
" ah.. itu Jeon!! Tampan sekali!!!" " tidak, itu Steve!"
Para wanita menjerit setiap kali mereka lewat. Ya, benar sekali
mereka adalah Jeon, Steve, Lucas dna Youngboun. Tak heran jika mereka dikagumi
para wanita itu, mereka adalah pria yang sangat tampan dan sukses membuat para
wanita meleleh namun, tidak hanya mereka berempat masih ada satu lagi yaitu,
Bimo. Tak lengkap rasanya geng mereka jika tidak ada Bimo, mereka berkuliah
ditempat yang sama.
Mulai dari Jeon, pria dingin
bak kulkas itu mempunyai paras yang karismatik, tatapannya itu bisa membuat
semua wanita yang ditatapnya terpana, Steve seorang pria dengan wajah baby
face, keturunan asli korea, sifat ramahnya membuatnya disenangi banyak orang,
lalu Youngboun, sama halnya dengan Steve yang merupakan keturunan Korea asli,
wajahnya sangat manis apalagi saat ia tersenyum lepas, para dosen pun tak bosan
melihatnya. Lucas, Pria bule itu sangatlah baik sikap dan perilakunya,
keahliannya dalam memasak juga membuat para wanita terpana. Dan terakhir ada
Bimo, pria yang sangat ramah dan percaya, darah Jawanya sangat kental melebihi
caramel. Hari ini adalah hari yang sama seperti hari- hari sebelumnya cukup
membosankan, hanya tingkah laku Bimo yang dapat membuat geng ku tertawa namun,
aku tetap saja tidak bisa tertawa mungkin aku sudah deprogram untuk tidak bisa
tertawa lagi, aku Jeon Patrick Jackson seorang manusia robot, mungkin ini
terdengar aneh tapi, ini adalah kenyataan hidupku aku bukanlah sebuah robot
yang deprogram untuk hidup seperti manusia tapi aku adalah manusia yang dicoba
deprogram agar bisa bertindak canggih layaknya robot. Ya, kalian pasti akan
menganggapku gila, karena aku dengan kesadaran penuh memberikan tubuh dan
hidupku untuk di progress menjadi robot.
Beberapa tahun yang lalu..
Aku melihatnya, aku melihatnya mati dengan mata kepalaku sendiri,
argh!! Dasar manusia sialan itu!! Aku tidak akan memaafkannya. Aku berjalan
memasuki area rumahku, dan desas desus banyak orang mulai terdengar dimana
mana, ' mengapa ia harus murung? Seharusnya dia bersyukur, wanita macam itu
tidak harus ia cintai' ' dasar pria bodoh! Baguslah jika wanita itu mati, mau
saja dimanfaatkan seperti itu' dan masih banyak lagi. Ya, kekasihku baru saja
mati, mati secara tidak manusiawi, walaupun aku hanya menemukan jasadnya yang
sudah tidak berbentuk selayaknya jasad manusia, wajahnya rusak parah dan
mungkin isi perutnya sudah tidak bisa ditemukan, aku tahu bahwa kematiannya
sepadan dengan apa yang telah ia perbuat padaku. Ia hanya memanfaatkan diriku
dengan menyebutku sebagai kekasih. Tapi, aku tidak peduli aku mencintainya dan
sungguh aku marah dan dendam pada siapapun yang telah membunuhnya seperti itu.
Sejak saat itu, aku berfikir bahwa merasakan cinta adalah sesuatu
yang dapat membuatku bertingkah layaknya orang bodoh, rela memberikan dan
melakukan apapun demi orang yang kita cintai dan pada kenyataannya ia tidak
mencintai kita dan hanya memanfaatkan diri kita sesukanya, akhirnya aku
memutuskan untuk tidak ingin lagi merasakan hal-hal semacam itu dan aku memilih
untuk mengubah hidupku menjadi robot yang tidak memiliki perasaan sama sekali,
tidak merasa senang, sedih ataupun rasa cinta dalam hidupku. Dan seorang CEO
mampu mewujudkan keinginanku itu, walaupun aku belum sepenuhnya mati tapi,
setidaknya aku tidak merasakan hal-hal memuakkan itu, ditubuhku dipasang
beberapa program da nada sebuah cip kecil di bawah leherku, kata 'majikanku'
aku harus memakainya agar ia mengetahui dimana aku berada. Sudahlah, jika
kuperjelas akan sulit untuk dimengerti.
bagaimana kalau kita juga ikut datang? Akan ada banyak makanan disana!' usul
Steve, pria itu memang senang sekali makan. " jika kalian datang aku juga
akan datang." Balasku singkat, aku sudah tidak mengingat apa itu ulang
tahun, sebuah acara formalkah? Atau sebuah pesta yang didatangi banyak orang.
" eh ghuys, ghimana kalau kita jugha memakai bhajhu samaan, jhas dengan
pita kupu-kupu?" ah.. Bimo dengan cara bicaranya yang khas.. aku seperti
pernah mendengar istilahnya, ah.. medok, ia bilang bahwa itu adalah ciri khas
suku Jawa dalam berbicara, dan ya… itu cukup unik menurutku. " jas? Dasi
kupu-kupu? Apa kau gila? Kita tidak akan memakai jas kali ini, aku cukup ahli
dalam fashion dan kalian tahu itu, kita akan memakai sesuatu yang berbeda jadi
nanti malam datang kerumahku" jawab Youngboun pria itu memang sangat
pesolek dan fashionable. " baiklah, kalau begitu nanti malam kita akan
pergi kerumah Youngboun." Ujar Lucas. Akupun pergi meninggalkan mereka
dimeja kantin karena sebentar lagi dosen akan memulai materi, mereka juga tidak
heran jika aku pergi begitu saja tanpa pamit dan permisi, mereka sudah sangat
memahami diriku, dibangku kelasku aku mulai mengaktifkan cip hologramku agar
aku dapat menyimpan apa yang dosen sampaikan, karena terlalu banyak hal yang
perlu kuingat maka aku akan melupakannya dalam sekejap,dan aku tidak ingin itu
terjadi dan nilai kuliahku berkurang aku terpaksa harus memprogram ulang diriku
sendiri, mengapa begitu? Entahlah aku juga tidak tahu, aku melakukan ini dengan
rahasia karena itu semua diluar program yang sudah diseting majikanku.
' Jeon?'
'oh Hai Chrysan, ada apa? Tumben sekali kau mnghubungiku disaat aku
sedang kuliah seperti ini'
' tidak, aku hanya ingin kau memastikan ulang bahwa kau tidak salah
memilih langkah'
' apa maksudmu? Kau tahukan baha aku tidak deprogram sepintar
dirimu, tolong perjelas ucapanmu'
' jadi, begini Jeon, baru-baru ini aku mendapatkan feeling yang
aneh selama aku memantau pergerakanmu dan interaksimu dengan teman-temanmu itu'
'lalu?'
'entahlah, tapi kurasa, kau akan menyesal jika kau menyetujui
permintaan Mr. Rex untuk menjemput objek manusia robot selanjutnya'
' mengapa aku akan menyesal, lagipula aku sudah lama tidak pernah
merasakan itu dalam hidupku, dan apa hubungannya denganku dan teman-temanku?'
' sepertinya objek yang dimaksud Mr.Rex itu adalah keempat temanmu
itu, karena secara tidak sengaja aku dengar Mr.Rex akan menghidupkan kembali
Jason untuk membantumu membawa objek itu ke markas kita, dan semua ciri yang
diucapkan Mr.Rex mirip sekali dengan teman-temanmu itu'
' apa kau yakin?'
'entahlah tapi, sepertinya lebih baik kau lindungi mereka, karena
aku mulai merasa khawatir terhadap mereka dan juga dirimu'
'hei, hei… rasa manusiawi mu mulai hidup kembali rupanya,, Chrysan…
Chrysan tenang saja.. aku akan melindungi mereka, aku tidak akan membiarkan
teman-temanku diubah menjadi seperti diriku'
' aku harap kau menepati ucapanmu itu'
' baiklah, aku harus kembali fokus ke materi kuliah, coba kau bajak
cctv rumah mereka, siapa tahu itu bisa membantu'
'baiklah'