Starting My New Life As An Adventurer

Starting My New Life As An Adventurer
kehidupan baru



Setelah Beberapa hari, (atau mungkin beberapa Minggu), aku menyadari beberapa hal tentang kondisiku saat ini.


Aku bereinkarnasi sebagai seorang bayi biasa disebuah dunia bernama Azerim. atribut dan skill benar benar basic dan tanpa kemampuan khusus. rambutku bewarna biru dan selain itu tidak ada yg aneh dari diriku.


Yah, Sebenarnya tidak juga... Karena sepetinya aku mempunyai semacam  kemampuan untuk mengakses sebuah alat (atau mungkin makhluk), yang bernama 'sistem', aku menyadari bahwa orang yg merawatku tak pernah sekalipun berkomunikasi dengan 'sistem' itu sehingga aku berpikir bahwa ini merupakan sebuah kemampuan khusus yang hanya aku yang memilikinya.


Saat aku bereinkarnasi aku mendapat tubuh seorang bayi berusia sekitar 1 tahun. kalau tubuhku waktu itu berumur 1 hari pasti aku langsung mati di tumpukan es itu.


Orang yang menyelamatkanku ditumpukan salju itu adalah seorang pria setengah tua yg ternyata adalah seorang kepala desa di desa ini, katanya dia mendengar tangisanku saat dia baru pulang dari rumah seorang warga dan wanita muda yg sering mengurusku adalah pembantu atau mungkin sering dikenal sebagai maid di kediaman rumah ini.


Nama kakek itu adalah Rondo touji, namun aku akan lebih sering memanggilnya dengan sebutan kakek atau kakek tua, nama maid yang sering merawatku ini adalah Kiara, aku berencana memanggilnya Kiara nee-san karena aku sudah menganggapnya sebagai kakak ketimbang seorang pelayan.


*Tok tok tok


(Suara ketukan di pintu depan rumah)


"permisi rondo-san hari ini aku datang lagi." Suara seorang perempuan dibalik pintu


Oh ya, suara itu adalah suara dari tetangga kami keluarga arima. dan ibu itu setiap hari datang kesini untuk bertemu dangan bayi lucu yang ditemukan kakek tua ini beberapa Minggu yang lalu, ya bertemu denganku


"oh ibu arima, kau datang lagi. silahkan masuk." Kakek mejawab.


"Nadamu terdengar kurang senang tuan Rondo. Tapi terima kasih ya Rondo-san, hari ini aku membawa madu dari perkebunan sepupuku rasanya sangat manis dan sangat bagus bagi bayi."


"ooh, hari ini mau bertemu dengan bayi itu lagi?" Kakek bertanya dengan wajah tak peduli.


"benar,dimana dia sekarang?" Dia bertanya penasaran


"dia mungkin baru selesai mandi, biar kupanggilkan pelayanku. Kiara cepat kemari."


"iya tuan" dengan membungkuk dan tutur kata seorang pelayan kiara datang dan menjawab.


"Bawakan bayi itu kesini ibu arima datang lagi hari ini dan mau melihat anak itu."


"baik,segera saya bawakan tuan" Kiara menunduk dan pergi


"lagian ibu arima sepertinya kau sangat terobsesi dengan bayi yang aku temukan, apakah dia se-lucu itu?"


"hahaha, benar lho dia sangat lucu dan tampan ditambah dengan rambut birunya itu aku tak tahan kalau tak bertemu dengannya sehari saja."


"kau benar-benar tak ada kerjaan." Kakek menjawab dengan menghela nafas.


Kiara datang menggendong-ku yang baru selesai mandi. Dan menyerahkannya ke nyonya itu.


"wahh lucu sekali"sambil menciumiku, (aku memasang muka kesal.


"ngomong ngomong Rondo-san, aku sudah pernah mengatakan ini, bagaimana kalau aku saja yang merawat bayi ini? kedua anakku sudah besar dan meninggalkan rumah dan aku benar benar tak ada kerjaan setiap harinya, lagian kaupun sibuk mengurus desa ini kan, menurutku biar aku saja yang mengurusnya" nyonya arima berubah mengeluarkan nada serius.


"Hmm...." Kakek terdiam dan berpikir sebentar.


"maaf saya lancang nyonya arima, namun saya Kiara sudah diberi kepercayaan oleh tuan Rondo untuk merawat bayi ini dengan sepenuh hati."


"Hmm ya, Itu benar Bu arima, lagian aku tak akan menyerahkan bayi ini kepadamu (sambil menjulurkan lidahnya kearah ibu arima), jika aku menyerahkannya kepadamu maka aku tak dapat hiburan saat aku pulang kerumah."


"oi oi jadi aku dipungut cuma untuk sekedar hiburan."


"baiklah kalau begitu sudah saat nya aku pulang, aku meninggalkan rebusan ku dirumah dan kurasa itu sudah mendidih sekarang. kiara tolong rawat dia ya,  dan juga Rondo jangan lakukan yang aneh aneh padanya." Nyonya arima berdiri dan pulang ke rumahnya.


"baiklah,akupun dipanggil untuk menghadiri acara pernikahan warga di ujung desa aku harus bergegas." Kakek berdiri sambil bersiap.


"selamat jalan tuan Rondo, hati-hati dijalan." Kiara membungkuk.


beginilah kehidupanku sehari hari, akupun tak bisa berbuat banyak dengan tubuh bayi ini. setidaknya aku akan menunggu sampai aku bisa berdiri dan berbicara.


Kiara nee-san kemudian memberi ku makan dengan sup hangat kemudian menidurkanku kembali ditempat tidurku


(Malam nya)


"aku pulang,ahh melelahkan sekali" Kakek duduk di sofa.


"selamat datang tuan Rondo, silahkan beristirahat. air hangat Mandian tuan dan makan malam sudah saya persiapkan."


"Oh terimakasih,baiklah..." Kakek langsung berdiri dan bergegas mandi


Setelah kakek selesai mandi dan makan malam,Kiara nee-san sambil menggendongku menjumpai kakek yang sedang membaca laporan desa di ruang tamu.


"Permisi tuan Rondo,ada yang ingin saya bicarakan dengan anda." Bediri sambil menggendongku.


Kakek menutup buku laporannya, "apa itu?"


"Tuan Rondo sudah mengambil bayi ini selama berminggu Minggu, namun sejauh yang saya tahu tuan Rondo belum memberikan nama pada bayi ini."


"aahh, benar juga ya. yaampun aku lupa memberi nama anak ini, selama ini aku hanya memanggilnya. nak, 'bocah ini' atau 'bayi ini'." Kakek Merasa agak bersalah dan menggaruk kepala belakangnya.


"Seperti yang tuan Rondo katakan, apakah tuan sudah memikirkan nama untuk anak ini?"


Oiya, aku juga lupa kalau aku belum memiliki nama didunia ini. aku pikir aku masih menggunakan nama yang kugunakan didunia ku sebelumnya. Aku harap kakek tua ini memberikan nama yang bagus atau aku akan membunuhnya.


"Owekkk owekkk owekkk"


Noooooo,sialan kakek tua itu, akamaru? Apa dia pikir aku ini sejenis anjing? aomaru terdengar menjengkelkan dan Mechamaru.....woyyyy apa dia pikir aku ini robot!


"Sepertinya sang bayi tidak suka dengan namanya, maaf tuan Rondo, namun saya memikirkan sebuah nama, mungkin tuan akan menyetujuinya".


"Oh, kau ada sebuah nama?" Sambil meminum kopi nya.


"Ya, dan saya sudah memikirkan ini sejak lama."


"kalau begitu beritahu nama apa yg cocok buatnya."


"Hikaru, Hikaru yang berarti cahaya, saya yakin anak ini suatu saat nanti dapat bersinar dan dapat menjadi harapan bagi orang lain." Kiara berbicara dengan lantang


Hikaru yang berarti cahaya, sepertinya aku menyukainya.


Aku mengharapkan nama yang lebih keren sih, tapi setidaknya ini lebih baik daripada nama sialan yang diberikan kakek tua itu.


"Hmmm nama yang bagus" Kakek berdiri dari kursinya.


"Lebih bagus daripada hachinosuke yang baru saja kupikirkan, baiklah! Kalau begitu Nama depannya akan menggunakan nama keluargaku, keluarga touji" kakek mengambilku dari Kiara menggendongku dan mengangkat ku keatas.


"Baiklah, mulai sekarang namamu adalah Touji Hikaru, jadilah orang yang sesuai dengan namamu hehehe".


"Nama yang bagus tuan rondo. Touji Hikaru, aku harap anak ini dapat tumbuh besar dan membawa dan mewujudkan arti dari namanya." Kiara Tersenyum dengan wajah gembira


"Sistem, atribut baru didapatkan"


Aura: +5


Hp: +4


MP: +4


Stamina: +4


Damage: +2


Instinct: +1


"wahh, kenapa tiba tiba atributku meningkat apa aku melakukan sesuatu?"


"jawab, aura seseorang akan meningkat berdasarkan namanya. anda telah mendapatkan sebuah nama dan itu meningkatkan aura anda, aura dapat digunakan untuk mengintimidasi musuh dan dapat meningkat apabila semakin banyak orang yg kenal dengan anda, semakin banyak orang yang takut dengan anda, atau semakin banyak julukan/nama yang anda miliki."


"untuk pertumbuhan lainnya itu adalah pertumbuhan atribut biasa yang terjadi seiring dengan pertumbuhan sebuah pribadi dan akan berhenti saat seseorang berumur 20tahun."


"Begitu ya, jadi atributku akan terus naik sampai aku berumur 20 tahun."


"Jawab, benar, namun pertumbuhan yang didapat akan sangat sedikit, disarankan untuk berlatih dan memperoleh skill baru atau menggunakan senjata langka untuk meningkatkan atribut."


"Seorang pria biasa berumur 17 tahun biasa hanya akan mendapatkan atribut sebagai berikut"


-Hp: 100-150


-Mp: 75-100


-Damage: 25-35


-speed: 20-30


-Stamina: 25-40


-Instinct: 15-20 dan


-Aura: 30-50


"Dan dibandingkan dengan atribut anda sekarang"


-Hp: 5


-Mp: 5


-damage: 3


-speed: 3


-stamina: 3


-Instinct: 2 dan


-aura: 5


"Baiklah sedikit kemajuan, sekarang aku sudah medapat sebuah nama dan peningkatan atribut walau hanya sedikit, aku harus berusaha kedepannya!"