The Five

The Five
26



" Selama 3 tahun aku terkurung ditempat sialan itu, dan


setelah tiga tahun aku tidak berada di kota ini, aku pergi keluar negri mana


mungkin orang yang membenciku di negeri lain mendatangiku kemari untuk


membalaskan dendamnya dan lagi aku membuat masalah di kampus saja tidak


pernah"


" Aku rasa orang yang membuntuti kalian itu sudah lama


melakukannya bukan hanya akhir-akhir ini"


" Maksudmu?"


" Artinya orang itu sudah lama mengintai kalian namun, kalian


baru menyadarinya sekarang"


" pantas saja Clarissa merasa familiar dengan orang itu"


" Bisa jadi kalian pernah melakukan kontak fisik dengan orang


itu tanpa kalian sadari"


Stalker? Jika benar orang itu adalah seorang stalker, untuk apa ia


men-stalking diriku dan Clarissa. Ini sungguh aneh, benar-benar aneh. Padahal


aku dan Clarissa juga tidak pernah mengalami hal yang janggal dan kami tidak


pernah membuat onar di mana-mana. Siapa orang itu sebenarnya?


……..


Hari ini aku dan Jino pergi kesuatu tempat untuk mengecoh orang


misterius itu, aku menyuruh Steve dan Youngboun mengajak pergi Clarissa kearah


yang berlawanan. Aku, Jino, Steve dan Youngboun sengaja memakai penampilan yang


sama agar pria misterius itu bingung. Sementara Lavender dan Ivy berpakaian


sama dengan Clarissa, Ivy bersama Bimo di rumah dan Lavender ketempat lain


dengan Lucas. Aku tidak akan menjebak pria itu sekarang aku hanya ingin tahu


sebenarnya siapa yang ia incar aku atau Clarissa.


Kami sudah memakai earcall masing-masing dan melengkapi diri dengan


jam tangan yang sebenarnya adalah kamera, pemantauanku akan berlangsung satu


hari penuh. Jangan sampai Jiwa psikopatku kembali keluar seperti waktu itu, aku


dan Jino memilih untuk pergi ke tempat umum yang ramai. Clarissa, Steve


memutuskan untuk pergi ke perpustakaan kota, Lavender dan Lucas ke café dekat


taman kota.


' Kalian mendengarku?' ujarku menguji keaktifan earcall kami


' ya tentu'


' Pastikan saat kalian melihat target bersikap biasa saja, target


akan tahu jika kita bersikap waspada'


' baik Jeon'


' Steve dan Youngboun jaga Clarissa pastikan ia aman, yang bersama


dengan para wanita juga jaga mereka'


' Jeon sepertinya aku sudah melihat target' ujar Steve


Dan dugaanku benar, pria itu mengincar Clarissa pantas saja hanya


Clarissa yang merasa sangat familiar dengan pria itu.


" Jino, target pria itu adalah Clarissa"


" Sudah kuduga, sekarang kita lanjutkan dulu penyamaran kita


besok baru kita mulai pengintaian pria itu, jika kita langsung membuka


penyamaran bisa jadi kita yang akan dijebak oleh pria itu"


" Entah mengapa aku merasa sangat bodoh saat bersamamu


Jino"


" Itu karena IQ mu rendah"


" Dan sekarang kau mengejekku, bagus sekali… "


" Ingat perlakukanlah musuh sebagai teman, saat sudah dekat


bekuk dan hancurkan dia"


" Baiklah kakakku yang pintar"


" Kepintaranku lah yang membuatku bisa menjadi agen CIA, bukan


dirimu yang putus asa lalu berubah"


" Dia mulai lagi"


" Hahahahahaha… Kau akan selalu kalah denganku Jeon"


Sudahlah aku malas beradu argument dengan kakakku yang sok pintar


ini. Selalu saja diakhir argument aku yang akan ia pojokkan beruntung jika ia


sedang waras ia hanya merendahkanku, jika ia sedang menggila Ia akan


menyalahkanku dan menyuruhku untuk mati. Dasar kakak yang tidak waras.


………..


Pria misterius itu mulai muncul lagi, sebenarnya aku merasa takut


tapi, aku harus bersikap biasa saja jika tidak rencana Jeon akan berantakan


lagipula ada Steve dan Youngboun bersamaku aku tidak perlu takut.


From : Unknown Number


Kau takut padaku?


Nomor ini? Nomor yang sama saat aku mendapat pesan dir rumah sakit.


Aku memberi isyarat pada Steve untuk melihat pesan di ponselku, ia hanya


mengangguk. Tidak tepat jika ia merespon apa yang kudapat sekarang.


' kusarankan salah satu dari kalian beradegan mesra' suara Lucas


terdengar


' Steve dan Youngboun lakukan itu, agar pria itu yakin bahwa salah


satu dari kalian adalah diriku' Jeon menyetujui usul Lucas


Apa dia sudah hilang akal? Beradegan mesra di perpustakaan? Aku


yakin Jeon dan Lucas sudah tidak waras. Bagaimana bisa kami melakukan itu.


Berciuman? Bukankah nanti kami akan di tending keluar dari perpustakaan dan


malah menimbulkan masalah. Oh shit! Usul macam apa itu!!!


Steve mendorongku hingga badanku membentur dinding, ia mengunci


diriku dengan kedua tangannya. Oh tuhan!! Apakah aku harus melakukan ini??  Aku segera menutup mataku.


" Tenang Clarissa, aku tidak akan menciummu, aku hanya akan


berpura-pura untuk mengecoh pria itu" Bisik Steve


Ahhhh…. Syukurlah Steve tidak menganggap saran itu harus


benar-benar dilakukan, seteah itu kami kembali membaca buku yang kami ambil


dari rak dan tidak lama pria itu pergi meninggalkan kami.


……………


Sesampainya di rumah aku segera memberitahu Jeon akan pesan yang ku


dapat dari nomor misterius itu. Seisi rumah spontan kaget karena hanya aku yang


diteror, Bimo segera memantau CCTV rumah jika ada yang mengintai rumah kami.


" Shit! Beraninya pria itu mengirimkan pesan ini pada


Clarissa" umpat Jeon


" Jeon, control emosimu! Emosimu tidak akan menyelesaikan


masalah dna kau tahu itu"


" Maafkan aku Clarissa, aku hanya tidak terima pria itu


mengirimkan pesan terror seperti ini padamu, kenapa tidak aku saja yang ia


terror"


" Ada dua kemungkinan dalam kasus ini, pertama, ia memang


menyimpan dendam pada Clarissa atau kedua pria itu sengaja meneror Clarissa dan


di saat kau lengah, ia akan menyerangmu Jeon" Sela Jino


" Entah mengapa, aku merasa bahwa itu adalah anak buah


Rex" tambah Bimo


" Tapi, Bimo semua anak buah Rex sudah aku dan Jino tangkap


dan mereka dikurung seumur hidup, pihak CIA dan kepolisian juga menjaga mereka


dengan sangat ketat" elakku


" Logikanya begini Jeon, jika kemungkinan pertama yang kita


ambil akan ada banyak factor yang menghalangi kemungkinan pertama terjadi,


karena Clarissa bukanlah warga Negara ini dan juga ia tidak akan membuat


masalah dengan orang lain. Dan jika kita mengambil kemungkinan kedua ada


beberapa factor pendukung, anak buah Rex mungkin sudah kau tangkap  tapi, mungkin salah satunya melarikan diri


saat ia sudah lepas dari pengawasan mu dan Jino dan lagi taktik itulah yang


dipakai Rex saat menjebakmu. Lebih baik kita meyakini kemungkinan kedua, kita


ambil langkah antisipasi yang lebih besar" jelas Lucas dengan sangat rinci