
" Kalian berbohongkan? Kalian hanya mengerjaiku bukan?"
" Katakan Youngboun! Ivy! Kalian Berbohong iya kan?"
" Mereka tidak berbohong Clarissa"
Suara itu.... Jeon?
………………….
" Apa maksudmu Jeon? Mereka semua berkasta kau sudah mati,
dank au membenarkan itu?" Tanyaku
" Youngboun benar aku bukanlah Jeon"
" Jika kau bukan Jeon lalu kau siapa?"
" Aku adalah Jino, Jino Jackson"
" Jino? Apa kau pikir
aku akan percaya akan hal itu?"
" Aku yakin Steve membawa bukti bahwa aku bukanlah Jeon"
" Ba.. bagaimana kau tahu?" Steve bertanya gugup
" Kalian benar Jeon bukanlah orang yang dingin sepertiku, Jeon
juga tidak memiliki bekas luka di pipi kirinya, Jeon juga tidak memiliki kalung
dan Jeon tidak mempunyai kekasih bahkan Chrysan bukanlah kekasihnya sekalipun
mereka terlihat begitu romantic"
" Kalung itu adalah milikku, dan Jeon adalah adik
kembarku"
Adik kembar? Jadi selama ini Jeon mempunyai kembaran?
" Jeon ikut terkena bom yang menghancurkan gedung itu. Maafkan
aku karena telah berbohong selama ini pada kalian"
" Tidak, ini tidak mungkin. Tidak masalah bahwa kau bukan Jeon
tapi, Jeon masih hidup bukan? Katakan Jino!! Katakan bahwa Jeon masih hidup!
Kumohon katakana Jino!" Ujarku
" Maafkan aku Clarissa, tapi, Jeon sudah pergi"
" Jeeoooonnnnn!!!!! Kenapa kau pergi begitu cepat Jeon!!"
aku menjerit sejadi-jadinya, hatiku sungguh remuk mendegarnya… Jeon….
……………….
Setelah Lucas menggendong Clarissa kekamarnya kami semua berkumpul
diruang tengah untuk mendengarkan penjelasan Jino atas adik kembarnya itu,
Clarissa langsung jatuh pingsan mendengar Jeon benar-benar sudah pergi untuk
selamanya.
" Sebelumnya aku ingin meminta maaf pada kalian semua karena
telah berpura-pura menjadi Jeon. Kukira akan mudah menjadi Jeon karena kami
adalah saudara kembar tapi, dugaanku salah. Jeon telah banyak berubah berkat
kalian dan aku sangat berterimakasih akan hal itu. Akan kuceritakan semuanya
secara detail" Jelas Jino
" Aku dan Jeon adalah saudara kembar yang hampir disetiap hal
kami mempunyai kesamaan, sikap kamipun sama. Kalian menganggapku sebagai pria
yang dingin dan itulah sifat lama Jeon. Kami berdua mempunyai masalah dalam hal
bersosialisasi. Hari kami selalu berjalan seperti biasa sampai akhirnya saat
kami sampai dirumah kami menemukan jasad kedua orang tua kami bersimbah darah,
kami berusaha sebisa mungkin mencari pelaku yang membunuh kedua orang tua kami
namun, sayangnya kami tidak bisa menemukannya. Sampai akhirnya aku memutuskan
untuk bergabung dengan agen CIA untuk menyelidiki hal sepele itu. Dan ternyata
kesedihan kami tidak hanya sampai disitu, 3 bulan setelah kematian orang tua
kami kekasih Jeon meninggal karena tabrakan yang mengakibatkan jasad kekasihnya
itu rusak, sejak saat itu Jeon putus asa ia merasa hidupnya hampa ditambah lagi
ketidak hadiran diriku karena tugasku sebagai CIA, sesaat setelah kematian
kekasihnya Jeon menghilang. Aku tidak menemukannya dimanapun bahkan rekan
kerjaku juga tidak dapat menemukannya, sampai suatu hari aku bertemu dengannya
dibandara, ia diperlakukan seperti pembantu oleh orang yang bernama Rex, aku
menculik Jeon dan berusaha menjelaskan semuanya namun, tetap saja tatapan Jeon
melihat keadaannya yang seperti itu. Beruntung saat aku bercerita tentang orang
tua kami dan kekasihnya ia perlahan mau mendengarkan dan sadar. Dibalik
pencarianku terhadap dirinya aku juga mencari pembunuh orang tuaku dan hasilnya
adalah Rex."
" Rex yang membunuh kedua orang tua kami, Rex yang membunuh
kekasih Jeon dan Rex jugalah yang sudah membuat Jeon meninggal. Sejak saat
itulah, Jeon meminta pertolonganku untuk membalaskan dendam pada Rex. Aku
sebagai agen CIA tidak bisa bertindak gegabah, mulai saat ia meminta
bantuankulah aku mulai mengawasinya, aku menyamar dan melakukan banyak hal
sabotase pada perusahaan Rex samapi akhirnya Jeon memintaku untuk memasang bom
beruntun di gedung itu, ia sangat ingin Rex mati tersiksa tertimpa reruntuhan
gedung nantinya, dan saat kami ingin melancarkan aksi kami ia mendapat tugas untuk
menjemput kalian, target Rex selanjutnya. Aku menyuruh Jeon untuk membawa
Chrysan pergi dengannya, dan selama ia bersama kalian sikapnya berubah bahkan
ia menemukan orang yang ia cintai, Ia benar-benar ingin menyelamatkan kalian
dari Rex ia berhasil namun tidak dengan nyawanya. Saat aku ikut dengan kalian
kemari aku pikir kalian tidak akan menyadari dengan sikapku yang berbeda namun,
ternyata perkiraanku kembali salah Jeon telah banya berubah. Dan saat ini aku
sangat lega bisa menjelaskan semua ini pada kalian, aku juga turut menyampaikan
rasa terimakasih karena menemani dan membantu Jeon. Setelah ini aku akan
menyerahkan diri pada CIA jadi, kumohon sampaikan pada Clarissa bahwa Jeon
sangat mencintainya dan Jeon ingin agar Clarissa tidak sedih dengan kepergiannya.
Dan juga tolong sampaikan pesanku pada Chrysan bahwa aku minta maaf tidak bisa
menepati janjiku untuk menyusulnya"
" Mengapa kau harus menyerahkan diri pada CIA?" tanyaku
bingung
" Aku membantu adikku menghancurkan TKP dan membunuh tersangka
yang seharusnya diperiksa dan diinterogasi, maka dari itu aku bertnggung jawab
atas tindakan Jeon"
" Apa kau kekasih Chrysan?" tanya Steve
" Iya, aku adalah kekasih Chrysan."
" Tidak, seketika aku merasa sangat sesak" balas Steve
kecewa
" Setelah ini aku harap kalian semua bisa memaafkanku dan Jeon
atas semua rencana dan kebohongan kami pada kalian, aku harus pergi"
Jino pergi begitu saja. Kami harus merelakan teman kami Jeon dan
juga kakaknya Jino. Jadi dalang dibalik semua ini adalah Rex, dan kami
beruntung bisa selamat dari Rex. Sekarang yang harus kami pikirkan adalah
bagaimana caranya kami menjelaskan pada Clarissa tentang semua ini, apa mungkin
ia akan pingsan lagi.
Sekarang semua sudah jelas, Jeon sangat mencintai Clarissa pantas
saja ia tidak pernah mengatakannya melainkan langsung memberikan cintanya pada
Clarissa. Jujur saja aku merasa sangat sedih saat Jino berkata bahwa ia harus
menyerahkan diri pada CIA padahal awalnya akan lebih baik jika ada pengganti
Jeon namun, sepertinya itu tidak mungkin.
Jeon semoga kau tenang disana….
Kami semua bangga padamu dan sangat menyayangimu
……….
Keesokan harinya aku mengajak Clarissa untuk membuka loker
tersembunyi dibalik foto Jeon. Jino berkata bahwa semua yang diperlukan untuk
meyakinkan Clarissa ada didalam loker tersembunyi tersebut. Hari ini Youngboun
pergi untuk menenangkan Ivy yang masih shock akan kematia Jeon, Bimo dan Lucas
pergi mencari makan bersama Lavender, tiggal diriku dan Clarissa saja dirumah.