
" Jason dan Jeon itu sebenarnya berteman, mereka selalu
berdua. Mereka adalah andalannya Mr.Rex. Namun, perlahan Jeon berubah iakembai
menjadi manusia lagi, setelah bertahun-tahun rasa kemanusiaannya hilang, sampai
akhirnya ia mendapat tugas untuk menjemput kalian kemari. Sepertinya Mr. Rex
berencana untuk membunuhnya setelah project kalian selesai"
" tunggu dulu. Bukankah kau juga manusia?"
" Tentu saja, jika tidak mana mungkin aku bisa jatuh cinta
padamu"
" Ivy, apa kau berada dipihak Jeon?"
" Aku tidak tahu, jika aku memihak Jeon sudah pasti aku akan
mati ditangan Mr. Rex"
" itu tidak akan terjadi Ivy, aku tidak akan membiarkanmu mati
ditangan sibodoh itu. Jeon juga tidak akan membiarkannya terjadi"
" Aku akan selalu berada dipihakmu Youngboun, hanya saja aku
tidak bisa banyak membantu"
" Tak apa, kau bisa membantuku dengan menjaga dirimu agar
tetap selamat"
" Thanks"
" na do gumawo –aku juga terima kasih-"
…………………………………….
Kemana perginya Lucas dan Steve? Bisa-bisanya mereka berdua
meninggalkanku sendiri. Mereka sendiri yang bilang bahwa aku tidak boleh ditinggal
sendiri tapi, apa ini?? aku malah ditinggal sendiri. Ah sudahlah aku akan
berjalan-jalan saja, jadwal latihan juga masih nanti sore.
" Bimo"
Siapa yang memanggilku?
" Ah.. aku senang kau ada disini"
" oh.. hai Lavender! Ada apa?"
Syukurlah itu Lavender, hampir saja kukira ia adalah wanita robot.
" Bisakah kau membantuku?"
" Tentu"
" Ayo ikut aku"
Akupun mengikutinya kesbuah ruangan yang ternyata adalah ruang
kendali dan yang tidak kupercaya adalah tidak ada siapa-siapa diruangan ini.
" Benarkah ini ruang kendali Lavender?"
" Tentu saja, dan kau tahu ini adalah ruang kendali gedung
ini, semua robot dikendalikan dari ruangan ini"
" sungguh aku tidak bisa percaya ini, kalau seperti ini Jeon
akan mudah mengalahkan Rex"
" Dan kau tahu apalagi yang paling mengejutkan?"
" Apa?"
" Aku akan mengajarimu mengendalikan mereka semua, karena
ruangan ini sudah disabotase jadi, kita bisa dengan mudah mengakses tempat
ini"
Aku merasa sangat senang karena pada akhirnya aku bisa berguna
untuk membantu Jeon dan yang paling membuatku senang adalah aku dan Lavender
yang sekarang memegang utuh kendali gedung ini
" hari ini akan kupastikan semua robot tidak akan ada yang
melewati ruangan ini" ujar Lavender
…………..
Sunyi dan senyap.. hanya ada dua orang pria yang tengah memperdebatkan
suatu hal/
" apa kau gila?"
" apa maksudmu? Tentu saja aku juga tidak setuju akan hal
itu"
" menagapa kau biarkan ia bersama dengannya?"
" Bagaimana aku tahu tentang itu, apa kau tidak mengerti
juga?"
" Ah sudahlah! Aku sudah menyuruh temanmu untuk menyabotase
ruang kendali"
" kau ini! Bisa tidak kau melakukan segala sesuatu dengan
hati-hati?! Itu bisa membahayakn nyawa mereka!"
" Kau tahu bahwa aku harus melaporkan tentang kasusmu ini, aku
tidak bisa diam saja! Waktu kalian hanya satu bulan dan kau tahu itu! Sampai
kapan kau akan menahan mereka di markas itu, hah?! Salah satunya sudah masuk
kedalam perangkap, semua akan menjadi semakin rumit jika kau hanya diam
saja!"
" Aku tahu. Jadi, kapan mereka akan menyergap tempat
itu?"
" Dalam waktu dekat kurasa, karena sejak saat kau pergi keluar
negri mereka mengirmi mata-mata kemari"
" Baiklah, akan kukabari lagi nanti. Terima kasih banyak"
" Kau ini seperti tidak mengenalku"
…………
robot ini! Setiap saat aku harus mengikutinya, tanpa kusadari pun ternyata ia
sengaja bekerja siang dan malam agar aku tidak bisa bertemu dengan Jeon!
Beristirahatpun aku tidak boleh.
" Clarissa, kunci pintunya"
" Untuk apa dikunci? Lagipula kita akan keluar lagi"
jawabku malas
" Aku yang akan keluar, bukan kau"
" Apa???"
" Sayang sekali Jeon sedang tidak bersamamu bukan?"
Suara itu, Rex! Aku seketika membalikkan badanku.
" Jason siapkan tempatnya"
" Apa yang akan kau lakukan padaku?"
" Karena kau adalah harta paling berharga bagi Jeon, jadi
bukankah lebih baik jika aku mengubah diriu lebih dahulu menjadi seperti
Jeon?"
" Kau Gila!"
Aku segera berlari kearah pintu. Sial! Pintu besi itu sudah
terlanjur terkunci! Jeon tolong aku!!
" Kau tidak akan bisa pergi nona manis"
Jason mendekatiku, aku meronta sejadi-jadinya. Air mataku mulai
mengalir, Jeon… tolong aku! Jarum suntik itu sudah berhasil menusuk kulitku.
…………….
" Clarissa!"
Hhh..hhhh…. apa ini? mengapa aku berfirasat buruk, ada yang terjadi
pada Clarissa. Tidak, tidak mungkin Rex menjebaknya. Oh shit!!
' Jeon, Clarissa tidak terlihat dimanapun'
' apa?'
Aku segera melacak keberadaan Clarissa, dan benar saja alat pelacak
yang kupasangkan pada tubuh Clarissa tidak aktif, itu artinya Rex benar-benar
menjebaknya!
' Lavender!'
' ada apa Jeon?'
' Matikan semua robot termasuk Jason'
' Maaf Jeon, hanya saja program Jason tidak terdaftar diruang
kendali, semua robot sudah ku matikan'
Argghhh sial! Si tua Bangka itu benar-benar sangat tidak tahu diri
rupanya. Aku harus mencari Clarissa sekarang juga.
' Jackson, Clarissa hilang?'
' iya, aku akan segera mencarinya'
' Akan kukirimkan tim CIA kesana secepatnya'
' Tahan dulu, jangan dulu. Aku yakin ini hanyalah permainan Rex
agar aku menyerah'
' Baiklah, jika kau membutuhkanku aku ada didekat markasmu itu'
' Thanks Jackson'
' Your Welcome my Jackson'
Aku pun keluar dari ruanganku menuju kearah lobby untuk keruang
kendali, yang pertama harus kutahui adalah ruangan mana yang tidak terjangkau
oleh robo-robot belakangan ini.
" Jeon syukurlah kau datang"
" Ada apa Bimo? Kau menemukan sesuatu yang janggal?"
" Sepertinya begitu, kau lihat dimonitor ini. Ada dua ruang
dilantai paling atas yang sama sekali tidak bisa kami hack"
" Lantai paling atas? Shitt!"
" Kau tahu sesuatu Jeon?"
" Kurasa Rex menahan Clarissa disana, salah satu dari ruangan
itu adalah ruangan penghapus memori manusia"
" Apa???"
" Aku akan segera kesana"
" Tunggu dulu Jeon! Kau tidak bisa pergi kesana sekarang"
Cegah Lavender
" Jika aku tidak kesana sekarang, Clarissa dalam bahaya!"
" Jangan bersikap gegabah Jeon, jika kau terperangkap disana
juga kau mungkin akan mati"
" Aku tidak peduli!"
" Jika kau mati, siapa yang akan menyelamatkan kita Jeon?
Pikirkan itu!" Bimo membentakku
Tak lama Ivy, Youngboun, Steve dan Lucas datang. Mereka sepertinya
sudah tahu jika Clarissa hilang.
" hhh…hhh Jeon.. Ada satu ruangan yang terlihat…. Dari.. hhh..
CCTV hh…" Ucap Steve terengah-engah