
"angkat mayat prajurit dan goblin, kemudian tumpuk lah mereka seperti gunungan mayat." Vaustine menunjuk ke ribuan mayat goblin dan manusia yang dibiarkan diatas tanah.
"Satu gunungan buatlah kira kira 50 mayat. Buat susunannya agak tinggi dan tidak mudah jatuh." Vaustine mengangkat mayat seorang tentara dan meletakkannya.
"Letakkan disini, aku juga akan memberi tahu kalian tempat yang lain kalian harus menumpuknya."
"Apa yang kau lakukan Vaustine! Tindakanmu itu sama sekali tidak menghormati prajurit kami yang telah berkorban di Medan perang ini!" Salah seorang komandan barisan menegur keras.
"Apapun yang kau katakan tapi mereka ini sudah mati. Mereka sama tidak berharganya seperti sebuah batu. Yang kulakukan adalah memanfaat ya agar kita setidaknya ada peluang untuk menang. Atau mungkin otak bodohmu itu sudah mendapatkan ide yang lain?"
"...." Sang komandan barisan terdiam.
Seluruh prajurit kemudian melakukan apa yang diperintahkan Vaustine. Mereka menumpuk mayat mayat itu menjadi sebuah gunungan gunungan mayat yang tersebar di banyak titik. Belum ada tanda tanda gelombang ketujuh setidaknya dalam 30 menit kedepan.
Saat ini matahari sudah hampir terbenam. Pasukan Utara yang dipimpin oleh Vaustine telah siap dengan strategi perang mereka.
"Kapten Vaustine, apa kau yakin ini akan berhasil?" Salah seorang prajurit bertanya dengan wajah ragu.
"Apa kau pernah melihat sebuah batu besar di aliran sungai yang deras?" Vaustine menanyakan pertanyaan aneh pada prajurit yang bertanya tersebut.
"Umm ya kurasa, tapi apa hubungannya itu semua dengan. Yang kau lakukan?"
Dengan senyum percaya diri diwajah Vaustine.
"Kita akan memecah arusnya."
Prajurit tersebut terdiam sejenak dan kemudian menyadari strategi yang akan dilakukan Vaustine.
"Satu batu dapat memecah arus menjadi dua. Bayangkan ada puluhan batu, mereka akan terpencar-pencar dan kita siap membunuhnya. Ditambah lagi mungkin ada beberapa goblin yang akan terjatuh saat menabrak gunungan mayat ini. Seperti sebuah batu besar di aliran sungai. Para goblin akan saling bertabrakan satu sama lain. Gunungan yang berada di paling belakang juga bisa kita manfaatkan sebagai benteng. Saat goblin goblin itu saling bertabrakan, regu pemanah akan membereskan mereka dan kita prajurit pedang akan membersihkan sisanya."
"Kalau kau sudah mengerti cepat gerakkan kaki kaki bodohmu itu ke pos penyeranganmu." Vaustine mengusir prajurit tersebut.
Semua persiapan telah selesai, semua orang menunggu gelombang ketujuh. Tiba tiba terdengar suara dari seorang prajurit yang diperintahkan untuk melihat kondisi hutan.
"Mereka dataangg!!!" Prajurit tersebut berlari ke arah Vaustine.
*Wuuushh, prajurit itu tertembak dikepalanya dengan sebuah anak panah dan mati seketika.
Tanah tiba tiba bergetar, suara gemuruh langkah kaki terdengar dari dalam hutan. Dan di detik berikutnya ribuan goblin menyerbu secara bersamaan.
Gempuran dari ribuan goblin itu benar benar membuat mereka kewalahan. Namun, seperti yang diperkirakan Vaustine otak bodoh mereka tidak bisa menghindari tumpukan mayat tersebut dan banyak dari mereka yang terjatuh dan terpisah.
Para pemanah menembak dengan sangat cepat. Anak panah demi anak panah. Para prajurit berpedang melindungi mereka dari serangan goblin yang mendekat.
"Jangan perlambat serangan kalian! Jika kalian tidak mau mati terus tembak sampai darah keluar dari dari matamu!" Vaustine meneriaki semua prajurit sembari memimpin prajurit pedang di depan.
Pertarungan terus berlangsung, pasukan Utara untuk saat ini berhasil menahan pasukan goblin yang terus berdatangan tanpa henti. Beberapa saat telah berlalu dalam pertarungan ini, saat ini goblin goblin tingkat tinggi mulai bermunculan di akhir penyerangan mereka.
"Ada goblin riders dan hobgoblin di depan!! Perkuat pertahanan!" Teriak salah seorang prajurit.
"Dibelakang mereka juga ada goblin shaman! Hati hati!" Teriak seorang prajurit lainnya.
...
Hobgoblin adalah tingkatan lanjutan dari goblin, dengan tubuh yang lebih besar dan jauh lebih kuat. Goblin biasa umumnya tingginya hanya 100cm dan lemah. Satu prajurit biasa umumnya setara dengan 5 goblin. Sedangkan hobgoblin umunya memiliki tinggi 190cm umumnya untuk mengalahkan 1 hobgoblin dibutuhkan tiga orang prajurit.
Goblin riders adalah tipe goblin spesial penunggang serigala. Kemampuan utama mereka ada di kecepatan mereka yang luar biasa. Setiap goblin riders memiliki kemampuan bertarung diatas goblin biasa dan juga dibantu dengan serigala yang dapat menerkam musuh.
Goblin shaman adalah tipe unik goblin. Mereka mengeluarkan sihir tipe area. Umumnya sihir yang mereka gunakan adalah skill tumbuhan Ataupun skill racun, hamun goblin shaman kelas atas bahkan dapat menggunakan healing magic dan elemental magic (api, air angin dll).
...
"Serang terus!!! Jangan berhenti menggerakkan tanganmu!" Vaustine terus menyemangati sisa sisa prajuritnya.
Setelah pertumpahan darah yang sangat banyak. Hobgoblin terakhir berhasil dibunuh oleh mereka.
Pasukan vaustine terpukul mundur sangat jauh kebelakang. Ratusan prajurit telah mati dan hanya mengingatkan sekitar lima puluh dari mereka.
"Apa sudah selesai? Uhuk... Uhukkk
Apakah kita menang." Salah seorang prajurit yang tersisa bertanya sambil terbatuk batuk.
*Buummmmm.... Suara terompet yang nyaring terdengar dari dalam hutan....
"Harrghh harghhh harghhh!" Suara tertawa terdengar dari dalam hutan.
"Kaliaann... Manusia...mati!!" Ucap sang goblin raksasa itu.
"Goblin yang bisa berbicara!?" Dengan wajah ketakutan sekaligus heran para prajurit menatap keatas melihat goblin tersebut.
"Goblin champion, tingkat tertinggi dari goblin. Mereka memang dikatakan dapat berbahasa manusia walaupun hanya kata per kata. Jadi dia bossnya ya." Wajah ragu dan ketakutan muncul dari wajah Vaustine.
Dikisahkan goblin champion dapat mencabut pohon oak dewasa hanya dengan tangan kosong, kulitnya yang keras dan tinjunya yang dapat melubangi baja. Umumnya kejadian evolusi ke goblin champion hanya terjadi dua puluh tahun sekali. Dan untuk melawannya seharusnya membutuhkan seratus orang prajurit.
"32 prajurit pedang dan 26 pemanah melawan Goblin champion. Apa yang kalian takutkan!!! Kita menang jumlah!" Vaustine berteriak kepada para prajurit yang tersisa.
"Angkat senjata kalian! Setelah ini kalian bisa bercerita pada anak cucu kalian bahwa kalian pernah membunuh goblin champion!"
Dengan tangan gemetar para prajurit kembali memegang senjata mereka. Dengan sisa harapan terakhir dari kekuatan mereka sendiri.
"Harrghh harghh hargggh, apa... Kalian... Sudah... Selesai... Menangis..."
Goblin itu tertawa.
"Seraannggg!!!" Vaustine dan para prajurit pedang lainnya mengelilingi goblin tersebut dan menyerang bagian belakang dari goblin itu.
Di belakang para pemanah mencoba menembus tubuhnya namun kulit kerasnya tidak tertembus oleh pedang biasa maupun anak panah.
"Incar matanya!, Kami akan mencoba menaham goblin ini semampu kami!" Vaustine berteriak kepada para prajurit pemanah.
Setelah menyadari rencana Vaustine, goblin itu semakin agresif dan mulai menyerang para pemanah.
"Wargrrhhhh!!!" Dengan gada nya goblin tersebut membunuh belasan pemanah.
Goblin itu terus menggila dan menyerang mereka semua secara membabi buta. Setelah melihat tidak ada pilihan lain, Vaustine melompat dan memanjat badan goblin tersebut dan dengan secepat mungkin menusuk matanya dengan pisau.
"Aaaaargghhhhhhh!!!!!!" Goblin itu berteriak kesakitan dan menutup matanya dengan kedua tangannya.
"Cepat buat dia terjatuh!!!" Teriak Vaustine.
Salah seorang prajurit langsung berdiri dibelakang goblin tersebut dan membuatnya tersandung.
"Aaarrrggghhhhhhh!!!!" Goblin itu terbaring berteriak sambil menutup matanya dan tidak sadar bahwa Vaustine telah siap dengan pedangnya.
"Dengan ini akan kuakhiri semuanya...."
*Srekkkk, dengan sekali tusukan Vaustine menusuk tenggorokan goblin itu melewati mulutnya. Meninggalkan teriakan yang lebih keras dari goblin champion itu. Setelah beberapa saat menggeliat kesakitan goblin itu perlahan melambat dan berhenti...
Joseph Vaustine dan semua prajurit yang tersisa membeku sesaat. Tidak menyangka bahwa mereka akan berhasil mengalahkan goblin itu. Terlebih Vaustine dia hanya duduk dengan wajah lega bercampur senang yang tak dapat digambarkan.
"Dia mati? Apa goblin gila itu sudah mati?" Vaustine masih tidak percaya akan kemenangannya.
"He he... Ah haha ha" Vaustine mencoba tertawa dengan sisa tenaganya.
"Kita menang... Kita menang!!!!" Para prajurit bersorak kegirangan dan berpelukan satu sama lain.
Vaustine yang biasanya akan membunuh siapapun yang memeluknya kali ini juga ikut memeluk semua prajurit yang tersisa bersamanya dengan tulus. Saat itu, Mereka semua tertawa dan menangis.
....
Dari seribu prajurit yang awalnya ada di perbatasan hutan Utara. Hanya dua puluh delapan orang yang selamat.
Enam belas orang bandit dan dua belas prajurit.
Setelah istirahat yang panjang dan setelah mengobati luka-luka mereka, Vaustine dan anak buahnya mengumpulkan semua armor dan persenjataan dari mayat mayat goblin dan juga manusia kemudian meletakkannya di gerobak-gerobak kuda yang telah mereka siapkan.
Di akhir Vaustine dan para bandit bersalaman kepada para prajurit yang selamat berterimakasih satu sama lain.
" Walaupun aku tidak ingin mengakuinya namun terimakasih telah bertarung bersama kami." Ucap salah seorang prajurit.
"Ya terserahlah, kalian juga sebaiknya segera kembali ke balai desa. Mungkin ini terdengar kejam menyuruh kalian untuk bekerja lagi setelah semua ini, tapi saat ini tidak ada satu prajurit pun disana." Vaustine menjabat tangan prajurit itu.
"Kami mengerti, kami juga tidak ingin membahayakan para penduduk desa." Ucap prajurit tersebut.
"Bilang sama kakek tua itu kalau bisnis ini benar-benar menyebalkan, Kurasa itu saja. Baiklah.... Jangan sampai kalian diserang oleh bandit, selamat tinggal para prajurit bodoh."
Kontrak darah lunas, Gerobak-gerobak kuda Vaustine berangkat pergi meninggalkan para prajurit desa yang tersisa dan kembali ke persembunyian mereka.