
" seminggu lagi aku diminta untuk membawa kalian kemarkas, dan
itu tepat setelah acara ulang tahun Clarissa. Kalian akan diminta oleh
majikanku untuk menetap disana untuk waktu pelatihan, bosku tidak mungkin mu
menerima target yang lemah oleh karena itu kalian akan mendapat pelatihan,
selama pelatihan kalian akan terus bersama tutor kalian jadi, aku harap kalian
tidak pernah terpisah. Sesibuk apapun kalian, kalian harus tetap bersama.
Disana akan ada banyak robot manusia jadi, kalian harus bisa membedakan. Dan
aku mau kita bekerja sama, aku membantu kalian agar kalian selamat dan kalian
membantu aku untuk balas dendam. Bagaimana?"
" baiklah, aku mau bekerja sama" Ujar Steve tanpa pikir
panjang
" aku juga" tambah BImo
" ya, aku juga" Lanjut Lucas
" terserah kalian saja" pasrah Youngboun
" bagus. Malam ini aku mengundang kalian kerumahku, aku
menunggu kedatangan kalian. Terimakasih telah meercayaiku." Ujarku lalu
pergi meninggalkan mereka.
Selama dikoridor sekolah aku memikirkan sesuatu yang aneh, aku
harus membawa merek ke markas, dan mereka harus berjumlah 5 orang, jika lima
orang itu bersama diriku mengapa Mr.Rex menyebutkan seperti itu? Jika tidak
bersama diriku, lalu siapa satu orang lagi? Aku terus memikirkan itu sampai aku
sadar betapa bodohnya aku, mengapa aku tidak menanyakan hal itu pada Chrysan,
baiklah sepulang dari kampus aku akan menanyakannya.
" permisi" ujar seseorang menghentikan langkahku, akupun
berbalik dan mendapati seorang wanita yang ternyata menghentikanku
" ya? Ada apa?" tanyaku
" maaf aku tadi menabrakmu dan aku meihat tanganku terluka,
boleh aku mengobati lenganmu? Sebagai ucapan terimaksih karena sudah membantuku
berdiri" tawarnya
Lenganku? Berdarah? Ah pantas saja aku tidak merasakannya,
terkadang aku lupa bahwa aku adalah seorang pengidap CIPA, akuun mengangguk dan
membiarkannya mengobati lenganku, ia mengajakku untuk duduk dibangku koridor.
Seperti biasa aku tidak merasa sakit sama sekali.
" apa sakit?" tanyanya
" sedikit" jawabku berbohong. Oh damn! All I did about
this is lie!.
Ia mengobatiku dengan sangat hati-hati, benar-benar hati-hati.Aku
hanya diam selama iya obati. "terimakasih karena sudah membantuku"
ucapku lalu pergi meninggalkan dirinya. Selama di kelas aku terus memikirkan wanita
tadi, entah rasa penasaran itu datang dan mulai menghantui benakku. Tapi, aku
tidak akan melanjutkan pemikiran yang tidak penting itu. Lebih baik aku
memikirkan bagaimana cara agar aku bisa menyelamatkan teman-temanku .
Setibanya di rumah, aku langsung mencari Chrysan "Chrysan… im
home! Ujarku. Aneh sekali, biasanya jika aku berkata begitu ia akan segera
menghampiriku tapi, kali ini tidak kemana ia? Aku mencarinya keruangannya
namun, tidak ada didapur, juga tidak ada. Aku pun mencarinya kekamarnya dan
mendapati ia tengah tertidur lelap, ah.. baiklah mungkin ia kelelahan. Aku akan
mencari siapa orang kelima yang ditargetkan tua Bangka itu. Aku harap aku
menemukannya di computer Chrysan. Aku beruntung dapat menemukannya dengan mudah
dan juga terkejut bahwa target kelima adalah Clarissa yang ternyata mengobati
lukaku tadi dikoridor. Sejujurnya aku, baru mengetahui sosok Clarissa karena
kami tidak satu jurusan tentu saja kami tidak mengenal dan juga kau tidak
terlalu peduli dengan popularitas seseorang selagi itu tidak menyangkut diriku.
Aku memang sangat egois, benar-benar sangat egois.
Malam datang, tapi belum ada yang datang. Apa mereka tidak percaya
padaku?. Waktu semakin berjalan dan belum ada yang datang.
" apa mereka belum datang?" tanya Chrysan menuruni tangga
" belum" jawabku
percaya padamu" ujar Chrysan meyakinanku
Dia selalu tahu cara meyakinkanku saat aku sedang ragu dan pesimis
seperti ini.
" terimakasih" ucapku mengelus tangannya
Aku mengenal Chrysan 2 tahun yang lalu saat masih dimarkas, ia
adalah robot kesehatan. Entah apa alasan Chrysan mengubah dirinya, apa dia
memang menginginkannya atau bisa jadi ia adalah korban aku tidak tahu, dia
adalah wanita yang cerdas, ramah dan optimis. Aku bisa bangkit dari
keputusasaan berkat dirinya, ia selalu menyupportku dalam situasi apapun,
sejauh ini belom ada yang mengetahui penyakitu selain dirinya, kami saling
berbagi cerita kecuali cerita privasi, itu sebabnya aku tidak tahu alasan
dirinya menjadi sepertiku. Aku hanya tahu tentang keluarganya yang sudah tewas
secara mengenaskan dan pendapatku itu terjadi karena tangan kotor Rex.
Sayangnya, kami berdua tidak menemukan dokumen ataupun video yang bisa
membuktikan bahwa Rex lah pelakunya seperti aku menemukan tangannya membunuh
kekasihku.
" Jeon kami datang"
Ahh.. sungguh suara kedatangan mereka melegakanku, aku segera
memepersilahkan mereka semua duduk dan mulai menjelaskan startegi yang sudah
lama aku dan Chrysan rencanakan, lalu memperkenalkan Chrysan pada mereka agar
rencana ini tidak terhambat rasa canggung.
" dan sebelum kita melakukan rencana ini, kita harus
memeberitahu Clarissa. Karena dia adalah target kelima, dan kupikir saat acara
ulang tahunnya adalah saat yang teat untuk memberitahunya" akhirku
menjelaskan
" jika memang itu harus dilakukan, mari lakukan bersama-sama"
ujar Lucas
" kuncinya adalah jangan pernah menganggap bahwa ini adaah
tindakan egois dari diriku, ini semua meman salahku dan aku berniat untuk
memperbaiki dan bertanggung jawab atas kesalahanku tapi, aku tidak bisa
melakukan semuanya sendiri aku butuh bantuan kalian" lanjutku lagi
" baiklah, kami akan membantu" tambah Steve
" terimakasih telah mempercayaiku kembali, aku akan berusaha
tidak akan mengecewakan kalian" Ucapku
" kalau begitu kita harus pulang" ujar Bimo
Sepulangnya mereka, aku merasa senang sekali, aku merasa sangat
senang telah mendapat kepercayaan kedua kalinya dari mereka, aku berjanji tidak
akan mengecewakan mereka.
" Jeon, perhatikan tingkahmu. Lihat, kakimu memar lagi"
ujar Chrysan segera mengobati kakiku
" maafkan aku Chrysan, kau tahu kan aku tidak bisa merasakan
sakit?"
" minta maaflah pada dirimu sendiri. Setidaknya kau lebih
berhati-hati lagi dalam bertingkah"
……………………….
Malam hari ulang tahun Clarissa…………
Aku dan teman-temanku datang kerumah Clarissa dengan mobil Youngboun,
dari pakiran kami langsung berpencar dan melakukan tugas masing-masing,. Aku
dan Lucas mencari Clarissa, karena aku yakin akan ada banyak sekali tamu yang
hadir dalam acara mahasiswi favorit kampusku. Youngboun dan Bimo bertugas
mengamati area luar karena aku yakin jika, Rex tahu aku sudah berkhianat maka
ia akan langsung mengirim Jason untuk ulahnya yang busuk itu. Steve bertugas
menyiapkan mobil jika keadaan darurat datang dan kami harus kabur dari sini.
Aku tahu ini berlebihan tapi, apa salahnya antisipasi. Aku dan Lucas mencoba
masuk ke ruang utama mencari Clarissa, dan benar saja ia tengah berbincang
dengan teman-temannya.