The Five

The Five
16



" Jason dan Jeon itu sebenarnya berteman, mereka selalu


berdua. Mereka adalah andalannya Mr.Rex. Namun, perlahan Jeon berubah iakembai


menjadi manusia lagi, setelah bertahun-tahun rasa kemanusiaannya hilang, sampai


akhirnya ia mendapat tugas untuk menjemput kalian kemari. Sepertinya Mr. Rex


berencana untuk membunuhnya setelah project kalian selesai"


" tunggu dulu. Bukankah kau juga manusia?"


" Tentu saja, jika tidak mana mungkin aku bisa jatuh cinta


padamu"


" Ivy, apa kau berada dipihak Jeon?"


" Aku tidak tahu, jika aku memihak Jeon sudah pasti aku akan


mati ditangan Mr. Rex"


" itu tidak akan terjadi Ivy, aku tidak akan membiarkanmu mati


ditangan sibodoh itu. Jeon juga tidak akan membiarkannya terjadi"


" Aku akan selalu berada dipihakmu Youngboun, hanya saja aku


tidak bisa banyak membantu"


" Tak apa, kau bisa membantuku dengan menjaga dirimu agar


tetap selamat"


" Thanks"


" na do gumawo –aku juga terima kasih-"


…………………………………….


Kemana perginya Lucas dan Steve? Bisa-bisanya mereka berdua


meninggalkanku sendiri. Mereka sendiri yang bilang bahwa aku tidak boleh ditinggal


sendiri tapi, apa ini?? aku malah ditinggal sendiri. Ah sudahlah aku akan


berjalan-jalan saja, jadwal latihan juga masih nanti sore.


" Bimo"


Siapa yang memanggilku?


" Ah.. aku senang kau ada disini"


" oh.. hai Lavender! Ada apa?"


Syukurlah itu Lavender, hampir saja kukira ia adalah wanita robot.


" Bisakah kau membantuku?"


" Tentu"


" Ayo ikut aku"


Akupun mengikutinya kesbuah ruangan yang ternyata adalah ruang


kendali dan yang tidak kupercaya adalah tidak ada siapa-siapa diruangan ini.


" Benarkah ini ruang kendali Lavender?"


" Tentu saja, dan kau tahu ini adalah ruang kendali gedung


ini, semua robot dikendalikan dari ruangan ini"


" sungguh aku tidak bisa percaya ini, kalau seperti ini Jeon


akan mudah mengalahkan Rex"


" Dan kau tahu apalagi yang paling mengejutkan?"


" Apa?"


" Aku akan mengajarimu mengendalikan mereka semua, karena


ruangan ini sudah disabotase jadi, kita bisa dengan mudah mengakses tempat


ini"


Aku merasa sangat senang karena pada akhirnya aku bisa berguna


untuk membantu Jeon dan yang paling membuatku senang adalah aku dan Lavender


yang sekarang memegang utuh kendali gedung ini


" hari ini akan kupastikan semua robot tidak akan ada yang


melewati ruangan ini" ujar Lavender


…………..


Sunyi dan senyap.. hanya ada dua orang pria yang tengah memperdebatkan


suatu hal/


" apa kau gila?"


" apa maksudmu? Tentu saja aku juga tidak setuju akan hal


itu"


" menagapa kau biarkan ia bersama dengannya?"


" Bagaimana aku tahu tentang itu, apa kau tidak mengerti


juga?"


" Ah sudahlah! Aku sudah menyuruh temanmu untuk menyabotase


ruang kendali"


" kau ini! Bisa tidak kau melakukan segala sesuatu dengan


hati-hati?! Itu bisa membahayakn nyawa mereka!"


" Kau tahu bahwa aku harus melaporkan tentang kasusmu ini, aku


tidak bisa diam saja! Waktu kalian hanya satu bulan dan kau tahu itu! Sampai


kapan kau akan menahan mereka di markas itu, hah?! Salah satunya sudah masuk


kedalam perangkap, semua akan menjadi semakin rumit jika kau hanya diam


saja!"


" Aku tahu. Jadi, kapan mereka akan menyergap tempat


itu?"


" Dalam waktu dekat kurasa, karena sejak saat kau pergi keluar


negri mereka mengirmi mata-mata kemari"


" Baiklah, akan kukabari lagi nanti. Terima kasih banyak"


" Kau ini seperti tidak mengenalku"


…………


robot ini! Setiap saat aku harus mengikutinya, tanpa kusadari pun ternyata ia


sengaja bekerja siang dan malam agar aku tidak bisa bertemu dengan Jeon!


Beristirahatpun aku tidak boleh.


" Clarissa, kunci pintunya"


" Untuk apa dikunci? Lagipula kita akan keluar lagi"


jawabku malas


" Aku yang akan keluar, bukan kau"


" Apa???"


" Sayang sekali Jeon sedang tidak bersamamu bukan?"


Suara itu, Rex! Aku seketika membalikkan badanku.


" Jason siapkan tempatnya"


" Apa yang akan kau lakukan padaku?"


" Karena kau adalah harta paling berharga bagi Jeon, jadi


bukankah lebih baik jika aku mengubah diriu lebih dahulu menjadi seperti


Jeon?"


" Kau Gila!"


Aku segera berlari kearah pintu. Sial! Pintu besi itu sudah


terlanjur terkunci! Jeon tolong aku!!


" Kau tidak akan bisa pergi nona manis"


Jason mendekatiku, aku meronta sejadi-jadinya. Air mataku mulai


mengalir, Jeon… tolong aku! Jarum suntik itu sudah berhasil menusuk kulitku.


…………….


" Clarissa!"


Hhh..hhhh…. apa ini? mengapa aku berfirasat buruk, ada yang terjadi


pada Clarissa. Tidak, tidak mungkin Rex menjebaknya. Oh shit!!


' Jeon, Clarissa tidak terlihat dimanapun'


' apa?'


Aku segera melacak keberadaan Clarissa, dan benar saja alat pelacak


yang kupasangkan pada tubuh Clarissa tidak aktif, itu artinya Rex benar-benar


menjebaknya!


' Lavender!'


' ada apa Jeon?'


' Matikan semua robot termasuk Jason'


' Maaf Jeon, hanya saja program Jason tidak terdaftar diruang


kendali, semua robot sudah ku matikan'


Argghhh sial! Si tua Bangka itu benar-benar sangat tidak tahu diri


rupanya. Aku harus mencari Clarissa sekarang juga.


' Jackson, Clarissa hilang?'


' iya, aku akan segera mencarinya'


' Akan kukirimkan tim CIA kesana secepatnya'


' Tahan dulu, jangan dulu. Aku yakin ini hanyalah permainan Rex


agar aku menyerah'


' Baiklah, jika kau membutuhkanku aku ada didekat markasmu itu'


' Thanks Jackson'


' Your Welcome my Jackson'


Aku pun keluar dari ruanganku menuju kearah lobby untuk keruang


kendali, yang pertama harus kutahui adalah ruangan mana yang tidak terjangkau


oleh robo-robot belakangan ini.


" Jeon syukurlah kau datang"


" Ada apa Bimo? Kau menemukan sesuatu yang janggal?"


" Sepertinya begitu, kau lihat dimonitor ini. Ada dua ruang


dilantai paling atas yang sama sekali tidak bisa kami hack"


" Lantai paling atas? Shitt!"


" Kau tahu sesuatu Jeon?"


" Kurasa Rex menahan Clarissa disana, salah satu dari ruangan


itu adalah ruangan penghapus memori manusia"


" Apa???"


" Aku akan segera kesana"


" Tunggu dulu Jeon! Kau tidak bisa pergi kesana sekarang"


Cegah Lavender


" Jika aku tidak kesana sekarang, Clarissa dalam bahaya!"


" Jangan bersikap gegabah Jeon, jika kau terperangkap disana


juga kau mungkin akan mati"


" Aku tidak peduli!"


" Jika kau mati, siapa yang akan menyelamatkan kita Jeon?


Pikirkan itu!" Bimo membentakku


Tak lama Ivy, Youngboun, Steve dan Lucas datang. Mereka sepertinya


sudah tahu jika Clarissa hilang.


" hhh…hhh Jeon.. Ada satu ruangan yang terlihat…. Dari.. hhh..


CCTV hh…" Ucap Steve terengah-engah