
' atau mungkin mereka tidak beristirahat namun, disiksa' pikiranku
mulai mengarah pada arah yang negative karena tidak mungkin Rex tidak melakukan
penyiksaan, dan aku yakin Jeon pernah merasakannya namun, ia tidak ingin
menceritakannya.
" lalu kami tidur dimana Jeon?" tanya Steve
" kamar kalian ada diruangan yang berada dipojok sana, baiklah
aku harus kembali kekamarku dulu. Besok pagi kita akan bertemu Mr.Rex"
ucapnya lalu meninggalkan kami
' kasihan sekali dirimu Jeon, mungkin kau dulu bahagia tidak
seperti sekarang' batinku
…….
07.30 AM
Diruangan yang cukup dingin ini, aku duduk termenung melihat keluar
jendela memandangi pemandangan luar New York. Youngboun sedang asyik berbicara
dengan Clarissa, sementara Lucas masih terlelap diatas kasurnya. Dunia semakin
aneh dengan banyaknya robot android yang dibuat. 'hhhh…' aku menghela nafas
panjang dan merebahkan tubuhku diatas kasur. Lagipula belum ada kegiatan hari
ini sepertinya yang lain juga masih asyik bersantai. Hei! Dimana Bimo?? Akupun
langsung terbnagun dan keluar ruangan untuk mencarinya, bahaya jika ia
bekeliaran sendirian. Didepan ruangan tidak ada, dimana ia?? Dan saat aku
menoleh kekanan aku mendapatinya yang tengah mengendap-endap seperti sedang
mengamati sesuatu dan ia berjalan kearah lift.
" Bimo! " panggilku, ia hanya menoleh dan
mengisyaratkanku untuk diam.
' apa yang sebenarnya ia lakukan?' tanyaku dalam hati dan akupun
mengikutinya.
" Bimo-ssi! Apa yang kau lakukan??" tanyaku heran
"sstt! Jangan keras-keras nanti dia bisa tahu" bisik Bimo
" dia? Dia siapa?"
" itu " jawabnya sambil menunujuk kearah wanita cantik
berambut pirang dan bermata biru. Seketika akupun ikut terpesona melihat sosok
wanita itu.
" dia cantik bukan?"
" sudahlah Bimo! Sebaiknya kita kembali kekamar kita, jangan
melakukan hal yang aneh-aneh" cegahku menarik tangannya untuk kembali ke
kamar kami
" Steve…. Jangan gegabah seperti ini, lebih baik kita amati
dia"
" ya! Jinca Pabbo-ya! Kau yang jangan gegabah Bimo, kau tidak
bisa melakukan sesuatu sesukamu disini!" omelku
" excuse me, What are you doing around here?" dan wanita
itu menghampiri kami
' sial! Bimo berulah lagi! Bimo… Bimo kapan kau berhenti membuat
ulah!' omelku dalam hati
" oh… hai cantik, kami…. Kami hanya melihat-lihat saja"
jawab Bimo tersengir padanya.
Aku menepuk jidatku, betapa malunya aku mempunyai teman seperti
dirinya. Damn it!!
" namaku Alexia, kalian pasti temannya Jeon" balas wanita
bernama Alexia itu ia sungguh sangat manis dan cantik, akupun ikut tersenyum
namun, nadanya terbata-bata atau jangan-jangan dia robot?.
" mari ikut aku. Kalian pasti belum tahu secara detail tentang
tempat ini" ajaknya kamipun mengikutinya masuk kedalam lift, ia memencet
tombol lantai 9. Rupanya gedung ini mempunyai banyak lantai, pantas saja dari
luar terlihat sangat tinggi, dan jika diledakan dari bawah sudah pasti seperti
tragedy WTC beberapa tahun silam.
Tak lama pintu
lift terbuka dan terdengar suara agak berisik dari ruangan ini, aku menganga
terkejut dengan apa yang kulihat saat ini. sungguh aku tidak tahu harus berkata
apa tentang ini " ini adalah tempat kalian berlatih nanti" jelas
disini tapi, apakah mereka semua juga robot? Ada seorang wanita yang terduduk manis tengah memeriksa barbel dan ia
memukul dinding disebelahnya yang ternyata seketika penyok. Aw… hebat sekali
energy yang dimiliki wanita itu. Aku bergidik ngeri melihat tatapan matanya
yang sangat tajam.
" sebelumnya aku ingin tahu nama kalian" ucap Alexia.
Baru saja aku menyodorkan tanganku untuk berjabat tangan denganya dan Bimo
sudah mendahului ku. Oh Boy… geuneun michyeoss-eo?.
" Bimo Aguswirdoyo, pria tertampan didunia" ucapnya, aku
hanya dapat menggelengkan kepalaku dia sungguh memalukan. ' tebar pesona sekali
dia' batinku
" aku Park Seung Tae, panggil saja Steve" ujarku
memperkenalkan diri
" kau pasti bertanya-tanya siapa ia, iya kan Steve?"
tanya Alixia menunjuk kearah wanita tadi, aku hanya tersenyum.
" dia Victoria, wanita asal Wahington DC. Ia sudah lama berada
disini. Ia adalah wanita yang hebat" jelas Alexia.
Lalu aku melihat seorang wanita lagi yang sepertinya hendak
memperbaiki bedaknya yang luntur karena sedari tadi ia hanya memandangi
wajahnya dicermin bedaknya dan aku kembali terkejut saat bedaknya mengeluarkan
tiga pisau dan langsung menancap dilantai. Daebak!. " ia adalah
Castatrophe, wanita itu sebenarnya mempunyai nama asli yang sangat indah Ivy
Lucia, namun karena ia selalu membawa sial bagi siapa saja yang berada
didekatnya karena alat make upnya itu. Mr. Rex sengaja membuatkan senjata
seperti itu untuk para wanita." Jelas Alexia.
Ada seorang pria yang tengah memegang pisau dan tatapannya terkunci
pada sebuah boneka yang jaraknya cukup jauh, tanpa menunggu waktu lama pria itu
langsung melempar pisau itu dan seketika menancap dikepala boneka itu. Sungguh
mengagumkan.
" dia Nicolas, pria asal Meksiko itu mempunyai kemampuan fokus
yang sangat hebat. Ia sudah sering menjadi pembunuh dan penembak jarak
jauh" lanjut Alexia. Membunuh? Jarak jauh? Aku yakin itu bukanlah hal yang
mudah
Ada juga seorang wanita yang tengah berlatih dengan alat berantai,
sepertinya ia ahlia dalam hal seperti itu, gerak-geriknya sungguh lincah
sekali. Aku penasaran apakah ia dapat mengalahkan kemampuan taekwondoku? "
itu adalah Lavender, ia sangat ahli dalam bela diri, terutama Judo. Ia banyak
mengusai elemen bela diri seperti karate dan Taekwondo. Tidak jarang ia
diperintah Mr.Rex untuk memberantas penjahat yang berkeliaran di new York"
sepertinya semua yang dilatih disini benar-benar orang-orang hebat atau mungkin
robot-robot hebat.
Lalu aku melihat ada pria kekar membawa sebuah senjata besar dan
aku yakin itu adalah senapan jarak jauh dengan daya ledak yang sangat tinggi.
Ia menatapku sinis. " dia adalah Gillian, ia berasal dari Portugal. Ia
sangat kuat" jelas Alexia. Pantas saja ia sangat kekar.
" Bimo, kau tidak perlu menatapnya takut seperti itu"
ujar Alexia. Bimo.. Bimo mengapa ia tidak pernah kelihatan sebagai pria
sejati?. Pria kekar itu tidak mungkin membunuhnya, atau bisa jadi ia akan
membunuh Bimo jika ia terus menatap pria kekar itu dengan tatapan
mengintimidasi seperti itu.
" kau lihat dia kan Steve? Bisa mati aku jika di
hajarnya!" bisik Bimo
" tidak usah alay seperti itu Bimo! Belum tentu ia akan
menghajarmu"
" Alexia, apakah mereka semua…."
" tentu saja mereka manusia Steve, kau tidak perlu
mengkhawatirkan hal itu" balas Alexia.
" Alexia!"
…………..