The Five

The Five
6



Malam hari ulang tahun Clarissa…………


Aku dan teman-temanku datang kerumah Clarissa dengan mobil Youngboun,


dari pakiran kami langsung berpencar dan melakukan tugas masing-masing,. Aku


dan Lucas mencari Clarissa, karena aku yakin akan ada banyak sekali tamu yang


hadir dalam acara mahasiswi favorit kampusku. Youngboun dan Bimo bertugas


mengamati area luar karena aku yakin jika, Rex tahu aku sudah berkhianat maka


ia akan langsung mengirim Jason untuk ulahnya yang busuk itu. Steve bertugas


menyiapkan mobil jika keadaan darurat datang dan kami harus kabur dari sini.


Aku tahu ini berlebihan tapi, apa salahnya antisipasi. Aku dan Lucas mencoba


masuk ke ruang utama mencari Clarissa, dan benar saja ia tengah berbincang


dengan teman-temannya.


 " aku akan menghampirinya"


ujarku pada Lucas.


 " hei, disana banyak


orang, apa kau yakin?" tanya Lucas


" tentu saja" jawabku yakin


" apa kau gila? Apa kau tidak sadar mereka semua,


wanita-wanita itu justru akan menjauhkanmu. Ingat pagi itu waktu Bimo hendak


pergi keperpustakaan denganmu? Jika kau kesana sekarang yang ada kau malah akan


hanya menambah masalah" cegat Lucas


" ah.. kau benar. Sebaiknya aku menunggu waktu yang


tepat" balasku, mengingat kejadian Bimo saat kami mau keperpustakaan saat


itu aku jadi ingin tertawa. Tapi, sudahlah itu kejadian yang memalukan aku


tidak akan mengingatnya lagi.


2 jam berlalu namun, para manusia ini belum juga berkurang


keberadaannya. Aku mulai merasa suntuk, Lucas masih setia dengan birnya


beruntung kami berlima adalah peminum yang handal jadi, kai tidak akan mudah


mabuk walau kami sudah minum bergelas-gelas sekalipun. Dan sebelum aku menjadi semakin


suntuk aku akan menghampiri Clarissa apapun keadaannya.


" Clarissa!" panggilku yng membuat semua mata tertuju


padaku namun, aku tidak peduli.


" maaf, bisa kita bicara sebentar?" tanyaku saat


menghampirinya


" tentu, ayo ketaman belakang" ajaknya


Ditaman belakang….


" Jadi, apa yang ingin kau bicarakan Jeon?" tanyanya


" kau tahu namaku?"


" tentu saja, namamu sudah sering kudapati disetiap


perbincangan wanita kampus, termasuk fakultasku"


" jadi begini, aku tahu ini terdengar sangat gila dan tidak


masuk akal tapi, aku mohon kau percaya padaku. Dirimu dalam bahaya, seseorang


tengah mengincar dirimu untuk diubah."


" tunggu, diubah? Maksudmu aku akan diubah menjadi


sepertimu?"


" hei, darimana kau tahu tentangku?" ini aneh, tidak ada


yang tahu siapa aku dan tidak boleh ada yang tahu.


" hei, kau meragukan skill stalking kaum wanita rupanya, ah..


tenang saja aku percaya perkataanmu. Jadi?" tanyanya


" datang saja kerumahku besok dan bawa peralatan


pribadimu" ujarku meninggalkannya


" hei, aku tidak tahu dimana alamatmu??" serunya


" gunakan saja skill stalkingmu itu!" balasku padanya


Akupun keluar dari area rumah Clarissa, bisa-bisanya ia menstalking


diriku.. entah mengapa aku merasa sangat kesal. ' aku pulang' ucapku melalui


earcall agar mereka berempat tahu. Aku berjalan kearah barat, tentu saja untuk


pulang kerumah. Yang terpenting aku sudah memberitahu Clarissa. Siapa juga yang


peduli pada skill stalkignya itu? Dia pikir dia bisa mengetahui diriku yang


asli? Kita lihat saja nanti, aku kenal dengannya sajapun tidak, kalau bukan


karena Rex aku tidak akan au mengenalnya. Menyebalkan sekali.


" Jeon, kau pikir kau bisa meninggalkan kami?" Steve


" oh ayolah, aku sedang tidak ingin melakukan hal lain"


" jadi, robot kita ini bisa merasa jengkel rupanya. Tenang


saja kita tidak akan kembali kerumah Clarissa" Ujar Youngboun


" lalu?" tanyaku


" kemana lagi?? Clublah" jawab Lucas


" jalan kaki?" tanyaku lagi


" ya dengan mobil lah. Oh shit! Bimo lama sekali!"


Youngboun mulai mengeluarkan jurus kata andalanya


…………….


Semalam setelah usai kami bepesta gila di club kami pulang


kerumahku, Bimo sudah terkapar lebih dulu dilanjut dengan Steve dayang masih


setengah sadar hanya aku dan Youngboun, beruntung kami tidak menabrak saat


perjalanan pulang. Chrysan membantuku dan Youngboun membawa mereka kekamar,


untuk sementara Lucas, Bimo dan Steve akan tidur dikamar tamu dan Youngboun


akan tidur denganku, Chrysan?? Ah dia bisa dan akan tenang jika tidur sendiri.


Paginya, aku turun kedapur untuk sarapan Youngboun baru saja mandi, yang


lainnya mungkin masih tertidur. Dimeja makan Chrysan sudah menyiapkan menu


sarapan.


" berapa kali harus aku peringatkan Jeon, kau harus lebih


memerhatikan tubuhmu yang seperti bom waktu itu. Beruntung semalam tidak


terjadi sesuatu dengan tubuhmu. Kau ini susah sekali diperingatkan" omel


Chrysan


" iya Chrysan aku ingat itu, dan aku tahu itu. Kenapa kau


membahasnya lagi?? Kami hanya bersenang-senang semalam" bantahku


" bersenang-senang katamu? Ada banyak cara lain untuk


bersenang-senang selain merusak tubuhmu dengan botolan alcohol tak berguna


itu!" bentaknya


" kenapa kau sensitive sekali?" tanyaku heran


" apa pedulimu? Tubuhmu sendiri tidak kau pedulikan, urus saja


mood dan pikiranmu yang mulai rusak dengan alcohol itu" jawabnya ketus.


Sepertinya tamu bulanannya tengah datang, tak heran jika dia menjadi sangat


sensitive.


" baiklah, maafkan aku. Aku salah, seharusnya aku lebih


mendengarkanmu dan peduli terhadap diriku sendiri, maaafkan aku. Aku tidak akan


mengulanginya lagi" balasku


" benarkah?"


" tentu, apa aku pernah berbohong padamu Chrysan?"


" baik, cepat habiskan makananmu dan keruanganku, sepertinya


Rex mernecanakan sesuatu tadi malam"


See? Memenangkan hati wanita tidak sesulit apa yang dibayangkan,


wanita hanya butuh dimengerti dan bukti aksi yang jelas bukan hanya omongan,


semua wanita seperti itu jika saat ini kau belum bisa memahami wanita, maka


dirimu belum paham betul seperti apa ibumu sendiri.


Tak lama Youngboun turun diikuti Steve yang berjalan sempoyongan.


" hei, kalian makanlah dulu, Steve kau harus makan banyak, mengerti?"


ujarku pada mereka berdua yang hanya dibalas anggukan. Diruang kerja Chrysan,


aku masih memantau Rex dengan sangat jelas.


" Sial!" ujar Chrysan


" ada apa?" tanyaku


" see? He's trying to upgrading Jason's Program! Jason


benar-benar akan dihidupkan kembali" jawabnya dengan sangat kesal


" robot rongsok itu tidak akan bisa melukai teman-temanku,


kita lihat saja nanti. Cek jadwal penjemputan kami Chrysan, aku akan


memberitahu yang lain"


Tampaknya Bimo masih belum sadarkan diri dari tidur nyenyaknya


semalam, hanya ada Youngboun, Steve, dan Lucas yang berada di meja makan.


Baiklah, sepertinya skill stalking tidak berpengaruh pada Clarissa karena


sampai sekarangpun ia belum juga datang kerumahku, dasar tukang cari tahu.