
Disebuah ruangan terapi khusus di rumah sakit umum Kyoto
"uhukk,uhukk,aah rasa sakitnya tak pernah berubah meski sudah ratusan kali menjalaninya".
Namaku Tanaka keiichi,17 Tahun, aku memiliki sebuah penyakit ganas yang menyerang tubuhku.sejak lahir tubuhku terlahir lemah dan aku mendapat penyakit ini diumurku yang ke 10, sejak saat itu aku tak pernah pergi ke sekolah dan hanya mengikuti home schooling dirumah atau di rumah sakit setelah terapi".
(Suara pintu ruang terapi yang terbuka, seorang gadis bersembunyi dan menampakkan kepalanya Dari sisi pintu)
" Oh, keiichi-kun lama tak berjumpa, Mungkin 1 Minggu ya."
"selamat pagi, atau mungkin malam"
Aku melambaikan tanganku kepadanya. ruangan terapi ini tak memiliki jendela sama sekali jadi kami kesulitan mengetahui waktu. "Nana-chan tampaknya kau kelihatan sehat."
"jangan berkata begitu, dokter berkata umurku tak lebih dari 5 tahun lagi hahaha." Dia tertawa seakan itu benar benar lucu.
"Nana-chan perkataanmu itu sangat tidak bagus sebagai candaan." Nada ku rendah menasehatinya.
Yap, benar dia adalah Nana-chan. Bisa dibilang satu satunya orang yang dekat denganku. dia adalah orang yang menderita penyakit yang sama denganku. dia berumur 16 tahun, 1 tahun lebih muda dariku dan dia sudah mengidap penyakit ini dari usianya yang ke 15.
Kami sudah sering bertemu diruangan seperti ini, kami kadang janjian untuk mengambil jadwal terapi yang kami lakukan. Aku merasa kasihan padanya, berbeda denganku dia adalah gadis yang baik dan disukai banyak orang. dia mengidap penyakit ini di awal masuk SMA-nya, awalnya banyak sekali temannya yang menjenguknya tapi setelah hampir 2 tahun tak pernah ada lagi yang datang.
Nana mulai berbaring di kasur yang bersampingan denganku, ini adalah ruang perawatan dengan 2 kasur didalamnya, kondisi Nana sedikit lebih baik dariku, karena ini masih sekitar 2 tahun setelah dia mengidap penyakit ini. dia masih bisa berjalan walau tak bisa melakukan hal hal yang melelahkan.
"Oiya keiichi,dimana orang-tua mu?"
"Bekerja, mereka pikir aku bisa sendiri untuk beberapa waktu karna aku sudah sering kesini."
"Orang tua ku juga sama. Tapi mereka akan datang sore nanti. Katanya mereka akan mampir ke toko kue, apa kau mau?"
"Ya tentu" aku mengiyakan tawarannya.
"Rasa coklat seperti biasa kan?" Dia bertanya padaku.
"Ya, seperti biasa".
"Baiklah, akan kutelepon mereka"
Lucu sekali, bahkan dia tau rasa kue kesukaanku. Tapi aku juga tau kalau kue kesukaannya yang rasa stroberi. Tanpa sadar setelah beberapa waktu bersama kami mengetahui kesukaan kami masing masing.
Disaat seperti ini aku merasa kalau dialah satu satunya orang yang dekat padaku. Orang tua ku bukan orang jahat, hanya saja mereka selalu bekerja dan kami sangat jarang bertemu. Aku tidak menyalahkan mereka. Aku tau biaya pengobatan ini cukup mahal dan pasti membebani mereka. Hanya saja, saat ini hanya Nana lah yang menemaniku.
Kami melanjutkan percakapan kecil kami sampai pagi, atau mungkin malam. Rasanya sangat nyaman walaupun rasa sakit ini tak pernah benar benar hilang, kami berakhir tertidur di keheningan yang damai.
(Pukul 00.00 tengah malam)
"arrghh, haackk, hackk", nafasku berat dah aku hampir kehilangan kesadaran, tubuhku berkeringat dan jantungku berdetak kencang.
"Na-na,to...long....a...ku".
Aku memanggilnya dengan suaraku yang kecil, sayangnya Nana masih tertidur dan suara kecilku tak berdampak apapun.
aku memakai sisa kesadaran dan kekuatan untuk menekan alarm darurat yang berada disamping kasurku dan kemudian aku pingsan.
(Suara hentakan kaki banyak orang,pintu dibuka dan beberapa suster dan dokter masuk).
Dokter itu langsung memeriksa tubuhku dengan stetoskop.
"jantungnya sangat lemah dan tubuhnya sangat dingin. suster lakukan pertolongan pertama."
"Baik pak." Suster itu naik keatas kasurku sambil menekan nekan dadaku.
"Dia sedang koma, siapkan ruangan operasi, minta persetujuan orang tua, kita mulai operasinya sekarang, cepat!!" Dokter itu memerintahkan beberapa suster lainnya.
Kegaduhan yang berisik itu membangunkan Nana.
karena kebisingan yang terjadi di ruangan Nana terbangun dan membuka matanya.
" Ada apa ini? Kenapa sangat berisik". Nana kebingungan dan melihat sekitarnya.
Dia melihat ke arahku dan dengan tatapan takut dia berdiri kemudian memegang tubuhku.
"Keiichi. dokter ada apa ini. Bagaimana keadaannya?"
" Tanaka-san sedang dalam masa sulit sekarang. kita tidak tau apa yang akan terjadi." Dokter itu menjawab sambil tergesa-gesa.
Seorang suster kemudian datang datang ke ruang terapi kami sambil berlari "ruang operasi sudah siap digunakan dokter."
"Baiklah,bawa pasien sekarang!" Dokter dan suster lainnya bergegas menuju ruang operasi dan meninggalkan ruangan terapi kami dengan cepat.
Nana yang ingin mengejarku pun terjatuh dan dihentikan oleh suster lain. Dia hanya bisa menangis dan dibawa kembali ke ruangannya.
(Diruang operasi)
Setelah berbagai persiapan akhirnya dokter dan pembantunya masuk dengan pakaian khusus.
"Baiklah,kita mulai!" Sang dokter kemudian melaksanakan operasinya.
Hening, tenang bahkan saat aku koma aku masih bisa mendengar suara mereka yang tergesa-gesa di sekitaran ku, kesadaranku mulai menghilang dan perlahan aku mulai merasa dingin.
"Dokter! jantung pasien berhenti berdetak" salah satu suster melihat ke arah alat pendeteksi detak jantung dan melapor pada dokter.
"sial, lakukan CPR, kita akan gunakan alat pacu jantung sekarang!" Dokter dan semua orang semakin tergesa gesa dan mulai menyiapkan alat kejut jantung.
"Baiklah lakukan!"
*Burrpp, tubuhku bergetar dan dokter mulai menginstruksikan kejutan kedua.
Ahh dingin, aku pernah mendengar situasi seperti ini, saat saat sebelum kematian. ahh, setidaknya aku ingin berpisah kepada Nana-chan dan orang tuaku, setidaknya aku ingin merasakan kehidupan remaja pada umumnya, aku benci tubuh lemahku. jika reinkarnasi benar benar ada aku mohon, kami-sama aku ingin berlari!".
"Sistem, membuka teleportasi antar dimensi, pemindahan roh dilaksanakan." Tiba tiba sebuah suara terdengar jelas dikepala ku entah dari mana asalnya
"Ha? suara apa itu?". Aku masih kebingungan dan tiba tiba aku merasa tubuhku tertarik keluar dan aku seperti bergerak sangat cepat.
*Brrpp, whuuushhhh!
*Brakk! (Hentakan yang kuat)
"aww, apa itu tadi? bukannya aku sudah mati?"
perlahan kubuka mataku, aku melihat ada sepasang tangan kecil bergerak, dan setelah kulihat lagi ternyata aku berada di tumpukan salju yang sangat tinggi. rasa dingin ini mulai terasa sangat tajam seperti jarum, dan tanpa kusadari aku menangis dan akhirnya aku pingsan.
Tak tau berapa lama aku pingsan akhirnya akupun terbangun.
"eh, dimana ini? ahh sebuah tempat tidur yang hangat dinding rumah terbuat dari kayu berwarna cokelat kehitaman, lagi-lagi aku melihat sepasang tangan kecil ini.
"ehh....owekk owekk owekk." kenapa aku tiba-tiba menangis, apa yang sebenarnya terjadi?
Suara pintu yang terbuat dari kayu terbuka dari seberang ruangan, muncullah seorang wanita muda yang entah kenapa kelihatan sangat besar, dia tiba-tiba mengangkat ku dan mengelus kepala ku.
"cup cup cup cup jangan menangis" wanita itu berjalan kearah cermin.
"lihatlah bayi tampan seperti mu tidak boleh menangis." Sambil menunjukkan wajahku didepan cermin.
"Apaaaaa! aku menjadi bayi? apa yang terjadi sebenarnya..... Owek owekk" tanpa sadar aku menangis lagi.
"Sistem, pemulihan kesadaran penuh berhasil dilaksanakan, anda telah sukses bereinkarnasi ke dunia bernama Azerim. dunia legenda dan asal dari mitologi, dan berikut adalah atribut yang berhasil anda dapatkan."
-Hp:1
-Mp:1
-Stamina:1
-Damage:1
-Speed:1
-physical defense:0
-magical defense:0
-aura:0
-instinct:1
"Semua ingatan, pengalaman dan kepintaran anda di dunia sebelumnya berhasil di back-up, dan berikut skill tambahan yang berhasil anda dapatkan."
Run I: sekarang energi yang digunakan untuk berlari 10% lebih sedikit memakan energi.
"Sekian..."
"Apaaaaa!!!, Apa-apaan atribut sampah seperti ini!!!. memang sih seorang bayi memang seharusnya punya tubuh yang lemah tapi apa setidaknya aku tak diberikan skill yang berguna? apa-apaan skill berlari ini, apa mungkin permintaanku pada dewa terlalu sedikit. Hei kau! Siapa kau yang berbicara dikepalaku! Aku ingin protes!"
....
"eh, kenapa kepalaku pusing? sial, ini mungkin karena stamina ku sangat rendah, dengan tubuh bayi seperti ini aku bahkan tak punya cukup energi untuk berpikir." akupun akhirnya tertidur cukup lama layaknya seorang bayi yang kelelahan setelah menangis cukup panjang.
Beginilah awal mula kisahku, seseorang yang nantinya akan menjadi petualang, semua dimulai dari nol dan setidaknya aku bersyukur aku terlahir dengan tubuh yg sehat dan tampan seperti ini.