The Five

The Five
10



' atau mungkin mereka tidak beristirahat namun, disiksa' pikiranku


mulai mengarah pada arah yang negative karena tidak mungkin Rex tidak melakukan


penyiksaan, dan aku yakin Jeon pernah merasakannya namun, ia tidak ingin


menceritakannya.


" lalu kami tidur dimana Jeon?" tanya Steve


" kamar kalian ada diruangan yang berada dipojok sana, baiklah


aku harus kembali kekamarku dulu. Besok pagi kita akan bertemu Mr.Rex"


ucapnya lalu meninggalkan kami


' kasihan sekali dirimu Jeon, mungkin kau dulu bahagia tidak


seperti sekarang' batinku


…….


07.30 AM


Diruangan yang cukup dingin ini, aku duduk termenung melihat keluar


jendela memandangi pemandangan luar New York. Youngboun sedang asyik berbicara


dengan Clarissa, sementara Lucas masih terlelap diatas kasurnya. Dunia semakin


aneh dengan banyaknya robot android yang dibuat. 'hhhh…' aku menghela nafas


panjang dan merebahkan tubuhku diatas kasur. Lagipula belum ada kegiatan hari


ini sepertinya yang lain juga masih asyik bersantai. Hei! Dimana Bimo?? Akupun


langsung terbnagun dan keluar ruangan untuk mencarinya, bahaya jika ia


bekeliaran sendirian. Didepan ruangan tidak ada, dimana ia?? Dan saat aku


menoleh kekanan aku mendapatinya yang tengah mengendap-endap seperti sedang


mengamati sesuatu dan ia berjalan kearah lift.


" Bimo! " panggilku, ia hanya menoleh dan


mengisyaratkanku untuk diam.


' apa yang sebenarnya ia lakukan?' tanyaku dalam hati dan akupun


mengikutinya.


" Bimo-ssi! Apa yang kau lakukan??" tanyaku heran


"sstt! Jangan keras-keras nanti dia bisa tahu" bisik Bimo


" dia? Dia siapa?"


" itu " jawabnya sambil menunujuk kearah wanita cantik


berambut pirang dan bermata biru. Seketika akupun ikut terpesona melihat sosok


wanita itu.


" dia cantik bukan?"


" sudahlah Bimo! Sebaiknya kita kembali kekamar kita, jangan


melakukan hal yang aneh-aneh" cegahku menarik tangannya untuk kembali ke


kamar kami


" Steve…. Jangan gegabah seperti ini, lebih baik kita amati


dia"


" ya! Jinca Pabbo-ya! Kau yang jangan gegabah Bimo, kau tidak


bisa melakukan sesuatu sesukamu disini!" omelku


" excuse me, What are you doing around here?" dan wanita


itu menghampiri kami


' sial! Bimo berulah lagi! Bimo… Bimo kapan kau berhenti membuat


ulah!' omelku dalam hati


" oh… hai cantik, kami…. Kami hanya melihat-lihat saja"


jawab Bimo tersengir padanya.


Aku menepuk jidatku, betapa malunya aku mempunyai teman seperti


dirinya. Damn it!!


" namaku Alexia, kalian pasti temannya Jeon" balas wanita


bernama Alexia itu ia sungguh sangat manis dan cantik, akupun ikut tersenyum


namun, nadanya terbata-bata atau jangan-jangan dia robot?.


" mari ikut aku. Kalian pasti belum tahu secara detail tentang


tempat ini" ajaknya kamipun mengikutinya masuk kedalam lift, ia memencet


tombol lantai 9. Rupanya gedung ini mempunyai banyak lantai, pantas saja dari


luar terlihat sangat tinggi, dan jika diledakan dari bawah sudah pasti seperti


tragedy WTC beberapa tahun silam.


            Tak lama pintu


lift terbuka dan terdengar suara agak berisik dari ruangan ini, aku menganga


terkejut dengan apa yang kulihat saat ini. sungguh aku tidak tahu harus berkata


apa tentang ini " ini adalah tempat kalian berlatih nanti" jelas


disini tapi, apakah mereka semua juga robot?  Ada seorang wanita yang terduduk manis tengah memeriksa barbel dan ia


memukul dinding disebelahnya yang ternyata seketika penyok. Aw… hebat sekali


energy yang dimiliki wanita itu. Aku bergidik ngeri melihat tatapan matanya


yang sangat tajam.


" sebelumnya aku ingin tahu nama kalian" ucap Alexia.


Baru saja aku menyodorkan tanganku untuk berjabat tangan denganya dan Bimo


sudah mendahului ku. Oh Boy… geuneun michyeoss-eo?.


" Bimo Aguswirdoyo, pria tertampan didunia" ucapnya, aku


hanya dapat menggelengkan kepalaku dia sungguh memalukan. ' tebar pesona sekali


dia' batinku


" aku Park Seung Tae, panggil saja Steve" ujarku


memperkenalkan diri


" kau pasti bertanya-tanya siapa ia, iya kan Steve?"


tanya Alixia menunjuk kearah wanita tadi, aku hanya tersenyum.


" dia Victoria, wanita asal Wahington DC. Ia sudah lama berada


disini. Ia adalah wanita yang hebat" jelas Alexia.


Lalu aku melihat seorang wanita lagi yang sepertinya hendak


memperbaiki bedaknya yang luntur karena sedari tadi ia hanya memandangi


wajahnya dicermin bedaknya dan aku kembali terkejut saat bedaknya mengeluarkan


tiga pisau dan langsung menancap dilantai. Daebak!. " ia adalah


Castatrophe, wanita itu sebenarnya mempunyai nama asli yang sangat indah Ivy


Lucia, namun karena ia selalu membawa sial bagi siapa saja yang berada


didekatnya karena alat make upnya itu. Mr. Rex sengaja membuatkan senjata


seperti itu untuk para wanita." Jelas Alexia.


Ada seorang pria yang tengah memegang pisau dan tatapannya terkunci


pada sebuah boneka yang jaraknya cukup jauh, tanpa menunggu waktu lama pria itu


langsung melempar pisau itu dan seketika menancap dikepala boneka itu. Sungguh


mengagumkan.


" dia Nicolas, pria asal Meksiko itu mempunyai kemampuan fokus


yang sangat hebat. Ia sudah sering menjadi pembunuh dan penembak jarak


jauh" lanjut Alexia. Membunuh? Jarak jauh? Aku yakin itu bukanlah hal yang


mudah


Ada juga seorang wanita yang tengah berlatih dengan alat berantai,


sepertinya ia ahlia dalam hal seperti itu, gerak-geriknya sungguh lincah


sekali. Aku penasaran apakah ia dapat mengalahkan kemampuan taekwondoku? "


itu adalah Lavender, ia sangat ahli dalam bela diri, terutama Judo. Ia banyak


mengusai elemen bela diri seperti karate dan Taekwondo. Tidak jarang ia


diperintah Mr.Rex untuk memberantas penjahat yang berkeliaran di new York"


sepertinya semua yang dilatih disini benar-benar orang-orang hebat atau mungkin


robot-robot hebat.


Lalu aku melihat ada pria kekar membawa sebuah senjata besar dan


aku yakin itu adalah senapan jarak jauh dengan daya ledak yang sangat tinggi.


Ia menatapku sinis. " dia adalah Gillian, ia berasal dari Portugal. Ia


sangat kuat" jelas Alexia. Pantas saja ia sangat kekar.


" Bimo, kau tidak perlu menatapnya takut seperti itu"


ujar Alexia. Bimo.. Bimo mengapa ia tidak pernah kelihatan sebagai pria


sejati?. Pria kekar itu tidak mungkin membunuhnya, atau bisa jadi ia akan


membunuh Bimo jika ia terus menatap pria kekar itu dengan tatapan


mengintimidasi seperti itu.


" kau lihat dia kan Steve? Bisa mati aku jika di


hajarnya!" bisik Bimo


" tidak usah alay seperti itu Bimo! Belum tentu ia akan


menghajarmu"


" Alexia, apakah mereka semua…."


" tentu saja mereka manusia Steve, kau tidak perlu


mengkhawatirkan hal itu" balas Alexia.


" Alexia!"


…………..