The Five

The Five
3



Malam ini kami akhiri dengan menghabiskan bir yang disediakan oleh


Steve, dan aku meilih untuk pulang pertama karena aku yakin jika aku pulang


lebih malam lagi, Chrysan sudah siap dengan ocehannya. Lagipula aku harus


menepati janjiku untuk membahas apa itu ulang tahun bersama Chrysan.


" im home!" ujarku


" oh.. damn! Baju baru lagi?? Darimana kau mendapatkan


itu?"


" Youngboun.. kau kira siapa lagi?"


" sebelum kau tidur, ayo cek kondisi tubuhmu terlebih


dahulu" Ucap Chrysan menarik tanganku kekamarnya. Untuk standar robot kesehatan,


ia adalah robot yang cukup perhatian dan peka namun, sekarang ia bukanlah lagi


seorang robot. Dan lusa aku akan melepas perangkat yang ada ditubuhnya itu,


semua alat medis sederhana ia dapat dari hasil 'freetake' dari markas pusat.


" sejauh ini, tekanan darah, detak jantung, denyut nadi, dan


tekanan oksigenmu standar, baiklah besok pagi akan kubangunkan seperti biasa,


dan kau harus bangun walau kau tidak kuliah, mengerti?"


" mengerti, dan jangan lupakan permintaanku setelah makan


malam tadi"


" akan kubawakan obat untukmu, setelah itu baru aku akan


memberikan permintaanmu"


……………..


Hari ini, tidak ada materi yang akan disampaikan aku berniat untuk


mengajak Chrysan keluar untuk ya.. sekedar merelaksasikan tubuh sebelum aku


mengeluarkan perngakat yang ada didalam tubuhnya namun, sepertinya rencanaku


gagal karena Steve menagih penjelasan tentang apa yang terjadi padaku dan


disinilah aku berakhir, di café yang penuh dengan remaja yang tengah asyik


berpacaran mulai dari remaja asli hingga robot remaja, oh sial! Mereka tampak


terlihat sama tanpa ada perbedaan.


" jadi, bagaimana kehidupanmu yang sebenarnya Jeon?"


sungguh anak yang penasaran…


" kau tahu, hidup sebagai manusia itu terkadang melelahkan,


bahkan sangat melelahkan, dan ya.. setelah tiga tahun aku hidup sebagai robot,


aku mulai merasa jika semakin lama diriku semakin diperbudak oleh 'majikanku'


dan sekarang adalah misi terakhirku" jelasku


" misi terakhir? Apa yang akan kau lakukan?"


" mengubah kalian menjadi sepertiku"


" apa kau gila?? Kau bilang hal seperti itu akan terjadi jika


kita sendiri yang menginginkannya, dan kau tahu bahwa kita beretiga tidak


menginginkan menjadi sepertimu! Apa kau ingin melenyapkan generasi manusia


dibumi ini??"


"aku tahu, tapi tidak dengan bosku, permintaan seperti itu akan


terjadi apabila seseorang mengalami keputusasaan sama sepertiku, tapi bosku


tidak bisa menunggu semua orang seperti itu, ia ingin semua orang mengakui


kehebatannya"


"tapi… "


" aku akan menunggu informasi dari rekanku, jika nanti kalian


aku ajak kemarkasku ikutlah dulu, aku tidak akan mengubah kalian, tapi aku


membutuhkan bantuan kalian."


Tanpa basa-basi lagi aku langsung meninggalkan Steve begitu saja


hanya ada beberapa orang yang akan bekerja harian, anehnya aku dihantui pikiran


untuk segera memeriksakan diriku ke dokter akan penyakit abadiku ini tapi,


tidak. Aku tidak akan memeriksakanna, akan ada banyak komentar dan asumsi yang


akan kudengar dari orang-orang yang akan ada disana dan aku tidak akan mau


mendengarnya, apapun itu tentang manusia robot.


' Jeon'


' ada apa Chrysan?'


' kau… dalam perjalanan pulang, kan?'


' ya, ada apa?'


' aku baru saja mendapat informasi bahwa Mr.Rex meninginkan project


lanjutannya dimajukan menjadi minggu depan, kuharap kau bisa mengerti maksudku'


' baiklah, aku mengerti. Sebentar lagi aku akan sampai dirumah'


Jaringan terputus, sial! Tua Bangka itu benar-benar tamak rupanya.


Baik, jika itu maumu Rex, tunggu dan lihat saja apa yang akan kuberikan dalam permainan


bodohmu ini. Suati pembalasan yang sepadan dengan apa yang telah kau lakukan


pada kekasihku dulu.


Semalam………


Aku masih mencari tahu siapa pembunuh kekasihku 4 tahun silam, aku


masuk keruang kerja chrysan untuk memeriksa dokumen rahasia Mr.Rex oh.. tentu


saja aku sangat mncurigainya, penghasut hidupku adalah dirinya saat 3 tahun


lalu, dan ia menawarkan segala macam tengik-bengiknya ucapannya itu, darimana


ia tahu diriku tengah berduka atas kepergian kekasihku? Dari situlah aku mulai


mencurigainya. Dan jackpot! Kudapatkan dokumen rahasianya, kubuka semua dokumen


itu.. ternyata ia tidak pernah absen menulis agenda kegiatan dan rencananya,


mulai dari menggugus ide gilanya lalu.. mendirikan perusahaannya sendiri dan..


tunggu dulu,..


Dasar anak bodoh! Wanita itu berani sekali melanggar kontrak denganku, harusnya dia


membawa pria itu padaku, Jason! Bunuh wanita itu untukku, dia sudah tidak


berguna lagi sekarang.


Wanita? Di video itu ada sebuah percakapan rencana pembunuhan


seorang wanita, dan sungguh aku tersontak melihat foto yang diberikan pada


Jason, itu adalah foto kekasihku. Shit!! Tua Bangka itu ternyata yang membunuh


kekasihku dan juga robot sialan itu, amarahku mulai menyulut. Ku perhatikan


dokumen demi dokumen, video demi video dan satu hal lagi yang semakin membuatku


semakin memanas, pengubahanku sebagai manusia robot sudah direncanakan olehnya!


Oh Great Fucking shit! Dia mengincar pengidap CIPA sepertiku dan sekarang ia


mengincar teman-temanku.. ini tidak bisa dibiarkan.


………….


" Chrysan.. Im home!" Ujarku menutup pintu


" syukurlah kau pulang lebih cepat, kau harus melihat


ini" balasnya langsung menarikku ke ruang kerjanya, di layar monitor


terlihat jelas Mr.Rex merencanakan pembunuhanku dengan membekukan diriku


kedalam cairan nitrogen, apa ia sudah gila?? Tidak ada manusia yang bisa hidup


kembali setelah kematian?! Bisa-bisanya ia merencanakan ini untukku, tidak akan


kubiarkan dirim hidup dengan tenang Rex, aku akan segera membalaskan dendamku


padamu, dan akan kupastikan matimu kau dapatkan tidak dengan selayaknya manusia


seperti kau melenyapkan kekasihku.