The Five

The Five
17



Tak lama Ivy, Youngboun, Steve dan Lucas datang. Mereka sepertinya


sudah tahu jika Clarissa hilang.


" hhh…hhh Jeon.. Ada satu ruangan yang terlihat…. Dari.. hhh..


CCTV hh…" Ucap Steve terengah-engah


" Perjelas lagi Steve" ujarku


" Ada satu ruangan sejak seminggu yang lalu selalu terlihat


gelap, di lantai paling atas"


" Fucking Shit!!"


" Tenang dulu Jeon, tenang" ujar Lucas


" Sekarang begini saja, Ivy dan Youngboun kalian turun ke


lobby siapkan kendaraan kita, hari ini juga kita akan meninggalkan tempat


ini"


" Baik" Youngboun dan Ivy segera turun ke lobby.


" Bimo, bisakah kau dan Lavender memprogram robot keamanan


untuk membantuku dan mensabotase kedua ruangan itu?"


" Tentu Jeon, akan kami usahakan"


" Steve dan Lucas, ambil ini" ujarku memberikan sebuah


remot kecil


" ini untuk apa Jeon?" Tanya Steve


" Sejak lama aku sudah menanam bom ditempat ini, saat melihat


Clarissa keluar dari area gedung ini, pencet tombol itu. Seketika semua bom


akan meledak"


" Tapi, bagaimana jika kau belum keluar?" tanya Lucas.


" Tekan saja tombol itu saat melihat Clarissa keluar,


berjagalah dilobby utara akan kupastikan Clarissa keluar dari sana"


" Baik"


Baiklah Rex, jika kau menginginkan kematianku, akan kupastikan kita


mati bersama ditempat ini, kupastikan itu benar-benar terjadi. Akupun segera


pergi menuju lantai teratas gedung ini.


' Jackson, bantu aku di lantai paling atas'


' Baik Jackson'


Tenang Jeon, tenang. Kau pasti bisa menyelamatkan Clarissa, kau


pasti bisa. Dilantai atas akupun mencoba membuka pintu ruangan-ruangan tersebut


dan hanya ada satu ruangan yang terkunci, sudah kuduga Rex memancing


kedatanganku. Dengan cepat aku sudah bisa membuka pintu ruangan itu, akupun


menyalakan lampu. Dan benar saja, aku melihat Clarissa duduk terikat dalam


keadaan tidak sadarkan diri. Akupun hendak menghampiri dirinya.


' Jangan Jeon!' cegah Lavender


' Diruangan itu ada Jason yang siap menghentikanmu saat kau


mendekati Clarissa' Jelasnya


Kuurungkan niatku untuk mendekatinya, aku harus waspada, aku tidak


boleh lengah. Jelas sekali aku sudah masuk kedalam perangkap mereka, jika aku


salah sedikit saja Clarissa bisa jadi tidak selamat.


" Tidak ada gunanya menjebakku seperti ini Rex!" teriakku


" Apa kau akhirnya akan menyerah anakku?"


Jelas sekali ia benar-benar menjebakku. Tentu saja aku tidak akan


menyerah kau merebut yang kusayangi jadi sekarang akulah yang akan merebut yang


kau punya Rex.


" Bukankah sudah jelas Rex? Aku bukan anakmu"


" Tapi, aku yang menyelamatkanmu dan kau menjadi robotku"


" Dan itu sekarang tidak lagi"


" Apa kau pikir bisa keluar dari tempat ini dengan mudah


Jackson? Apa kau pikir kau bisa menghancurkan usahaku selama ini?"


" Bukan aku yang menghancurkan milikmu, tapi kau sendiri"


" Baiklah, kau mencoba menceramahiku kali ini. Kurasa otakmu


sudah bertambah pintar"


" Cukup! Aku sudah muak dengan ucapanmu yang semakin melantur


itu. Sekarang lepaskan wanita itu, kau ingin membunuhku bukan? Lepaskan ia lalu


bunuh aku"


" Kau? Merelakan nyawamu demi wanita itu? Kau pikir aku akan


menghidupkanmu kembali seperti Jason?"


" Aku bilang lepaskan dia! Kau mengincarku dan sekarang kau sudah


mendapatkanku, lepaskan ia!"


" Akan lebih romantis bukan jika kalian mati bersama?"


 " Kau ini!"


Brakkk!!!!


 Pintu besi itu rusak


seketika, seorang pria masuk begitu saja setelah mendobraknya dan langsung


dengan pria itu dan menyerang Rex, Jeon melancarkan tendangannya dan berhasil


membuat Rex tersungkur dan memuntahkan darahnya.


Jason yang tidak tinggal diam juga ikut menyerang Jeon dan pria


itu, dengan sigap Jeon langsung menyerang balik Jason ia terus mengahantam


bagian dada Jason yang merupakan pusat mesin robot itu. Pria itu berhasil


melepaskan Clarissa.


" Jackson, bawa dia pergi!"


" Kau?"


" Aku akan menyusulmu, cepat pergilah!"


Jason segera menangkap Jeon namun, Jeon sama sekali tidak


memberontak. Ia hanya menyeringai dengan tatapannya yang begitu dingin.


" Sudah kubilang kau tidak akan bisa lari dariku Jeon"


Rex bangkit dan menyeka sisa darah yang berada didekat mulutnya


" Ya, kau benar. Aku tidak akan bisa lari darimu, dan kau


bahkan tidak bisa lari dariku"


" Apa kau begitu putus asa Jeon?"


" Hahaha.. Kau tahu? Kita berdua ini saling berkaitan"


" Apa maksudmu? Kau pikir aku bergantung padamu? Nyawamu ada


ditanganku!"


" ya…. Baiklah, Nyawaku ada ditanganmu dan begitu juga nyawamu


ada ditanganku"


" Kau pikir kau bisa membodohiku Jeon?"


" Tidak, aku tidak membodohimu"


" Sudahlah, omong kosongmu itu tidak penting! Jason ceapat


bunuh ia!"


" Kau akan mati bersamaku Rex, dalam 3 detik kau akan mati


bersamaku"


Jeon masih menyeringai dengan tatapan mematikannya/


…………


" Jeon…."


Wanita ini sudah sadar rupanya


" Jeon….."


Tenang Clarissa Jeon pasti akan datang menyusul kita


" Jeon…"


………………….


Oh ayolah Jeon! Aku benar-benar takut kau tidak akan keluar dari


gedung itu. Dengan gemetar aku memegang remote yang diberi Jeon padaku.


Bagaimana tidak?! Aku memegang remote bom, salah tekan akan menjadi kesalahan


yang fatal.


" Lucas! Itu Jeon datang dengan Clarissa! Cepat tekan


remotenya!"


' Youngboun, Ivy seberang lobby utara!' Ujar Steve memberi petunjuk


pada Youngboun dan Ivy


Dalam hitungan detik mereka bedua datang dengan mengendarai mobil


jeep


" Cepat naik!"  ujar


Youngboun padaku dan Steve, untunglah Bimo dan Lavender sudah lebih dulu


mengikuti Youngboun.


Youngboun langsung memacu kencang mobil yang kami tumpangi begitu


juga dengn Ivy yang berada dibelakang kami. Tanpa pikir panjang akupun langsung


menekan tombol merah yang ada diremote itu.


DUARRR!!!!


Suara ledakan bom terdengar sangat keras, gedung itu runtuh


seketika. Aku bersyukur Jeon bisa menyelamatkan Clarissa dan juga kami semua.


Sekarang kami hanya harus meneruskan hidup kami dengan tenang.


………….


Rasanya pusing sekali… arghh! Dimana aku? Kamar?


" Jeon!!"


" Clarissa! Kau sudah sadar?"


" Steve kita dimana?"


" Tenang saja Clarissa, kita sudah bebas dari Rex. Gedung itu


sudah hancur dengan bom yang dibuat Jeon"


" Apa?"


" Iya Clarissa, sekarang kau tidak perlu khawatir lagi"


Aku segera berlari keluar kamar, aku harus menemui Jeon. Aku harus


memastikan bahwa Jeon juga selamat. Namun, aku tidak menemukan ia diluar,


dihalaman atau dimanapun. Apa Jeon mati karena bom itu?