
Keesokan harinya aku mengajak Clarissa untuk membuka loker
tersembunyi dibalik foto Jeon. Jino berkata bahwa semua yang diperlukan untuk
meyakinkan Clarissa ada didalam loker tersembunyi tersebut. Hari ini Youngboun
pergi untuk menenangkan Ivy yang masih shock akan kematia Jeon, Bimo dan Lucas
pergi mencari makan bersama Lavender, tiggal diriku dan Clarissa saja dirumah.
" Clarissa, Jino menyuruhku untuk membantumu membuka loker
tersembunyi dibalik foto itu. Jino berkata bahwa ada sesuatu yang tersimpan
disana dari Jeon untukmu" Jelasku
" Entahlah Steve, aku tidak berani melihatnya. Aku takiut akan
menangis lagi jika melihatnya"
" Kau harus melihatnya, Jeon sangat ingin kau melihatnya"
" Baiklah"
Aku memindahkan figura foto itu dan membuka pintu kecil loker itu,
ada sebuah boneka kecil berwarna putih dan kotak kecil disampingnya, akupun
mengeluarkannya dan menaruhnya diatas meja.
" Clarissa, kurasa boneka itu untukmu. Aku akan membuka kotak
ini"
Saat aku membuka kotak tersebut ada beberapa lembar foto dan barang
seperti kalung didalamnya, aku mengambil salah satu foto yang menarik perhatian
ku. Sebuah foto keluarga yang terlihat sangat bahagia, ada sosok ibu, ayah dan
dua anaknya yang kutebak adalah Jino dan Jeon. Ini adalah bukti bahwa meereka
berdua adalah saudara kembar , foto yang lainnya adalah foto masa kecil mereka.
" Steve, rasanya aku ingin menangis" ujar Clarissa
memeluk erat boneka itu.
" Ada apa Clarissa?"
" Lihat ini"
To : Clarissa
I will always with you forever
With love Jeon.
Kurasa tulisan yang berada di kertas yang menggantuk dileher boneka
itulah yang membuat Clarissa kembali merasa sedih, aku tahu Jeon akan selalu
mnpati janjinya walaupun sekarang ia tidak bersama kami.
……………
Beberapa bulan kemudian……….
Besok kami sepakat untuk kembali ke negera masing-masing, semua
sudah dipersiapkan dan hari ini Youngboun dan Lucas akan menemui Jino
dikantornya untuk menyampaikan salam perpisahan padanya. Aku akan pergi ke reruntuhan
gedung untuk berpisah dengan Jeon ditemani dengan Ivy dan Lavender. Sesampainya
di runtuhan itu aku mengambil bunga yang sudah layu dan mongering, kurasa ini
adalah bunga dari Jino untuk Jeon.
Jeon, aku datang untuk mengatakan terimakasih dan selamat tinggal,
aku dan yang lainnya akan kmbali kerumah kami masing-masing. Terimakasih karena
sudah menjadi Teman kami dan menyelamatkan kami.
" Clarissa, kita harus mmbantu Youngboun sekarang! Terjadi
kekacauan dikantor Jino!" seru Ivy
" Apa? Baiklah ayo kita kesana!"
Aku langsung berlari kemobil dan Ivy langsung memacu kencang mobil
kami, aku harap tidak terjadi apa-apa pada Youngboun dan Lucas disana, Lavender
mendadak panic saat tahu Lucas dan Youngboun menelfon Ivy dan menyuruh kami
untuk kesana.
Sesampainya kami disana, kami menemukan mobil yang ditumpangi
Youngboun dan Lucas kosong, kami lalu menghampiri kerumunan orang-orang disana,
rupanya kantor ini sudah dikepung polisi. Ada apa ini? kami pun memilih untuk
berpencar mencari Youngboun dan Lucas. Kami menemukan mereka didekat para medis
yang bertugas.
" Youngboun apa yang terjadi?" tanyaku padanya
" Tak lama saat kami tiba disini terjadi baku tembak dari
dalam kantor itu, aku mncoba menghindar dan ada peluru yang meleset mengenai
lengan kirku, tidak apa-apa ini hanya luka tembak biasa"
" luka biasa katamu? Dimana Lucas?" tanya Ivy khawatir
" Ia juga terkena
tembak dilengannya namun, hanya peluru biasa"
Lavnder heran
" Entahlah, sesaat setelah suara tembakan mereda polisi
datang" tukas Youngboun
Sektika kami semua terkejut melihat seseorang memacu kencang
motornya dari dalam kantor itu dan disusul 2 orang lainnya dengan kecepatan
yang sama hingga memecahkan kaca besar kantor itu, bisa kupastikan salah satu
dari 2 orang yang pria itu adalah Jino.. dan tunggu.. seorang lagi apakah benar
itu Jeon? Apakah aku salah lihat?
" Ivy, bantu aku mengejar kedua orang itu!"
" Apa kau gila? Untuk apa mengejar mereka?" tanya Ivy
" Aku yakin sekali bahwa salah satunya adalah Jino dan saat
aku mlihat yang satu lagi dia terlihat seperti Jeon"
" Apa kau yakin bahwa seorang lagi adalah Jeon?" tanya
Lavender
" Maka dari itu kita harus menyusul mereka untuk memastikan
dia Jeon atau bukan, jika pun bukan kita harus membantu Jino juga"
" Baiklah, ayo kita kejar mereka"
" Kalian berangkatlah dulu, aku dan Lucas akan menyusul
kalian" ujar Youngboun
Tanpa pikir panjang aku, Lavender dan Ivy langsung mengejar 2 orang
tersebut. Kurasa pelaku penembakan tadi adalah orang yang dikejar oleh Jino.
Tapi, bukankah Jino sedang ditahan?
" Ivy, awas itu!" Seru Lavender saat melihat mobil yang
melaju kencang kearah yang berlawanan, Ivy langsung membelokkan mobil kami. 2
orang itu melaju sangat kencang sampai Ivy kewalahan mengikuti laju motor
mereka.
Beruntung Ivy sudah terbiasa dengan keadaan seperti ini, dan
ternyata kami juga terlibat kejar-kejaran dengan para polisi, suasana semakin
menegang ditambah saat dilepaskan tembakan peringatan diudara.
" Oh Shit!" ujar Ivy
" Ada apa Ivy?" tanya ku
" Sepertinya salah satu dari mereka akan pergi ke arah yang
lain" jawab Ivy
" Kita ikuti salah satunya saja"
" Ivy!!!"
Oh Crap! Youngboun dan Lucas sudah menyusul mobil kami, cepat
sekali mereka!
" Lucas, aku yakin sebentar lagi salah satu dari mereka akan
berpencar, ikuti salah satunya!" teriak Ivy
" Baik!"
Dan benar saja dugaan Ivy salah satu dari mereka melaju kearah
lain, Ivy segera menyusul kearah tikungan yang dilewati oleh pria itu. Aku
hanya bisa berpegangan kuat pada mobil
" Sudah kuduga ia bermaksud untuk mengelabui yang mngikutinya.
Baiklah, aku akan menjebakmu" Ujar Ivy
Ivy langsung membanting setir kearah lain tanpa mengerem, rasanya
jantungku hampir lepas. Aku segera menelfon Lucas.
' Halo, Lucas kau dimana?'
' Pria itu masih terus melaju, kami masih mengikutinya. Kurasa ia
akan menggiring si pelaku kesuatu tempat'
' Ivy mencoba menjebak pria yang kami kejar'
" Clarissa, suruh Youngboun melakukan hal yang sama "
uajr Ivy
' katakana pada Youngboun untuk menjebak pengendara itu!'
' baiklah'
Sambungan terputus, mobil kami masih melaju kencang diatas
rata-rata, beruntung jalan yang kami lalui sednag sepi, atau mungkin jalanan
ini memang jarang dilewati. Namun, Ivy tiba-tiba mengerem membuat kami
terlonjak kaget.
" mengapa kau berhenti?" tanya Lavender bingung