
" syukurlah kau pulang lebih cepat, kau harus melihat
ini" balasnya langsung menarikku ke ruang kerjanya, di layar montor
terlihat jelas Mr.Rex merencanakan pembunuhanku dengan membekukan diriku
kedalam cairan nitrogen, apa ia sudah gila?? Tidak ada manusia yang bisa hidup
kembali setelah kematian?! Bisa-bisanya ia merencanakan ini untukku, tidak akan
kubiarkan dirim hidup dengan tenang Rex, aku akan segera membalaskan dendamku
padamu, dan akan kupastikan matimu kau dapatkan tidak dengan selayaknya manusia
seperti kau melenyapkan kekasihku.
" kurasa kau harus segera bertemu dengan teman-temanku, dan
sekarang akan kulepas perangkat yang ada dalam dirimu, semua alat yang
dibutuhkan sudah lengkap?"
" sudah, tapi, berjanjilah akan melakukannya dengan
hati-hati"
" apa aku pernah melanggar janjiku padamu? Hmm?"
" tidak"
" baiklah tunggu apalagi, ayo!"
Dikamar Chrysan, ya aku akan mengeluarkan perangkat sialan itu dari
dalam tubuhnya, jangan berasumsi jika diriku memiliki otak mesum dan cabul, aku
sudah terbiasa melihat tubuh Chrysan hanya saja masih dengan balutan
pakaiannya, tidak, tidak, aku tidak akan mau melihatnya.. tenang saja ia masih
memakai pakaiannya. "tahan rasa sakitnya, ini pasti akan sakit"
2 jam berlalu…
Aku sudah selesai menjahit hasil operasi gadungan yang kubuat, dan
tentu saja jika aku ketahuan aku akan disanksi karea telah melanggar hukum,, oh
tidak! Betapa beraninya aku melakukan hal semacam itu. Benar, itu adalah aku
Jeon Patrick Jackson, dengan segala keberanian yang menghampiri setelah aku
puas terpuruk didalam kondisi keputus asaan.
Keesokan harinya, aku terbangun dari tidurku yang sangat melelahkan
karena semalam aku bermimpi buruk, ah.. sudahlah mimpi tidaklah penting, yang
terpenting bagiku sekarang adalah memberitahu teman-temanku dan mencari cara
bagaimana aku bisa menyelamatkan mereka dari si Tua Bangka itu. Aku turun
kebawah dan mendapati Chrysan sudah menyiapkan sarapan untukku, entah kapan ia
terbangun dari tidurnya setiap malam.
" morning!" sapanya yang menyadari kedatangan diriku
" morning, so what is our breakfast menu today??"
" just some sandwich and milk, like usual"
" thanks, oh.. kau harus bersiap, kemungkinan nanti malam aku
akan mengundang teman-temanku kemari, jika mereka bertanya tentang dirimu jangan
jelaskan, akan tetapi jika mereka bertanya tentang diriku jelaskan dengan
jujur, karena sekarang kau bukan lagi manusia robot, kau manusia seutuhya tanpa
alat atau perangkat apapun yang bersarang ditubuhmu, got it??"
" yes, I know. So now you gotta go or youll be late"
……………..
Dikampus aku segera mencari mereka berempat dan meminta mereka
untuk datang kerumahku, aku tidak akan mengulur waktu lagi hanya hari ini aku
bisa menjelaskan apa maksudku berbuat seperti ini dan aku yakin mereka tidak
akan memaafkanku kalau aku terlambat menjelaskannya.
Brukk..
Aku menabrak seorang wanita, akupun segera membantunya berdiri
" maaf" ucapku lalu pergi meninggalkannya menyusuri koridor,
Youngboun dan Lucas tidak ada dikelasnya kuharap mereka semua sedang dikantin
saat ini namun, mengapa mereka tidak mengajakku, biasanya mereka akan terdiam
didepan kelasku sampai dosenku keluar lalu menarik paksa diriku untuk kekantin.
Kupercepat langkahku menuju kantin kampus, dan aku bersyukur menemukan mereka
" teman-teman, ada yang ingin ku bicarakan dengan kalian dan
ini sangat penting." Ujarku
" mengapa nadamu begitu, apa ada sesuatu yang terjadi?"
tanya Youngboun
" sebelumnya aku minta maaf pada kalian, sungguh aku minta
maaf tapi jika kalian marah setelah ini padaku aku bisa menerimanya. Jadi,
sebenarnya aku ini adalah manusia robot yang diperintah majikanku untuk
mengelaui kalian agar kalian mau dijadikan target selanjutnya" jelasku
" tunggu! Jadi, kau bukan manusia? Dan apa maksud target selanjutnya?"
tegas Lucas
" tidak, aku sungguh manusia. Dan.."
" ia ditugaskan untuk mengubah kita menjadi sepertinya"
Oh Steve.. sungguh aku sangat berterimakasih telah melanjutkan
penjelasanku dan tahukah betapa bodohnya dirimu?? Aku mengumpat dalam hati, tidak
seharusnya ia melanjutkan penjelasanku seperti itu. Entah apa yang akan dipikirkan
Youngboun, Lucas dan Bimo.
" jadi, kau benar-benar akan mengubah kami? Apa kau gila
Jeon??" seketika Lucas
Sepertinya ini akan menjadi semakin rumit.
" apa kau gila Jeon?!?" bentak Youngboun menggebrak meja
" kau tidak bisa melakukan itu pada kami, dan kalau begitu
selama kita berteman kau hanya memanfaatkan kami?" tambah Lucas
" setega itukah kau pada temanmu sendiri Jeon?" Bimo juga
ikut menimpali
Oh shit! Sungguh terimakasih Steve atas penjelasanmu.
" terserah kalian mau menganggap aku apa, kenyataannya memang
benar aku memanfaatkan kalian, benar aku tega pada kalian dan benar aku
bersikap egois pada kalian tapi, tolong dengrkan aku kali ini, ini tentang
keselamatan kalian" jelasku
" keselamatan katamu?? Bisa-bisanya kau menjadi seakan-akan
tahu tentang keselamatan kami padahal kau yang menyebabkan kami dalam
bahaya!" emosi Youngboun mulai tak terkendali.
" karena hanya aku yang bisa menyelamatkan kalian"
" omong kosang apalagi ini Jeon?? Hah?? Hentikan omong
kosongmu itu!" tambah Lucas
Dan sekarang aku yang emosi, aku tidak akan tahu bahwa aku akan
diremehkan sehina ini
" maka dari itu simpan kekesalanmu dan dengarkan penjelasanku
jika kau ingin selamat, karena alat pembunuh kalian bukan hanya diriku!"
Tegasku
Mereka berempat seketika terdiam. Aku belum pernah sekasar ini
dalam mengungkapkan kekesalan tapi, itu semua aku lakukan agar mereka mau
mendengar maksudku dan berhenti merendahkan diriku.
" seminggu lagi aku diminta untuk membawa kalian kemarkas, dan
itu tepat setelah acara ulang tahun Clarissa. Kalian akan diminta oleh
majikanku untuk menetap disana untuk waktu pelatihan, bosku tidak mungkin mu
menerima target yang lemah oleh karena itu kalian akan mendapat pelatihan,
selama pelatihan kalian akan terus bersama tutor kalian jadi, aku harap kalian
tidak pernah terpisah. Sesibuk apapun kalian, kalian harus tetap bersama.
Disana akan ada banyak robot manusia jadi, kalian harus bisa membedakan. Dan
aku mau kita bekerja sama, aku membantu kalian agar kalian selamat dan kalian
membantu aku untuk balas dendam. Bagaimana?"