The Five

The Five
15



Kurasa Rex ingin menyabotase rencanaku, sialnya ia menyuruh


Clarissa untuk bekerja sama dengan Jason. Baiklah, jika itu yang ia inginkan


tidak masalah dia menghancurkan rencanaku aku masih punya rencana yang lain dan


akan kupastikan dia tidak bisa berkutik setelah ini. aku mencari keberadaan


Youngboun dan Steve harusnya mereka berada diruang latihan saat ini.


" Jeon!" syukurlah Youngboun memanggilku


" kau ini darimana saja. Kami mencarimu kemana-mana!"


ujarnya


" aku ada sedikit urusan, kalian bukannya jam latihan


sekarang?"


" entahlah, tadi kami sudah keruang latihan tapi, tidak ada


orang. Kami berencana untuk ke café, apa kau mau ikut?"


" baiklah" akupun mengikuti Youngboun dan yang lainnya


kecafe, jujur hatiku sebenarnya gelisah entah apa yang akan Jason lakukan pada


Clarissa, semoga saja ia tidak mencuci otak wanita itu.


" apa kau ada masalah Jeon?" tanya Steve


" hanya ada masalah kecil saja"


" kau bisa menceritakannya padaku"


" ini soal Clarissa"


" jadi, kau mengkhawatirkannya? Haha sudah kuduga kau akan


begitu"


Sial, dia malah menggodaku


" ini serius"


" ok, ok aku akan mendengarkan"


" Rex meminta Clarissa untuk membantu Jason"


" Shit! Apa yang sebenarnya diinginkan tua Bangka itu?!"


" kau bisa menghack beberapa situs bukan?"


" tentu, aku pernah mencobanya beberapa kali dan


berhasil"


" aku butuh bantuanmu untuk mensabotase cctv gedung ini, kau


harus berhati-hati, aku sudah menaruh beberapa alat hacking untukmu diruang


istirahat kalian, aku akan memantaumu dari jauh" jelasku


" aku juga akan membantumu mengawasi Clarissa"


" terimakasih kau sudah mau membantuku, Steve"


" anytime dude!"


Setelah selesai menyantap makananku akupun langsung menuju


keruangan khususku untuk merencanakan beberapa hal lebih lanjut, aku tidak


perlu mengkhawatirkan masalah cctv yang mengintaiku, cctv ruanganku sudah ku


sabotase. Sebenarnya bisa saja aku melakukan semua rencanaku sendiri, aku juga


tidak butuh waktu lama untuk menyelesaikannya hanya saja aku tidak ingin egois


dan menyebabkan kematian orang lain karena ulahku.


……………….


Malam menyapa, aku masih belum menemukan wujud Jeon di lobby.


Bagaimana jika Jason tahu aku diam-diam kemari, ahh keadaan semakin rumit saja.


" Clarissa!"


" syukurlah Jeon kau datang" ucapku lega


" berbaliklah, mungkin ini akan terasa sedikit sakit"


Aku hanya menuruti perkataannya, 'aw!!!' aku menahan rasa sakit itu


sebisa mungkin


" dengarkan aku. Aku memasang kamera mikro dibelakang lehermu


itu juga akan membantuku menemukan keberadaanmu saat aku dalam bahaya, sekarang


yang perlu kau lakukan hanyal mengikuti Jason kau tidak perlu berbuat yang


lain-lain, kau mengerti?"


" iya aku mengerti, ada apa dengan pipimu?" apa pipi jeon


terluka?


" tidak, kau hanya salah lihat. Pipiku tidak terkena apa-apa,


lebih baik sekarang kau kembali atau Jason bisa saja memergokimu disini"


" baiklah"


Aneh, mengapa suara Jeon terdengar sangat lembut. Pipinya juga


terlihat seperti telah tergores sesuatu, dan ia sedikit lebih tinggu. Ahh…


mungkin efek malam dan rasa takutku jika Jason tahu, mungin aku hanya salah


lihat. Sekarang yang kuperlukan adalah istirahat.


…………………….


dan aku sudah mencari alat itu selama satu jam dan belum aku temukan! Oh damn!!


Tenang Steve, tenang, yang perlu kau lakukan hanyalah menemukan alat itu, dan


jika kau panic alat itu tidak akan kau temukan.


Ahh itu dia!!


Aku segera mengambil kotak alat itu, beruntung aku sempat mematikan


lampu sebelum mereka semua tidur, aku membuka laptop dan mulai mencari data


gedung ini, tidak butuh waktu lama dan kemudian aku bisa selesai menyabotase


seluruh cctv yang ada dan apa ini yang kudapat?? Data seluruh robot digedung


ini! oh holy Great! Lebh baik aku juga menyabotase mereka juga.


" apa kau lihat cahaya dari ruangan itu?"


Oh suck! Sepertinya robot penjaga melihat cahay pantul dari


laptopku ini, cepat cepat aku tutup laptop itu dan bersembunyi. Kuharap mereka


tidak menemukanku, derap langkah mereka semakin terdengar jelas. Dan tak lama


suara itu mengilang, aish jinja… hampir saja aku ketahuan.


' Steve, kau mendengarku?'


' Jeon?'


' baiklah, kau tidak usah membalas perkataanku kau cukup


menjawabnya dengan anggukan atau gelengan. Dengarkan aku, kau sudah menyabotase


seluruh cctv?'


Akupun mengangguk


'baiklah, lebih baik sekarang kau pakai lensa bening yang ada


dikotak itu, lensa itu akan membantumu melihat kejadian yang ada diruangan Rex


dan juga ruangan Jason,yang perlu kau lakukan sekaran adalah melaporkan padaku


apa yang kau lihat dari sana. Kau tahu bagaimana caranya bukan?'


Aku mengangguk


Aku tidak mengaka bahwa Jeon dangat pandai dalam hal semacam ini,


lihat saja Rex cepat atau lambat Jeon akan mengalahkanmu. Ya… dan itu pasti.


…………


Ivy sukses membuat nyaliku tertantang, kali ini kami akan beradu


keahliah parkour dilapangan belakang gedung ini, lihat saja aku pasti bisa


mengalahkannya. Aku berjalan kearah lobby utara dan menemukan Clarissa bersama…


tunggu dulu, dimana Jeon? Bukankah kemarin mereka berdua sudah sangat


akrab?  Ini sungguh aneh, seingatku Jeeon


tidak membolehkan Clarissa mendekati robot itu. Atau jangan-jangan..


" hei pengecut, sudah siap?"


" ya! Jangan asal meremehkanku!"


" pemberani tidak pernah punya tatapan kosong"


" Ara.. ara… katja.. kita mulai" ( aku tahu, ayo!)


Kami berduapun berjalan ke belakang gedung untuk bersiap memulai


parkour, aku masih gelisah terhadap Clarissa. Semua pikiran negative mulai


berkecamuk diotakku, apa mungkin Rex menghipnotis atau mencuci pikiran


Clarissa? Entah mengapa aku menjadi paranoid begini.


" ya! Kau ini melamun terus!"


" mianhae- Maaf- Ivy, hanya saja aku terpikirkan akan


Clarissa"


" Saat bersamaku pun kau terpikirkan akan wanita lain, bagus


sekali"


" bukan begitu Chagi-ya –sayang- .. masalahnya aku melihat ia


berjalan bersama dengan robot rongsok itu, Jeon melarang kami membuat


komunikasi dengannya"


" Jason maksudmu?"


" Entahlah namanya siapa, yang jelas robot itu"


" Jeon? Melarang kalian mendekati Jason? Apa kau yakin?"


" Tentu saja"


" Tidak kusangka ia menjauhkan kalian dari temannya"


" maksudmu?"


" Jason dan Jeon itu sebenarnya berteman, mereka selalu


berdua. Mereka adalah andalannya Mr.Rex. Namun, perlahan Jeon berubah iakembai


menjadi manusia lagi, setelah bertahun-tahun rasa kemanusiaannya hilang, sampai


akhirnya ia mendapat tugas untuk menjemput kalian kemari. Sepertinya Mr. Rex


berencana untuk membunuhnya setelah project kalian selesai"