The Five

The Five
22



Keesokan harinya aku mengajak Clarissa untuk membuka loker


tersembunyi dibalik foto Jeon. Jino berkata bahwa semua yang diperlukan untuk


meyakinkan Clarissa ada didalam loker tersembunyi tersebut. Hari ini Youngboun


pergi untuk menenangkan Ivy yang masih shock akan kematia Jeon, Bimo dan Lucas


pergi mencari makan bersama Lavender, tiggal diriku dan Clarissa saja dirumah.


" Clarissa, Jino menyuruhku untuk membantumu membuka loker


tersembunyi dibalik foto itu. Jino berkata bahwa ada sesuatu yang tersimpan


disana dari Jeon untukmu" Jelasku


" Entahlah Steve, aku tidak berani melihatnya. Aku takiut akan


menangis lagi jika melihatnya"


" Kau harus melihatnya, Jeon sangat ingin kau melihatnya"


" Baiklah"


Aku memindahkan figura foto itu dan membuka pintu kecil loker itu,


ada sebuah boneka kecil berwarna putih dan kotak kecil disampingnya, akupun


mengeluarkannya dan menaruhnya diatas meja.


" Clarissa, kurasa boneka itu untukmu. Aku akan membuka kotak


ini"


Saat aku membuka kotak tersebut ada beberapa lembar foto dan barang


seperti kalung didalamnya, aku mengambil salah satu foto yang menarik perhatian


ku. Sebuah foto keluarga yang terlihat sangat bahagia, ada sosok ibu, ayah dan


dua anaknya yang kutebak adalah Jino dan Jeon. Ini adalah bukti bahwa meereka


berdua adalah saudara kembar , foto yang lainnya adalah foto masa kecil mereka.


" Steve, rasanya aku ingin menangis" ujar Clarissa


memeluk erat boneka itu.


" Ada apa Clarissa?"


" Lihat ini"


To  : Clarissa


I will always with you forever


With love Jeon.


Kurasa tulisan yang berada di kertas yang menggantuk dileher boneka


itulah yang membuat Clarissa kembali merasa sedih, aku tahu Jeon akan selalu


mnpati janjinya walaupun sekarang ia tidak bersama kami.


……………


Beberapa bulan kemudian……….


Besok kami sepakat untuk kembali ke negera masing-masing, semua


sudah dipersiapkan dan hari ini Youngboun dan Lucas akan menemui Jino


dikantornya untuk menyampaikan salam perpisahan padanya. Aku akan pergi ke reruntuhan


gedung untuk berpisah dengan Jeon ditemani dengan Ivy dan Lavender. Sesampainya


di runtuhan itu aku mengambil bunga yang sudah layu dan mongering, kurasa ini


adalah bunga dari Jino untuk Jeon.


Jeon, aku datang untuk mengatakan terimakasih dan selamat tinggal,


aku dan yang lainnya akan kmbali kerumah kami masing-masing. Terimakasih karena


sudah menjadi Teman kami dan menyelamatkan kami.


" Clarissa, kita harus mmbantu Youngboun sekarang! Terjadi


kekacauan dikantor Jino!" seru Ivy


" Apa? Baiklah ayo kita kesana!"


Aku langsung berlari kemobil dan Ivy langsung memacu kencang mobil


kami, aku harap tidak terjadi apa-apa pada Youngboun dan Lucas disana, Lavender


mendadak panic saat tahu Lucas dan Youngboun menelfon Ivy dan menyuruh kami


untuk kesana.


Sesampainya kami disana, kami menemukan mobil yang ditumpangi


Youngboun dan Lucas kosong, kami lalu menghampiri kerumunan orang-orang disana,


rupanya kantor ini sudah dikepung polisi. Ada apa ini? kami pun memilih untuk


berpencar mencari Youngboun dan Lucas. Kami menemukan mereka didekat para medis


yang bertugas.


" Youngboun apa yang terjadi?" tanyaku padanya


" Tak lama saat kami tiba disini terjadi baku tembak dari


dalam kantor itu, aku mncoba menghindar dan ada peluru yang meleset mengenai


lengan kirku, tidak apa-apa ini hanya luka tembak biasa"


" luka biasa katamu? Dimana Lucas?" tanya Ivy khawatir


"  Ia juga terkena


tembak dilengannya namun, hanya peluru biasa"


Lavnder heran


" Entahlah, sesaat setelah suara tembakan mereda polisi


datang" tukas Youngboun


Sektika kami semua terkejut melihat seseorang memacu kencang


motornya dari dalam kantor itu dan disusul 2 orang lainnya dengan kecepatan


yang sama hingga memecahkan kaca besar kantor itu, bisa kupastikan salah satu


dari 2 orang yang pria itu adalah Jino.. dan tunggu.. seorang lagi apakah benar


itu Jeon? Apakah aku salah lihat?


" Ivy, bantu aku mengejar kedua orang itu!"


" Apa kau gila? Untuk apa mengejar mereka?" tanya Ivy


" Aku yakin sekali bahwa salah satunya adalah Jino dan saat


aku mlihat yang satu lagi dia terlihat seperti Jeon"


" Apa kau yakin bahwa seorang lagi adalah Jeon?" tanya


Lavender


" Maka dari itu kita harus menyusul mereka untuk memastikan


dia Jeon atau bukan, jika pun bukan kita harus membantu Jino juga"


" Baiklah, ayo kita kejar mereka"


" Kalian berangkatlah dulu, aku dan Lucas akan menyusul


kalian" ujar Youngboun


Tanpa pikir panjang aku, Lavender dan Ivy langsung mengejar 2 orang


tersebut. Kurasa pelaku penembakan tadi adalah orang yang dikejar oleh Jino.


Tapi, bukankah Jino sedang ditahan?


" Ivy, awas itu!" Seru Lavender saat melihat mobil yang


melaju kencang kearah yang berlawanan, Ivy langsung membelokkan mobil kami. 2


orang itu melaju sangat kencang sampai Ivy kewalahan mengikuti laju motor


mereka.


Beruntung Ivy sudah terbiasa dengan keadaan seperti ini, dan


ternyata kami juga terlibat kejar-kejaran dengan para polisi, suasana semakin


menegang ditambah saat dilepaskan tembakan peringatan diudara.


" Oh Shit!" ujar Ivy


" Ada apa Ivy?" tanya ku


" Sepertinya salah satu dari mereka akan pergi ke arah yang


lain" jawab Ivy


" Kita ikuti salah satunya saja"


" Ivy!!!"


Oh Crap! Youngboun dan Lucas sudah menyusul mobil kami, cepat


sekali mereka!


" Lucas, aku yakin sebentar lagi salah satu dari mereka akan


berpencar, ikuti salah satunya!" teriak Ivy


" Baik!"


Dan benar saja dugaan Ivy salah satu dari mereka melaju kearah


lain, Ivy segera menyusul kearah tikungan yang dilewati oleh pria itu. Aku


hanya bisa berpegangan kuat pada mobil


" Sudah kuduga ia bermaksud untuk mengelabui yang mngikutinya.


Baiklah, aku akan menjebakmu" Ujar Ivy


Ivy langsung membanting setir kearah lain tanpa mengerem, rasanya


jantungku hampir lepas. Aku segera menelfon Lucas.


' Halo, Lucas kau dimana?'


' Pria itu masih terus melaju, kami masih mengikutinya. Kurasa ia


akan menggiring si pelaku kesuatu tempat'


' Ivy mencoba menjebak pria yang kami kejar'


" Clarissa, suruh Youngboun melakukan hal yang sama "


uajr Ivy


' katakana pada Youngboun untuk menjebak pengendara itu!'


' baiklah'


Sambungan terputus, mobil kami masih melaju kencang diatas


rata-rata, beruntung jalan yang kami lalui sednag sepi, atau mungkin jalanan


ini memang jarang dilewati. Namun, Ivy tiba-tiba mengerem membuat kami


terlonjak kaget.


" mengapa kau berhenti?" tanya Lavender bingung