The Five

The Five
1



" ah.. itu Jeon!! Tampan sekali!!!"   " tidak, itu Steve!"


Para wanita menjerit setiap kali mereka lewat. Ya, benar sekali


mereka adalah Jeon, Steve, Lucas dna Youngboun. Tak heran jika mereka dikagumi


para wanita itu, mereka adalah pria yang sangat tampan dan sukses membuat para


wanita meleleh namun, tidak hanya mereka berempat masih ada satu lagi yaitu,


Bimo. Tak lengkap rasanya geng mereka jika tidak ada Bimo, mereka berkuliah


ditempat yang sama.


 Mulai dari Jeon, pria dingin


bak kulkas itu mempunyai paras yang karismatik, tatapannya itu bisa membuat


semua wanita yang ditatapnya terpana, Steve seorang pria dengan wajah baby


face, keturunan asli korea, sifat ramahnya membuatnya disenangi banyak orang,


lalu Youngboun, sama halnya dengan Steve yang merupakan keturunan Korea asli,


wajahnya sangat manis apalagi saat ia tersenyum lepas, para dosen pun tak bosan


melihatnya. Lucas, Pria bule itu sangatlah baik sikap dan perilakunya,


keahliannya dalam memasak juga membuat para wanita terpana. Dan terakhir ada


Bimo, pria yang sangat ramah dan percaya, darah Jawanya sangat kental melebihi


caramel. Hari ini adalah hari yang sama seperti hari- hari sebelumnya cukup


membosankan, hanya tingkah laku Bimo yang dapat membuat geng ku tertawa namun,


aku tetap saja tidak bisa tertawa mungkin aku sudah deprogram untuk tidak bisa


tertawa lagi, aku Jeon Patrick Jackson seorang manusia robot, mungkin ini


terdengar aneh tapi, ini adalah kenyataan hidupku aku bukanlah sebuah robot


yang deprogram untuk hidup seperti manusia tapi aku adalah manusia yang dicoba


deprogram agar bisa bertindak canggih layaknya robot. Ya, kalian pasti akan


menganggapku gila, karena aku dengan kesadaran penuh memberikan tubuh dan


hidupku untuk di progress menjadi robot.


Beberapa tahun yang lalu..


Aku melihatnya, aku melihatnya mati dengan mata kepalaku sendiri,


argh!! Dasar manusia sialan itu!! Aku tidak akan memaafkannya. Aku berjalan


memasuki area rumahku, dan desas desus banyak orang mulai terdengar dimana


mana, ' mengapa ia harus murung? Seharusnya dia bersyukur, wanita macam itu


tidak harus ia cintai' ' dasar pria bodoh! Baguslah jika wanita itu mati, mau


saja dimanfaatkan seperti itu' dan masih banyak lagi. Ya, kekasihku baru saja


mati, mati secara tidak manusiawi, walaupun aku hanya menemukan jasadnya yang


sudah tidak berbentuk selayaknya jasad manusia, wajahnya rusak parah dan


mungkin isi perutnya sudah tidak bisa ditemukan, aku tahu bahwa kematiannya


sepadan dengan apa yang telah ia perbuat padaku. Ia hanya memanfaatkan diriku


dengan menyebutku sebagai kekasih. Tapi, aku tidak peduli aku mencintainya dan


sungguh aku marah dan dendam pada siapapun yang telah membunuhnya seperti itu.


Sejak saat itu, aku berfikir bahwa merasakan cinta adalah sesuatu


yang dapat membuatku bertingkah layaknya orang bodoh, rela memberikan dan


melakukan apapun demi orang yang kita cintai dan pada kenyataannya ia tidak


mencintai kita dan hanya memanfaatkan diri kita sesukanya, akhirnya aku


memutuskan untuk tidak ingin lagi merasakan hal-hal semacam itu dan aku memilih


untuk mengubah hidupku menjadi robot yang tidak memiliki perasaan sama sekali,


tidak merasa senang, sedih ataupun rasa cinta dalam hidupku. Dan seorang CEO


mampu mewujudkan keinginanku itu, walaupun aku belum sepenuhnya mati tapi,


setidaknya aku tidak merasakan hal-hal memuakkan itu, ditubuhku dipasang


beberapa program da nada sebuah cip kecil di bawah leherku, kata 'majikanku'


aku harus memakainya agar ia mengetahui dimana aku berada. Sudahlah, jika


kuperjelas akan sulit untuk dimengerti.


bagaimana kalau kita juga ikut datang? Akan ada banyak makanan disana!' usul


Steve, pria itu memang senang sekali makan. " jika kalian datang aku juga


akan datang." Balasku singkat, aku sudah tidak mengingat apa itu ulang


tahun, sebuah acara formalkah? Atau sebuah pesta yang didatangi banyak orang.


" eh ghuys, ghimana kalau kita jugha memakai bhajhu samaan, jhas dengan


pita kupu-kupu?" ah.. Bimo dengan cara bicaranya yang khas.. aku seperti


pernah mendengar istilahnya, ah.. medok, ia bilang bahwa itu adalah ciri khas


suku Jawa dalam berbicara, dan ya… itu cukup unik menurutku. " jas? Dasi


kupu-kupu? Apa kau gila? Kita tidak akan memakai jas kali ini, aku cukup ahli


dalam fashion dan kalian tahu itu, kita akan memakai sesuatu yang berbeda jadi


nanti malam datang kerumahku" jawab Youngboun pria itu memang sangat


pesolek dan fashionable. " baiklah, kalau begitu nanti malam kita akan


pergi kerumah Youngboun." Ujar Lucas. Akupun pergi meninggalkan mereka


dimeja kantin karena sebentar lagi dosen akan memulai materi, mereka juga tidak


heran jika aku pergi begitu saja tanpa pamit dan permisi, mereka sudah sangat


memahami diriku, dibangku kelasku aku mulai mengaktifkan cip hologramku agar


aku dapat menyimpan apa yang dosen sampaikan, karena terlalu banyak hal yang


perlu kuingat maka aku akan melupakannya dalam sekejap,dan aku tidak ingin itu


terjadi dan nilai kuliahku berkurang aku terpaksa harus memprogram ulang diriku


sendiri, mengapa begitu? Entahlah aku juga tidak tahu, aku melakukan ini dengan


rahasia karena itu semua diluar program yang sudah diseting majikanku.


' Jeon?'


'oh Hai Chrysan, ada apa? Tumben sekali kau mnghubungiku disaat aku


sedang kuliah seperti ini'


' tidak, aku hanya ingin kau memastikan ulang bahwa kau tidak salah


memilih langkah'


' apa maksudmu? Kau tahukan baha aku tidak deprogram sepintar


dirimu, tolong perjelas ucapanmu'


' jadi, begini Jeon, baru-baru ini aku mendapatkan feeling yang


aneh selama aku memantau pergerakanmu dan interaksimu dengan teman-temanmu itu'


'lalu?'


'entahlah, tapi kurasa, kau akan menyesal jika kau menyetujui


permintaan Mr. Rex untuk menjemput objek manusia robot selanjutnya'


' mengapa aku akan menyesal, lagipula aku sudah lama tidak pernah


merasakan itu dalam hidupku, dan apa hubungannya denganku dan teman-temanku?'


' sepertinya objek yang dimaksud Mr.Rex itu adalah keempat temanmu


itu, karena secara tidak sengaja aku dengar Mr.Rex akan menghidupkan kembali


Jason untuk membantumu membawa objek itu ke markas kita, dan semua ciri yang


diucapkan Mr.Rex mirip sekali dengan teman-temanmu itu'


' apa kau yakin?'


'entahlah tapi, sepertinya lebih baik kau lindungi mereka, karena


aku mulai merasa khawatir terhadap mereka dan juga dirimu'


'hei, hei… rasa manusiawi mu mulai hidup kembali rupanya,, Chrysan…


Chrysan tenang saja.. aku akan melindungi mereka, aku tidak akan membiarkan


teman-temanku diubah menjadi seperti diriku'


' aku harap kau menepati ucapanmu itu'


' baiklah, aku harus kembali fokus ke materi kuliah, coba kau bajak


cctv rumah mereka, siapa tahu itu bisa membantu'


'baiklah'