The Five

The Five
5



" seminggu lagi aku diminta untuk membawa kalian kemarkas, dan


itu tepat setelah acara ulang tahun Clarissa. Kalian akan diminta oleh


majikanku untuk menetap disana untuk waktu pelatihan, bosku tidak mungkin mu


menerima target yang lemah oleh karena itu kalian akan mendapat pelatihan,


selama pelatihan kalian akan terus bersama tutor kalian jadi, aku harap kalian


tidak pernah terpisah. Sesibuk apapun kalian, kalian harus tetap bersama.


Disana akan ada banyak robot manusia jadi, kalian harus bisa membedakan. Dan


aku mau kita bekerja sama, aku membantu kalian agar kalian selamat dan kalian


membantu aku untuk balas dendam. Bagaimana?"


" baiklah, aku mau bekerja sama" Ujar Steve tanpa pikir


panjang


" aku juga" tambah BImo


" ya, aku juga" Lanjut Lucas


" terserah kalian saja" pasrah Youngboun


" bagus. Malam ini aku mengundang kalian kerumahku, aku


menunggu kedatangan kalian. Terimakasih telah meercayaiku." Ujarku lalu


pergi meninggalkan mereka.


Selama dikoridor sekolah aku memikirkan sesuatu yang aneh, aku


harus membawa merek ke markas, dan mereka harus berjumlah 5 orang, jika lima


orang itu bersama diriku mengapa Mr.Rex menyebutkan seperti itu? Jika tidak


bersama diriku, lalu siapa satu orang lagi? Aku terus memikirkan itu sampai aku


sadar betapa bodohnya aku, mengapa aku tidak menanyakan hal itu pada Chrysan,


baiklah sepulang dari kampus aku akan menanyakannya.


" permisi" ujar seseorang menghentikan langkahku, akupun


berbalik dan mendapati seorang wanita yang ternyata menghentikanku


" ya? Ada apa?" tanyaku


" maaf aku tadi menabrakmu dan aku meihat tanganku terluka,


boleh aku mengobati lenganmu? Sebagai ucapan terimaksih karena sudah membantuku


berdiri" tawarnya


Lenganku? Berdarah? Ah pantas saja aku tidak merasakannya,


terkadang aku lupa bahwa aku adalah seorang pengidap CIPA, akuun mengangguk dan


membiarkannya mengobati lenganku, ia mengajakku untuk duduk dibangku koridor.


Seperti biasa aku tidak merasa sakit sama sekali.


" apa sakit?" tanyanya


" sedikit" jawabku berbohong. Oh damn! All I did about


this is lie!.


Ia mengobatiku dengan sangat hati-hati, benar-benar hati-hati.Aku


hanya diam selama iya obati. "terimakasih karena sudah membantuku"


ucapku lalu pergi meninggalkan dirinya. Selama di kelas aku terus memikirkan wanita


tadi, entah rasa penasaran itu datang dan mulai menghantui benakku. Tapi, aku


tidak akan melanjutkan pemikiran yang tidak penting itu. Lebih baik aku


memikirkan bagaimana cara agar aku bisa menyelamatkan teman-temanku .


Setibanya di rumah, aku langsung mencari Chrysan "Chrysan… im


home! Ujarku. Aneh sekali, biasanya jika aku berkata begitu ia akan segera


menghampiriku tapi, kali ini tidak kemana ia? Aku mencarinya keruangannya


namun, tidak ada didapur, juga tidak ada. Aku pun mencarinya kekamarnya dan


mendapati ia tengah tertidur lelap, ah.. baiklah mungkin ia kelelahan. Aku akan


mencari siapa orang kelima yang ditargetkan tua Bangka itu. Aku harap aku


menemukannya di computer Chrysan. Aku beruntung dapat menemukannya dengan mudah


dan juga terkejut bahwa target kelima adalah Clarissa yang ternyata mengobati


lukaku tadi dikoridor. Sejujurnya aku, baru mengetahui sosok Clarissa karena


kami tidak satu jurusan tentu saja kami tidak mengenal dan juga kau tidak


terlalu peduli dengan popularitas seseorang selagi itu tidak menyangkut diriku.


Aku memang sangat egois, benar-benar sangat egois.


Malam datang, tapi belum ada yang datang. Apa mereka tidak percaya


padaku?. Waktu semakin berjalan dan belum ada yang datang.


" apa mereka belum datang?" tanya Chrysan menuruni tangga


" belum" jawabku


percaya padamu" ujar Chrysan meyakinanku


Dia selalu tahu cara meyakinkanku saat aku sedang ragu dan pesimis


seperti ini.


" terimakasih" ucapku mengelus tangannya


Aku mengenal Chrysan 2 tahun yang lalu saat masih dimarkas, ia


adalah robot kesehatan. Entah apa alasan Chrysan mengubah dirinya, apa dia


memang menginginkannya atau bisa jadi ia adalah korban aku tidak tahu, dia


adalah wanita yang cerdas, ramah dan optimis. Aku bisa bangkit dari


keputusasaan berkat dirinya, ia selalu menyupportku dalam situasi apapun,


sejauh ini belom ada yang mengetahui penyakitu selain dirinya, kami saling


berbagi cerita kecuali cerita privasi, itu sebabnya aku tidak tahu alasan


dirinya menjadi sepertiku. Aku hanya tahu tentang keluarganya yang sudah tewas


secara mengenaskan dan pendapatku itu terjadi karena tangan kotor Rex.


Sayangnya, kami berdua tidak menemukan dokumen ataupun video yang bisa


membuktikan bahwa Rex lah pelakunya seperti aku menemukan tangannya membunuh


kekasihku.


" Jeon kami datang"


Ahh.. sungguh suara kedatangan mereka melegakanku, aku segera


memepersilahkan mereka semua duduk dan mulai menjelaskan startegi yang sudah


lama aku dan Chrysan rencanakan, lalu memperkenalkan Chrysan pada mereka agar


rencana ini tidak terhambat rasa canggung.


" dan sebelum kita melakukan rencana ini, kita harus


memeberitahu Clarissa. Karena dia adalah target kelima, dan kupikir saat acara


ulang tahunnya adalah saat yang teat untuk memberitahunya" akhirku


menjelaskan


" jika memang itu harus dilakukan, mari lakukan bersama-sama"


ujar Lucas


" kuncinya adalah jangan pernah menganggap bahwa ini adaah


tindakan egois dari diriku, ini semua meman salahku dan aku berniat untuk


memperbaiki dan bertanggung jawab atas kesalahanku tapi, aku tidak bisa


melakukan semuanya sendiri aku butuh bantuan kalian" lanjutku lagi


" baiklah, kami akan membantu" tambah Steve


" terimakasih telah mempercayaiku kembali, aku akan berusaha


tidak akan mengecewakan kalian" Ucapku


" kalau begitu kita harus pulang" ujar Bimo


Sepulangnya mereka, aku merasa senang sekali, aku merasa sangat


senang telah mendapat kepercayaan kedua kalinya dari mereka, aku berjanji tidak


akan mengecewakan mereka.


" Jeon, perhatikan tingkahmu. Lihat, kakimu memar lagi"


ujar Chrysan segera mengobati kakiku


" maafkan aku Chrysan, kau tahu kan aku tidak bisa merasakan


sakit?"


" minta maaflah pada dirimu sendiri. Setidaknya kau lebih


berhati-hati lagi dalam bertingkah"


……………………….


Malam hari ulang tahun Clarissa…………


Aku dan teman-temanku datang kerumah Clarissa dengan mobil Youngboun,


dari pakiran kami langsung berpencar dan melakukan tugas masing-masing,. Aku


dan Lucas mencari Clarissa, karena aku yakin akan ada banyak sekali tamu yang


hadir dalam acara mahasiswi favorit kampusku. Youngboun dan Bimo bertugas


mengamati area luar karena aku yakin jika, Rex tahu aku sudah berkhianat maka


ia akan langsung mengirim Jason untuk ulahnya yang busuk itu. Steve bertugas


menyiapkan mobil jika keadaan darurat datang dan kami harus kabur dari sini.


Aku tahu ini berlebihan tapi, apa salahnya antisipasi. Aku dan Lucas mencoba


masuk ke ruang utama mencari Clarissa, dan benar saja ia tengah berbincang


dengan teman-temannya.