
Tak lama Ivy, Youngboun, Steve dan Lucas datang. Mereka sepertinya
sudah tahu jika Clarissa hilang.
" hhh…hhh Jeon.. Ada satu ruangan yang terlihat…. Dari.. hhh..
CCTV hh…" Ucap Steve terengah-engah
" Perjelas lagi Steve" ujarku
" Ada satu ruangan sejak seminggu yang lalu selalu terlihat
gelap, di lantai paling atas"
" Fucking Shit!!"
" Tenang dulu Jeon, tenang" ujar Lucas
" Sekarang begini saja, Ivy dan Youngboun kalian turun ke
lobby siapkan kendaraan kita, hari ini juga kita akan meninggalkan tempat
ini"
" Baik" Youngboun dan Ivy segera turun ke lobby.
" Bimo, bisakah kau dan Lavender memprogram robot keamanan
untuk membantuku dan mensabotase kedua ruangan itu?"
" Tentu Jeon, akan kami usahakan"
" Steve dan Lucas, ambil ini" ujarku memberikan sebuah
remot kecil
" ini untuk apa Jeon?" Tanya Steve
" Sejak lama aku sudah menanam bom ditempat ini, saat melihat
Clarissa keluar dari area gedung ini, pencet tombol itu. Seketika semua bom
akan meledak"
" Tapi, bagaimana jika kau belum keluar?" tanya Lucas.
" Tekan saja tombol itu saat melihat Clarissa keluar,
berjagalah dilobby utara akan kupastikan Clarissa keluar dari sana"
" Baik"
Baiklah Rex, jika kau menginginkan kematianku, akan kupastikan kita
mati bersama ditempat ini, kupastikan itu benar-benar terjadi. Akupun segera
pergi menuju lantai teratas gedung ini.
' Jackson, bantu aku di lantai paling atas'
' Baik Jackson'
Tenang Jeon, tenang. Kau pasti bisa menyelamatkan Clarissa, kau
pasti bisa. Dilantai atas akupun mencoba membuka pintu ruangan-ruangan tersebut
dan hanya ada satu ruangan yang terkunci, sudah kuduga Rex memancing
kedatanganku. Dengan cepat aku sudah bisa membuka pintu ruangan itu, akupun
menyalakan lampu. Dan benar saja, aku melihat Clarissa duduk terikat dalam
keadaan tidak sadarkan diri. Akupun hendak menghampiri dirinya.
' Jangan Jeon!' cegah Lavender
' Diruangan itu ada Jason yang siap menghentikanmu saat kau
mendekati Clarissa' Jelasnya
Kuurungkan niatku untuk mendekatinya, aku harus waspada, aku tidak
boleh lengah. Jelas sekali aku sudah masuk kedalam perangkap mereka, jika aku
salah sedikit saja Clarissa bisa jadi tidak selamat.
" Tidak ada gunanya menjebakku seperti ini Rex!" teriakku
" Apa kau akhirnya akan menyerah anakku?"
Jelas sekali ia benar-benar menjebakku. Tentu saja aku tidak akan
menyerah kau merebut yang kusayangi jadi sekarang akulah yang akan merebut yang
kau punya Rex.
" Bukankah sudah jelas Rex? Aku bukan anakmu"
" Tapi, aku yang menyelamatkanmu dan kau menjadi robotku"
" Dan itu sekarang tidak lagi"
" Apa kau pikir bisa keluar dari tempat ini dengan mudah
Jackson? Apa kau pikir kau bisa menghancurkan usahaku selama ini?"
" Bukan aku yang menghancurkan milikmu, tapi kau sendiri"
" Baiklah, kau mencoba menceramahiku kali ini. Kurasa otakmu
sudah bertambah pintar"
" Cukup! Aku sudah muak dengan ucapanmu yang semakin melantur
itu. Sekarang lepaskan wanita itu, kau ingin membunuhku bukan? Lepaskan ia lalu
bunuh aku"
" Kau? Merelakan nyawamu demi wanita itu? Kau pikir aku akan
menghidupkanmu kembali seperti Jason?"
" Aku bilang lepaskan dia! Kau mengincarku dan sekarang kau sudah
mendapatkanku, lepaskan ia!"
" Akan lebih romantis bukan jika kalian mati bersama?"
" Kau ini!"
Brakkk!!!!
Pintu besi itu rusak
seketika, seorang pria masuk begitu saja setelah mendobraknya dan langsung
dengan pria itu dan menyerang Rex, Jeon melancarkan tendangannya dan berhasil
membuat Rex tersungkur dan memuntahkan darahnya.
Jason yang tidak tinggal diam juga ikut menyerang Jeon dan pria
itu, dengan sigap Jeon langsung menyerang balik Jason ia terus mengahantam
bagian dada Jason yang merupakan pusat mesin robot itu. Pria itu berhasil
melepaskan Clarissa.
" Jackson, bawa dia pergi!"
" Kau?"
" Aku akan menyusulmu, cepat pergilah!"
Jason segera menangkap Jeon namun, Jeon sama sekali tidak
memberontak. Ia hanya menyeringai dengan tatapannya yang begitu dingin.
" Sudah kubilang kau tidak akan bisa lari dariku Jeon"
Rex bangkit dan menyeka sisa darah yang berada didekat mulutnya
" Ya, kau benar. Aku tidak akan bisa lari darimu, dan kau
bahkan tidak bisa lari dariku"
" Apa kau begitu putus asa Jeon?"
" Hahaha.. Kau tahu? Kita berdua ini saling berkaitan"
" Apa maksudmu? Kau pikir aku bergantung padamu? Nyawamu ada
ditanganku!"
" ya…. Baiklah, Nyawaku ada ditanganmu dan begitu juga nyawamu
ada ditanganku"
" Kau pikir kau bisa membodohiku Jeon?"
" Tidak, aku tidak membodohimu"
" Sudahlah, omong kosongmu itu tidak penting! Jason ceapat
bunuh ia!"
" Kau akan mati bersamaku Rex, dalam 3 detik kau akan mati
bersamaku"
Jeon masih menyeringai dengan tatapan mematikannya/
…………
" Jeon…."
Wanita ini sudah sadar rupanya
" Jeon….."
Tenang Clarissa Jeon pasti akan datang menyusul kita
" Jeon…"
………………….
Oh ayolah Jeon! Aku benar-benar takut kau tidak akan keluar dari
gedung itu. Dengan gemetar aku memegang remote yang diberi Jeon padaku.
Bagaimana tidak?! Aku memegang remote bom, salah tekan akan menjadi kesalahan
yang fatal.
" Lucas! Itu Jeon datang dengan Clarissa! Cepat tekan
remotenya!"
' Youngboun, Ivy seberang lobby utara!' Ujar Steve memberi petunjuk
pada Youngboun dan Ivy
Dalam hitungan detik mereka bedua datang dengan mengendarai mobil
jeep
" Cepat naik!" ujar
Youngboun padaku dan Steve, untunglah Bimo dan Lavender sudah lebih dulu
mengikuti Youngboun.
Youngboun langsung memacu kencang mobil yang kami tumpangi begitu
juga dengn Ivy yang berada dibelakang kami. Tanpa pikir panjang akupun langsung
menekan tombol merah yang ada diremote itu.
DUARRR!!!!
Suara ledakan bom terdengar sangat keras, gedung itu runtuh
seketika. Aku bersyukur Jeon bisa menyelamatkan Clarissa dan juga kami semua.
Sekarang kami hanya harus meneruskan hidup kami dengan tenang.
………….
Rasanya pusing sekali… arghh! Dimana aku? Kamar?
" Jeon!!"
" Clarissa! Kau sudah sadar?"
" Steve kita dimana?"
" Tenang saja Clarissa, kita sudah bebas dari Rex. Gedung itu
sudah hancur dengan bom yang dibuat Jeon"
" Apa?"
" Iya Clarissa, sekarang kau tidak perlu khawatir lagi"
Aku segera berlari keluar kamar, aku harus menemui Jeon. Aku harus
memastikan bahwa Jeon juga selamat. Namun, aku tidak menemukan ia diluar,
dihalaman atau dimanapun. Apa Jeon mati karena bom itu?