The Five

The Five
13



" satu hal lagi yang ingin kusampaikan padamu, jgn pernah


dekati teman-temanku, terlebih wanita yang bersamaku dilift tadi. Jika kau


berani menyentuhnya dengan tanganmu yang karatan itu, sungguh akan ku hajar kau


sampai mesin utamamu hancur"


Aku pun pergi meninggalkannya, aku tahu tindakanku tadi sama saja


mengibarkan bendera perang tapi, toh itu juga akan terjadi cepat atau lambat,


yang harus kulakukan adalah melindungi teman-temanku kupastikan mereka tidak


akan menjadi sepertiku. Kehidupan mereka terlalu nerwarna untk diubah menjadi


diriku yang suram ini.


" Jeon keruanganku sekarang"


Oh Shit! Apalagi kali in?! penyiksaan yang biasa kusaksikan sejak


dulu? Atau ia mencoba membunuhku?


" Jeon!"


Aku memberhentikan langkahku, suara lembut itu…. Clarissa!


" kau tiak apa apa?"


" kau ini aneh sekali! Aku tidak habis jatuh ataupun


kkecelakaan"


Ada apa denganku? Mengapa aku  merasa sangat khawatir padanya? Sadarlah JEon!


" maafkan aku"


" sudahlah, aku lapar kapan jam makan siang?"


" jam makan siang masih 2 jam lagi"


" hhh… harusnya aku tahu itu, mengapa aku tidak menuruti akal


sehatku saja tadi.. sudahlah aku kembali kekamar saja, dah!"


Sepertinya ia sangat lapar…


" Clarissa!"


Ia menghentikan langahnya dan membalikkan badan


" mau makan denganku?"


" bolehkah?" matanya membelalak kaget


" tentu, kau mau tidak?"


" horeee!! Baiklah.."


Kami pun pergi ke lobi, beruntung motorku sudah terpakir manis


dilobi jadi aku tidak perlu repot mengeluarkannya dari garasi. Aku


memboncengnya, sebenarnya aku tidak begitu tahu restoran enak disekitar sini


walaupun sudah tiga tahun aku tinggal disini akan tetapi, sakit rasanya melihat


Clarissa sedih seperti tadi.


" kau tahu Jeon, aku benar-benar tidak menyangka kau akan


mengajakku makan. Mengingat kau sangat membenciku" ucapannya membuatku


tertegun


" jadi, kau tidak mau makan? Kalau begitu akan kuantar kau


kembali keruang latihan"


" tidak! Bukan begitu maksudku Jeon, ah kau ini.. "


" kau marah?"


" tidak!"


" lalu kenapa kau cemberut seperti itu?"


" habisnya, aku mengatakan itu karena aku senang, akhirnya kau


mau ramah padaku."


" jangan berfikiran terlalu jauh"


" aku tahu, kau bahkan tidak akan pernah menyukai wanita manja


sepertiku walau kau ramah padaku. Tenang saja, aku tidak akan salah paham"


Perkataannya entah mengapa sukses membuat dadaku sesak, perasaan


apa ini? mengapa aku merasa sakit hati dengan perkataanya? Apa dia pikir aku


tidak bisa menyukainya?


Lagi. Lagi. Dan lagi


Pikiranku seakan menggila saat ini, oh shit!


Akupun menghentikkan motorku didepan sebuah restoran sederhana, aku


harus segera memberi makan otakku agar bisa berfikir jernih, 2 porsi spaghetti


Bolognese adalah menu yang kami pesan. Selama menunggu pesanan datang, keheningan


terjadi diantara kami berdua. Aku yang terlalu malas mencari topic pembicaraan


atau karena dia yang takut untuk bertanya.


"bolehkah aku bertanya?" Clarisa membuka topic


pembicaraan


" ya"


" ini tentang penyakitmu, apa boleh?"


"boleh"


" sejak kapan kau mengidap penyakitmu ini?"


meninggal sore hari saat hendak memasak, ia tiba-tiba jatuh pingsan dengan


keadaan mimisan dan mulutnya mengeluarkan darah. Namun, sebelumnya ibuku tidak


pernah mengeluh sakit atau semcamnya. Saat tangannya tersayat pisau ia tidak


berteriak aw ataupun menyuruhku mengobatinya"


" maaf, aku tidak tahu soal itu"


" tidak apa-apa. Apa hanya itu yang ingin kau tanyakan?"


" sebenarnya masih banyak yang ingin aku tanyakan, aku sendiri


mengambil jurusan kedokteran, dan jujur aku tertarik menangani penyaikitmu.


Sebelum aku bertanya lebih banyak, maukah kamu menjadi partnerku?"


" untuk?"


" di saat skripsi nanti aku ingin membahas tentang penyakitmu,


aku tidak akan membocorkan rahasiamu atau mencantumkan namamu dalam tugasku,


maksudku disini selain kau membantuku untuk belajar, aku juga bisa membantumu


mengontrol dirimu"


Ah.. begitu rupanya.. hanya saja jika dia membantuku, aku bahkan


belum tentu bisa menyelamatkannya dari Rex, bahaya yang selalu mengincarnya.


Jika aku tidak bisa menyelamatkannya aku akan selalu diintai hutang budi


padanya.


" entahlah.. aku.."


" jika kau tidak mau tidak apa-apa, aku tidak memaksa"


" aku.. mau menjadi partnermu tapi, dengan satu syarat"


" apa?"


" kau harus berjanji padaku, jangan pernah mendekati robot


yang tadi kita temui di lift, jika terjadi apa-apa padamu segera beritahu


aku"


" baiklah, aku berjanji"


…………..


Aku merasa aneh dengan sikap Jeon yang tiba-tiba berubah sangat


baik dan ramah padaku saat ini. Apa aku membuat kesalahan hingga dia mulai


membenciku lagi? Ada apa dengannya? Dia benar-benar sangat aneh. Kamipun


melanjutkan makan siang kami, aku tidak yakin jika seteah ini kami bisa


beristirahat mengingat suasana markas kami yang sangat sibuk. Sejak awal, aku


sudah menduga bahwa robot yang kami jumpai dilift saat itu tidak baik, apalagi


melihat bagaimana cara Jeon mendekapku seakan ia tidak mau robot itu


melihatnya. Aku tidak dapat melihat pasti seperti apa robot itu, namun, yang


kutahu dari penglihatanku di lift saat itu, robot itu sepertinya sudah setengah


cacat.


" cepat habiskan makananmu, Chrysan memberitahuku ada suatu


tempat yang harus kudatangi" Ujar Jeon


" baik"


Kupercepat makanku, setelah itu menunggu Jeon membayar dikasir.


Dunia sudah banyak berubah, banyak manusia yang mementingkan ego mereka lebih


dari apapun. Dan yang lebih parah lagi mereka tidak tahu bahwa ego yang selalu


mereka turuti itu hanya akan menghancurkan mereka perlahan-lahan.


" memangnya kau harus kemana?" tanyaku saat Jeon kembali


setelah membayar tagihan makan kami


" jika kau ingin ikut, tidak usah banyak bicara. Lepaskan cip


pelacakmu, ini akan menjadi tempat rahasia kita nanti"


"cip?" aku tidak mengerti


" balikan badanmu!"


Aku hanya menurut saja, lagipula aku sama sekali tidak merasa bahwa


tubuhku ditanamkan cip atau semacamnya


" ini akan terasa sakit jadi, tahan" Jeon mulai menekan


punggung atasku


"aww!!" jeritku kesakitan, rasanya seperti mengeluarkan


peluru dari bekas tembakan dan oh GOD! Its really reay hurting!


" sudah, apa masih terasa sakit?"


" lumayan, tapi, kapan mereka menanamkan itu ditubuhku?"


" gampang saja, semua yang datang pada Rex akan diperlakukan


dengan baik sehingga mereka akan merasa bahwa Rex bukanlah orang jahat. Dan


saat mereka lengah, Rex akan mulai memperalat mereka. Langkah pertamanya adalah


menanamkan cip pelacak atau gps ini pada mereka. Aku tidak tahu pasti kapan ia


melakukan hal itu, tapi sepertinya saat kau tertidur"