The Five

The Five
21



" Kalian berbohongkan? Kalian hanya mengerjaiku bukan?"


" Katakan Youngboun! Ivy! Kalian Berbohong iya kan?"


" Mereka tidak berbohong Clarissa"


Suara itu.... Jeon?


………………….


" Apa maksudmu Jeon? Mereka semua berkasta kau sudah mati,


dank au membenarkan itu?" Tanyaku


" Youngboun benar aku bukanlah Jeon"


" Jika kau bukan Jeon lalu kau siapa?"


" Aku adalah Jino, Jino Jackson"


" Jino?  Apa kau pikir


aku akan percaya akan hal itu?"


" Aku yakin Steve membawa bukti bahwa aku bukanlah Jeon"


" Ba.. bagaimana kau tahu?" Steve bertanya gugup


" Kalian benar Jeon bukanlah orang yang dingin sepertiku, Jeon


juga tidak memiliki bekas luka di pipi kirinya, Jeon juga tidak memiliki kalung


dan Jeon tidak mempunyai kekasih bahkan Chrysan bukanlah kekasihnya sekalipun


mereka terlihat begitu romantic"


" Kalung itu adalah milikku, dan Jeon adalah adik


kembarku"


Adik kembar? Jadi selama ini Jeon mempunyai kembaran?


" Jeon ikut terkena bom yang menghancurkan gedung itu. Maafkan


aku karena telah berbohong selama ini pada kalian"


" Tidak, ini tidak mungkin. Tidak masalah bahwa kau bukan Jeon


tapi, Jeon masih hidup bukan? Katakan Jino!! Katakan bahwa Jeon masih hidup!


Kumohon katakana Jino!" Ujarku


" Maafkan aku Clarissa, tapi, Jeon sudah pergi"


" Jeeoooonnnnn!!!!! Kenapa kau pergi begitu cepat Jeon!!"


aku menjerit sejadi-jadinya, hatiku sungguh remuk mendegarnya… Jeon….


……………….


Setelah Lucas menggendong Clarissa kekamarnya kami semua berkumpul


diruang tengah untuk mendengarkan penjelasan Jino atas adik kembarnya itu,


Clarissa langsung jatuh pingsan mendengar Jeon benar-benar sudah pergi untuk


selamanya.


" Sebelumnya aku ingin meminta maaf pada kalian semua karena


telah berpura-pura menjadi Jeon. Kukira akan mudah menjadi Jeon karena kami


adalah saudara kembar tapi, dugaanku salah. Jeon telah banyak berubah berkat


kalian dan aku sangat berterimakasih akan hal itu. Akan kuceritakan semuanya


secara detail" Jelas Jino


" Aku dan Jeon adalah saudara kembar yang hampir disetiap hal


kami mempunyai kesamaan, sikap kamipun sama. Kalian menganggapku sebagai pria


yang dingin dan itulah sifat lama Jeon. Kami berdua mempunyai masalah dalam hal


bersosialisasi. Hari kami selalu berjalan seperti biasa sampai akhirnya saat


kami sampai dirumah kami menemukan jasad kedua orang tua kami bersimbah darah,


kami berusaha sebisa mungkin mencari pelaku yang membunuh kedua orang tua kami


namun, sayangnya kami tidak bisa menemukannya. Sampai akhirnya aku memutuskan


untuk bergabung dengan agen CIA untuk menyelidiki hal sepele itu. Dan ternyata


kesedihan kami tidak hanya sampai disitu, 3 bulan setelah kematian orang tua


kami kekasih Jeon meninggal karena tabrakan yang mengakibatkan jasad kekasihnya


itu rusak, sejak saat itu Jeon putus asa ia merasa hidupnya hampa ditambah lagi


ketidak hadiran diriku karena tugasku sebagai CIA, sesaat setelah kematian


kekasihnya Jeon menghilang. Aku tidak menemukannya dimanapun bahkan rekan


kerjaku juga tidak dapat menemukannya, sampai suatu hari aku bertemu dengannya


dibandara, ia diperlakukan seperti pembantu oleh orang yang bernama Rex, aku


menculik Jeon dan berusaha menjelaskan semuanya namun, tetap saja tatapan Jeon


melihat keadaannya yang seperti itu. Beruntung saat aku bercerita tentang orang


tua kami dan kekasihnya ia perlahan mau mendengarkan dan sadar. Dibalik


pencarianku terhadap dirinya aku juga mencari pembunuh orang tuaku dan hasilnya


adalah Rex."


" Rex yang membunuh kedua orang tua kami, Rex yang membunuh


kekasih Jeon dan Rex jugalah yang sudah membuat Jeon meninggal. Sejak saat


itulah, Jeon meminta pertolonganku untuk membalaskan dendam pada Rex. Aku


sebagai agen CIA tidak bisa bertindak gegabah, mulai saat ia meminta


bantuankulah aku mulai mengawasinya, aku menyamar dan melakukan banyak hal


sabotase pada perusahaan Rex samapi akhirnya Jeon memintaku untuk memasang bom


beruntun di gedung itu, ia sangat ingin Rex mati tersiksa tertimpa reruntuhan


gedung nantinya, dan saat kami ingin melancarkan aksi kami ia mendapat tugas untuk


menjemput kalian, target Rex selanjutnya. Aku menyuruh Jeon untuk membawa


Chrysan pergi dengannya, dan selama ia bersama kalian sikapnya berubah bahkan


ia menemukan orang yang ia cintai, Ia benar-benar ingin menyelamatkan kalian


dari Rex ia berhasil namun tidak dengan nyawanya. Saat aku ikut dengan kalian


kemari aku pikir kalian tidak akan menyadari dengan sikapku yang berbeda namun,


ternyata perkiraanku kembali salah Jeon telah banya berubah. Dan saat ini aku


sangat lega bisa menjelaskan semua ini pada kalian, aku juga turut menyampaikan


rasa terimakasih karena menemani dan membantu Jeon. Setelah ini aku akan


menyerahkan diri pada CIA jadi, kumohon sampaikan pada Clarissa bahwa Jeon


sangat mencintainya dan Jeon ingin agar Clarissa tidak sedih dengan kepergiannya.


Dan juga tolong sampaikan pesanku pada Chrysan bahwa aku minta maaf tidak bisa


menepati janjiku untuk menyusulnya"


" Mengapa kau harus menyerahkan diri pada CIA?" tanyaku


bingung


" Aku membantu adikku menghancurkan TKP dan membunuh tersangka


yang seharusnya diperiksa dan diinterogasi, maka dari itu aku bertnggung jawab


atas tindakan Jeon"


" Apa kau kekasih Chrysan?" tanya Steve


" Iya, aku adalah kekasih Chrysan."


" Tidak, seketika aku merasa sangat sesak" balas Steve


kecewa


" Setelah ini aku harap kalian semua bisa memaafkanku dan Jeon


atas semua rencana dan kebohongan kami pada kalian, aku harus pergi"


Jino pergi begitu saja. Kami harus merelakan teman kami Jeon dan


juga kakaknya Jino. Jadi dalang dibalik semua ini adalah Rex, dan kami


beruntung bisa selamat dari Rex. Sekarang yang harus kami pikirkan adalah


bagaimana caranya kami menjelaskan pada Clarissa tentang semua ini, apa mungkin


ia akan pingsan lagi.


Sekarang semua sudah jelas, Jeon sangat mencintai Clarissa pantas


saja ia tidak pernah mengatakannya melainkan langsung memberikan cintanya pada


Clarissa. Jujur saja aku merasa sangat sedih saat Jino berkata bahwa ia harus


menyerahkan diri pada CIA padahal awalnya akan lebih baik jika ada pengganti


Jeon namun, sepertinya itu tidak mungkin.


Jeon semoga kau tenang disana….


Kami semua bangga padamu dan sangat menyayangimu


……….


Keesokan harinya aku mengajak Clarissa untuk membuka loker


tersembunyi dibalik foto Jeon. Jino berkata bahwa semua yang diperlukan untuk


meyakinkan Clarissa ada didalam loker tersembunyi tersebut. Hari ini Youngboun


pergi untuk menenangkan Ivy yang masih shock akan kematia Jeon, Bimo dan Lucas


pergi mencari makan bersama Lavender, tiggal diriku dan Clarissa saja dirumah.