
" Selama 3 tahun aku terkurung ditempat sialan itu, dan
setelah tiga tahun aku tidak berada di kota ini, aku pergi keluar negri mana
mungkin orang yang membenciku di negeri lain mendatangiku kemari untuk
membalaskan dendamnya dan lagi aku membuat masalah di kampus saja tidak
pernah"
" Aku rasa orang yang membuntuti kalian itu sudah lama
melakukannya bukan hanya akhir-akhir ini"
" Maksudmu?"
" Artinya orang itu sudah lama mengintai kalian namun, kalian
baru menyadarinya sekarang"
" pantas saja Clarissa merasa familiar dengan orang itu"
" Bisa jadi kalian pernah melakukan kontak fisik dengan orang
itu tanpa kalian sadari"
Stalker? Jika benar orang itu adalah seorang stalker, untuk apa ia
men-stalking diriku dan Clarissa. Ini sungguh aneh, benar-benar aneh. Padahal
aku dan Clarissa juga tidak pernah mengalami hal yang janggal dan kami tidak
pernah membuat onar di mana-mana. Siapa orang itu sebenarnya?
……..
Hari ini aku dan Jino pergi kesuatu tempat untuk mengecoh orang
misterius itu, aku menyuruh Steve dan Youngboun mengajak pergi Clarissa kearah
yang berlawanan. Aku, Jino, Steve dan Youngboun sengaja memakai penampilan yang
sama agar pria misterius itu bingung. Sementara Lavender dan Ivy berpakaian
sama dengan Clarissa, Ivy bersama Bimo di rumah dan Lavender ketempat lain
dengan Lucas. Aku tidak akan menjebak pria itu sekarang aku hanya ingin tahu
sebenarnya siapa yang ia incar aku atau Clarissa.
Kami sudah memakai earcall masing-masing dan melengkapi diri dengan
jam tangan yang sebenarnya adalah kamera, pemantauanku akan berlangsung satu
hari penuh. Jangan sampai Jiwa psikopatku kembali keluar seperti waktu itu, aku
dan Jino memilih untuk pergi ke tempat umum yang ramai. Clarissa, Steve
memutuskan untuk pergi ke perpustakaan kota, Lavender dan Lucas ke café dekat
taman kota.
' Kalian mendengarku?' ujarku menguji keaktifan earcall kami
' ya tentu'
' Pastikan saat kalian melihat target bersikap biasa saja, target
akan tahu jika kita bersikap waspada'
' baik Jeon'
' Steve dan Youngboun jaga Clarissa pastikan ia aman, yang bersama
dengan para wanita juga jaga mereka'
' Jeon sepertinya aku sudah melihat target' ujar Steve
Dan dugaanku benar, pria itu mengincar Clarissa pantas saja hanya
Clarissa yang merasa sangat familiar dengan pria itu.
" Jino, target pria itu adalah Clarissa"
" Sudah kuduga, sekarang kita lanjutkan dulu penyamaran kita
besok baru kita mulai pengintaian pria itu, jika kita langsung membuka
penyamaran bisa jadi kita yang akan dijebak oleh pria itu"
" Entah mengapa aku merasa sangat bodoh saat bersamamu
Jino"
" Itu karena IQ mu rendah"
" Dan sekarang kau mengejekku, bagus sekali… "
" Ingat perlakukanlah musuh sebagai teman, saat sudah dekat
bekuk dan hancurkan dia"
" Baiklah kakakku yang pintar"
" Kepintaranku lah yang membuatku bisa menjadi agen CIA, bukan
dirimu yang putus asa lalu berubah"
" Dia mulai lagi"
" Hahahahahaha… Kau akan selalu kalah denganku Jeon"
Sudahlah aku malas beradu argument dengan kakakku yang sok pintar
ini. Selalu saja diakhir argument aku yang akan ia pojokkan beruntung jika ia
sedang waras ia hanya merendahkanku, jika ia sedang menggila Ia akan
menyalahkanku dan menyuruhku untuk mati. Dasar kakak yang tidak waras.
………..
Pria misterius itu mulai muncul lagi, sebenarnya aku merasa takut
tapi, aku harus bersikap biasa saja jika tidak rencana Jeon akan berantakan
lagipula ada Steve dan Youngboun bersamaku aku tidak perlu takut.
From : Unknown Number
Kau takut padaku?
Nomor ini? Nomor yang sama saat aku mendapat pesan dir rumah sakit.
Aku memberi isyarat pada Steve untuk melihat pesan di ponselku, ia hanya
mengangguk. Tidak tepat jika ia merespon apa yang kudapat sekarang.
' kusarankan salah satu dari kalian beradegan mesra' suara Lucas
terdengar
' Steve dan Youngboun lakukan itu, agar pria itu yakin bahwa salah
satu dari kalian adalah diriku' Jeon menyetujui usul Lucas
Apa dia sudah hilang akal? Beradegan mesra di perpustakaan? Aku
yakin Jeon dan Lucas sudah tidak waras. Bagaimana bisa kami melakukan itu.
Berciuman? Bukankah nanti kami akan di tending keluar dari perpustakaan dan
malah menimbulkan masalah. Oh shit! Usul macam apa itu!!!
Steve mendorongku hingga badanku membentur dinding, ia mengunci
diriku dengan kedua tangannya. Oh tuhan!! Apakah aku harus melakukan ini?? Aku segera menutup mataku.
" Tenang Clarissa, aku tidak akan menciummu, aku hanya akan
berpura-pura untuk mengecoh pria itu" Bisik Steve
Ahhhh…. Syukurlah Steve tidak menganggap saran itu harus
benar-benar dilakukan, seteah itu kami kembali membaca buku yang kami ambil
dari rak dan tidak lama pria itu pergi meninggalkan kami.
……………
Sesampainya di rumah aku segera memberitahu Jeon akan pesan yang ku
dapat dari nomor misterius itu. Seisi rumah spontan kaget karena hanya aku yang
diteror, Bimo segera memantau CCTV rumah jika ada yang mengintai rumah kami.
" Shit! Beraninya pria itu mengirimkan pesan ini pada
Clarissa" umpat Jeon
" Jeon, control emosimu! Emosimu tidak akan menyelesaikan
masalah dna kau tahu itu"
" Maafkan aku Clarissa, aku hanya tidak terima pria itu
mengirimkan pesan terror seperti ini padamu, kenapa tidak aku saja yang ia
terror"
" Ada dua kemungkinan dalam kasus ini, pertama, ia memang
menyimpan dendam pada Clarissa atau kedua pria itu sengaja meneror Clarissa dan
di saat kau lengah, ia akan menyerangmu Jeon" Sela Jino
" Entah mengapa, aku merasa bahwa itu adalah anak buah
Rex" tambah Bimo
" Tapi, Bimo semua anak buah Rex sudah aku dan Jino tangkap
dan mereka dikurung seumur hidup, pihak CIA dan kepolisian juga menjaga mereka
dengan sangat ketat" elakku
" Logikanya begini Jeon, jika kemungkinan pertama yang kita
ambil akan ada banyak factor yang menghalangi kemungkinan pertama terjadi,
karena Clarissa bukanlah warga Negara ini dan juga ia tidak akan membuat
masalah dengan orang lain. Dan jika kita mengambil kemungkinan kedua ada
beberapa factor pendukung, anak buah Rex mungkin sudah kau tangkap tapi, mungkin salah satunya melarikan diri
saat ia sudah lepas dari pengawasan mu dan Jino dan lagi taktik itulah yang
dipakai Rex saat menjebakmu. Lebih baik kita meyakini kemungkinan kedua, kita
ambil langkah antisipasi yang lebih besar" jelas Lucas dengan sangat rinci