
Tidak, cara itu terlalu begitu mudah ditebak bahkan yang tejadi
malah akan membahayakn nyawa teman-temanku. Aku akan meminta pertolongan polisi
saja.
……….
Sudah 1 minggu lebih pria
misterius itu tidak pernah muncul lagi dan melakukan terror apapun lagi pada
kami. Kurasa ia hanyalah orang yang sengaja ingin mengerjai kami saja. Hari ini
kami bersembilan akan pergi ke café dan menghabiskan waktu disana lalu esoknya
kami akan pergi ke Negara tempat Chrysan berada untuk mengunjunginya baru
setelah itu kami akan kembali kerumah masing-masing.
" Ya! Miechyeoss-eo?" Ujar Youngboun saat Bimo meledeknya
" Kau ingat saat di kampus, ada yang pernah meminta Jeon
menjadi pacarnya lalu Jeon menjawab, kau bukanlah wanita bagiku. Seketika aku
tertawa sangat keras mendengarnya. Perkataannya menusuk dan membuatku tertawa
ditambah ekspresi jelek khas orang terkejut yang ditampilkan oleh wanita itu.
Hahahahah… lucu sekali" ujar Youngboun
" dia memang tidak terlihat seperti manusai, di penglihatanku
ia hanya seorang manusia" elakku
" Kau ini! rupanya saat di kampus kau lebih dingin dariku!
Dasar sok cool!" tambah Jino
" Bukan salahku, aku mengatakan yang sebenarnya , aku tidak
bisa brbohong dan kalian tahu itu"
" Baiklah, baiklah tapi kalian tahu apa yang lebih lucu dari
hasil tolakan Jeon?" ujar Steve
" apa?" kami semua
bertanya-tanya
" Saat Bimo berkenalan dengan Chrysan, ekspersi Chrysan yang
heran bercampur jijik dengan tingkah aneh Bimo benar benar lucu!"
Kami tertawa bersama suasana saat ini memang benar-benar hangat,
kami sengaja melakukan ini agar kami selalu teringat satu sama lain nantinya,
bukankah mempunyai banyak kenangan indah itu lebih baik? Lalu kami bersembilan
bermain Uno bersama yang kalah harus meminum bir yang kami pesan. Dan yang
menjadi korban adalah Bimo, ia selalu saja kalah dan akhirnya ia mabuk berat
dan langsung terkapar, selanjutnya kami melakukan tebak kebiasaan antar
pasangan, Steve menjadi juri sementara persertanya adalah aku, Youngboun Jino
dan Lucas.
Aku bersama Clarissa, Youngboun bersama Ivy, Lucas bersama Lavender
dan Jino bersama Chrysan kami sengaja menelfon Chrysan via video call untuk
bermain bersama kami, ini adalah waktu yang paling berarti bagiku setelah aku
kehilangan momen kebersamaan kali ini aku mendapatkannya kembali.
" Siapa diantara kalian yang paling sering mendengkur?"
tanya Steve
Kamipun saling menunjuk kekasih masing-masing dan menyangkalnya
" hahahaha… ini sangat seru!" tawa Steve
" Jika Bimo masih sadar ia pasti akan berteriak…"
" Huaaa…. Jiwa single ku meronta-ronta!" tambah Jino
memperagakan tingkah Bimo yang aneh
" hahahahahahaa…. Ya kau benar Jino, kau benar!" balas
Youngboun
" siapa di antara kalian yang paling manja?"
" Jeon!"
", Ivy,"
" Lucas,"
" waduh Jeon… Jeon.. kau manja juga ternyata" ujar Steve
" Aku penasaran apa yang akan terjadi pada mahasiswi kampus
yang mengejar-ngejar pria dingin seperimu Jeon dan mengetahui bahwa kau
manja" tambah Youngboun
" Dan jangan lupa! Wanita yang ia tolak juga!
Ahhahahahahahhaha" Lucas menambahkan
Sial… aku di bully kali ini.
" uhhh… lihatlah ia mulai menekuk wajahnya, ahahahaha"
ujar Lucas
" Baby boy… wajah sangarmu itu ternyata menyembunyika sifat
manjamu itu ya…." Ledek Steve
" terus saja meledekku"
" Steve kau ini membuat bayi besar mengambek saja!" sial
sekali saat Clarissa malah membully ku juga.
"Baiklah kita lanjutkan, siapa di antara kalian yang paling
sering merengek? "
" Jeon"
" Chrysan"
" Lavender"
" Ivy!"
" lagi lagi Jeon, Jeon ohhh jeon apa benat kau bukan baby
boy?"
" Berhenti meledekku!"
" oh tidak, galak mode on"
" Hahahahahaha….."
Karena permainan itu semua aibku terbongkar dan pada akhirnya aku
harus menahan malu tapi tidak apa, toh mereka juga keluargaku untuk apa harus
malu? Aku juga jadi mengetahui aib mereka. Kami tertawa bersama. Lalu aku
menatap Clarissa dengan raut wajah khawatirnya.
" ada apa Clarissa?" tanyaku
" lihat ini" Clarissa menyodorkan hpny padaku
From : Unknown Number
Sesenang itukah kalian? Aku akan menghampirimu
" sudah tidak waras rupanya orang ini! " ujarku
Aku melihat sekeliling mencari pria bertopi hitam yang beberapa
waktu lalu meneror aku dan Clarissa namun, aku tidak menemukannya di area café
ini, aku yakin ia tidak berada jauh dari sini, ia pasti ada di sekitar café
ini, dan ia masih menguntit kami. Jika aku menemukannya akan ku habisi ia di
tempat. Tidak akan ku kasihani ia lihat saja.
Yang lainnya ikut melihat ke sekeliling café ini namun, tidak
menemukan sosok pria bertopi hitam itu, sialan! Ia mencoba mengerjai kami
rupanya. Sebenarnya apa yang pria itu inginkan? Tidak suka dengan kebahagiannku
ia tinggal pergi untuk tidak melihatnya. Arghh… aku merasa sangat geram kali
ini! penguntit itu sudah tidak bisa dimaafkan!
Tidak lama seorang pelayan menghampiri kami lalu melepas seragamnya
" Jason???" sunguuh ini tida bisa dipercaya
" sudah ku kabari bukan Clarissa bahwa aku akan menghampirimu,
dan sepertinya kau lupa bahwa aku di atur ulang dan dapat menyatukan kembali
tubuhku yang sudah hancur"
" apa yang kau lakukan kemari?"
" Aku kemari untuk membunuh mu Jeon"
………………….