The Five

The Five
28



Tidak, cara itu terlalu begitu mudah ditebak bahkan yang tejadi


malah akan membahayakn nyawa teman-temanku. Aku akan meminta pertolongan polisi


saja.


……….


 Sudah 1 minggu lebih pria


misterius itu tidak pernah muncul lagi dan melakukan terror apapun lagi pada


kami. Kurasa ia hanyalah orang yang sengaja ingin mengerjai kami saja. Hari ini


kami bersembilan akan pergi ke café dan menghabiskan waktu disana lalu esoknya


kami akan pergi ke Negara tempat Chrysan berada untuk mengunjunginya baru


setelah itu kami akan kembali kerumah masing-masing.


" Ya! Miechyeoss-eo?" Ujar Youngboun saat Bimo meledeknya


" Kau ingat saat di kampus, ada yang pernah meminta Jeon


menjadi pacarnya lalu Jeon menjawab, kau bukanlah wanita bagiku. Seketika aku


tertawa sangat keras mendengarnya. Perkataannya menusuk dan membuatku tertawa


ditambah ekspresi jelek khas orang terkejut yang ditampilkan oleh wanita itu.


Hahahahah… lucu sekali" ujar Youngboun


" dia memang tidak terlihat seperti manusai, di penglihatanku


ia hanya seorang manusia" elakku


" Kau ini! rupanya saat di kampus kau lebih dingin dariku!


Dasar sok cool!" tambah Jino


" Bukan salahku, aku mengatakan yang sebenarnya , aku tidak


bisa brbohong dan kalian tahu itu"


" Baiklah, baiklah tapi kalian tahu apa yang lebih lucu dari


hasil tolakan Jeon?" ujar Steve


" apa?"  kami semua


bertanya-tanya


" Saat Bimo berkenalan dengan Chrysan, ekspersi Chrysan yang


heran bercampur jijik dengan tingkah aneh Bimo benar benar lucu!"


Kami tertawa bersama suasana saat ini memang benar-benar hangat,


kami sengaja melakukan ini agar kami selalu teringat satu sama lain nantinya,


bukankah mempunyai banyak kenangan indah itu lebih baik? Lalu kami bersembilan


bermain Uno bersama yang kalah harus meminum bir yang kami pesan. Dan yang


menjadi korban adalah Bimo, ia selalu saja kalah dan akhirnya ia mabuk berat


dan langsung terkapar, selanjutnya kami melakukan tebak kebiasaan antar


pasangan, Steve menjadi juri sementara persertanya adalah aku, Youngboun Jino


dan Lucas.


Aku bersama Clarissa, Youngboun bersama Ivy, Lucas bersama Lavender


dan Jino bersama Chrysan kami sengaja menelfon Chrysan via video call untuk


bermain bersama kami, ini adalah waktu yang paling berarti bagiku setelah aku


kehilangan momen kebersamaan kali ini aku mendapatkannya kembali.


" Siapa diantara kalian yang paling sering mendengkur?"


tanya Steve


Kamipun saling menunjuk kekasih masing-masing dan menyangkalnya


" hahahaha… ini sangat seru!" tawa Steve


" Jika Bimo masih sadar ia pasti akan berteriak…"


" Huaaa…. Jiwa single ku meronta-ronta!" tambah Jino


memperagakan tingkah Bimo yang aneh


" hahahahahahaa…. Ya kau benar Jino, kau benar!" balas


Youngboun


" siapa di antara kalian yang paling manja?"


" Jeon!"


", Ivy,"


" Lucas,"


" waduh Jeon… Jeon.. kau manja juga ternyata" ujar Steve


" Aku penasaran apa yang akan terjadi pada mahasiswi kampus


yang mengejar-ngejar pria dingin seperimu Jeon dan mengetahui bahwa kau


manja" tambah Youngboun


" Dan jangan lupa! Wanita yang ia tolak juga!


Ahhahahahahahhaha" Lucas menambahkan


Sial… aku di bully kali ini.


" uhhh… lihatlah ia mulai menekuk wajahnya, ahahahaha"


ujar Lucas


" Baby boy… wajah sangarmu itu ternyata menyembunyika sifat


manjamu itu ya…." Ledek Steve


" terus saja meledekku"


" Steve kau ini membuat bayi besar mengambek saja!" sial


sekali saat Clarissa malah membully ku juga.


"Baiklah kita lanjutkan, siapa di antara kalian yang paling


sering merengek? "


" Jeon"


" Chrysan"


" Lavender"


" Ivy!"


" lagi lagi Jeon, Jeon ohhh jeon apa benat kau bukan baby


boy?"


" Berhenti meledekku!"


" oh tidak, galak mode on"


" Hahahahahaha….."


Karena permainan itu semua aibku terbongkar dan pada akhirnya aku


harus menahan malu tapi tidak apa, toh mereka juga keluargaku untuk apa harus


malu? Aku juga jadi mengetahui aib mereka. Kami tertawa bersama. Lalu aku


menatap Clarissa dengan raut wajah khawatirnya.


" ada apa Clarissa?" tanyaku


" lihat ini" Clarissa menyodorkan hpny padaku


From : Unknown Number


Sesenang itukah kalian? Aku akan menghampirimu


" sudah tidak waras rupanya orang ini! " ujarku


Aku melihat sekeliling mencari pria bertopi hitam yang beberapa


waktu lalu meneror aku dan Clarissa namun, aku tidak menemukannya di area café


ini, aku yakin ia tidak berada jauh dari sini, ia pasti ada di sekitar café


ini, dan ia masih menguntit kami. Jika aku menemukannya akan ku habisi ia di


tempat. Tidak akan ku kasihani ia lihat saja.


Yang lainnya ikut melihat ke sekeliling café ini namun, tidak


menemukan sosok pria bertopi hitam itu, sialan! Ia mencoba mengerjai kami


rupanya. Sebenarnya apa yang pria itu inginkan? Tidak suka dengan kebahagiannku


ia tinggal pergi untuk tidak melihatnya. Arghh… aku merasa sangat geram kali


ini! penguntit itu sudah tidak bisa dimaafkan!


Tidak lama seorang pelayan menghampiri kami lalu melepas seragamnya


" Jason???" sunguuh ini tida bisa dipercaya


" sudah ku kabari bukan Clarissa bahwa aku akan menghampirimu,


dan sepertinya kau lupa bahwa aku di atur ulang dan dapat menyatukan kembali


tubuhku yang sudah hancur"


" apa yang kau lakukan kemari?"


" Aku kemari untuk membunuh mu Jeon"


………………….