
Malam hari ulang tahun Clarissa…………
Aku dan teman-temanku datang kerumah Clarissa dengan mobil Youngboun,
dari pakiran kami langsung berpencar dan melakukan tugas masing-masing,. Aku
dan Lucas mencari Clarissa, karena aku yakin akan ada banyak sekali tamu yang
hadir dalam acara mahasiswi favorit kampusku. Youngboun dan Bimo bertugas
mengamati area luar karena aku yakin jika, Rex tahu aku sudah berkhianat maka
ia akan langsung mengirim Jason untuk ulahnya yang busuk itu. Steve bertugas
menyiapkan mobil jika keadaan darurat datang dan kami harus kabur dari sini.
Aku tahu ini berlebihan tapi, apa salahnya antisipasi. Aku dan Lucas mencoba
masuk ke ruang utama mencari Clarissa, dan benar saja ia tengah berbincang
dengan teman-temannya.
" aku akan menghampirinya"
ujarku pada Lucas.
" hei, disana banyak
orang, apa kau yakin?" tanya Lucas
" tentu saja" jawabku yakin
" apa kau gila? Apa kau tidak sadar mereka semua,
wanita-wanita itu justru akan menjauhkanmu. Ingat pagi itu waktu Bimo hendak
pergi keperpustakaan denganmu? Jika kau kesana sekarang yang ada kau malah akan
hanya menambah masalah" cegat Lucas
" ah.. kau benar. Sebaiknya aku menunggu waktu yang
tepat" balasku, mengingat kejadian Bimo saat kami mau keperpustakaan saat
itu aku jadi ingin tertawa. Tapi, sudahlah itu kejadian yang memalukan aku
tidak akan mengingatnya lagi.
2 jam berlalu namun, para manusia ini belum juga berkurang
keberadaannya. Aku mulai merasa suntuk, Lucas masih setia dengan birnya
beruntung kami berlima adalah peminum yang handal jadi, kai tidak akan mudah
mabuk walau kami sudah minum bergelas-gelas sekalipun. Dan sebelum aku menjadi semakin
suntuk aku akan menghampiri Clarissa apapun keadaannya.
" Clarissa!" panggilku yng membuat semua mata tertuju
padaku namun, aku tidak peduli.
" maaf, bisa kita bicara sebentar?" tanyaku saat
menghampirinya
" tentu, ayo ketaman belakang" ajaknya
Ditaman belakang….
" Jadi, apa yang ingin kau bicarakan Jeon?" tanyanya
" kau tahu namaku?"
" tentu saja, namamu sudah sering kudapati disetiap
perbincangan wanita kampus, termasuk fakultasku"
" jadi begini, aku tahu ini terdengar sangat gila dan tidak
masuk akal tapi, aku mohon kau percaya padaku. Dirimu dalam bahaya, seseorang
tengah mengincar dirimu untuk diubah."
" tunggu, diubah? Maksudmu aku akan diubah menjadi
sepertimu?"
" hei, darimana kau tahu tentangku?" ini aneh, tidak ada
yang tahu siapa aku dan tidak boleh ada yang tahu.
" hei, kau meragukan skill stalking kaum wanita rupanya, ah..
tenang saja aku percaya perkataanmu. Jadi?" tanyanya
" datang saja kerumahku besok dan bawa peralatan
pribadimu" ujarku meninggalkannya
" hei, aku tidak tahu dimana alamatmu??" serunya
" gunakan saja skill stalkingmu itu!" balasku padanya
Akupun keluar dari area rumah Clarissa, bisa-bisanya ia menstalking
diriku.. entah mengapa aku merasa sangat kesal. ' aku pulang' ucapku melalui
earcall agar mereka berempat tahu. Aku berjalan kearah barat, tentu saja untuk
pulang kerumah. Yang terpenting aku sudah memberitahu Clarissa. Siapa juga yang
peduli pada skill stalkignya itu? Dia pikir dia bisa mengetahui diriku yang
asli? Kita lihat saja nanti, aku kenal dengannya sajapun tidak, kalau bukan
karena Rex aku tidak akan au mengenalnya. Menyebalkan sekali.
" Jeon, kau pikir kau bisa meninggalkan kami?" Steve
" oh ayolah, aku sedang tidak ingin melakukan hal lain"
" jadi, robot kita ini bisa merasa jengkel rupanya. Tenang
saja kita tidak akan kembali kerumah Clarissa" Ujar Youngboun
" lalu?" tanyaku
" kemana lagi?? Clublah" jawab Lucas
" jalan kaki?" tanyaku lagi
" ya dengan mobil lah. Oh shit! Bimo lama sekali!"
Youngboun mulai mengeluarkan jurus kata andalanya
…………….
Semalam setelah usai kami bepesta gila di club kami pulang
kerumahku, Bimo sudah terkapar lebih dulu dilanjut dengan Steve dayang masih
setengah sadar hanya aku dan Youngboun, beruntung kami tidak menabrak saat
perjalanan pulang. Chrysan membantuku dan Youngboun membawa mereka kekamar,
untuk sementara Lucas, Bimo dan Steve akan tidur dikamar tamu dan Youngboun
akan tidur denganku, Chrysan?? Ah dia bisa dan akan tenang jika tidur sendiri.
Paginya, aku turun kedapur untuk sarapan Youngboun baru saja mandi, yang
lainnya mungkin masih tertidur. Dimeja makan Chrysan sudah menyiapkan menu
sarapan.
" berapa kali harus aku peringatkan Jeon, kau harus lebih
memerhatikan tubuhmu yang seperti bom waktu itu. Beruntung semalam tidak
terjadi sesuatu dengan tubuhmu. Kau ini susah sekali diperingatkan" omel
Chrysan
" iya Chrysan aku ingat itu, dan aku tahu itu. Kenapa kau
membahasnya lagi?? Kami hanya bersenang-senang semalam" bantahku
" bersenang-senang katamu? Ada banyak cara lain untuk
bersenang-senang selain merusak tubuhmu dengan botolan alcohol tak berguna
itu!" bentaknya
" kenapa kau sensitive sekali?" tanyaku heran
" apa pedulimu? Tubuhmu sendiri tidak kau pedulikan, urus saja
mood dan pikiranmu yang mulai rusak dengan alcohol itu" jawabnya ketus.
Sepertinya tamu bulanannya tengah datang, tak heran jika dia menjadi sangat
sensitive.
" baiklah, maafkan aku. Aku salah, seharusnya aku lebih
mendengarkanmu dan peduli terhadap diriku sendiri, maaafkan aku. Aku tidak akan
mengulanginya lagi" balasku
" benarkah?"
" tentu, apa aku pernah berbohong padamu Chrysan?"
" baik, cepat habiskan makananmu dan keruanganku, sepertinya
Rex mernecanakan sesuatu tadi malam"
See? Memenangkan hati wanita tidak sesulit apa yang dibayangkan,
wanita hanya butuh dimengerti dan bukti aksi yang jelas bukan hanya omongan,
semua wanita seperti itu jika saat ini kau belum bisa memahami wanita, maka
dirimu belum paham betul seperti apa ibumu sendiri.
Tak lama Youngboun turun diikuti Steve yang berjalan sempoyongan.
" hei, kalian makanlah dulu, Steve kau harus makan banyak, mengerti?"
ujarku pada mereka berdua yang hanya dibalas anggukan. Diruang kerja Chrysan,
aku masih memantau Rex dengan sangat jelas.
" Sial!" ujar Chrysan
" ada apa?" tanyaku
" see? He's trying to upgrading Jason's Program! Jason
benar-benar akan dihidupkan kembali" jawabnya dengan sangat kesal
" robot rongsok itu tidak akan bisa melukai teman-temanku,
kita lihat saja nanti. Cek jadwal penjemputan kami Chrysan, aku akan
memberitahu yang lain"
Tampaknya Bimo masih belum sadarkan diri dari tidur nyenyaknya
semalam, hanya ada Youngboun, Steve, dan Lucas yang berada di meja makan.
Baiklah, sepertinya skill stalking tidak berpengaruh pada Clarissa karena
sampai sekarangpun ia belum juga datang kerumahku, dasar tukang cari tahu.