
Kurasa Rex ingin menyabotase rencanaku, sialnya ia menyuruh
Clarissa untuk bekerja sama dengan Jason. Baiklah, jika itu yang ia inginkan
tidak masalah dia menghancurkan rencanaku aku masih punya rencana yang lain dan
akan kupastikan dia tidak bisa berkutik setelah ini. aku mencari keberadaan
Youngboun dan Steve harusnya mereka berada diruang latihan saat ini.
" Jeon!" syukurlah Youngboun memanggilku
" kau ini darimana saja. Kami mencarimu kemana-mana!"
ujarnya
" aku ada sedikit urusan, kalian bukannya jam latihan
sekarang?"
" entahlah, tadi kami sudah keruang latihan tapi, tidak ada
orang. Kami berencana untuk ke café, apa kau mau ikut?"
" baiklah" akupun mengikuti Youngboun dan yang lainnya
kecafe, jujur hatiku sebenarnya gelisah entah apa yang akan Jason lakukan pada
Clarissa, semoga saja ia tidak mencuci otak wanita itu.
" apa kau ada masalah Jeon?" tanya Steve
" hanya ada masalah kecil saja"
" kau bisa menceritakannya padaku"
" ini soal Clarissa"
" jadi, kau mengkhawatirkannya? Haha sudah kuduga kau akan
begitu"
Sial, dia malah menggodaku
" ini serius"
" ok, ok aku akan mendengarkan"
" Rex meminta Clarissa untuk membantu Jason"
" Shit! Apa yang sebenarnya diinginkan tua Bangka itu?!"
" kau bisa menghack beberapa situs bukan?"
" tentu, aku pernah mencobanya beberapa kali dan
berhasil"
" aku butuh bantuanmu untuk mensabotase cctv gedung ini, kau
harus berhati-hati, aku sudah menaruh beberapa alat hacking untukmu diruang
istirahat kalian, aku akan memantaumu dari jauh" jelasku
" aku juga akan membantumu mengawasi Clarissa"
" terimakasih kau sudah mau membantuku, Steve"
" anytime dude!"
Setelah selesai menyantap makananku akupun langsung menuju
keruangan khususku untuk merencanakan beberapa hal lebih lanjut, aku tidak
perlu mengkhawatirkan masalah cctv yang mengintaiku, cctv ruanganku sudah ku
sabotase. Sebenarnya bisa saja aku melakukan semua rencanaku sendiri, aku juga
tidak butuh waktu lama untuk menyelesaikannya hanya saja aku tidak ingin egois
dan menyebabkan kematian orang lain karena ulahku.
……………….
Malam menyapa, aku masih belum menemukan wujud Jeon di lobby.
Bagaimana jika Jason tahu aku diam-diam kemari, ahh keadaan semakin rumit saja.
" Clarissa!"
" syukurlah Jeon kau datang" ucapku lega
" berbaliklah, mungkin ini akan terasa sedikit sakit"
Aku hanya menuruti perkataannya, 'aw!!!' aku menahan rasa sakit itu
sebisa mungkin
" dengarkan aku. Aku memasang kamera mikro dibelakang lehermu
itu juga akan membantuku menemukan keberadaanmu saat aku dalam bahaya, sekarang
yang perlu kau lakukan hanyal mengikuti Jason kau tidak perlu berbuat yang
lain-lain, kau mengerti?"
" iya aku mengerti, ada apa dengan pipimu?" apa pipi jeon
terluka?
" tidak, kau hanya salah lihat. Pipiku tidak terkena apa-apa,
lebih baik sekarang kau kembali atau Jason bisa saja memergokimu disini"
" baiklah"
Aneh, mengapa suara Jeon terdengar sangat lembut. Pipinya juga
terlihat seperti telah tergores sesuatu, dan ia sedikit lebih tinggu. Ahh…
mungkin efek malam dan rasa takutku jika Jason tahu, mungin aku hanya salah
lihat. Sekarang yang kuperlukan adalah istirahat.
…………………….
dan aku sudah mencari alat itu selama satu jam dan belum aku temukan! Oh damn!!
Tenang Steve, tenang, yang perlu kau lakukan hanyalah menemukan alat itu, dan
jika kau panic alat itu tidak akan kau temukan.
Ahh itu dia!!
Aku segera mengambil kotak alat itu, beruntung aku sempat mematikan
lampu sebelum mereka semua tidur, aku membuka laptop dan mulai mencari data
gedung ini, tidak butuh waktu lama dan kemudian aku bisa selesai menyabotase
seluruh cctv yang ada dan apa ini yang kudapat?? Data seluruh robot digedung
ini! oh holy Great! Lebh baik aku juga menyabotase mereka juga.
" apa kau lihat cahaya dari ruangan itu?"
Oh suck! Sepertinya robot penjaga melihat cahay pantul dari
laptopku ini, cepat cepat aku tutup laptop itu dan bersembunyi. Kuharap mereka
tidak menemukanku, derap langkah mereka semakin terdengar jelas. Dan tak lama
suara itu mengilang, aish jinja… hampir saja aku ketahuan.
' Steve, kau mendengarku?'
' Jeon?'
' baiklah, kau tidak usah membalas perkataanku kau cukup
menjawabnya dengan anggukan atau gelengan. Dengarkan aku, kau sudah menyabotase
seluruh cctv?'
Akupun mengangguk
'baiklah, lebih baik sekarang kau pakai lensa bening yang ada
dikotak itu, lensa itu akan membantumu melihat kejadian yang ada diruangan Rex
dan juga ruangan Jason,yang perlu kau lakukan sekaran adalah melaporkan padaku
apa yang kau lihat dari sana. Kau tahu bagaimana caranya bukan?'
Aku mengangguk
Aku tidak mengaka bahwa Jeon dangat pandai dalam hal semacam ini,
lihat saja Rex cepat atau lambat Jeon akan mengalahkanmu. Ya… dan itu pasti.
…………
Ivy sukses membuat nyaliku tertantang, kali ini kami akan beradu
keahliah parkour dilapangan belakang gedung ini, lihat saja aku pasti bisa
mengalahkannya. Aku berjalan kearah lobby utara dan menemukan Clarissa bersama…
tunggu dulu, dimana Jeon? Bukankah kemarin mereka berdua sudah sangat
akrab? Ini sungguh aneh, seingatku Jeeon
tidak membolehkan Clarissa mendekati robot itu. Atau jangan-jangan..
" hei pengecut, sudah siap?"
" ya! Jangan asal meremehkanku!"
" pemberani tidak pernah punya tatapan kosong"
" Ara.. ara… katja.. kita mulai" ( aku tahu, ayo!)
Kami berduapun berjalan ke belakang gedung untuk bersiap memulai
parkour, aku masih gelisah terhadap Clarissa. Semua pikiran negative mulai
berkecamuk diotakku, apa mungkin Rex menghipnotis atau mencuci pikiran
Clarissa? Entah mengapa aku menjadi paranoid begini.
" ya! Kau ini melamun terus!"
" mianhae- Maaf- Ivy, hanya saja aku terpikirkan akan
Clarissa"
" Saat bersamaku pun kau terpikirkan akan wanita lain, bagus
sekali"
" bukan begitu Chagi-ya –sayang- .. masalahnya aku melihat ia
berjalan bersama dengan robot rongsok itu, Jeon melarang kami membuat
komunikasi dengannya"
" Jason maksudmu?"
" Entahlah namanya siapa, yang jelas robot itu"
" Jeon? Melarang kalian mendekati Jason? Apa kau yakin?"
" Tentu saja"
" Tidak kusangka ia menjauhkan kalian dari temannya"
" maksudmu?"
" Jason dan Jeon itu sebenarnya berteman, mereka selalu
berdua. Mereka adalah andalannya Mr.Rex. Namun, perlahan Jeon berubah iakembai
menjadi manusia lagi, setelah bertahun-tahun rasa kemanusiaannya hilang, sampai
akhirnya ia mendapat tugas untuk menjemput kalian kemari. Sepertinya Mr. Rex
berencana untuk membunuhnya setelah project kalian selesai"