucas
" Pria itu semakin lancang saja! " umpat Jeon.
" Kurasa lebih baik malam ini ada yang berjaga" saran
Steve
" Ya, aku setuju!" tambah Youngboun
" Malam ini Bimo, kau pantau cctv. Steve berjagalah diruang
tengah dan Lucas berjagalah di dapur, aku akan bersama Clarissa dikamarnya,
Youngboun juga akan menjaga Ivy"
" Huaaaaa…. Tolong aku!! Jiwa single ku kembali
meronta-ronta!!" ujar Bimo
" Makanya cepat cari kekasih!" sindir Youngboun.
…………
Berani sekali pria itu mengintai rumahku dengan menghindari cctv,
awas saja jika aku menangkapnya akan kupastikan ia mendapat hukuman berat,
malam ini aku akan berjaga di kamar Clarissa dan Lavender. Aku tidak akan
mmbiarkan sesuatu terjadi pada mereka berdua.
" Jeon,"
" Ada apa Clarissa? Kau takut?"
" Iya, tapi selama kau bersamaku aku yakin aku akan baik-baik
saja"
" Sekarang kau tidur ya, aku akan menjagamu"
" Baiklah, berhati-hatilah Jeon"
" Iya sayang.." ucapku mengecup keningnya lembut
Jika pria itu nekat melakukan hal berbahaya di sekitar rumahku akan
kupastika ia mati sebelum ia sempat melakukannya. Ia tidak tahu berurusan
dengan siapa sekarang. Jam terus berjalan setiap detiknya namun, belum terjadi
apa-apa. Aneh sekali ini sungguh aneh. Seharusnya pria itu sudah berulah saat
ini sama seperti ia menunjukkan dirinya di kamera cctv.
' Bimo, target sudah terlihat?'
' belum Jeon'
' yang lain apakah mendapat kejanggalan?'
' tidak, belum ada kejanggalan hingga saat ini'
' baiklah, tetap berjaga teman-teman'
3 jam kemudian……..
' aku menemukan kejanggalan' seru Bimo
' apa yang kau dapatkan?' tanyaku
' tadi aku sempat menzoom kamera cctv dan aku mendapatkan ada
laptop'
' apa kau yakin?' tanyaku lagi
' aku yakin sekali'
' kemungkinan ia mencoba meng hack system rumah ini, matikan semua
hp kalian teman-teman copot sim card kalian. Jangan sampai salah satu dari kita
di sadap.' Ujar Jino
' Jino, Bimo dan Steve aktifkan kekebalan server rumah kita, aku
tidak ingin salah satu alat dari dirumah ini berhasil ia hack'
' baik, Jeon!'
Kurang ajar! Meneror Clarissa, menguntit Clarissa, mengintai
rumahku dan sekarang mencoba meng-hack system rumahku. Dasar sialan! Ia pikir
ia bisa dengan mudah mensabotase rumahku dan teman-temanku dengan mudah?
………..
Keesokan harinya aku memilih untuk pergi sendirian dari rumah, apa
pria itu masih akan menguntit atau bahkan mengintaiku, aku akan menghadapinya sendiri
jika memang ia mengincarku. Aku sudah muak dengan permainannya semua orang ia
jadikan target pengecoh untukku. Dasar pengecut! Mengapa tidak langsung
menodongkan pisau di hadapanku saja, bahkan hal itu lebih mudah dari pada
menguntit, mengintai ataupun meng-hack rumah seseorang.
Hp ku brdering, nomor tidak dikenal menelfonku. Pria itu menerorku?
' kau menyadari permainanku bukan?'
' tentu sajam kau pikir aku ini bodoh?'
' hahahhahaha… aku akan menyerang kelemahanmu'
' buktikan saja jika kau bukan pengecut'
' akan kubuktikan sebentar lagi'
' kau takut padaku bukan? Mengapa kau berlaga pengecut seperti ini,
bermain diam-diam denganku'
' kau akan menikmati akhir permainan ini dan kau akan berakhir sama
seperti permainan ini'
' ya yay a ya… silahkan saja tuan Pengecut, kau akan menyadari
bahwa tindakanmu ini membawa petaka untuk dirimu sendiri'
' bukankah kau yang sering sekali bertindak gegabah? Aku selalu
memperhitungkan segalanya'
' aku tidak ada waktu untuk berbicara denganmu orang aneh'
' aku hanya memperingatkanmu, kau akan kehilangan hal paling
berharga dalam hidupmu'
' kau akan mengambil hal yang paling berharga dari hidupku? Tenang
saja aku punya banyak, ambil sesukamu jika kau tidak punya'
' aku memperingatkanmu jangan anggap sepele perkataanku ini'
Kututup telfonku. Great fucking Shit! Dia mengancamku. Baiklah
tidak apa, kau bisa mengambil semua milikku tapi tidak teman-temanku, aku akan
menjaga dan melindungi mereka, aku sudah biasa menanggapi orang sakit jiwa
seperti tadi. Mereka tidak suka dengan kebahagiaan yang terjadi padaku. Dasar
haters!
' Jino, jaga Clarissa. Pria itu baru saja menerorku jadi kalian
yang dirumah berhati-hatilah'
' baik Jeon'
Aku segera mempercepat langkahku kembali pulang ke rumah aku sudah
sangat khawatir pada Clarissa, banyak orang berlalu lalang, kota tengah remain
hari ini dan aku harus cepat-cepat kembali kerumah, tenang Jeon tenang. Tidak
akan terjadi apa-apa pada Clarissa, Jino dan yang lainnya pasti menjaganya dari
pria misterius itu.
Tenang Jeon, kau tidak boleh panic, Clarissa pasti baik-baik saja,
kau harus tenang. Tidak boleh bertindak gegabah dan memakai emosi disaat
seperti ini, pikiran ku harus jernih. Yang perlu kupikirkan saat ini adalah
bagaimana caranya memancing pria misterius itu keluar dan menangkapnya/ apa aku
harus menggunakan Clarissa untuk memancingnya sama seperti ia menggunakan
Clarissa untuk memancing emosi dan berbuat gegabah.
Tidak, cara itu terlalu begitu mudah ditebak bahkan yang tejadi
malah akan membahayakn nyawa teman-temanku. Aku akan meminta pertolongan polisi
saja.
……….